SELEKSI PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2017 – PROVINSI JAWA TENGAH

banner form podio ppan 2017 (1)

Apakah kamu Duta Muda Indonesia berikutnya?

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Tahun 2017.

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah yang dibuktikan melalui KTP Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah hingga program selesai
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau keterampilan yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti semua program pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI sebelumnya

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • ASEAN Students Visit India (ASVI) : 1 orang putra, usia 19-24 tahun
  • Indonesia – Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) : 1 orang putri, usia 23-27 tahun
  • Indonesia – Korea Youth Exchange Program (IKYEP) : 1 orang putri, usia 18-24 tahun
  • Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) : 1 orang putri, usia 20-30 tahun

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2017
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2017 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2017 sebelum hari Sabtu, 8 April 2017 pukul 17:00 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2017 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (21 Maret – 8 April 2017)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2017)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2017)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2017)

INDONESIA-CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia – Tiongkok (PPIT) merupakan program bilateral Republik Indonesia dengan Tiongkok dalam kerangka Pertukaran Pemuda Antar negara (PPAN). PPIT juga dikenal dengan sebutan Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP). PPIT berawal dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dan All China Youth Federation (ACYF) pada tanggal 22 Desember 2008. Namun kerjasama ini baru dapat terealisasi pada tahun 2011, yang diawali dengan pengiriman 100 delegasi Indonesia dari berbagai provinsi ke Tiongkok. Begitu pula pada tahun 2013. Pada tahun 2012, 2014 dan 2016 Tiongkok juga melakukan kunjugan balasan ke Indonesia.

Tahun 2016 Provinsi Jawa Tengah mendapatkan 1 (satu) kuota putera untuk PPIT. Berdasarkan Surat Tugas Kementrian Pemuda dan Olahraga RI Nomor: B/2863/D.II-5/IX/2016 dan ST.2865/D.II-5/IX/2016 tertanggal 13 September 2016, tertuang Risqika Edni Doni Achsan dari Kabuten Magelang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program PPIT 2016.

_MG_8162
34 delegasi dari setiap provinsi di Indonesia dalam program IChYEP 2016

Fase Pre-Departure Training (PDT)

Pre-Departure Training (PDT) merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh para delegasi. Secara praktis, PDT memberikan bekal kepada para delegasi dalam mengenal lingkungan barunya di Tiongkok. Bekal tersebut digunakan untuk menghadapi masa program di Tiongkok sehingga program ini mencapai hasil yang optimal dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Program PPIT 2016 berlangsung selama 14 hari. Waktu yang sangat singkat membuat padatnya jadwal selama program. Seluruh delegasi harus sudah berada di Hotel Ambhara, Jakarta, untuk registrasi (18 September 2016) agar bisa bertemu dengan delegasi lainnya untuk mempersiapkan penampilan budaya pada malam harinya. Pembukaan dilaksanakan tepat pukul 19.00 WIB di Ballroom dan Pembukaan diawali dengan sambutan dari Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd., Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI.

PDT hari pertama dilaksanakan Hari Senin, 19 September 2016. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Ballroom. Terdapat 3 (tiga) materi yang diberikan oleh pembicara yang berbeda. Materi pertama berjudul Pemahaman Hubungan Diplomatik Tiongkok dan Indonesia oleh Bapak Edy dan Bapak Mirhan Tabrani, Kepala Bidang Kemitraan Luar Negeri; materi kedua berjudul Kebijakan Kemenpora Tentang Kepemudaan oleh Bapak Imam Gunawan, Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI; materi ketiga berjudul Becoming Youth Ambassador oleh Livita Sumaly, sharing pengalaman dari senior PPIT 2015. Peserta dibubarkan pada pukul 18.00 WIB dan harus siap kembali pada pukul 19.00 WIB untuk jamuan makan malam dan menghadiri penutupan sekaligus melepas delegasi Indonesia ke Tiongkok secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi. Delegasi pun menampilkan beberapa penampilan budaya di malam tersebut, dimana saya bergabung dalam tim Kecak.

_MG_2312
Penyematan pin pada Youth Leader dan Assistant Youth Leader IChYEP 2016, Hardian dan Gianina
_MG_2661
Tim Tari Kecak IChYEP 2016 sesaat setelah pembukaan PDT

Selasa, 20 September 2016, ada sesi Grooming. Delegasi belajar Bahasa Mandarin secara singkat oleh alumni dan sharing mengenai Post Program Activity (PPA). Kemudian semua delegasi diberangkatkan ke Tiongkok dibagi 2 (dua) grup dengan jam penerbangan yang berbeda. Kelompok pertama menggunakan Cathay Airlines Pukul 00.10 WIB dan kelompok kedua menggunakan Cathay Airlines Pukul 05.00 WIB. Jakarta – Beijing ditempuh dalam waktu ±7 jam (transit Hongkong).

EPTX8400
Bersama senior PCMI Jawa Tengah, Briliani D. H. P., yang merupakan alumni IChYEP 2015 saat pelepasan delegasi. Pada kesempatan tersebut saya memakai Seragam A1 saya.
IMG_0761
Sesaat setelah mendarat di Beijing

Fase Tiongkok

Rabu, 21 September 2016 pukul 18.20 waktu Tiongkok kami sampai di Beijing Capital International Airport. Delegasi Indonesia dijemput oleh panitia dari ACYF, lalu diantar ke New World Beijing Hotel menggunakan bus dan makan malam di Restaurant Tiantan Jie (lt.1 New World Beijing Hotel).

Kamis, 22 September 2016. Kunjungan pertama yaitu ke National Museum of China. Di sana delegasi mempelajari sejarah China dan penyebaran jalur sutra. Makan siang dilaksanakan di Restaurant Mingyuan. Kunjungan kedua yaitu China Youth Center For International Exchange. Delegasi diajak berkeliling lokasi yang setingkat dengan Kementerian Pemuda di Tiongkok ini. Selain digunakan sebagai convention center, tempat ini juga memiliki berbagai fasilitas olahraga. Salah satu kolam renang yang ada pun pernah dipakai perenang terkenal Michael Phelps saat berlatih untuk Olimpiade Beijing.

IMG_0898.jpg
Delegasi IChYEP 2016 di China National Museum
IMG_6491
Indoor pool tempat berlatih atlet Olimpiade 2008 di China Youth Center of International Exchange

Acara selanjutnya adalah pidato bertopik Gagasan Strategi “Dari Satu Sabuk Satu Jalur Sampai Poros Maritim Dunia” dan “Peluang dan Tantangan Dalam Komunikasi dan Kerjasama Tiongkok – Indonesia, Dengan Mempertimbangkan Strategi Poros Maritim Dunia Indonesia”. Jamuan makan malam bersama Wakil Sekjen ACYF, Dong Xia. Dalam acara jamuan makan malam delegasi tampil diwakilkan oleh Tim Medley Nusantara di Restaurant Mingyuan, The 21 Century Hotel.

Jum’at, 23 September 2016. Hari ini kami diberi kesempatan untuk mengunjungi Great Wall Juyongguan. Great Wall telah mulai dibuat sebelum Dinasti Qin berkuasa, tepatnya dibangun pertama kali pada jaman musim semi dan musim gugur pada 722 SM. Ketika Dinasti Qin berkuasa, Kaisar Qin Shi-huang meneruskan kembali pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya. Sepeninggal Kaisar Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali pada jaman Dinasti Sui, terakhir pembuatan tembok dilanjutkan lagi pada jaman Dinasti Ming. Bentuk tembok yang sekarang dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara adalah hasil pembangunan dari jaman Dinasti Ming (1368-1644).

IMG_6623
Berfoto bersama beberapa delegasi di The Great Wall
IMG_0992 EDIT
Mengibarkan Bendara Merah Putih di The Great Wall

Pada masa kekaisaran Tiongkok kuno, tujuan dari didirikannya Great Wall adalah untuk membentengi kekaisaran Tiongkok kuno dari serangan bangsa Mongolia dari arah utara. Disamping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengamankan Jalur Sutera, yaitu jalur bisnis utama pada masa itu. Pada jaman kuno, Tembok Besar yang bentuknya berliku-liku serta memanjang menyusuri puncak pegunungan adalah hampir mustahil untuk ditaklukkan oleh musuh, karena gunung dan lereng yang menjadi dasar tembok adalah terlalu terjal untuk dapat didaki oleh musuh, sehingga tembok ini adalah merupakan sebuah kubu pertahanan yang sangat bagus pada masa itu.

Setelah kunjungan ke Great Wall, delegasi mengikuti kelas budaya Tiongkok seperti membuat kaligrafi, melukis dengan tinta, dan membuat dumpling. Saya sendiri mendapat pujian dari sang guru yang mengatakan bahwa karya saya adalah yang paling kreatif dan menonjol selama kegiatan.

IMG_6859
Berfoto bersama guru saya saat berlatih kaligrafi Tiongkok. Karya saya dipuji sebagai yang paling kreatif saat workshop
20160923_145234
Membuat dumpling bersama delegasi lainnya, dari mengolah isian hingga membentuk adonan kulitnya. Setelah semua selesai dimasak, kami pun memakannya ramai-ramai.

Sabtu, 24 September 2016. Kami dibebaskan dari tugas kunjungan hari ini karena harus berpindah dari Beijing ke Ningxia, Yin Chuan menggunakan China Airlines. Jarak tempuh Beijing – Yin Chuan sekitar 2 jam. Kota Yin Chuan terletak di Provinsi Ningxia, Provinsi Ningxia yang terletak di bagian barat Tiongkok. Provinsi ini memiliki luas 664,000 kilometer persegi dan memiliki jumlah penduduk 6.3 juta orang. Provinsi ini juga dikenal dengan salah satu provinsi muslim terbanyak di negara Tiongkok. Jumlah suku Hui yang mayoritasnya memeluk Agama Islam mencapai 2.2 juta jiwa atau 36 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Ningxia. Sektor yang diandalkan dari provinsi ini adalah sektor peternakan berupa sapi dan kambing yang memiliki kualitas yang baik dan energi berupa batu bara.

Selanjutnya kami melakukan kunjungan ke Museum Kuno Ningxia (Guyuan Museum Of Ningxia). Di sana kami mengenal sejarah jalur sutra, serta mempelajari persebaran bangsa Arab dan Etnis Hui. Kami pun berkunjung ke Chinese Wolfberry Museum. Buah Wolfberry ini bentuknya seperti kismis berwarna merah yang berkhasiat menenangkan pada saat tidur, menyehatkan badan, dan mengobati banyak penyakit. Kami menginap di Holiday Inn Yin Chuan. Malam harinya kami manfaatkan untuk berlatih penampilan budaya.

Minggu, 25 September 2016. Kami bertolak ke Kabupaten Helan, dimana kami melakukan kunjungan ke Percontohan Wirausaha Kaum Muda di Taman Pertanian Xiongying dengan sistem pertanian rumah kaca. Kami juga berkunjung ke Taman Wirausaha E-Commerce Ningxia-Zhejiang, dimana terdapat galeri yang memamerkan barang-barang produksi dari tiap-tiap negara. Terakhir, kami mengikuti temu wicara tentang “Sabuk Ekonomi Jalan Sutra” oleh Liu Xue Wei.

IMG_6951
Berfoto di depan Museum Ningxia
IMG_7066
Taman Pertanian Xiongying ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya. Selain sebagai pusat pertanian, tempat ini juga menyediakan hunian untuk para petani lengkap dengan sekolah untuk anak-anaknya
IMG_7147
Pavilion Indonesia di pusat E-Commerce Ningxia

Senin, 26 September 2016. Kami melakukan kunjungan ke BN (Bai Nien) Vacational School. Sekolah berasrama ini memiliki 3 (tiga) jurusan, yakni jurusan masakan halal, desain grafis, dan teknik listrik. Didirikan pada tahun 2005, BN SMK (BNVS) adalah sekolah bebas biaya kuliah dan menjadi percontohan sekolah kejuruan di tingkat SLTA. Prinsip dari BNVS adalah untuk memberikan pelatihan yang berorientasi kerja untuk siswa dengan program yang dirancang berdasarkan permintaan pasar. Hal ini mengundang banyak perusahaan untuk berpartisipasi bahkan dalam bidang pengajaran. Sejak didirikan pada tahun 2005, semua lulusan telah berhasil memperoleh pekerjaan dimana secara dramatis meningkatkan status keuangan dan kondisi hidup keluarga mereka. Sampai saat ini, BNVS memiliki kampus yang terletak di Beijing, Chengdu, Dalian, Nanjing, Sanya, Wuhan, Yinchuan, Zhengzhou, Lijiang dan Angola. Siangnya kami melakukan kunjungan ke Ningxia University National Science Park. Terjadi interaksi dengan mahasiswa Universitas Ningxia mengenai aktivitas Asosiasi Mahasiswa serta proyek-proyek yang mereka kerjakan.

IMG_7423.JPG
Menari Kecak di BNVS

Selanjutnya embali ke hotel dan mempersiapkan pertunjukkan pada jamuan makan malam. Penampilan terdiri dari Grup Medley Nusantara, Tari Orlando, Tari Kembang Jatoh, Tari Rentak Julian, Tari Bahalai, Tari Saman dan Tari Kecak. Saya sendiri tergabung pada penampilan Tari Kembang Jatoh dan Tari Kecak.

_MG_6509
Berfoto dengan delegasi Bali, Putu Wirmayani. Saya mengenakan baju adat Betawi karena akan menampilkan Tari Kembang Jatoh.
IMG_1492
Tim Tari Kecak untuk Cultural Performance di Tiongkok. Di balik foto ini tersimpan kenangan latihan setiap malam hingga pengalaman berganti pakaian kurang dari 3 menit.
IMG_4592
Di akhir acara, seluruh peserta berganti pakaian untuk mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Saya mengenakan Beskap lengkap dengan Blangkon, sedangkan Mugni Bustari mengenakan pakaian adat asal provinsinya, Sumatera Barat.

Video Tari Kembang Jatoh IChYEP 2016

Selasa, 27 September 2016. Dini hari seluruh delegasi bertolak menuju Kota Wuzhong untuk melakukan kunjungan ke Taman Industri Produk Halal Tiongkok. Salah satu lokasi yang kami kunjungi adalah pabrik sambal Hong Shan He. Kemudian kami menuju Museum Islam China yang bernama Sheng Shi Huixiang dan berkunjung ke Desa Baru Muslim Imigran Etnis Hui Tiongkok. Kami juga mengunjungi Masjid terbesar di Kota Wuzhong. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi perkembangan agama Islam etnik Hui di Provinsi Ningxia, salah satu provinsi dengan penduduk mayoritas Muslim selain propinsi Xinjiang di negara China. Masjid ini berada diurutan ke 5 masjid terbesar di China dan menduduki urutan ke 46 mesjid terbesar yang ada di seluruh dunia. Nuansa arsitektur China masih tampak pada bagian atap masjid yakni bersusun tiga yang bagian tepinya melengkung ke atas. Dibangun pada masa dinasti Ming pada tahun 1524, masjid ini dikelilingi pagar tembok tinggi dengan pintu gerbang besar seperti benteng. Di halaman dalam terdapat 2 bangunan Masjid yang memperlihatkan perpaduan arsitektur China dan Arab dihiasi kaligrafi dibagian dinding dan pilarnya.

IMG_0928
Para musisi ini menyambut kami dengan lagu Bengawan Solo. Wow!
IMG_1010
Masjid Wuzhong di Ningxia

Rabu, 28 September 2016. Delegasi melaksanakan kunjungan ke Balai Masyarakat. Terdapat semua bidang kantor dalam satu gedung dengan menggunakan sistem satu pintu. Jadi masyarakat dalam berurusan tidak perlu keluar gedung untuk mengurus dokumen atau layanan yang mereka perlukan. Hal ini jelas mempermudah jalannya program kemasyarakatan dan atau pemerintahan yang menjadikan Ningxia model percontohan bagi daerah lainnya. Hari kami ditutup dengan dua kunjungan: Museum Kedokteran Etnis Hui di Universitas Kedokteran Ningxia dan PT. Iptek Digital Sheng Tian Cai Ningxia, yaitu perusahaan digital animasi.

Kamis, 29 September 2016. Ini adalah hari terakhir kami di Yin Chuan. Pagi harinya kami langsung menuju Bandara Hedong. Penerbangan Yin Chuan – Shanghai membutuhkan waktu sekitar 2 jam 10 menit. Kota Shanghai, tujuan kami berikutnya, adalah salah satu kota penting di abad ke-19 karena perdagangan dan lokasi pelabuhan yang menguntungkan. Kota ini adalah salah satu dari lima kota yang dipaksa terbuka untuk perdagangan luar negeri. Kota ini kemudian berkembang sebagai pusat perdagangan antara Tiongkok dan bagian lain dari dunia (terutama negara-negara Barat), dan menjadi pusat keuangan utama di kawasan Asia-Pasifik di tahun 1930-an. Namun, dengan pengambil alihan Partai Komunis daratan pada tahun 1949, perdagangan terbatas pada negara-negara sosialis, dan pengaruh global menurun. Pada 1990-an, reformasi ekonomi yang diperkenalkan oleh Deng Xiaoping mengakibatkan melesatnya pembangunan sehingga membantu kembalinya keuangan dan investasi asing ke kota.

Sesampai di Bandara International Pudong Shanghai kami menuju Menara TV & Radio Mutiara Oriental dan Museum Perkembangan Sejarah Kota Shanghai (Oriental Pearl Tower). Menara ini berada di Pudong Park di Lujiazui, Shanghai. Oriental Pearl TV Tower merupakan menara TV tertinggi keempat di dunia dengan tinggi 468 meter, hanya kalah tinggi dari menara yang terletak di Tokyo, Toronto dan Moscow. Selain tingginya menara yang memukau, arsitektur yang unik dari menara ini menjadi nilai plus. Menara ini tepat di antara Jembatan Yangpu di timur laut dan Jembatan Nanpu di Barat Daya, sehingga jika dilihat dari atas akan tampak seperti gambar dua naga sedang bermain dengan butiran – butiran mutiara. Oriental Pearl TV Tower tidak hanya digunakan sebagai menara pemancar televisi dan radio, tapi juga terdapat Shanghai Municipal History Museum, serta hotel yang terdiri dari 25 kamar mewah yang menyajikan pemandangan kota Shanghai. Dan yang paling menarik di bagian puncak menara terdapat tempat khusus untuk para wisatawan menyaksikan keindahan kota Shanghai dengan sudut yang mampu berputar 360 derajat.

Malamnya saya dan beberapa delegasi memutuskan untuk melancong ke beberapa tempat di Shanghai. Saya sendiri mengunjungi The Bund, sebuah landmark terkenal yang berada di tengah kota Shanghai. Dari tempat ini saya dapat melihat keseluruhan kota Shanghai, mulai dari Oriental Pearl TV Tower beserta gedung-gedung pencakar langit lainnya.

DSC_0185
The Bund, Shanghai

Jum’at, 30 September 2016. Hari ini adalah hari terakhir kami di Shanghai, sekaligus hari terakhir di Tiongkok. Kelompok pertama yang menaiki Chatay Airlines harus berangkat lebih dulu. Perjalanan Shanghai – Jakarta juga ditempuh dalam waktu ±7 jam dengan transit di Hong Kong terlebih dahulu. Disusul kelompok dua, tiba di Jakarta dan kembali ke Hotel Ambhara.

 

Fase Re-Entry

Sabtu, 1 Oktober 2016. Kegiatan pagi diawali dengan diskusi. Diskusi ini dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dengan untuk membahas esensi program, tujuan program, efektivitas kegiatan program dan rekomendasi ICHYEP di tahun berikutnya. Tak lama kami pun menerima materi re-entry program dan evaluasi. Materi pertama diberikan oleh Mirhan Tabrani yang berjudul Post Program Activity. Post Program Activity merupakan bukti dari sebuah komitmen serius para delegasi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) menjadi suatu program wajib yang harus dilaksanakan oleh para delegasi terpilih dari tiap-tiap daerah. Sore hari hingga malamnya kami melasanakan Farewell yang diwarnai dengan tangis sedih dan senyum haru.

IMG_8404
Sesi sharing untuk merefleksikan apa saja yang telah didapat dari IChYEP, serta implementasi nilai-nilai program di masa depan (misal: dalam bentuk PPA)
IMG_8741
Tangis haru delegasi saat akan berpisah di Farewell Night

Minggu, 2 Oktober 2016. Semua delegasi pulang ke daerahnya masing-masing dengan membawa pengalaman luar yang sangat luar biasa. Setiap orang bisa saja pergi melancong ke negara lain. Namun, menjadi delegasi resmi bangsa sendiri … itu berbeda ceritanya.


Profil Singkat Risqika Edni Doni Achsan

Risqika Edni Doni Achsan (Doni) adalah mahasiswa tahun terakhir di Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Di kampusnya Doni menyabet tiga gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) sekaligus: Mapres Fakultas Teknik, Mapres Terfavorit UGM, dan Mapres Utama 2 UGM tahun 2016. Gemar melukis sejak kecil, ia kerap menjuarai lomba lukis bahkan pernah menyabet juara 1 se-Amerika Serikat saat mengikuti program pertukaran pelajar AFS/YES tahun 2011-2012. Peraih medali emas PKM-GT di PIMNAS ke-27 ini berhasil masuk 100 besar kompetisi desain pesawat tingkat dunia yang diselenggarakan oleh AIRBUS dan UNESCO. Lahir di Magelang, 10 April 1994, Doni juga merupakan pemenang XL BOD Challenge tahun 2015 dan berhak menjadi Chief Marketing Officer membawahi 3000 lebih karyawan XL Axiata selama seminggu. Doni terpilih menjadi salah satu global scholars perusahaan Amerika Serikat, Cargill, dan telah menyelesaikan training kepemimpinannya di Minneapolis pertengahan Agustus 2016. Doni juga dianugerahi penghargaan sebagai satu-satunya delegasi yang menyabet dua gelar sekaligus di Singapura, yakni Best Position Paper dan Best Delegate untuk komite Global Competitiveness. Dua penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Singapura dalam acara Youth Model ASEAN Conference 2016 yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam Endowment pada 2-7 Oktober lalu. Saat ini Doni adalah asisten untuk Laboratorium Supply Chain Engineering and Logistics (SCiLOG) Program Studi Teknik Industri UGM. Ia berharap agar cepat lulus dengan predikat baik dan kedepannya dapat melanjutkan studi di bidang rantai pasok, manajemen, atau bisnis.

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2016

ASEAN Students Visit India (ASVI) atau di India dikenal dengan ASEAN-India Student Exchange Program (AISEP) adalah program yang diselenggarakan oleh Confederation of Indian Industry (CII) dan Ministry of External Affairs India. Program ini diikuti oleh 10 negara ASEAN selama 10 hari dengan kegiatan berupa kunjungan kenegaraan, kunjungan ke perusahaan dan industri, kunjungan ke universitas ternama di India, kunjungan ke tempat bersejarah dan cultural exchange. Tujuan dari program ini untuk memperkuat hubungan diplomatik antara India dengan negara-negara ASEAN dan meningkatkan pemahaman mengenai kebudayaan dan perokonomian India, serta sebagai sarana pemuda ASEAN untuk mempelajari perkembangan ekonomi dan teknologi di India.

Tahun 2016, Nailul Husna dari Kota Semarang menjadi delegasi dari Jawa Tengah untuk program PPAN ASEAN Students Visit India. Ia bersama 23 delegasi dari provinsi lain di Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi Kota Mumbai, Pune, New Delhi dan Agra pada Bulan November 2016.

Mumbai

Mumbai atau city of Bollywood adalah kota pertama delegasi Indonesia mendaratkan kaki di India. Di Mumbai, delegasi Indonesia bergabung dengan delegasi dari negara Brunei, Malaysia, Laos dan Kamboja. Sedangkan delegasi dari negara ASEAN lainnya mengunjungi kota yang berbeda.

Ada beberapa perusahaan di Mumbai yang dikunjungi oleh para delegasi, antara lain Godrej Factory yang merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari home production hingga aerospace company. Kemudian ada L&T Institute, yaitu perusahaan sistem keamanan dan teknologi yang mampu menjamin kerahasiaan sistem negara India. Kami juga berkesempatan mengunjungi Bombay Stock Exchange (BSE) atau bursa saham Bombay (Bombay adalah nama lama dari Mumbai).

Selain perusahaan dan bursa saham di Kota Mumbai, para delegasi juga mengunjungi dua universitas ternama yaitu IES Business and Management College dan Whistling Wood Art & Design International School. Di IES College delegasi banyak berinteraksi dengan para mahasiswa ekonomi yang juga mempertunjukkan kesenian budaya mereka dengan menyanyi dan menari. Sedangkan Whistling Wood adalah sekolah media & art yang telah menghasilkan ratusan seniman di India baik yang di depan layar maupun belakang layar. Di akhir kunjungan para delegasi mendapat seminar dari pemerhati dan ahli perfilman yang menjelaskan betapa pesatnya perkembangan industri film di India, dimana India mampu menghasilkan 200 lebih judul film dalam satu tahun.

1.PNG

Ketika berkunjung ke Whistling Wood International School di Mumbai

Pune

Pune adalah kota yang terletak di dataran tinggi dengan suhunya berada di kisaran 18 – 25 derajat celcius dan bisa lebih dingin saat malam hari. Dari Mumbai menuju Pune memakan waktu sekitar 4 jam dengan bus. Kami mengunjungi dua tempat di Kota Pune yakni Tata Motors dan Symbiosis International School. Tata Motors adalah perusahaan mobil buatan India yang telah berekspansi hingga ke Afrika, Latin Amerika, Eropa, Rusia, Timur Tengah dan negara-negara di Asia.

Di Tata Motors kami diajak berkeliling menggunakan mobil perusahaan untuk melihat-lihat bagaimana proses perakitan mobil dari mulai mobil sedan hingga truk. Dan diakhir kunjungan, kami dipertontonkan film dokumenter sejarah berdirinya Tata Motors.

Sedangkan di hari kedua, kami diajak berkunjung ke Symbiosis International School. Sebuah kampus yang terletak di perbukitan Kota Pune. Sesuai predikatnya yang internasional, bukan hanya mahasiswa India yang berkuliah disini. Kami bertemu mahasiswa dari Zambia, Bangladesh, Nepal, dll. Pengajarnya pun ada yang datang dari Negara Iran.

New Delhi

Kami berangkat ke New Delhi dari kota Pune menggunakan pesawat dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Kami sampai di New Delhi sekitar pukul 24:00 dan langsung menuju hotel. Di hotel inilah semua negara ASEAN berkumpul. Kami bertemu dengan delegasi dari Negara Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang telah melakukan perjalanan ke Kota Bengalore dan Hyderabad. Hari pertama di New Delhi, kami habiskan dengan mengunjungi JCB Construction, sebuah perusahaan yang memproduksi alat-alat berat. Selain perusahaan JCB, kami juga berkunjung ke perusahaan Sona Koyo, perusahaan yang memproduksi mesin steer untuk mobil dengan konsumen utamanya adalah Tata Motors dan Maruti Suzuki.

Di Kota New Delhi kami juga diajak mengunjungi pasar kerajinan dan kesenian, Dilli Haat. Banyak kerajinan India yang bisa ditemui seperti kain sari, sandal, kurta, dan cinderamata lainnya.

3.jpg

Pasar kerajinan dan seni Dilli Haat, New Delhi

Selain perusahaan dan tempat perbelanjaan, kami juga diajak ke sebuah situs bersejarah Humayun’s Tomb. Adalah sebuah makam kaisar Mughal yang didirikan oleh istri pertamanya dan disesain oleh arsitektur Persia.

Perusahaan, pusat perbelanjaan, bangunan bersejarah sudah kami kunjungi. Selanjutnya kami mengunjungi kampus ternama di New Delhi yakni Amity University. Selain Amity University, sebenarnya kami juga mempunyai jadwal untuk berkunjung ke Jawaharlal Nehru University (JNU). Tapi karena waktu yang benar-benar terbatas akhirnya kunjungan ke universitas tersebut di skip.

4.jpg

Amity University, New Delhi

Keluar dari kampus, kami melanjutkan kunjungan ke Foreign Service Institute by Ministry of External Affairs India. Kami mengikuti seminar tentang perekonomian India dan hubungan India dengan negara-negara di dunia.  Selain Foreign Service Institute, kami juga mengikuti seminar di India Habitat Center (IHC). Sebuah institusi yang menjalankan pergerakan demokrasi di India dan membawahi Election Comission of India. Dan kunjungan terakhir kami di New Delhi adalah KBRI. Kami, delegasi Indonesia, berkesempatan untuk silaturahim ke KBRI India yang saat ini dipimpin oleh Duta Besar Bapak Rizali .W Indrakusuma. Kami mendapatkan banyak petuah dan nasihat dari Bapak Rizali tentang apa saja yang bisa kita ambil dan pelajari dari India serta meningkatkan jiwa nasionalisme pemuda.

5

Suasana saat berkunjung ke Foreign Service Institute

6

Bersama Dubes RI untuk India, Rizali .W Inderakusuma

7

Setelah performance berfoto bersama panitia CII

Malam tanggal 28 November 2016 Kami mengikuti pertunjukan kebudayaan dari negara-negara ASEAN, dan Indonesia berhasil menampilkan pertunjukan silat, medley lagu daerah, tari Saman, tari Zapin dan ditutup dengan Tari Kreasi yang merupakan perpaduan tari Jawa, Batak dan Bali dengan sempurna.

Agra

Kami hanya mengunjungi satu tempat bersejarah di Kota Agra, yakni the magnificent Taj Mahal. Satu dari bangunan terindah di dunia yang mampu memukau siapa pun yang memandangnya. Disana kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya India.

8

Delegasi berpose di depan bangunan megah Taj Mahal

Itulah perjalanan singkat kami di India selama 10 hari di empat kota. Kami menemukan sahabat, keluarga, ilmu dan pengalaman yang begitu berharga. Travelling berkeliling ke tempat yang belum pernah dituju memang selalu menyenangkan. Namun itu semua menjadi jauh lebih bernilai ketika dilakukan dengan membawa nama Indonesia dan garuda tersemat di dada dan saya merasa sangat beruntung bisa menjadi delegasi Indonesia, Jawa Tengah khususnya dalam program ASVI 2016.

________________________________________________

 Profil Singkat Nailul Husna

Nailul Husna menyelesaikan studinya pada tahun 2015 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Ia aktif tergabung di organisasi dan kegiatan kepanitiaan selama masa perkuliahan. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga sekretaris di organisasi Paduan Suara Mahasiswa selama dua periode. Ia juga beberapa kali dipercaya menjadi koordinator event untuk acara-acara besar seperti seminar nasional kesehatan dan juga konser paduan suara mahasiswa. Tidak hanya di organisasi, Nailul Husna juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menjadi peserta International Camp untuk pemberdayaan anak-anak di lingkungan prostitusi yang dinaungi oleh PKBI Semarang bersama dengan relawan dari Jepang. Sejak 2010 hingga sekarang ia aktif menjadi relawan di Yayasan Bina Antar Budaya Semarang. Prestasi yang pernah diraih salah satunya menjadi peserta program pertukaran pelajar ke Jepang yang diadakan oleh organisasi internasional Jenesys bekerja sama dengan AFS Intercultural Program. Saat ini ia disibukkan dengan start up di bidang jasa yang tengah ditekuninya dan menjadi pendiri sekaligus ketua komunitas sosial Impressive Santri.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan sebuah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan utama dari program ini adalah Mutual Understanding antara Indonesia dengan Malaysia melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda pemudi kedua negara untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan diberbagai bidang seperti bidang kebudayaan, sosial ekonomi, dan kewirausahaan. Pada tahun 2016, Indonesia diwakili oleh 18 pemuda pemudi terpilih dari 18 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sedangkan Malaysia diwakili oleh 19 Belia terpilih dengan didampingi oleh satu orang National Youth Leader. M. Chusnul Huda adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016.

01.PNG
Chusnul Huda, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016

IMYEP 2016 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, selama 2-3 hari yakni berlangsung pada tanggal 22–24 Oktober 2016. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni yang tergabung dalam wadah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program yang sesuai dengan tema IMYEP 2016, yaitu preserving Indonesia Malaysia Cultural Heritage Through Optimizing Information and Communication Technology.

02
Penerimaan materi saat PDT

Fase kedua yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 7 hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Indonesia di Jakarta dari tanggal 24 s/d 25 Juli 2016 dan fase Indonesia di Belitung dari tanggal 26 Juli s/d 30 Juli 2016. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah Welcoming Dinner di Jakarta, kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disambut langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi beserta jajaran staf kementerian. Pada kesempatan yang langka ini, bapak menteri mengharapkan para delegasi Indonesia tidak hanya bisa menjadi duta Indonesia yang baik namun juga bagaimana para delegasi bisa mengambil gambar lokasi yang dikunjungi sebanyak-banyaknya di Malaysia untuk bisa dipromosikan di Indonesia, begitu pula sebaliknya juga berlaku bagi para delegasi dari Malaysia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Jakarta yaitu city exploration di sekitar Jakarta meliputi Tugu Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Kota Tua.

Fase Indonesia di Belitung berlangsung dari tanggal 26 Juli s/d 29 Juli 2016, para delegasi juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Kantor Bupati/Rumah Dinas Bupati Belitung Timur dilanjutkan ISHOMA dirumah adat Belitong (Makan Bedulang) kemudian City Tour di Tanjung Kelayang yakni city tour di Pulau Pasir dan Pulau Lengkuas. Tidak hanya itu, para delegasi juga mengunjungi Home Industri Kekerangan, sebuah pusat pengolahan kerang. Di sini para delegasi langsung mempraktikan bagaimana kerang kerang dapat dijadikan barang bernilai jual tinggi dan menarik. Setelah berkunjung dari pusat kerajinan kerang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke hotel Biliton untuk menghadiri seminar kepemudaan dan kepariwisataan Kab. Belitung dengan pembicara kepala dinas pariwisata Kab Belitung dan dari Dinas Kepemudaan Kab. Belitung. Sebelum berangkat ke Malaysia, para delegasi terlebih dahulu menuju ke Jakarta kembali melaksanakan farewell dinner. Lalu dilanjutkan perkenalan seluruh delegasi dengan urutan cultural performance.

This slideshow requires JavaScript.

Pada fase ketiga yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 8  hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Malaysia di Kuala Lumpur dan Putrajaya dari tanggal 31 Juli 2016 s/d 2 Agustus 2016 dan fase Malaysia di Melaka dari tanggal 3 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Pada fase Malaysia yang pertama ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Pada kesempatan ini para delegasi Indonesia memberikan pandangan dan pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, dan dukungan dari Kedutaan RI sebagai tindak lanjut dari program ini untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan ICT yakni pemberian kesempatan kepada delegasi Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan perpaduan penampilan budaya Indonesia dengan budaya Malaysia pada pesta rakyat yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2016.

Kegiatan formal lainnya adalah kunjungan ke Majelis Belia dan Sukan, Kementerian Belia dan Sukan, Kunjungan hormat bersama Ketua Pengarah JBSN. Kunjungan lain seperti kunjungan ke Aswara (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan), Institut Kraftangan Negara, Bangunan Sultan Abdul Samad, Muzium Istana dan sightseeing Putrajaya.

Selanjutnya para delegasi Indonesia dan Malaysia bertolak ke Melaka dan menginap di Hotel Seri Costa, Melaka. Kunjungan yang dilakukan para delegasi diantaranya kunjungan ke Kajian Sejarah di Perkampungan Hang Tuah, Duyong, Melaka, dilanjutkan welcoming dinner di Restoran Melayu Melaka, kemudian ke Taman Rempah Melaka, menyusuri Sungai Melaka (River Cruise), heritage tour (Muzium Kesultanan Melayu Melaka, A’Famosa, Muzium Kapal dan Bangunan Merah), kunjungan ke Youth Center UTC Melaka, Majelis Gabungan Belia Melaka (MGBM), makan malam di Restoran Ikan Bakar Parameswara Umbai Melaka, menaiki Menara Taming Sari. Kunjungan ke Bio-Tech Melaka, Bangunan SDSI Satu Daerah Satu Industri (SDSI), dan kunjungan ke Produk Negeri Melaka.

Delegasi Indonesia juga melakukan homestay di Kampung Duyong, Melaka selama tiga hari dari tanggal 5 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan bersama masyarakat Kampung Duyong melakukan aktifitas senamrobik, Community Game Bersama Masyarakat, dan membuat kue tradisional. Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Duyong. Huda turut berpartisipasi dengan mempromosikan kerajinan tangan Kepang dengan tulisan Aksara Jawa dan menampilkan Tari Ratoh Jaroeh dari Provinsi Aceh bersama enam delegasi Indonesia lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama satu hari pada tanggal 7 Agustus di Hotel Cemara, Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Drs. Djunaedi M,Si selaku Asdep Tenaga Peningkatan Sumber Daya Pemuda, dengan dihadiri National Leader Indonesia Bapak Abri Eko Nurjanto, para Staff Kemenpora, serta para panitia dan alumni IMYEP serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

22
Re-Entry
23
Perpisahan di Bandara Soekarno Hatta


Profil Singkat M. Chusnul Huda

Muhammad Chusnul Huda, biasa dipanggil Huda adalah lulusan terbaik UIN Walisongo dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia Angkatan 2008 pada jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam) Konsentrasi Ilmu Falak. Selain itu dia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan UIN Walisongo untuk mengikuti short course di Colorado State University, Amerika Serikat selama dua bulan pada program International English Language Studi Program (IELSP) yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2011. Saat ini dia menjadi Pengacara / Advokat dan membantu masyarakat tidak mampu di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Purwodadi dalam hal konsultasi dan pemberian bantuan hukum. Di tahun 2016 ini, dia dipercaya mewakili Jawa Tengah dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 pada Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016. Di program ini, Huda telah memperkenalkan kepang (sejenis kerajinan tangan khas daerahnya) dengan mengkombinasikan dengan aksara Jawa.

Pengumuman Seleksi Final Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi semifinal dan final yang diadakan pada hari Rabu-Kamis, 13-14 April 2016, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Oscar Yustino Carascalao – Kabupaten Grobogan
  2. Jene Pradana Wisanggeni – Kota Semarang
  3. FX Anjar Trilaksono – Kabupaten Pemalang
  4. Buhat Siswi Yulianto – Kabupaten Tegal
  5. Nararia Hutama Putra – Kabupaten Semarang

INDONESIA – MALAYSIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IMYEP)

  1. M. Chusnul Huda – Kabupaten Grobogan
  2. Johanis Adityawan – Kota Semarang
  3. Irfan Saptian – Kabupaten Banyumas
  4. Lucky Simarda – Kota Tegal
  5. Azmi Zulhilmi – Kabupaten Brebes

INDONESIA – CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP)

  1. Risqika Edni Doni Achsan – Kabupaten Magelang
  2. Dicky Fajar Primavera Nugraha – Kabupaten Klaten
  3. Heranantio Anggoro Putra – Kota Semarang
  4. Miftah Faridl Widhagdha – Kota Surakarta
  5. Muhamad Alfiyan Zubaidi – Kabupaten Magelang

SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dini Puspita Hapsari – Kota Semarang
  2. Restu Ayu Mumpuni – Kota Semarang
  3. Hanny Nurmalita Anggadewi – Kota Semarang
  4. Shofiayuningtyas Lutfiani Yusuf – Kabupaten Kudus
  5. Erika Dwi Andiningtyas – Kabupaten Kendal

ASEAN STUDENTS VISIT INDIA (ASVI)

  1. Nailul Husna – Kota Semarang
  2. Asa Mutia Sari – Kabupaten Semarang
  3. Kharisma Ulinnuha – Kabupaten Batang
  4. Siva Faoziah Fadillah – Kabupaten Purworejo
  5. Fikriyatul Falashifah – Kabupaten Batang

 

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Kepada kandidat peringkat satu, diharapkan untuk dapat segera melengkapi persyaratan administrasi PPAN 2016 sesuai surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2016 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

Catatan: Pengumuman seleksi juga dapat diakses melalui website Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah.

Pengumuman Seleksi Administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016.

Selama masa pendaftaran seleksi online PPAN 2016, PCMI Jawa Tengah telah menerima ratusan aplikasi yang luar biasa. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:

  1. kontribusi sosial yang dilakukan kepada masyarakat;
  2. prestasi yang telah dicapai;
  3. kemampuan organisasi, kepeloporan dan kepemimpinan;
  4. penulisan esai.

Berikut adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016: Daftar Peserta PPAN Jawa Tengah 2016

Kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal : Rabu – Kamis, 13 – 14 April 2016
  • Lokasi : Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang
  • Pendaftaran ulang : 08.00-09.00 WIB
  • Dresscode : Formal

Peserta yang telah lolos seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli dan berkas fotocopy sebagai berikut:

  1. KTP
  2. Formulir Aplikasi PPAN 2016
  3. Formulir Biodata
  4. SKCK Polres
  5. Sertifikat Kompetensi Bahasa Inggris (TOEFL PBT 450 / TOEFL CBT 133 / TOEFL IBT 45 / IELTS 4 / TOEIC 520 / Cambridge Exam: PET / CEFR: B1)
  6. Surat Keterangan Sehat
  7. Laporan Kontribusi Sosial
  8. Dokumen pendukung yang diperlukan
  9. Surat Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota/Kabupaten
  10. Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah yang bisa diunduh di link berikut ini: Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah

Peserta yang tidak dapat menunjukan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur. Semua berkas dimasukkan ke dalam map atau folder berwarna:

  • Merah untuk IChYEP
  • Biru untuk ASVI
  • Bening untuk IMYEP
  • Hijau untuk AIYEP
  • Kuning untuk SSEAYP

Mekanisme seleksi dapat diunduh di link berikut ini: Mekanisme Seleksi Final – PPAN 2016 Jawa Tengah

Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN 2016. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di Semarang untuk seleksi selanjutnya. Good luck!