Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2014

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) adalah kegiatan kerjasama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia dan Kementerian Belia dan Sukan Malaysia, yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara terutama di bidang kepemudaan. Pada tahun 2014, sebanyak 34 delegasi Indonesia dan 32 delegasi Malaysia menjadi bagian dari IMYEP. Dalam program yang berlangsung selama 23 hari ini, Jawa Tengah diwakili oleh Ridha Swasti Hapsari.

Ridha S. Hapsari, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2014

Ridha S. Hapsari, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2014

IMYEP 2014 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia, dan fase Re-entry. PDT dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada 13-15 Agustus 2014 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI, Jakarta. PDT bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental peserta. Selama PDT, delegasi mendapatkan berbagai pengarahan, brainstorming kegiatan dan materi leadership, character building, media dan kewirausahaan, serta latihan cultural performance.

Fase Indonesia berlangsung pada 16 Agustus-25 September di Jakarta dan Bali. Berbagai kegiatan baik formal maupun non-formal dilaksanakan oleh delegasi IMYEP. Di Jakarta, peserta disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan berkesempatan mengikuti upacara kemerdekaan RI ke-69 di halaman kantor Kemenpora bersama delegasi Malaysia. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Monumen Nasional, diskusi mengenai media bersama Kompas Media Grup, serta kunjungan ke Grand Indonesia dan Thamrin City.

Upacara Hari Kemerdekaan RI di Kantor Kemenpora bersama delegasi Malaysia.

Di Bali, kegiatan utama peserta IMYEP adalah homestay bersama keluarga angkat di Ubud. Masing-masing delegasi Indonesia dipasangkan dengan delegasi Malaysia untuk tinggal di satu keluarga. Dalam homestay ini, delegasi belajar banyak tentang kebudayaan Bali, bagaimana cara membuat topeng, menarikan tari tradisional dan menabuh gamelan Bali. Di akhir homestay, delegasi Indonesia dan Malaysia berkolaborasi menyuguhkan cultural performance di Balai Banjar, Desa Mas, Ubud.

Peserta juga mendapatkan undangan kehormatan untuk berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampak Siring. Para delegasi pun berkesempatan mengunjungi berbagai tempat di Bali, baik formal maupun informal, seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Museum Bajra Sandhi, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Kuta dan Legian, Pantai Nusa Dua, Pasar Seni Sukowati, serta menyaksikan pertunjukan Tari Barong di Sahadewa.

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Museum Bajra Sandhi, Bali

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Museum Bajra Sandhi, Bali

Fase Malaysia berlangsung selama 10 hari, sejak 25 Agustus-3 September. Sama seperti fase Indonesia, kegiatan utama dalam fase ini adalah kunjungan formal dan informal, serta homestay. Fase ini hanya diikuti oleh delegasi Indonesia. Di hari pertama, peserta melakukan courtesy call ke Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kementerian Belia dan Sukan, dan Institut Kemahiran Tinggi Belia Negara (IKTBN), dimana peserta melakukan dialog interaktif dan melihat secara langsung workshop tempat belia Malaysia berinovasi.

Homestay dilakukan selama tiga hari di Kampung Pachitan, Port Dickson, Negeri Sembilan. Kampung Pachitan masih memiliki silsilah dengan Pacitan, Jawa Timur. Warga Kampung Pachitan kebanyakan masih bisa berbahasa Jawa dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Beberapa adat Jawa seperti kenduri, bancakan, pun masih dilestarikan. Di akhir homestay, delegasi Indonesia menampilkan cultural performance seperti parade baju adat, medley nusantara, dan tarian-tarian tradisional.

Cultural Parade, memperkenalkan pakaian adat dan tari tradisional Jawa Tengah di Negeri Sembilan, Malaysia

Cultural Parade, memperkenalkan pakaian adat dan tari tradisional Jawa Tengah di Negeri Sembilan, Malaysia

Delegasi Indonesia juga menyaksikan peringatan hari kemerdekaan Malaysia yang jauh dari kesan seremonial. Hari kemerdekaan Malaysia dirayakan dengan parade rakyat dan flash mob di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur. Dengan demikian, delegasi IMYEP mendapat pengalaman tak terlupakan, yaitu memperingati perayaan kemerdekaan dua negara.

Memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.

Kunjungan formal dan courtesy call lain di fase Malaysia antara lain ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, dimana peserta berdialog aktif dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Bp. Herman Prayitno, Kementerian Komunikasi dan Multimedia, Malaysia Youth Council dan Bank Negara Malaysia.

Selain kegiatan formal, peserta juga diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata di Malaysia, seperti Petronas Twin Tower, Central Market, dan Melaka. Di Melaka delegasi berkesempatan mengelilingi kota yang ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO tersebut dengan becak hias, menyusuri sungai di Melaka yang bersih dengan river cruise, ke Menara Taming Sari dan lain-lain.

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Petronas Twin Tower, Malaysia

Delegasi Indonesia pulang ke tanah air pada 3 September dan langsung melaksanakan fase Re-entry dan evaluasi. Program ini berhasil mempererat hubungan antar delegasi Indonesia dan Malaysia, memberikan pemahaman bahwa konflik Indonesia-Malaysia tidak semengerikan seperti yang diberitakan media, dan bagaimana memberikan respek satu sama lain di dua negara yang memiliki akar budaya yang nyaris sama. Secara keseluruhan, it’s all about loving your country, and how to upgrade it…

*Ridha Swasti Hapsari adalah alumni Universitas Diponegoro. Saat ini ia bekerja sebagai Quality Controller di sebuah lembaga konsultan Bahasa Inggris. Ia juga aktif mengajar di beberapa komunitas dan menulis di media. Ridha bisa dihubungi melalui twitternya @RidhaSHapsari

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2014/2015

Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) / Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) untuk periode 2014/2015 telah dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2014 sampai dengan 12 Februari 2015. Program yang bertujuan untuk menguatkan hubungan Australia dan Indonesia secara kultural dan diplomatik melalui people to people contact ini merupakan program kerjasama pemerintah dari kedua negara yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Pelaksanaan program ini dibantu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Australia Indonesia Institute (AII) dan The Communication Network (TCN). Setiap tahun, Kemenpora mengirimkan 18 pemuda perwakilan dari beberapa provinsi terpilih untuk menjadi delegasi Bangsa Indonesia. Tahun ini, Jawa Tengah diwakili oleh Hanny Anisatu Suriya dari Kabupaten Rembang.

hanny

Hanny Anisatu Suriya mewakili Jawa Tengah dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (AIYEP)

Program ini terdiri dari dua fase, yakni fase Indonesia dan fase Australia yang masing-masing fase dibagi menjadi fase desa dan fase kota. Pada periode 2014/2015, AIYEP untuk fase Australia dilaksanakan di Australia Barat dimana Perth sebagai fase kota, dan Margaret River sebagai fase desa. Sedangkan untuk fase Indonesia, program ini dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Banjarmasin dan di Desa Mattone.

Sebelum menjalankan program di Australia, 18 delegasi mengikuti Pre- Departure Training (PDT) di Jakarta selama 10 hari. Delegasi Indonesia menginjakkan kaki mereka di kota Perth, Australia Barat pada tanggal 19 Oktober 2014 dan menjalani masa orientasi dengan koordinator lokal dan tim dari TCN sebagai pemateri dan pendamping. Dalam masa orientasi tersebut, peserta mengikuti courtesy call bersama Pemerintah kota Perth dan juga Pemerintah Australia Barat. Seusai masa orientasi, peserta AIYEP dipertemukan dengan keluarga angkat yang akan menjadi salah satu bagian terpenting selama program berlangsung.

CC perth mayor

Courtesy call bersama Walikota Perth

Kegiatan utama di fase Perth dan Margaret River tidak jauh berbeda yakni tinggal bersama host family (keluarga angkat), cultural performance (pertunjukan budaya), dan work placement (magang). Setiap peserta memiliki keluarga angkat yang berbeda dengan peserta yang lain, bahkan tempat tinggal mereka pun ada yang berjauhan. Oleh karena itu, para peserta harus bisa menjalankan kehidupan sehari-hari mereka dengan masyarakat Australia dengan mandiri tanpa bergantung dengan teman sesama Indonesia. Begitu pula saat mereka magang, peserta yang memiliki tempat magang yang berbeda pun harus mampu menempatkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di Australia.

Selama program, peserta menampilkan pertunjukan budaya di sekolah-sekolah yang berbeda, menjalani magang kerja; dan menghabiskan waktu bersama keluarga angkat. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung untuk tinggal dan bekerja di Australia.

wp hs cp

Kegiatan utama di Australia: internship, homestay, dan cultural performance.

Di sela waktu perpindahan dari fase kota ke fase desa, peserta diberikan kesempatan untuk menikmati liburan (mid visit break) di Busselton, sebelum kembali ke Perth untuk menjalani  joint orientation day bersama dengan 18 delegasi dari Australia.

Selama tiga hari, delegasi dari Indonesia diperkenalkan  dengan counterpart mereka delegasi dari Australia. Ketiga puluh enam peserta pun diberikan pengarahan sebelum mereka dikirim ke Indonesia untuk melaksanakan community development di Desa Mattone, Kalimantan Selatan. Agenda terakhir di fase Australia adalah dialog dengan Australia Indonesia Institute dan upacara perpisahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Perth. Hanny menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini.

Mengawali fase Indonesia, ke-36 pemuda dari Indonesia dan Australia mengikuti  re-entry sekaligus courtesy call di di Wisma Menpora dan juga Kedutaan Besar Australia di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Agenda utama di Banjarmasin adalah courtesy call bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan Walikota Banjarmasin. Selain itu, peserta juga mengikuti orientasi sebelum memasuki fase desa di Mattone.

CC menpora

Courtesy Call bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI

Selama fase desa di Mattone, peserta mengadakan community development dalam beberapa aspek meliputi pendidikan, olahraga, pariwisata, pengembangan ekonomi, dan lingkungan. Selama tiga minggu di desa Mattone, para peserta dengan dibantu oleh pemerintah dan warga setempat mengembangkan beberapa kegiatan terkait yang bermanfaat dan berkelanjutan.

wp hs cp ina

Kegiatan community development, magang, homestay, dan pertunjukan budaya selama fase Indonesia

Fase desa diakhiri dengan festival rakyat yang diselenggarakan oleh peserta AIYEP 2014/2015 dan para pemuda Mattone. Kerja keras peserta pun dihargai dengan diadakannya mid visit break di Loksado selama lima hari sebelum memulai fase kota yang dilaksanakan di Banjarmasin. Kegiatan utama di fase kota sama dengan kegiatan yang dilaksanakan di Australia yaitu pertunjukan budaya, magang, dan homestay. Selama magang, setiap peserta Indonesia dipasangkan dengan satu peserta dari Australia.

* Hanny Anisatu Suriya adalah mahasiswi Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang. Ia mengikuti student exchange di Tianjin, China pada tahun 2013 dalam program City Culture Center yang diadakan oleh Universitas Nan Kai. Kecintaannya di dunia pendidikan membuat Hanny ingin terus berkarir dan berkarya sebagai curriculum developer, pengajar Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia untuk penutur bahasa asing. Hanny bisa dihubungi melalui twitternya @luvijoe.

Indonesia – Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2014

Kegiatan IKYEP 2014 telah selesai dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober – 21 November 2014 yang lalu. Sebanyak 34 delegasi yang berasal dari 31 Provinsi telah selesai ditugaskan Kementrian Pemuda & Olahraga (Kemenpora) RI untuk mewakili pemuda-pemudi Indonesia dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Korea Selatan. Pada tahun 2014, Provinsi Jawa Tengah mengirimkan satu orang delegasi yaitu Muhammad Fidhzariyan Kusuma Utama dari Kota Surakarta.

Delegasi IKYEP 2014 tiba di Bandara Incheon, Korea Selatan

Delegasi IKYEP 2014 tiba di Bandara Incheon, Korea Selatan

IKYEP 2014 dimulai dengan kegiatan Pre-Departure Training (PDT) yang dilaksanakan pada tanggal 25-31 Oktober di Wisma PON Cibubur, Jakarta. PDT merupakan tahap pembekalan dan persiapan bagi calon delegasi yang digelar atas kerja sama dari alumni IKYEP, yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea (AIKUNA) dan Kemenpora RI. Di fase PDT, para calon delegasi mendapatkan berbagai materi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan aspek jasmani, mental, dan rohani dalam menjalankan rangkaian kegiatan IKYEP 2014 yang secara keseluruhan berlangsung selama 20 hari. Ada momen istimewa dalam PDT tahun ini saat Bapak Imam Nachrowi yang baru saja diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI menyempatkan diri untuk menemui para calon delegasi IKYEP yang sedang menerima materi di kelas. Pada hari terakhir PDT, para calon delegasi mempersembahkan penampilan seni budaya kepada para alumni, tamu undangan, dan pejabat Kemenpora sebelum secara resmi dilantik menjadi perwakilan pemuda-pemudi Indonesia dalam IKYEP 2014.

Delegasi IKYEP 2014 berfoto bersama di kawasan Gyeongbok Palace

Delegasi IKYEP 2014 berfoto bersama di kawasan Gyeongbok Palace

Fase Korea berlangsung dari tanggal 1-10 November 2014. Berbagai kegiatan yang yang bersifat formal atau pun non-formal dilaksanakan oleh delegasi IKYEP 2014 selama 10 hari penuh. Kegiatan yang bersifat formal antara lain ialah kunjungan kenegaraan (courtesy call) ke Ministry of Gender Equality and Family (MOGEF) Korea Selatan, Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, dan Korea-ASEAN Center. Selebihnya, delegasi IKYEP 2014 melakukan berbagai kegiatan non-formal yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan keilmuan, pengetahuan, dan kebudayaan mengenai Korea Selatan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya tradisional Indonesia kepada perwakilan pemuda dan masyarakat di Korea.

3

Memperkenalkan budaya pewayangan dan batik tulis, serta mempromosikan potensi pariwisata Jawa Tengah kepada keluarga Lee saat homestay di Kota Siheung.

Kegiatan-kegiatan non-formal yang dilangsungkan antara lain kunjungan ke beberapa museum dan tempat-tempat bersejarah seperti Gyeongbok Palace, Cheongwadae Sarangchae (Korean Presidential Museum), Gwanghwamun Square Town, National History Museum of Korean Contemporary History dan National Museum of Korea. Kemudian menampilkan seni budaya Indonesia di beberapa pusat kepemudaan (youth center), menikmati pertunjukkan seni Nanta, dan membuat kerajinan ala Korea di Insa-dong. Setelah itu delegasi Indonesia juga diajak untuk mengunjungi Kuil Woeljongsa di Pegunungan Odaesan, galeri teknologi Samsung D’Light, melakukan city exploration bersama perwakilan pemuda Korea, tinggal bersama keluarga angkat (homestay) di Kota Siheung, mencoba kostum (hanbok) dan mencicipi makanan (kimchi, bibimbap, bulgogi, dan Korean Royal Set) tradisional Korea di Jeonggangwon, dan mengunjungi tempat-tempat wisata antara lain Myeongdong, Namdaemun Street, dan Namsan Tower. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan Fase Korea, delegasi IKYEP kembali ke Jakarta untuk melaksanakan Fase Indonesia.

4

M Fidhzariyan Kusuma – Delegasi Jawa Tengah IKYEP 2014

Fase Indonesia berlangsung dari tanggal 11-20 November 2014 di Kota Jakarta dan Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 33 orang delegasi Korea turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal dan kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus mempererat hubungan kepemudaan antara Korea dan Indonesia. Di Fase Indonesia, kegiatan formal yang diikuti oleh delegasi IKYEP 2014 adalah kunjungan ke Kantor Kemenpora RI, Pendopo Bupati Kuningan, dan Balai Desa Linggarjati.

Sementara kegiatan non-formal terdiri dari kegiatan orientasi dan focus group discussion, penampilan kesenian budaya Indonesia dan Korea di SMAN 1 Kuningan, kunjungan ke industri kecil dan menengah di Kuningan, workshop mengenai baju adat Jawa Barat, outbound dan penanaman pohon di kaki Gunung Ciremai, hiking expedition di Desa Lingga Mekar, dan penampilan kesenian sekaligus malam perpisahan di Museum Linggarjati. Setelah menyelesaikan kegiatan di Kuningan, delegasi IKYEP kembali ke Jakarta untuk menjalani Fase Re-Entry di Wisma PP PON Cibubur. Fase Re-Entry merupakan bagian terakhir dari program IKYEP yang terdiri atas penyusunan laporan, pembahasan kegiatan paska program, diskusi dan evaluasi, serta pengukuhan delegasi sebagai anggota AIKUNA. Pada tanggal 22 November 2014, delegasi IKYEP kembali ke Provinsi masing-masing dengan membawa berbagai ilmu, wawasan, dan pengalaman berharga yang siap diimplementasikan, dibagikan, dan dikontribusikan untuk membangun kapasitas pemuda di seluruh Indonesia.

* Muhammad Fidhzariyan Kusuma Utama, atau yang biasa dipanggil Aya, adalah alumni jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM).  Ia pernah menjadi Juara Nasional lomba debat Hukum Humaniter Internasional pada tahun 2012 dan menjadi perwakilan pemuda Indonesia dalam ASEAN Youth Leadership Forum yang diselenggarakan oleh SEAMEO-SPAFA tahun 2014.  Aya aktif dalam berbagai kegiatan dengan isu pelestarian lingkungan dan saat ini sedang menjalani internship di lembaga konservasi lingkungan internasional – The Nature Conservancy. Aya dapat dihubungi melalui twitter: @fdhzryn

Pengumuman Seleksi Final PPAN 2014

Image

Sugeng dalu Jawa Tengah!

Setelah melalui rangkaian seleksi semifinal dan final yang diadakan pada tanggal 16 April 2014, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)

  1. M. Fidhzariyan – Surakarta
  2. M. Ridwan – Jepara
  3. Ridha Ari – Karanganyar
  4. Juli Purnomo – Banyumas
  5. Frans Indra – Sragen

 

Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) – Putra

  1. Rivan Bachtiar – Pemalang
  2. Anwari – Grobogan
  3. Dede Puji Setiono – Cilacap
  4. M Yasser Nugroho – Semarang
  5. Nasrudin – Jepara

 

Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) – Putri

  1. Zakia Nurus Syifa – Kebumen
  2. Hanadia Paska Yurista – Semarang
  3. Rina Noviyanti – Demak
  4. Osyane Laksmi Tanaya – Banyumas
  5. Monita Putri Lisang – Semarang

 

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP)

  1. Ridha Swasti Hapsari – Semarang
  2. Tian Nur Ma’rifat – Karanganyar
  3. Sri Rejeki – Sukoharjo
  4. Rayinda Eva Rahmah – Pekalongan
  5. Nurul Fitri Rohmawati – Kebumen

 

Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP)

  1. Hanny Anisatu Suriya – Rembang
  2. Aqmarinna Awalianti – Semarang
  3. Issa Samichat Ismail Tafridj – Rembang
  4. Siti Rosidah – Jepara
  5. Herwin Kurniawati – Tegal
  6. Anindya Nastiti Restuviani – Semarang

 

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP)

  1. Anindya Kusuma Putri – Semarang
  2. Tiara Anja Kusuma – Semarang
  3. Puteri Amalia Rizkyna – Purbalingga
  4. Kharisma Ulinnuha – Batang
  5. Rizky Amalia Mayastri – Sukoharjo
  6. Novi Nilamsari – Semarang

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih! Kepada para peserta yang masuk peringkat 3 (tiga) besar, diharapkan untuk dapat segera melengkapi persyaratan administrasi PPAN 2014 sesuai surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Pertanyaan mengenai kelengkapan berkas dapat dilakukan dengan menghubungi:

  • Khaleed (PCMI Jawa Tengah) : 0812 8500 0212
  • Ibu Roekmiyati (Dinas Pemuda & Olahraga Jawa Tengah): 0815 7568 7665

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2014 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

PCMI Jawa Tengah

Mekanisme Seleksi Final – Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014

Sugeng dalu!

Dengan ini kami sampaikan gambaran umum mekanisme seleksi final yang akan diselenggarakan untuk menentukan perwakilan Jawa Tengah dalam program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014

a)  Pelaksanaan Seleksi

  • Hari/Tanggal     : Rabu, 16 April 2014
  • Daftar Ulang       : 07.00 – 08.30 WIB
  • Seleksi Final       : 09.00 – 20.00 WIB
  • Tempat               : Aula Gelanggang Pemuda Manunggal Jati. Jalan Taman Majapahit no 1 Pedurungan, Semarang.
  • Dresscode         : Batik formal

b)  Seleksi Tertulis

  • Bahasa Inggris
  • Wawasan Jawa Tengah dan nasional
  • Wawasan negara-negara tujuan
  • Wawasan internasional

c) Focus Group Discussion (FGD) untuk masing-masing program

d)  Wawancara

  • Bahasa Inggris
  • Kontribusi sosial dalam masyarakat
  • Kesiapan diri
  • Pengetahuan Umum (Wawasan Nusantara dan internasional)
  • Wawasan negara tujuan dan kesesuaian program
  • Seni budaya (peserta dapat menampilkan pertunjukan kesenian/kebudayaan dalam format apapun. Waktu yang disediakan adalah 5 menit. Diperkenankan membawa alat pendukung).

Akan ada sistem gugur dalam setiap tahapan seleksi. Meskipun demikian, seluruh peserta diharapkan untuk mempersiapkan yang terbaik dan optimis akan mampu mengikuti rangkaian seleksi sampai akhir.

Segala pertanyaan yang berkaitan dengan seleksi final dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com atau melalui contact person: Diana (0856 4000 4490). Sampai bertemu lagi saat seleksi final dan selamat berjuang!

Salam hangat,

PCMI Jawa Tengah

Pengumuman Seleksi Administrasi – Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar yang mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014.

Selama masa pendaftaran, terdapat ratusan pendaftar yang telah mengirimkan formulir aplikasi. Adapun kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:  (i) kontribusi sosial yang dilakukan dalam masyarakat, (ii) prestasi yang telah dicapai, (iii) kemampuan organisasi, kepeloporan, dan kepemimpinan, serta (iv) esai.

Berikut ini adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014: Daftar Peserta PPAN 2014 – Jawa Tengah

Selanjutnya, kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yang akan dilaksanakan pada:

Rabu, 16 April 2014

Lokasi: Aula Gelanggang Pemuda Manunggal Jati

Jalan Taman Majapahit No 1 Pedurungan Semarang, Jawa Tengah

Pendaftaran ulang pukul 07.00-08.30

Dress code: batik formal

-

Peserta yang telah lolos mengikuti seleksi administrasi diharapkan membawa berkas sebagai berikut:

  1. Form aplikasi PPAN 2014
  2. Foto berwarna ukuran 4×6, 2 lembar
  3. Sertifikat kompetensi berbahasa Inggris (TOEFL 500 / IELTS 6 / TOEIC 600)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter/puskesmas
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian sektor (polsek) setempat
  6. Dokumen pendukung yang diperlukan

Semua berkas dimasukkan dalam map atau folder berwarna

  • Kuning untuk SSEAYP
  • Biru untuk AIYEP
  • Bening untuk IMYEP
  • Hijau untuk IKYEP
  • Merah untuk ICYEP

Peserta diperkenankan membawa alat musik, kostum, atau properti pendukung lain untuk keperluan seleksi. Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com atau menghubungi contact person: Diana (0856 4000 4490).

Sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi administrasi dan sampai jumpa di tahapan seleksi selanjutnya!

Bagi yang belum terpilih, kami juga ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN tahun ini. Di tahun-tahun mendatang masih ada kesempatan lain untuk mengikuti PPAN. Jangan menyerah sampai di sini dan maturnuwun!

PCMI Jawa Tengah

UPDATE: Perpanjangan Masa Pendaftaran Online

Sugeng ndalu!

Sehubungan dengan tingginya antusiasme calon peserta seleksi Pertukaran Pemuda Antara Negara (PPAN) perwakilan provinsi Jawa Tengah 2014, maka kami sampaikan informasi  bahwa masa pendaftaran online diperpanjang hingga Kamis, 10  April 2014 pukul 23.00 wib.  

Adapun jadwal seleksi PPAN wilayah Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

  • Deadline seleksi administrasi online: Kamis, 10 April 2014 pukul 23.00
  • Pengumuman lolos seleksi administrasi online: Sabtu, 12 April 2014
  • Seleksi Semifinal & Final di Semarang: Rabu, 16 April 2014

Mekanisme yang digunakan masih sama seperti prosedur terdahulu. Untuk mengetahui syarat dan cara pendaftaran online silakan merujuk ke: https://pcmijateng.wordpress.com/2014/03/25/seleksi-pertukaran-pemuda-antar-negara-ppan-provinsi-jawa-tengah-2014/

Persiapkan diri yang terbaik dan jadilah delegasi Jateng dalam PPAN 2014.

Kami tunggu aplikasi rekan-rekan semuanya.

Salam,

PCMI Jawa Tengah