Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan sebuah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan utama dari program ini adalah Mutual Understanding antara Indonesia dengan Malaysia melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda pemudi kedua negara untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan diberbagai bidang seperti bidang kebudayaan, sosial ekonomi, dan kewirausahaan. Pada tahun 2016, Indonesia diwakili oleh 18 pemuda pemudi terpilih dari 18 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sedangkan Malaysia diwakili oleh 19 Belia terpilih dengan didampingi oleh satu orang National Youth Leader. M. Chusnul Huda adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016.

01.PNG

Chusnul Huda, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016

IMYEP 2016 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, selama 2-3 hari yakni berlangsung pada tanggal 22–24 Oktober 2016. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni yang tergabung dalam wadah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program yang sesuai dengan tema IMYEP 2016, yaitu preserving Indonesia Malaysia Cultural Heritage Through Optimizing Information and Communication Technology.

02

Penerimaan materi saat PDT

Fase kedua yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 7 hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Indonesia di Jakarta dari tanggal 24 s/d 25 Juli 2016 dan fase Indonesia di Belitung dari tanggal 26 Juli s/d 30 Juli 2016. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah Welcoming Dinner di Jakarta, kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disambut langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi beserta jajaran staf kementerian. Pada kesempatan yang langka ini, bapak menteri mengharapkan para delegasi Indonesia tidak hanya bisa menjadi duta Indonesia yang baik namun juga bagaimana para delegasi bisa mengambil gambar lokasi yang dikunjungi sebanyak-banyaknya di Malaysia untuk bisa dipromosikan di Indonesia, begitu pula sebaliknya juga berlaku bagi para delegasi dari Malaysia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Jakarta yaitu city exploration di sekitar Jakarta meliputi Tugu Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Kota Tua.

Fase Indonesia di Belitung berlangsung dari tanggal 26 Juli s/d 29 Juli 2016, para delegasi juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Kantor Bupati/Rumah Dinas Bupati Belitung Timur dilanjutkan ISHOMA dirumah adat Belitong (Makan Bedulang) kemudian City Tour di Tanjung Kelayang yakni city tour di Pulau Pasir dan Pulau Lengkuas. Tidak hanya itu, para delegasi juga mengunjungi Home Industri Kekerangan, sebuah pusat pengolahan kerang. Di sini para delegasi langsung mempraktikan bagaimana kerang kerang dapat dijadikan barang bernilai jual tinggi dan menarik. Setelah berkunjung dari pusat kerajinan kerang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke hotel Biliton untuk menghadiri seminar kepemudaan dan kepariwisataan Kab. Belitung dengan pembicara kepala dinas pariwisata Kab Belitung dan dari Dinas Kepemudaan Kab. Belitung. Sebelum berangkat ke Malaysia, para delegasi terlebih dahulu menuju ke Jakarta kembali melaksanakan farewell dinner. Lalu dilanjutkan perkenalan seluruh delegasi dengan urutan cultural performance.

This slideshow requires JavaScript.

Pada fase ketiga yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 8  hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Malaysia di Kuala Lumpur dan Putrajaya dari tanggal 31 Juli 2016 s/d 2 Agustus 2016 dan fase Malaysia di Melaka dari tanggal 3 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Pada fase Malaysia yang pertama ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Pada kesempatan ini para delegasi Indonesia memberikan pandangan dan pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, dan dukungan dari Kedutaan RI sebagai tindak lanjut dari program ini untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan ICT yakni pemberian kesempatan kepada delegasi Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan perpaduan penampilan budaya Indonesia dengan budaya Malaysia pada pesta rakyat yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2016.

Kegiatan formal lainnya adalah kunjungan ke Majelis Belia dan Sukan, Kementerian Belia dan Sukan, Kunjungan hormat bersama Ketua Pengarah JBSN. Kunjungan lain seperti kunjungan ke Aswara (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan), Institut Kraftangan Negara, Bangunan Sultan Abdul Samad, Muzium Istana dan sightseeing Putrajaya.

Selanjutnya para delegasi Indonesia dan Malaysia bertolak ke Melaka dan menginap di Hotel Seri Costa, Melaka. Kunjungan yang dilakukan para delegasi diantaranya kunjungan ke Kajian Sejarah di Perkampungan Hang Tuah, Duyong, Melaka, dilanjutkan welcoming dinner di Restoran Melayu Melaka, kemudian ke Taman Rempah Melaka, menyusuri Sungai Melaka (River Cruise), heritage tour (Muzium Kesultanan Melayu Melaka, A’Famosa, Muzium Kapal dan Bangunan Merah), kunjungan ke Youth Center UTC Melaka, Majelis Gabungan Belia Melaka (MGBM), makan malam di Restoran Ikan Bakar Parameswara Umbai Melaka, menaiki Menara Taming Sari. Kunjungan ke Bio-Tech Melaka, Bangunan SDSI Satu Daerah Satu Industri (SDSI), dan kunjungan ke Produk Negeri Melaka.

Delegasi Indonesia juga melakukan homestay di Kampung Duyong, Melaka selama tiga hari dari tanggal 5 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan bersama masyarakat Kampung Duyong melakukan aktifitas senamrobik, Community Game Bersama Masyarakat, dan membuat kue tradisional. Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Duyong. Huda turut berpartisipasi dengan mempromosikan kerajinan tangan Kepang dengan tulisan Aksara Jawa dan menampilkan Tari Ratoh Jaroeh dari Provinsi Aceh bersama enam delegasi Indonesia lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama satu hari pada tanggal 7 Agustus di Hotel Cemara, Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Drs. Djunaedi M,Si selaku Asdep Tenaga Peningkatan Sumber Daya Pemuda, dengan dihadiri National Leader Indonesia Bapak Abri Eko Nurjanto, para Staff Kemenpora, serta para panitia dan alumni IMYEP serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

22

Re-Entry

23

Perpisahan di Bandara Soekarno Hatta


Profil Singkat M. Chusnul Huda

Muhammad Chusnul Huda, biasa dipanggil Huda adalah lulusan terbaik UIN Walisongo dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia Angkatan 2008 pada jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam) Konsentrasi Ilmu Falak. Selain itu dia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan UIN Walisongo untuk mengikuti short course di Colorado State University, Amerika Serikat selama dua bulan pada program International English Language Studi Program (IELSP) yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2011. Saat ini dia menjadi Pengacara / Advokat dan membantu masyarakat tidak mampu di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Purwodadi dalam hal konsultasi dan pemberian bantuan hukum. Di tahun 2016 ini, dia dipercaya mewakili Jawa Tengah dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 pada Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016. Di program ini, Huda telah memperkenalkan kepang (sejenis kerajinan tangan khas daerahnya) dengan mengkombinasikan dengan aksara Jawa.

Pengumuman Seleksi Final Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi semifinal dan final yang diadakan pada hari Rabu-Kamis, 13-14 April 2016, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Oscar Yustino Carascalao – Kabupaten Grobogan
  2. Jene Pradana Wisanggeni – Kota Semarang
  3. FX Anjar Trilaksono – Kabupaten Pemalang
  4. Buhat Siswi Yulianto – Kabupaten Tegal
  5. Nararia Hutama Putra – Kabupaten Semarang

INDONESIA – MALAYSIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IMYEP)

  1. M. Chusnul Huda – Kabupaten Grobogan
  2. Johanis Adityawan – Kota Semarang
  3. Irfan Saptian – Kabupaten Banyumas
  4. Lucky Simarda – Kota Tegal
  5. Azmi Zulhilmi – Kabupaten Brebes

INDONESIA – CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP)

  1. Risqika Edni Doni Achsan – Kabupaten Magelang
  2. Dicky Fajar Primavera Nugraha – Kabupaten Klaten
  3. Heranantio Anggoro Putra – Kota Semarang
  4. Miftah Faridl Widhagdha – Kota Surakarta
  5. Muhamad Alfiyan Zubaidi – Kabupaten Magelang

SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dini Puspita Hapsari – Kota Semarang
  2. Restu Ayu Mumpuni – Kota Semarang
  3. Hanny Nurmalita Anggadewi – Kota Semarang
  4. Shofiayuningtyas Lutfiani Yusuf – Kabupaten Kudus
  5. Erika Dwi Andiningtyas – Kabupaten Kendal

ASEAN STUDENTS VISIT INDIA (ASVI)

  1. Nailul Husna – Kota Semarang
  2. Asa Mutia Sari – Kabupaten Semarang
  3. Kharisma Ulinnuha – Kabupaten Batang
  4. Siva Faoziah Fadillah – Kabupaten Purworejo
  5. Fikriyatul Falashifah – Kabupaten Batang

 

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Kepada kandidat peringkat satu, diharapkan untuk dapat segera melengkapi persyaratan administrasi PPAN 2016 sesuai surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2016 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

Catatan: Pengumuman seleksi juga dapat diakses melalui website Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah.

Pengumuman Seleksi Administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016.

Selama masa pendaftaran seleksi online PPAN 2016, PCMI Jawa Tengah telah menerima ratusan aplikasi yang luar biasa. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:

  1. kontribusi sosial yang dilakukan kepada masyarakat;
  2. prestasi yang telah dicapai;
  3. kemampuan organisasi, kepeloporan dan kepemimpinan;
  4. penulisan esai.

Berikut adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016: Daftar Peserta PPAN Jawa Tengah 2016

Kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal : Rabu – Kamis, 13 – 14 April 2016
  • Lokasi : Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang
  • Pendaftaran ulang : 08.00-09.00 WIB
  • Dresscode : Formal

Peserta yang telah lolos seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli dan berkas fotocopy sebagai berikut:

  1. KTP
  2. Formulir Aplikasi PPAN 2016
  3. Formulir Biodata
  4. SKCK Polres
  5. Sertifikat Kompetensi Bahasa Inggris (TOEFL PBT 450 / TOEFL CBT 133 / TOEFL IBT 45 / IELTS 4 / TOEIC 520 / Cambridge Exam: PET / CEFR: B1)
  6. Surat Keterangan Sehat
  7. Laporan Kontribusi Sosial
  8. Dokumen pendukung yang diperlukan
  9. Surat Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota/Kabupaten
  10. Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah yang bisa diunduh di link berikut ini: Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah

Peserta yang tidak dapat menunjukan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur. Semua berkas dimasukkan ke dalam map atau folder berwarna:

  • Merah untuk IChYEP
  • Biru untuk ASVI
  • Bening untuk IMYEP
  • Hijau untuk AIYEP
  • Kuning untuk SSEAYP

Mekanisme seleksi dapat diunduh di link berikut ini: Mekanisme Seleksi Final – PPAN 2016 Jawa Tengah

Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN 2016. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di Semarang untuk seleksi selanjutnya. Good luck!

 

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent

R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015

Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea atau juga disebut Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) kembali digelar. Eri Dwi Cahyono terpilih sebagai delegasi Jawa Tengah untuk program tersebut setelah melalui serangkaian seleksi. Program IKYEP kembali digelar untuk semakin mempererat hubungan baik kedua negara, Indonesa dan Korea Selatan, melalui pemuda. Setiap delegasi diharapkan dapat belajar selama program untuk bekal menjadi pemimpin masa depan.

IMG_0503

Eri Dwi Cahyono, Delegasi Jawa Tengah untuk Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2015

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015 adalah program yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Ministry of Gender Equality and Family of Republic of Korea (Mogef). Tahun 2015 merupakan gelaran ke 6 sejak MoU ditandatangi oleh kedua belah pihak pada tahun 2009. IKYEP 2015 diikuti oleh 20 delegasi Indonesia, yaitu 19 delegasi pemuda dan 1 national leader dari Kemenpora RI. Sementara itu Korea Selatan juga mengirim 20 delegasi yang terdiri dari 17 delegasi pemuda, 2 delegasi dari Mogef, dan 1 delegasi sebagai penerjemah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IKYEP 2015 diselenggarakan dalam dua fase, yaitu fase Korea Selatan dan Fase Indonesia. Sebelum menjalani dua fase tersebut delegasi Indonesia diberi pembelakan dalam fase Pre-Departure Training (PDT) yang diselenggarakan di Wisma PPPON Cibubur Jakarta pada tanggal 29 Oktober – 2 November 2015. Kegiatan PDT ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada delegasi sebelum memulai program.

DSC_1068

Fase Korea Selatan dilaksanakan dari tanggal 3-13 November 2015. Fase ini dilaksanakan di kota Seoul, Incheon, dan Gwangju. Banyak kegiatan yang dilakukan selama fase di Korea Selatan, antara lain courtesy call, intitutional visit, educational visit, cultural exchange, host family, dan tourism visit.

Kegiatan kunjungan resmi kepada instansi pemerintah (courtesy call) dilakukan di Ministry of Gender Equality and Family atau disebut juga Mogef. Selain itu delegasi juga berkesempatan mengunjungi Kedutaan Indonesia untuk Korea Selatan. Diskusi yang dilakukan di Mogef banyak membahas mengenai bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Selain kunjungan formal, delegasi juga melakukan kunjungan di beberapa institusi seperti Seoul Youth Hub, ASEAN-Korea Center, dan Gwangju Youth Training Center.

DSCF1107

Educational visit pada IKYEP 2015 dilakukan di Seoul National University dan Gwangju University. Pada kunjungan di Gwangju University sekaligus dilakukan cultural exchange antara delegasi Indonesia dan mahasiswa Gwangju University di mana kedua delegasi menampilkan kesenian dari negara masing-masing. Delegasi Indonesia telah mempersiapkan beberapa kesenian untuk cultural exchange selama program, baik untuk fase Korea Selatan maupun fase Indonesia. Kesenian tersebut antara lain tari Likok Pulo, tari Zapin Muda Mudi, tari Kembang Jatoh, medley lagu daerah nusantara, angklung, dan lagu theme song IKYEP.

Tak lengkap rasanya jika belum mempelajari sejarah negara setempat. Delegasi juga dapat belajar sejarah Korea Selatan melalui kunjungan ke dua museum, yaitu Memorial Park dan National Museum of Korean Contemporary History

1446908309730

Salah satu kegiatan yang sangat berkesan bagi delegasi Indonesia adalah di saat mereka dapat tinggal bersama keluarga angkat di kota Incheon pada fase host family. Di sini para delegasi diberi kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, khususnya keluarga angkat. Eri selaku delegasi Jawa Tengah sekaligus Youth Leader IKYEP 2015 mengaku banyak belajar saat tinggal bersama keluarga angkat. “Saya belajar masak kimbab, dan ibu angkat saya bilang saya jago, hehe. Selain itu saya banyak ngobrol dengan Jieeun, adik angkat perempun saya yang masih SMA, tentang banyak hal. Bahkan karena terlalu asyik obrolan kita sampai subuh. Ada juga nenek angkat saya, mencoba mengajak berbicara saya meskipun menggunakan bahasa Korea yang tidak begitu saya pahami. Tapi ketulusannya jelas terlihat,” cerita Eri mengisahkan pengalamannya bersama keluarga angkat.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, para delegasi juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata untuk belajar bagaimana perkembangan pariwisata di Korea Selatan. Tempat-tempat tersebut antara lain, Gyeongbok Palace, Seoul City “Tong Tong” Tour, Myeongdong & Nandaemun Market, NANTA Musical, World Cup Stadium, MBC World, dan Namsangol Hanok Village.

DSC_0863

Selesai dengan sepuluh hari fase Korea Selatan, delegasi Indonesia pulang ke tanah air untuk melanjutkan fase Indonesia bersama dengan delegasi Korea Selatan. Setiap delegasi Indonesia mendapatkan satu counterpart delegasi dari Korea Selatan di mana selama fase Indonesia mereka akan berpasangan. Selama fase Indonesia ini delegasi Indonesia dan Korea Selatan tinggal bersama keluarga angkat di Cibeunying Kidul, Bandung.

Banyak agenda menarik selama fase Indonesia, antara lain Bandung City Explorasion yang dikemas layaknya games Running Man yang sangat populer, Creative Industri Workshop, kunjungan ke Bandung Command Center, belajar membatik, workshop film & animasi, workshop angklung, kunjungan ke dusun bambu, dan workshop makanan tradisional. Seluruh delegasi juga mendapat sesi khusus untuk berdiskusi dengan walikota Bandung, Bapak Ridwal Kamil.

Fase Re-Entry menjadi penutup program IKYEP 2015 sebelum delegasi kembali ke daerah masing-masing. Para delegasi mendapatkan pengarahan mengenai kegiatan setelah program. Seluruh delegasi bersama-sama merancang PPA (Post Program Activity) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat usai program.

“Saya belajar banyak. Jika IKYEP disebut sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang sangat berharga, itu benar adanya. Saya berjumpa banyak hal baru. Saya belajar kedisiplinan, saling memahami satu sama lain, kerja sama, dan banyak hal lain yang setelah program saya rasakan menjadi lebih baik. Terimakasih Kemenpora RI, MOGEF, AIKUNA, keluarga angkat saya di Incheon dan Bandung, dan seluruh kawan-kawan saya dari 18 provinsi lainnya. Saya menulis ini dengan rasa rindu,” ujar Eri Dwi Cahyono, yang juga menjabat sebagai Youth Leader IKYEP 2015.

DSCF1595

**Eri merupakan seorang penyiar radio sejak tahun 2012. Mahasiswa berprestasi FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) 2014 ini, juga telah mengukir banyak penghargaan di bidang komunikasi, antara lain Juara Favorit Putra Batik Nusantara 2015, Juara I SCTV Goes To Campus 2015, Juara I Putra Solo 2012 dan Juara II Journalight Pekan Komunikasi 2014. Eri dipercaya menjadi Youth Leader untuk IKYEP 2015.