PENGUMUMAN SELEKSI FINAL PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2017 – PROVINSI JAWA TENGAH

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi di Semarang, 13 April 2017, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

INDONESIA – MALAYSIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IMYEP)

  1. Annisa Riska Anugraheni (Kabupaten Magelang)
  2. Ratna Widya Iswara (Kabupaten Rembang)
  3. Windhy Monica (Kota Surakarta)

INDONESIA – KOREA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IKYEP)

  1. Canadia Tessa Pradani (Kabupaten Magelang)
  2. Nur Umi Anizah (Kabupaten Purbalingga)
  3. Adelia Erlita Putri (Kota Semarang)

ASEAN STUDENTS VISIT INDIA (ASVI)

  1. Anggita Ilmariandy (Kabupaten Pati)
  2. Arno Johan (Kabupaten Pekalongan)
  3. Naufal Fakhri Anantri (Kota Pekalongan)

SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Restu Ayu Mumpuni – Kota Semarang
  2. Aditya Very Cleverina – Kota Kudus
  3. Tifani Diahnisa Hardianti – Kota Kudus

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari 12 peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2017. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2017 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2017 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

Advertisements

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2017 – PROVINSI JAWA TENGAH

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2017.

Selama masa pendaftaran seleksi online PPAN 2017, PCMI Jawa Tengah telah menerima ratusan aplikasi yang luar biasa. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:

  1. kontribusi sosial yang dilakukan kepada masyarakat;
  2. prestasi yang telah dicapai;
  3. kemampuan organisasi, kepeloporan dan kepemimpinan;
  4. penulisan esai.

Berikut adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2017: Daftar Peserta PPAN Jawa Tengah 2017

 

Kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal : Kamis, 13 April 2017
  • Lokasi             : Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Jawa Tengah (Aula Lt. 4)

Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang

  • Pendaftaran ulang : 08.00 – 09.00 WIB
  • Dresscode                : Formal

Peserta yang telah lolos seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli dan berkas fotocopy sebagai berikut:

  1. KTP
  2. Formulir Aplikasi PPAN 2017
  3. Formulir Biodata Peserta, yang bisa diunduh di link berikut ini: Formulir Biodata Peserta Seleksi PPAN Jawa Tengah
  4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian setempat
  5. Sertifikat Kompetensi Bahasa Inggris (TOEFL PBT 450 / TOEFL CBT 133 / TOEFL IBT 45 / IELTS 4 / TOEIC 520 / Cambridge Exam: PET / CEFR: B1)
  6. Surat Keterangan Sehat dari dokter / puskesmas
  7. Laporan kontribusi sosial / dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  8. Dokumen pendukung yang diperlukan
  9. Surat Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota/Kabupaten [opsional]

Peserta yang tidak dapat menunjukan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur.

Semua berkas dimasukkan ke dalam map atau folder berwarna:

  • Biru untuk ASVI
  • Hijau untuk IKYEP
  • Bening untuk IMYEP
  • Kuning untuk SSEAYP

Mekanisme seleksi dapat diunduh di link berikut ini: Mekanisme Seleksi Final – PPAN 2017 Jawa Tengah

Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN 2017. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di Semarang untuk seleksi selanjutnya!

Pengumuman Seleksi Administrasi

AUSTRALIA-INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP) 2016

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) sudah berjalan lebih dari 30 tahun (sejak 1981). Inti dari program ini adalah people-to-people contact yang bertujuan untuk meningkatkan cultural understanding bagi kedua negara, Indonesia dan Australia. Peserta AIYEP terdiri dari pemuda Indonesia (perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia) dan pemuda Australia. Program dijalankan selama 2 tahap, yaitu tahapan di Australia dengan fase kota dan fase country side masing-masing 1 bulan serta tahap 2 di Indonesia dengan fase kota dan fase desa (community development) masing-masing 1 bulan (tentatif setiap tahunnya). Setiap tahunnya kegiatan AIYEP diselenggarakan di daerah yang berbeda.

14632943_657737627719557_8430577531918982027_n


Pemuda merupakan unjuk tombak dalam membangun sebuah negara yang berdaulat. Maju mundurnya suatu negara tergantung dari kualitas pemudanya. Jika baik maka cerahlah masa depan suatu negara. Namun jika jelek bisa dipastikan mundurlah suatu negara. Seperti yang dikemukakan oleh pepatah Arab “Syubbanul yaum rijaalul ghod” yang artinya adalah pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Berangkat dari pentingnya peran pemuda inilah Pemerintah Republik Indonesia gencar mengirim pemuda pemudi terbaiknya ke luar negeri melalui berbagai program, salah satunya Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PPAN merupakan program yang sangat strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Disamping sebagai media untuk membentuk pemuda Indonesia yang berwawasan global, program ini juga merupakan jembatan diplomasi jangka panjang yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara mitra pertukaran. Adapun negara-negara mitra PPAN antara lain Cina, Korea Selatan, India-ASEAN, Malaysia, Jepang-ASEAN , dan Australia.

Australia dan Indonesia tidak bisa mengelak takdir geografis yang menempatkan kedua negara ini bersebelahan. Untuk memperdalam rasa saling pengertian ke dua negara dalam konteks hubungan orang ke orang, pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia berinisiatif untuk membuat suatu program yang bisa mengakomodir misi tersebut. Maka pada tahun 1981 lahirlah sebuah program pertukaran pemuda yang diberi nama AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) atau dalam Bahasa Indonesianya PPIA (Pertukaran Pemuda Indonesia Australia).

PPIA memiliki dua fase yaitu fase Australia dan fase Indonesia. Untuk fase Australia, PPIA diselenggarakan dan didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade melalui Australia-Indonesia Institute. Sedangkan untuk fase Indonesia program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

PPIA tahun 2016-2017 bertempat di Adelaide untuk fase kota dan Fleurieu Peninsula untuk fase desa. Sedangkan program di Indonesia berlokasi di Sulawesi Selatan yaitu masing- masing di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba untuk fase desa dan Kota Makassar untuk fase kota.

Semasa dua bulan di Australia, delapan belas pemuda Indonesia usia 21-25 tahun tinggal dengan keluarga angkat yang telah ditentukan. Kegiatan di Australia adalah magang di beberapa tempat kerja, memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui kunjungan ke beberapa sekolah, dan melakukan kunjungan resmi ke beberapa instansi pemerintah. Sedangkan selama tinggal di Indonesia para peserta Indonesia bersama-sama dengan delapan belas peserta dari Australia melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (community development) selama tiga minggu di Tanah Beru, Bulukumba. Setelah itu mereka magang kerja di beberapa kantor dan instansi pemerintah di Kota Makassar. Kegiatan untama dari PPIA ini adalah pertunjukan budaya, hidup dengan keluarga angkat, penempatan kerja, mid visit break, dan pemberdayaan masyarakat.

Fase Australia

Tahun ini tuan rumah AIYEP di fase Australia adalah negara bagian Australia Selatan, pada fase kota peserta tinggal di kota Adelaide dan pada fase desa kegiatan terpusat di kota kecil yang merupakan tujuan wisata terkenal di Australia Selatan, yakni Fleurieu Peninsula. Ditulis juga mengenai kegiatan disaat jeda antara fase kota dengan fase desa yakni Mid-Visit Break. Kemudian ditutup dengan orientasi bersama antara peserta Indonesia dengan Australia sebelum keberangkatan untuk melanjutkan program di Indonesia.

Fase Indonesia

Fase  Indonesia  dibuka  dengan  proses  re-entry  peserta  yang  bertambah jumlahnya menjadi total 36 orang termasuk kelompok peserta Australia. Sebelum memulai kegiatan dengan resmi diawali dengan orientasi meliputi pengenalan daerah tujuan dan penyusunan rencana program. Begitu pula, untuk jeda antara fase desa dengan fase kota juga diadakan mid-visit break.


Profil Singkat Oscar Y. Carascalao

Di usianya yang terbilang sangat muda, Oscar Y. Carascalao adalah Deputy Principal dari SMA Krista Mitra Semarang. Memiliki talenta di bidang seni dari kecil, Oscar mahir dengan berbagai alat musik dan memiliki jam panggung cukup panjang sebagai vokalis. Sebagai guru Bahasa Inggris, Oscar telah melakukan banyak penelitian dan beberapa di antaranya telah disajikan di kancah internasional. Di program AIYEP, Oscar didapuk sebagai Group Leader – pemimpin delegasi Indonesia selama program.

The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016

 

SSEAYP adalah singkatan dari The Ship for SouthEast Asian Youth Program alias Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang. Program ini awalnya merupakan kerja sama dari pemerintah Jepang utk “merebut” kembali hati negara-negara Asia Tenggara setelah protes anti modal asing pada tahun 1974. Setelah 43  tahun program ini berlangsung, program ini terus membangun persahabatan dan keluarga yang sungguh akrab. Tujuan utama program ini adalah untuk membangun persahabatan dan saling pengertian, semakin matang program ini semakin ditujukan lagi supaya peserta berkontribusi dalam aktivitas sosial setelah kembali di negara masing-masing. Peserta SSEAYP adalah 330 pemuda dari 11 negara Jepang dan Asia Tenggara. Delegasi dari Indonesia sendiri adalah 28 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini akan berawal di Jepang, seluruh peserta akan berkumpul di Jepang dan mengikuti Youth Leader Summit, lalu peserta akan disebar ke beberapa prefektur di Jepang. Kemudian peserta akan masuk ke kapal Nippon Maru dan memulai pelayaran ke 5 negara.

FB_IMG_1490281491026

Fase Persiapan

Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang atau Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan program tahunan yang disponsori oleh pemerintah Jepang dan didukung oleh negara-negara Asia Tenggara. Saya mengetahui program SSEAYP atau dapat disebut juga dengan kapal pemuda Asia Tenggara dan Jepang dari roadshow yang dilaksanakan oleh PCMI Jawa Tengah di Universitas Diponegoro. Setelah terpilih sebagai peserta, saya beserta delegasi lain memperoleh informasi lengkap tentang hal yang perlu dipersiapkan dari alumni dan SII (SSEAYP International Indonesia) dan juga grup peserta. Selain itu juga ada pihak dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang selalu memberikan informasi tentang persiapan program. Saya juga mendapatkan arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan juga alumni yang berasal dari Jawa Tengah.

Sebelum berangkat, seluruh peserta PPAN yang terpilih dari Jawa Tengah melaksanakan Pre Departure on-line yang dibimbing oleh PCMI Jawa Tengah, dan juga intensif Pre Departure Derah yang dilaksanakan tanggal 19-21 Mei 2016 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan PCMI Jawa Tengah dalam melakukan persiapan pemberangkatan kepada peserta PPAN. Dinpora Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan uang pengganti pembuatan passport dan juga membantu mengurus segala keperluan administrasi.

Materi selama PDT atara lain untuk pembentukan tim yang solid, penguasaan keterampilan, dan materi program serta pembentukan kepribadian Indonesia. Selama PDT kami sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari PDT. Dari sekian banyak materi PDT, materi yang perlu paling berkesan yaitu tentang kedisiplinan, art, dan refleksi untuk menambah kekompakan tim.

Fase Program

Setelah selesai Pre Departure Training,pada tanggal 24 Oktober 2016, Kontingen Indonesia yang  disebut sebagai Garuda 43, dikukuhkan oleh Kemenpora. Keesokan harinya Garuda 43 berangkat menuju Haneda Airport Tokyo . Setelah Sampai di Tokyo , kontingen Garuda 43 melanjutkan courtesey call pertama ke Cabinet Office Of Japan dan orientasi . selanjutnya , Seluruh Participating Youth meninggalkan Cabinet Office of Japan dan menuju National Youth Conference untuk melaksanakan Youth Leaders Summit.

FB_IMG_1487688454372FB_IMG_1490281561180

A. Japan-ASEAN Youth Leaders Summit (YLS) 2016

Japan-ASEAN Youth Leader Summit (YLS) merupakan bagian dari The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke 43 dan dilaksanakan selama Country Program di Jepang. YLS dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai 2 November 2016 di National Youth Center. Adapun kegiatan YLS meliputi diskusi dengan 100 local youth dan 330 participant youth dengan tema besar “Youth Participation in Social Activities”. Selain kegiatan diskusi, terdapat kegiatan pementasan seni dari tiap negara yang berpartisipasi, dan juga pameran (exhibition) dari negara Asean-Jepang. Tujuan dilaksanakannya YLS untuk mengenalkan serta membangun partisipasi dan relasi antar Negara ASEAN dan Jepang.

Kontingen Indonesia berhasil menampilkan kesenian tari kontemporer berjudul “The Fire Mystical Dress”. Tarian kontemporer ini merupakan tarian yang menggambarkan sebuah khayangan, terletak di Bojonegoro, JawaTimur. Tempat ini merupakan tempat api abadi (khayangan api).

B. Onboard Activities

Kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal selama saya mengikuti program bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai self-management dan kepemimpinan. On board activities terdiri atas kegiatan :

B.1. Discussion Group

Pelaksanaan Discussion Group secara umum berlangsung dengan sangat baik. Semua kegiatan yang  sudah direncanakan oleh panitia dapat berjalan sesuai rencana. Secara umum kegiatan diskusi dilakukan di ruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Disini PY dibagi kembali menjadi beberapa group kecil sesuai dengan DG masing-masing. Kegiatan diskusi dilakukan kurang lebih selama 2 jam per pertemuan. Pada kegiatan ini, PY difasilitasi oleh local youth. Local youth berkolaborasi dengan facilitator dan menjalankan diskusi dengan sangat baik. Pada akhir pertemuan, semua group diwajibkan untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan PY lain.

Prestasi Delegasi Jawa Tengah dalam kegiatan ini

Pada kegiatan ini, hampir semua IPY aktif berbicara dan memberikan kontribusi di dalam diskusi. Beberapa IPY juga ditunjuk untuk menjadi wakil dari kelompok masing-masing dalam mempresentasikan tugas mereka. Hal ini juga berdampak pada prestasi IPY pada kegiatan lanjutan dari YLS yaitu kegiatan diskusi di kapal dimana dari 8 Discussion group yang ada, 5 orang IPY menjadi DG Steering Commitee. Salah satunya adalah saya . Saya menjadi SG Steering Committee mewakili Kontingen Indonesia (Country Representative) . Saya bertugas untuk membantu kontingen Indonesia dalam hal diskusi yang merupakan kegiatan yang sangat penting di kapal . 60 % kegiatan di atas kapal adalah kegiatan diskusi. Selain itu , saya juga harus dapat menyampaikan kepentingan Indonesia dan memperjuangkan kepentingan indonesia di dalam DG Subcomm tersebut . di akhir diskusi, Garuda 43 berhasil menentapkan short dan long term project yang akan dilakukan di daerah masing-masing.

B.2. Solidarity Group

Solidarity Group (SG)adalah salah satu kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan solidaritas diantara Participating Youth dari 11 negaa Asia Tenggara dan Jepang. Bentuk kegiatan SG adalah permainan-permainan interaktif yang membuat seluruh Participating Youth berpikir dan saling bekerjasama. Seluruh Participating Youth akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (SG A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Pelaksanaan kegiatan Solidarity Group diakomodasi oleh Solidarity Group Sub- Committees (SG Subcom). SG Subcom terdiri dari satu orang Country Representative dan 2 orang perwakilan dari masing-masing SG Group. Anggota SG Subcom perwakilan Solidarity Group dipilih dengan cara voting disetiap Solidarity Group. Tahun 2016, pelaksanaan kegiatan Solidarity Group dilakukan sebanyak 3 kali.

IMG_20161116_10IMG_20161127_112407

B.3. Club Activities

Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah tutorial pembuatan kerajinan dari kain batik nusantara baik berupa kipas maupun bros dan bandana. Kipas terbuat dari rangka kipas berbahan bambu dan bahan kain batik yang ditempel pada sisi kipas. Warna atau motif dari kain batik ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta ( akan disediakan beberapa jenis motif). Selain itu PY’s juga diajak untuk belajar untuk menulis dengan aksara lontara dari Makasar.

Pada hari kedua kegiatan diisi dengan tutorial tari Zapin Muda Mudi. Tari zapin merupakan budaya tari melayu berasala dari riau. Tari ini di tarikan dahulunya di istana kerajaan dan penarinya yakni laki-laki, tapi sekarang sudah ditarikan oleh perempuan dan bahkan campuran. Tari ini di iringi musik petik yakni gambus dan 3 alat musik pukul yakni marwas.

B.4. Voluntary Activities

Voluntary Activities atau VA adalah aktifitas yang dilakukan dan diorganisir oleh PYs dengan tujuan menyatukan seluruh PYs dan memberikan hiburan bermakna di atas kapal dan bersifat sukarela.

IMG_20170105_2IMG_20161202_2

Country Program

C.1 Country Program Jepang

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Jepang

Country Program Jepang dimulai dengan kedatangan semua peserta pada tanggal 25 Oktober 2016. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi yang dilakukan di Cabinet Office Jepang. Setelah kegiatan ini selesai, semua kontingen menginap di Hotel New Otani Jepang. Pada tanggal 26 kegiatan yang dilakuakan yaitu welcome reception  dan document clearance. Keesokan harinya semua PY melakukan check out  dan menjalankan local program dimana setiap PY dibagi berdasarkan kelompok SG.

Kunjungan kami bersama Solidarity group ialah ke perfektur perfektur di Jepang. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor pemerintahan setempat dan menjalani sharing session mengenai kondisi kebudayaan dan sosial masyarakat di perfektur tersebut. Hari berikutnya kami menjalani kegiatan kunjungan ke sekolah dan tmpat bersejarah di perfektur masing-masin. Hari ketiga dan keempat melaksanakan kegiatan homestay dan berinteraksi dengan keluarga angkat. Sekembalinya dari country program di beberapa perfektur di Jepang, selanjutnya pelaksanaan Youth Leader Summit di NYC. Selanjutnya berdasarkan grup diskusi kita melaksanakan kunjungan ke sebuah tempat usaha yang cukup berkembang di Jepang dan melakukan sharing session mengenai strategi bisnis yang dijalaninya. Serta untuk DG yang lain seperti DG 5 mendapat kunjungan dari Place Tokyo.

C.2.  Country Program Vietnam

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Aktivitas yang dilakukan selama country program antara lain:

  • Welcoming ceremony dan welcoming dinner dilaksanakan di sebuah hotel di H Chi Minh City. Di acara ini kami disambut oleh pejabat kementrian Pemuda Vietnam. Dalam acara ini dijelaskan pentingnya mengenai pentingnya kerjasasama Jepang ASEAN.
  • Institutional visit bersama Discussion Group. Untuk DG 5, kami melakukan institutional visit di sebuah lembaga kesehatan anak bernama Lin Xuan Child Care. Institusi ini adalah satu dari dua institusi yang berada di vietnam yang bertugas untuk merawat anak-anak terlantar maupun anak-anak yang menderita HIV. Sejak tahun 2008 pemerintah vietnam telah encar melakukan tindakan prefentik untuk menurunkan angka kejadan HIV ada anak. Sejak tahun 2008 angka penularan HIV dari Ibu ke anak sudah menurun drastis.
  • Homestay matcing dan homestay program

C.3. Country Program Thailand

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Thailand

Country Program di Bangkok, Thailand merupakan port of call ke tiga setelah Tokyo dan Ho Chi Min. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan rasa bela sugkawa peserta SSEAYP 2016 kepada Thailand yang baru saja kehilangan raja mereka. Semua peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di Tailand disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap. Selain itu, mereka memberikan pita berwarna hitam untuk dikenakan di saku pakaian setiap peserta. Ini merupakan budaya di Thailand jika ada bagian dari keluarga yang meninggal yang akan berlangsung selama 100 hari.

Welcome ceremony di Thailand di laksanakan dengan sangat rapi dan tertib. Kontingen Indonesia kemudian disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand beserta wakilnya. Diawali dengan percakapan ringan, Duta Besar Indonesia sangat takjub dengan kedisiplinan dan kerapian kontingen Indonesia yang sangat terihat berbeda dari peserta lainnya. Beliau memberikan pujian serta pesan-pesan positif untuk Duta Muda Indonesia pada hari itu yang kemudian dimuat di beberapa surat kabar di Thailand dan di Indonesia.

Setelah welcoming ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan courtesy call oleh H.E Prime Minister Thailand. Beliau memberikan apresiasi untuk seluruh peserta SSEAYP atas kesediaan menghormati masa berduka Thailand saat itu. Kegiatan welcoming ceremony kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner yang dilakukan di tempat terpisah dengan welcome ceremony dan courtesy call. Sebelum Welcome dinner dimulai, beberapa excellency memberikan sambutan kepada peserta SSEAYP 2016. Dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diiringi alunan merdu musik yang diciptakan oleh Almarhum Raja Thailand. Semua peserta SSEAYP sangat menikmati makanan yang dihidangkan.

Di hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan institutional visit dan homestay matching. Peserta SSEAYP mendapatkan 5 tujuan tempat yang berbeda berdasarkan Solidarity Group. Pembagiannya adalah sebagai berikut: SG A, B: Chandrakasem Rajabhat University, SG C, D, E: University of Thai Chamber of Commerce, SG F, G: Suan Dusit University, SG H, I: Thammasart University, SG J, K:  Rangsit University. Selama kegiatan institutional visit, peserta SSEAYP diperkenalkan dengan beberapa budaya yang ada di Thailand seperti membuat Loy Krathong, membuat makanan khas Thailand, dan lain sebagainya. Kegiatan selanjutnya adalah Homestay matching yang dilanjutkan dengan homestay selama tiga hari. Selama kegiatan homestay Pys melakukan kegiatan bersama orang tua angkat berupa;

C.4 Country Program Kamboja

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Kegiatan di Kamboja berlangsung selama 2 hari 1 malam. Di hari pertama, para Youth Leader ditemani oleh National Leader Kamboja dan Administator melakukan kunjungan ke National Museum dan Royal Palace di pagi dan siang hari. Lalu sore harinya dilanjutkan dengan courtesy call dengan Prime Minister of the Royal Government of Cambodia. Di malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Dinner Reception hosted by Minister of Education Youth and Sport. Keesokan harinya sebelum kembali ke Bangkok, Youth Leaders, National Leader of Cambodia dan Administrator mengunjungi EA Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang organik. pengenalan dan pertukaran budaya.

C.5. Country Program Singapore

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Port of call ketiga setelah Hochi Minh City, Vietnam dan Bangkok, Thailand adalah Singapore. Aktivitas yang dilakukan Participants Youth selama di Singapura telah terjadwal selamatigahari, yaitu dimulai dari hari Sabtu tanggal 26 November sampai pada hari Selasa tanggal 29 November 2016. Dalam masa empat hari tersebut, Participants Youth diikutsertakan dalam beberapa kegiatan utama yaitu Berth at CCO2, Singapore (pengenalan singkat tentang Singapore) di kapal, ASEAN-Japan Carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth, Homestay, Social Contribution Activities, dan Heritage Trail.

Berth at CCO2 dipimpin oleh dua alumni SSEAYP contigent Singapore yang memberikan pengenalan tentang tradisi, kuliner, tujuan wisata, dan budaya Singapore. Dilanjutkan dengan ASEAN-Japan carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth dimana para peserta diberi kesempatan untuk bertemu langsung beberapa duta besar dan mentri pemuda Singapore, juga mencicipi makanan khas dari berbagai Negara ASEAN dan menikmati beberapa daya tarik wisata Singapore. Homstay di Singapore berlansung pada hari Minggu tanggal 27 November sampai Senin 28 November, jam 10:55.

Social contribution activities dan Heritage Trail merupakan kegiatan paling akhir yang dilakukan berdasarkan Solidarity Group setiap peserta. Adapun komunitas yang dikunjungi diantaranya adalah Sports Care, Beyond Social Service, Food from the  Heart, Foodscape Collective,  4 PM, Ground Up Initiative, Lakeside Family Service, Beyond Social Service, Enabling Village, dan Dignity Kitchen.

IMG_20161220_1IMG_20170115_2IMG_20170323_2

Fase Re-Entry

Re-entry dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 15 Desember – 19 Desember 2016 . Tujuan re-entry adalah untuk evaluasi pelaksanaan program , pembuatan dan pelaksanaan Post Program Activity (PPA) yang dilaksanakan secara jangka pendek dan jangka panjang. Kami melaksanakan PPA Short term ( jangka pendek ) pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 di acara Cer Free Day daerah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Acara tersebut sukses di hari oleh beberapa komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dissabilitas. dan tujuan PPA short term kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat unuk mau belajar mengenai bahasa isyarat. Kami juga mengajarkan mereka bahasa isyarat indonesia (Bisindo) kepada masyarakat . selain itu , kami terdapat photobooth yang berisi tentang kampanye penggunaan bahasa isyarat.


Short Profile of Dini Puspita Hapsari

Dini Puspita Hapsari was chosen as Central Java representative in Indonesian Contingent for 43rd SSEAYP which took place in Japan, Vietnam, Cambodia, Thailand, Singapore, and Indonesia. She graduated from Diponegoro University, majoring public administration with cumlaude predicate. During her study, she has won several awards and competition, including Supersemar scholarship, selection of outstanding students (Mawapres), and became the ambassador of United Nations Survey. With her expertise in politics and government studies, she was awarded the opportunity to learn Civic Engagement in the University of Nebraska by the US State Department. She also managed a project named ASEAN Sustainable Education in rural area project in Cambodia, Thailand and Laos for three years. She is currently the Project Coordinator of #Youth4Dev Project, an initiative focuses on youth force and sustainable development goals (SDGs) with support from the US Embassy.

INDONESIA-CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia – Tiongkok (PPIT) merupakan program bilateral Republik Indonesia dengan Tiongkok dalam kerangka Pertukaran Pemuda Antar negara (PPAN). PPIT juga dikenal dengan sebutan Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP). PPIT berawal dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dan All China Youth Federation (ACYF) pada tanggal 22 Desember 2008. Namun kerjasama ini baru dapat terealisasi pada tahun 2011, yang diawali dengan pengiriman 100 delegasi Indonesia dari berbagai provinsi ke Tiongkok. Begitu pula pada tahun 2013. Pada tahun 2012, 2014 dan 2016 Tiongkok juga melakukan kunjugan balasan ke Indonesia.

Tahun 2016 Provinsi Jawa Tengah mendapatkan 1 (satu) kuota putera untuk PPIT. Berdasarkan Surat Tugas Kementrian Pemuda dan Olahraga RI Nomor: B/2863/D.II-5/IX/2016 dan ST.2865/D.II-5/IX/2016 tertanggal 13 September 2016, tertuang Risqika Edni Doni Achsan dari Kabuten Magelang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program PPIT 2016.

_MG_8162
34 delegasi dari setiap provinsi di Indonesia dalam program IChYEP 2016

Fase Pre-Departure Training (PDT)

Pre-Departure Training (PDT) merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh para delegasi. Secara praktis, PDT memberikan bekal kepada para delegasi dalam mengenal lingkungan barunya di Tiongkok. Bekal tersebut digunakan untuk menghadapi masa program di Tiongkok sehingga program ini mencapai hasil yang optimal dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Program PPIT 2016 berlangsung selama 14 hari. Waktu yang sangat singkat membuat padatnya jadwal selama program. Seluruh delegasi harus sudah berada di Hotel Ambhara, Jakarta, untuk registrasi (18 September 2016) agar bisa bertemu dengan delegasi lainnya untuk mempersiapkan penampilan budaya pada malam harinya. Pembukaan dilaksanakan tepat pukul 19.00 WIB di Ballroom dan Pembukaan diawali dengan sambutan dari Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd., Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI.

PDT hari pertama dilaksanakan Hari Senin, 19 September 2016. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Ballroom. Terdapat 3 (tiga) materi yang diberikan oleh pembicara yang berbeda. Materi pertama berjudul Pemahaman Hubungan Diplomatik Tiongkok dan Indonesia oleh Bapak Edy dan Bapak Mirhan Tabrani, Kepala Bidang Kemitraan Luar Negeri; materi kedua berjudul Kebijakan Kemenpora Tentang Kepemudaan oleh Bapak Imam Gunawan, Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI; materi ketiga berjudul Becoming Youth Ambassador oleh Livita Sumaly, sharing pengalaman dari senior PPIT 2015. Peserta dibubarkan pada pukul 18.00 WIB dan harus siap kembali pada pukul 19.00 WIB untuk jamuan makan malam dan menghadiri penutupan sekaligus melepas delegasi Indonesia ke Tiongkok secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi. Delegasi pun menampilkan beberapa penampilan budaya di malam tersebut, dimana saya bergabung dalam tim Kecak.

_MG_2312
Penyematan pin pada Youth Leader dan Assistant Youth Leader IChYEP 2016, Hardian dan Gianina
_MG_2661
Tim Tari Kecak IChYEP 2016 sesaat setelah pembukaan PDT

Selasa, 20 September 2016, ada sesi Grooming. Delegasi belajar Bahasa Mandarin secara singkat oleh alumni dan sharing mengenai Post Program Activity (PPA). Kemudian semua delegasi diberangkatkan ke Tiongkok dibagi 2 (dua) grup dengan jam penerbangan yang berbeda. Kelompok pertama menggunakan Cathay Airlines Pukul 00.10 WIB dan kelompok kedua menggunakan Cathay Airlines Pukul 05.00 WIB. Jakarta – Beijing ditempuh dalam waktu ±7 jam (transit Hongkong).

EPTX8400
Bersama senior PCMI Jawa Tengah, Briliani D. H. P., yang merupakan alumni IChYEP 2015 saat pelepasan delegasi. Pada kesempatan tersebut saya memakai Seragam A1 saya.
IMG_0761
Sesaat setelah mendarat di Beijing

Fase Tiongkok

Rabu, 21 September 2016 pukul 18.20 waktu Tiongkok kami sampai di Beijing Capital International Airport. Delegasi Indonesia dijemput oleh panitia dari ACYF, lalu diantar ke New World Beijing Hotel menggunakan bus dan makan malam di Restaurant Tiantan Jie (lt.1 New World Beijing Hotel).

Kamis, 22 September 2016. Kunjungan pertama yaitu ke National Museum of China. Di sana delegasi mempelajari sejarah China dan penyebaran jalur sutra. Makan siang dilaksanakan di Restaurant Mingyuan. Kunjungan kedua yaitu China Youth Center For International Exchange. Delegasi diajak berkeliling lokasi yang setingkat dengan Kementerian Pemuda di Tiongkok ini. Selain digunakan sebagai convention center, tempat ini juga memiliki berbagai fasilitas olahraga. Salah satu kolam renang yang ada pun pernah dipakai perenang terkenal Michael Phelps saat berlatih untuk Olimpiade Beijing.

IMG_0898.jpg
Delegasi IChYEP 2016 di China National Museum
IMG_6491
Indoor pool tempat berlatih atlet Olimpiade 2008 di China Youth Center of International Exchange

Acara selanjutnya adalah pidato bertopik Gagasan Strategi “Dari Satu Sabuk Satu Jalur Sampai Poros Maritim Dunia” dan “Peluang dan Tantangan Dalam Komunikasi dan Kerjasama Tiongkok – Indonesia, Dengan Mempertimbangkan Strategi Poros Maritim Dunia Indonesia”. Jamuan makan malam bersama Wakil Sekjen ACYF, Dong Xia. Dalam acara jamuan makan malam delegasi tampil diwakilkan oleh Tim Medley Nusantara di Restaurant Mingyuan, The 21 Century Hotel.

Jum’at, 23 September 2016. Hari ini kami diberi kesempatan untuk mengunjungi Great Wall Juyongguan. Great Wall telah mulai dibuat sebelum Dinasti Qin berkuasa, tepatnya dibangun pertama kali pada jaman musim semi dan musim gugur pada 722 SM. Ketika Dinasti Qin berkuasa, Kaisar Qin Shi-huang meneruskan kembali pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya. Sepeninggal Kaisar Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali pada jaman Dinasti Sui, terakhir pembuatan tembok dilanjutkan lagi pada jaman Dinasti Ming. Bentuk tembok yang sekarang dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara adalah hasil pembangunan dari jaman Dinasti Ming (1368-1644).

IMG_6623
Berfoto bersama beberapa delegasi di The Great Wall
IMG_0992 EDIT
Mengibarkan Bendara Merah Putih di The Great Wall

Pada masa kekaisaran Tiongkok kuno, tujuan dari didirikannya Great Wall adalah untuk membentengi kekaisaran Tiongkok kuno dari serangan bangsa Mongolia dari arah utara. Disamping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengamankan Jalur Sutera, yaitu jalur bisnis utama pada masa itu. Pada jaman kuno, Tembok Besar yang bentuknya berliku-liku serta memanjang menyusuri puncak pegunungan adalah hampir mustahil untuk ditaklukkan oleh musuh, karena gunung dan lereng yang menjadi dasar tembok adalah terlalu terjal untuk dapat didaki oleh musuh, sehingga tembok ini adalah merupakan sebuah kubu pertahanan yang sangat bagus pada masa itu.

Setelah kunjungan ke Great Wall, delegasi mengikuti kelas budaya Tiongkok seperti membuat kaligrafi, melukis dengan tinta, dan membuat dumpling. Saya sendiri mendapat pujian dari sang guru yang mengatakan bahwa karya saya adalah yang paling kreatif dan menonjol selama kegiatan.

IMG_6859
Berfoto bersama guru saya saat berlatih kaligrafi Tiongkok. Karya saya dipuji sebagai yang paling kreatif saat workshop
20160923_145234
Membuat dumpling bersama delegasi lainnya, dari mengolah isian hingga membentuk adonan kulitnya. Setelah semua selesai dimasak, kami pun memakannya ramai-ramai.

Sabtu, 24 September 2016. Kami dibebaskan dari tugas kunjungan hari ini karena harus berpindah dari Beijing ke Ningxia, Yin Chuan menggunakan China Airlines. Jarak tempuh Beijing – Yin Chuan sekitar 2 jam. Kota Yin Chuan terletak di Provinsi Ningxia, Provinsi Ningxia yang terletak di bagian barat Tiongkok. Provinsi ini memiliki luas 664,000 kilometer persegi dan memiliki jumlah penduduk 6.3 juta orang. Provinsi ini juga dikenal dengan salah satu provinsi muslim terbanyak di negara Tiongkok. Jumlah suku Hui yang mayoritasnya memeluk Agama Islam mencapai 2.2 juta jiwa atau 36 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Ningxia. Sektor yang diandalkan dari provinsi ini adalah sektor peternakan berupa sapi dan kambing yang memiliki kualitas yang baik dan energi berupa batu bara.

Selanjutnya kami melakukan kunjungan ke Museum Kuno Ningxia (Guyuan Museum Of Ningxia). Di sana kami mengenal sejarah jalur sutra, serta mempelajari persebaran bangsa Arab dan Etnis Hui. Kami pun berkunjung ke Chinese Wolfberry Museum. Buah Wolfberry ini bentuknya seperti kismis berwarna merah yang berkhasiat menenangkan pada saat tidur, menyehatkan badan, dan mengobati banyak penyakit. Kami menginap di Holiday Inn Yin Chuan. Malam harinya kami manfaatkan untuk berlatih penampilan budaya.

Minggu, 25 September 2016. Kami bertolak ke Kabupaten Helan, dimana kami melakukan kunjungan ke Percontohan Wirausaha Kaum Muda di Taman Pertanian Xiongying dengan sistem pertanian rumah kaca. Kami juga berkunjung ke Taman Wirausaha E-Commerce Ningxia-Zhejiang, dimana terdapat galeri yang memamerkan barang-barang produksi dari tiap-tiap negara. Terakhir, kami mengikuti temu wicara tentang “Sabuk Ekonomi Jalan Sutra” oleh Liu Xue Wei.

IMG_6951
Berfoto di depan Museum Ningxia
IMG_7066
Taman Pertanian Xiongying ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya. Selain sebagai pusat pertanian, tempat ini juga menyediakan hunian untuk para petani lengkap dengan sekolah untuk anak-anaknya
IMG_7147
Pavilion Indonesia di pusat E-Commerce Ningxia

Senin, 26 September 2016. Kami melakukan kunjungan ke BN (Bai Nien) Vacational School. Sekolah berasrama ini memiliki 3 (tiga) jurusan, yakni jurusan masakan halal, desain grafis, dan teknik listrik. Didirikan pada tahun 2005, BN SMK (BNVS) adalah sekolah bebas biaya kuliah dan menjadi percontohan sekolah kejuruan di tingkat SLTA. Prinsip dari BNVS adalah untuk memberikan pelatihan yang berorientasi kerja untuk siswa dengan program yang dirancang berdasarkan permintaan pasar. Hal ini mengundang banyak perusahaan untuk berpartisipasi bahkan dalam bidang pengajaran. Sejak didirikan pada tahun 2005, semua lulusan telah berhasil memperoleh pekerjaan dimana secara dramatis meningkatkan status keuangan dan kondisi hidup keluarga mereka. Sampai saat ini, BNVS memiliki kampus yang terletak di Beijing, Chengdu, Dalian, Nanjing, Sanya, Wuhan, Yinchuan, Zhengzhou, Lijiang dan Angola. Siangnya kami melakukan kunjungan ke Ningxia University National Science Park. Terjadi interaksi dengan mahasiswa Universitas Ningxia mengenai aktivitas Asosiasi Mahasiswa serta proyek-proyek yang mereka kerjakan.

IMG_7423.JPG
Menari Kecak di BNVS

Selanjutnya embali ke hotel dan mempersiapkan pertunjukkan pada jamuan makan malam. Penampilan terdiri dari Grup Medley Nusantara, Tari Orlando, Tari Kembang Jatoh, Tari Rentak Julian, Tari Bahalai, Tari Saman dan Tari Kecak. Saya sendiri tergabung pada penampilan Tari Kembang Jatoh dan Tari Kecak.

_MG_6509
Berfoto dengan delegasi Bali, Putu Wirmayani. Saya mengenakan baju adat Betawi karena akan menampilkan Tari Kembang Jatoh.
IMG_1492
Tim Tari Kecak untuk Cultural Performance di Tiongkok. Di balik foto ini tersimpan kenangan latihan setiap malam hingga pengalaman berganti pakaian kurang dari 3 menit.
IMG_4592
Di akhir acara, seluruh peserta berganti pakaian untuk mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Saya mengenakan Beskap lengkap dengan Blangkon, sedangkan Mugni Bustari mengenakan pakaian adat asal provinsinya, Sumatera Barat.

Video Tari Kembang Jatoh IChYEP 2016

Selasa, 27 September 2016. Dini hari seluruh delegasi bertolak menuju Kota Wuzhong untuk melakukan kunjungan ke Taman Industri Produk Halal Tiongkok. Salah satu lokasi yang kami kunjungi adalah pabrik sambal Hong Shan He. Kemudian kami menuju Museum Islam China yang bernama Sheng Shi Huixiang dan berkunjung ke Desa Baru Muslim Imigran Etnis Hui Tiongkok. Kami juga mengunjungi Masjid terbesar di Kota Wuzhong. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi perkembangan agama Islam etnik Hui di Provinsi Ningxia, salah satu provinsi dengan penduduk mayoritas Muslim selain propinsi Xinjiang di negara China. Masjid ini berada diurutan ke 5 masjid terbesar di China dan menduduki urutan ke 46 mesjid terbesar yang ada di seluruh dunia. Nuansa arsitektur China masih tampak pada bagian atap masjid yakni bersusun tiga yang bagian tepinya melengkung ke atas. Dibangun pada masa dinasti Ming pada tahun 1524, masjid ini dikelilingi pagar tembok tinggi dengan pintu gerbang besar seperti benteng. Di halaman dalam terdapat 2 bangunan Masjid yang memperlihatkan perpaduan arsitektur China dan Arab dihiasi kaligrafi dibagian dinding dan pilarnya.

IMG_0928
Para musisi ini menyambut kami dengan lagu Bengawan Solo. Wow!
IMG_1010
Masjid Wuzhong di Ningxia

Rabu, 28 September 2016. Delegasi melaksanakan kunjungan ke Balai Masyarakat. Terdapat semua bidang kantor dalam satu gedung dengan menggunakan sistem satu pintu. Jadi masyarakat dalam berurusan tidak perlu keluar gedung untuk mengurus dokumen atau layanan yang mereka perlukan. Hal ini jelas mempermudah jalannya program kemasyarakatan dan atau pemerintahan yang menjadikan Ningxia model percontohan bagi daerah lainnya. Hari kami ditutup dengan dua kunjungan: Museum Kedokteran Etnis Hui di Universitas Kedokteran Ningxia dan PT. Iptek Digital Sheng Tian Cai Ningxia, yaitu perusahaan digital animasi.

Kamis, 29 September 2016. Ini adalah hari terakhir kami di Yin Chuan. Pagi harinya kami langsung menuju Bandara Hedong. Penerbangan Yin Chuan – Shanghai membutuhkan waktu sekitar 2 jam 10 menit. Kota Shanghai, tujuan kami berikutnya, adalah salah satu kota penting di abad ke-19 karena perdagangan dan lokasi pelabuhan yang menguntungkan. Kota ini adalah salah satu dari lima kota yang dipaksa terbuka untuk perdagangan luar negeri. Kota ini kemudian berkembang sebagai pusat perdagangan antara Tiongkok dan bagian lain dari dunia (terutama negara-negara Barat), dan menjadi pusat keuangan utama di kawasan Asia-Pasifik di tahun 1930-an. Namun, dengan pengambil alihan Partai Komunis daratan pada tahun 1949, perdagangan terbatas pada negara-negara sosialis, dan pengaruh global menurun. Pada 1990-an, reformasi ekonomi yang diperkenalkan oleh Deng Xiaoping mengakibatkan melesatnya pembangunan sehingga membantu kembalinya keuangan dan investasi asing ke kota.

Sesampai di Bandara International Pudong Shanghai kami menuju Menara TV & Radio Mutiara Oriental dan Museum Perkembangan Sejarah Kota Shanghai (Oriental Pearl Tower). Menara ini berada di Pudong Park di Lujiazui, Shanghai. Oriental Pearl TV Tower merupakan menara TV tertinggi keempat di dunia dengan tinggi 468 meter, hanya kalah tinggi dari menara yang terletak di Tokyo, Toronto dan Moscow. Selain tingginya menara yang memukau, arsitektur yang unik dari menara ini menjadi nilai plus. Menara ini tepat di antara Jembatan Yangpu di timur laut dan Jembatan Nanpu di Barat Daya, sehingga jika dilihat dari atas akan tampak seperti gambar dua naga sedang bermain dengan butiran – butiran mutiara. Oriental Pearl TV Tower tidak hanya digunakan sebagai menara pemancar televisi dan radio, tapi juga terdapat Shanghai Municipal History Museum, serta hotel yang terdiri dari 25 kamar mewah yang menyajikan pemandangan kota Shanghai. Dan yang paling menarik di bagian puncak menara terdapat tempat khusus untuk para wisatawan menyaksikan keindahan kota Shanghai dengan sudut yang mampu berputar 360 derajat.

Malamnya saya dan beberapa delegasi memutuskan untuk melancong ke beberapa tempat di Shanghai. Saya sendiri mengunjungi The Bund, sebuah landmark terkenal yang berada di tengah kota Shanghai. Dari tempat ini saya dapat melihat keseluruhan kota Shanghai, mulai dari Oriental Pearl TV Tower beserta gedung-gedung pencakar langit lainnya.

DSC_0185
The Bund, Shanghai

Jum’at, 30 September 2016. Hari ini adalah hari terakhir kami di Shanghai, sekaligus hari terakhir di Tiongkok. Kelompok pertama yang menaiki Chatay Airlines harus berangkat lebih dulu. Perjalanan Shanghai – Jakarta juga ditempuh dalam waktu ±7 jam dengan transit di Hong Kong terlebih dahulu. Disusul kelompok dua, tiba di Jakarta dan kembali ke Hotel Ambhara.

 

Fase Re-Entry

Sabtu, 1 Oktober 2016. Kegiatan pagi diawali dengan diskusi. Diskusi ini dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dengan untuk membahas esensi program, tujuan program, efektivitas kegiatan program dan rekomendasi ICHYEP di tahun berikutnya. Tak lama kami pun menerima materi re-entry program dan evaluasi. Materi pertama diberikan oleh Mirhan Tabrani yang berjudul Post Program Activity. Post Program Activity merupakan bukti dari sebuah komitmen serius para delegasi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) menjadi suatu program wajib yang harus dilaksanakan oleh para delegasi terpilih dari tiap-tiap daerah. Sore hari hingga malamnya kami melasanakan Farewell yang diwarnai dengan tangis sedih dan senyum haru.

IMG_8404
Sesi sharing untuk merefleksikan apa saja yang telah didapat dari IChYEP, serta implementasi nilai-nilai program di masa depan (misal: dalam bentuk PPA)
IMG_8741
Tangis haru delegasi saat akan berpisah di Farewell Night

Minggu, 2 Oktober 2016. Semua delegasi pulang ke daerahnya masing-masing dengan membawa pengalaman luar yang sangat luar biasa. Setiap orang bisa saja pergi melancong ke negara lain. Namun, menjadi delegasi resmi bangsa sendiri … itu berbeda ceritanya.


Profil Singkat Risqika Edni Doni Achsan

Risqika Edni Doni Achsan (Doni) adalah mahasiswa tahun terakhir di Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Di kampusnya Doni menyabet tiga gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) sekaligus: Mapres Fakultas Teknik, Mapres Terfavorit UGM, dan Mapres Utama 2 UGM tahun 2016. Gemar melukis sejak kecil, ia kerap menjuarai lomba lukis bahkan pernah menyabet juara 1 se-Amerika Serikat saat mengikuti program pertukaran pelajar AFS/YES tahun 2011-2012. Peraih medali emas PKM-GT di PIMNAS ke-27 ini berhasil masuk 100 besar kompetisi desain pesawat tingkat dunia yang diselenggarakan oleh AIRBUS dan UNESCO. Lahir di Magelang, 10 April 1994, Doni juga merupakan pemenang XL BOD Challenge tahun 2015 dan berhak menjadi Chief Marketing Officer membawahi 3000 lebih karyawan XL Axiata selama seminggu. Doni terpilih menjadi salah satu global scholars perusahaan Amerika Serikat, Cargill, dan telah menyelesaikan training kepemimpinannya di Minneapolis pertengahan Agustus 2016. Doni juga dianugerahi penghargaan sebagai satu-satunya delegasi yang menyabet dua gelar sekaligus di Singapura, yakni Best Position Paper dan Best Delegate untuk komite Global Competitiveness. Dua penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Singapura dalam acara Youth Model ASEAN Conference 2016 yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam Endowment pada 2-7 Oktober lalu. Saat ini Doni adalah asisten untuk Laboratorium Supply Chain Engineering and Logistics (SCiLOG) Program Studi Teknik Industri UGM. Ia berharap agar cepat lulus dengan predikat baik dan kedepannya dapat melanjutkan studi di bidang rantai pasok, manajemen, atau bisnis.

SELEKSI PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2017 – PROVINSI JAWA TENGAH

banner form podio ppan 2017 (1)

Apakah kamu Duta Muda Indonesia berikutnya?

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Tahun 2017.

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah yang dibuktikan melalui KTP Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah hingga program selesai
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau keterampilan yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti semua program pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI sebelumnya

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • ASEAN Students Visit India (ASVI) : 1 orang putra, usia 19-24 tahun
  • Indonesia – Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) : 1 orang putri, usia 23-27 tahun
  • Indonesia – Korea Youth Exchange Program (IKYEP) : 1 orang putri, usia 18-24 tahun
  • Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) : 1 orang putri, usia 20-30 tahun

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2017
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2017 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2017 sebelum hari Sabtu, 8 April 2017 pukul 17:00 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2017 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (21 Maret – 8 April 2017)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2017)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2017)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (13 April 2017)

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2016

ASEAN Students Visit India (ASVI) atau di India dikenal dengan ASEAN-India Student Exchange Program (AISEP) adalah program yang diselenggarakan oleh Confederation of Indian Industry (CII) dan Ministry of External Affairs India. Program ini diikuti oleh 10 negara ASEAN selama 10 hari dengan kegiatan berupa kunjungan kenegaraan, kunjungan ke perusahaan dan industri, kunjungan ke universitas ternama di India, kunjungan ke tempat bersejarah dan cultural exchange. Tujuan dari program ini untuk memperkuat hubungan diplomatik antara India dengan negara-negara ASEAN dan meningkatkan pemahaman mengenai kebudayaan dan perokonomian India, serta sebagai sarana pemuda ASEAN untuk mempelajari perkembangan ekonomi dan teknologi di India.

Tahun 2016, Nailul Husna dari Kota Semarang menjadi delegasi dari Jawa Tengah untuk program PPAN ASEAN Students Visit India. Ia bersama 23 delegasi dari provinsi lain di Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi Kota Mumbai, Pune, New Delhi dan Agra pada Bulan November 2016.

Mumbai

Mumbai atau city of Bollywood adalah kota pertama delegasi Indonesia mendaratkan kaki di India. Di Mumbai, delegasi Indonesia bergabung dengan delegasi dari negara Brunei, Malaysia, Laos dan Kamboja. Sedangkan delegasi dari negara ASEAN lainnya mengunjungi kota yang berbeda.

Ada beberapa perusahaan di Mumbai yang dikunjungi oleh para delegasi, antara lain Godrej Factory yang merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari home production hingga aerospace company. Kemudian ada L&T Institute, yaitu perusahaan sistem keamanan dan teknologi yang mampu menjamin kerahasiaan sistem negara India. Kami juga berkesempatan mengunjungi Bombay Stock Exchange (BSE) atau bursa saham Bombay (Bombay adalah nama lama dari Mumbai).

Selain perusahaan dan bursa saham di Kota Mumbai, para delegasi juga mengunjungi dua universitas ternama yaitu IES Business and Management College dan Whistling Wood Art & Design International School. Di IES College delegasi banyak berinteraksi dengan para mahasiswa ekonomi yang juga mempertunjukkan kesenian budaya mereka dengan menyanyi dan menari. Sedangkan Whistling Wood adalah sekolah media & art yang telah menghasilkan ratusan seniman di India baik yang di depan layar maupun belakang layar. Di akhir kunjungan para delegasi mendapat seminar dari pemerhati dan ahli perfilman yang menjelaskan betapa pesatnya perkembangan industri film di India, dimana India mampu menghasilkan 200 lebih judul film dalam satu tahun.

1.PNG

Ketika berkunjung ke Whistling Wood International School di Mumbai

Pune

Pune adalah kota yang terletak di dataran tinggi dengan suhunya berada di kisaran 18 – 25 derajat celcius dan bisa lebih dingin saat malam hari. Dari Mumbai menuju Pune memakan waktu sekitar 4 jam dengan bus. Kami mengunjungi dua tempat di Kota Pune yakni Tata Motors dan Symbiosis International School. Tata Motors adalah perusahaan mobil buatan India yang telah berekspansi hingga ke Afrika, Latin Amerika, Eropa, Rusia, Timur Tengah dan negara-negara di Asia.

Di Tata Motors kami diajak berkeliling menggunakan mobil perusahaan untuk melihat-lihat bagaimana proses perakitan mobil dari mulai mobil sedan hingga truk. Dan diakhir kunjungan, kami dipertontonkan film dokumenter sejarah berdirinya Tata Motors.

Sedangkan di hari kedua, kami diajak berkunjung ke Symbiosis International School. Sebuah kampus yang terletak di perbukitan Kota Pune. Sesuai predikatnya yang internasional, bukan hanya mahasiswa India yang berkuliah disini. Kami bertemu mahasiswa dari Zambia, Bangladesh, Nepal, dll. Pengajarnya pun ada yang datang dari Negara Iran.

New Delhi

Kami berangkat ke New Delhi dari kota Pune menggunakan pesawat dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Kami sampai di New Delhi sekitar pukul 24:00 dan langsung menuju hotel. Di hotel inilah semua negara ASEAN berkumpul. Kami bertemu dengan delegasi dari Negara Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang telah melakukan perjalanan ke Kota Bengalore dan Hyderabad. Hari pertama di New Delhi, kami habiskan dengan mengunjungi JCB Construction, sebuah perusahaan yang memproduksi alat-alat berat. Selain perusahaan JCB, kami juga berkunjung ke perusahaan Sona Koyo, perusahaan yang memproduksi mesin steer untuk mobil dengan konsumen utamanya adalah Tata Motors dan Maruti Suzuki.

Di Kota New Delhi kami juga diajak mengunjungi pasar kerajinan dan kesenian, Dilli Haat. Banyak kerajinan India yang bisa ditemui seperti kain sari, sandal, kurta, dan cinderamata lainnya.

3.jpg

Pasar kerajinan dan seni Dilli Haat, New Delhi

Selain perusahaan dan tempat perbelanjaan, kami juga diajak ke sebuah situs bersejarah Humayun’s Tomb. Adalah sebuah makam kaisar Mughal yang didirikan oleh istri pertamanya dan disesain oleh arsitektur Persia.

Perusahaan, pusat perbelanjaan, bangunan bersejarah sudah kami kunjungi. Selanjutnya kami mengunjungi kampus ternama di New Delhi yakni Amity University. Selain Amity University, sebenarnya kami juga mempunyai jadwal untuk berkunjung ke Jawaharlal Nehru University (JNU). Tapi karena waktu yang benar-benar terbatas akhirnya kunjungan ke universitas tersebut di skip.

4.jpg

Amity University, New Delhi

Keluar dari kampus, kami melanjutkan kunjungan ke Foreign Service Institute by Ministry of External Affairs India. Kami mengikuti seminar tentang perekonomian India dan hubungan India dengan negara-negara di dunia.  Selain Foreign Service Institute, kami juga mengikuti seminar di India Habitat Center (IHC). Sebuah institusi yang menjalankan pergerakan demokrasi di India dan membawahi Election Comission of India. Dan kunjungan terakhir kami di New Delhi adalah KBRI. Kami, delegasi Indonesia, berkesempatan untuk silaturahim ke KBRI India yang saat ini dipimpin oleh Duta Besar Bapak Rizali .W Indrakusuma. Kami mendapatkan banyak petuah dan nasihat dari Bapak Rizali tentang apa saja yang bisa kita ambil dan pelajari dari India serta meningkatkan jiwa nasionalisme pemuda.

5

Suasana saat berkunjung ke Foreign Service Institute

6

Bersama Dubes RI untuk India, Rizali .W Inderakusuma

7

Setelah performance berfoto bersama panitia CII

Malam tanggal 28 November 2016 Kami mengikuti pertunjukan kebudayaan dari negara-negara ASEAN, dan Indonesia berhasil menampilkan pertunjukan silat, medley lagu daerah, tari Saman, tari Zapin dan ditutup dengan Tari Kreasi yang merupakan perpaduan tari Jawa, Batak dan Bali dengan sempurna.

Agra

Kami hanya mengunjungi satu tempat bersejarah di Kota Agra, yakni the magnificent Taj Mahal. Satu dari bangunan terindah di dunia yang mampu memukau siapa pun yang memandangnya. Disana kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya India.

8

Delegasi berpose di depan bangunan megah Taj Mahal

Itulah perjalanan singkat kami di India selama 10 hari di empat kota. Kami menemukan sahabat, keluarga, ilmu dan pengalaman yang begitu berharga. Travelling berkeliling ke tempat yang belum pernah dituju memang selalu menyenangkan. Namun itu semua menjadi jauh lebih bernilai ketika dilakukan dengan membawa nama Indonesia dan garuda tersemat di dada dan saya merasa sangat beruntung bisa menjadi delegasi Indonesia, Jawa Tengah khususnya dalam program ASVI 2016.

________________________________________________

 Profil Singkat Nailul Husna

Nailul Husna menyelesaikan studinya pada tahun 2015 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Ia aktif tergabung di organisasi dan kegiatan kepanitiaan selama masa perkuliahan. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga sekretaris di organisasi Paduan Suara Mahasiswa selama dua periode. Ia juga beberapa kali dipercaya menjadi koordinator event untuk acara-acara besar seperti seminar nasional kesehatan dan juga konser paduan suara mahasiswa. Tidak hanya di organisasi, Nailul Husna juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menjadi peserta International Camp untuk pemberdayaan anak-anak di lingkungan prostitusi yang dinaungi oleh PKBI Semarang bersama dengan relawan dari Jepang. Sejak 2010 hingga sekarang ia aktif menjadi relawan di Yayasan Bina Antar Budaya Semarang. Prestasi yang pernah diraih salah satunya menjadi peserta program pertukaran pelajar ke Jepang yang diadakan oleh organisasi internasional Jenesys bekerja sama dengan AFS Intercultural Program. Saat ini ia disibukkan dengan start up di bidang jasa yang tengah ditekuninya dan menjadi pendiri sekaligus ketua komunitas sosial Impressive Santri.