Pengumuman Seleksi Final – PPAN 2015

Sugeng siang Jawa Tengah!

Setelah melalui rangkaian seleksi semifinal dan final yang diadakan pada tanggal 21 Mei 2015, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP)

  1. Eri Dwi Cahyono – Kota Surakarta
  2. Hamid Dimyati – Kabupaten Batang
  3. Nararia Hutama Putra – Kabupaten Semarang
  4. Ahmad Iklil Muna – Kabupaten Pati
  5. Inan Akhmad – Kota Semarang

China-Indonesia Youth Exchange Program (ICYEP)

  1. Briliani Dwi – Kabupaten Klaten
  2. Zeanitta Tiffany – Kabupaten Semarang
  3. Lutfiana Ilma – Kabupaten Pekalongan
  4. Aditya Very Cleverina – Kabupaten Kudus
  5. Anindita Kusumastuti – Kota Semarang

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP)

  1. Putri Hapsari – Kota Salatiga
  2. Kifti Halimah Islami – Kabupaten Kudus
  3. Linda Wahyu – Kabupaten Kebumen
  4. Rahmatika Dwi – Kabupaten Brebes
  5. Nur Atiroh – Kabupaten Grobogan

ASEAN Students Visit India (ASVI)

  1. Dwiyanto – Kota Semarang
  2. Rizky Rajabillah Purwoko – Magelang
  3. Yuvenico Wicaksono – Kota Semarang
  4. Steven Suhandono – Kabupaten Kudus
  5. M Abid Dzulfikar – Kabupaten Kendal
  6. Dwi Wahyu A – Jepara

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP)

  1. R. Ade Pramudhito – Kota Semarang
  2. Greget Kalla Buana – Kabupaten Klaten
  3. Gregorius Prima Putra – Kabupaten Purworejo
  4. Antovany Reza – Kabupaten Batang
  5. Fahry Maulana – Kota Semarang

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih! Kepada kandidat peringkat satu dan dua, diharapkan untuk dapat segera melengkapi persyaratan administrasi PPAN 2015 sesuai surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah kami kirimkan melalui email. Pertanyaan mengenai kelengkapan berkas dapat dilakukan dengan menghubungi:

  • Ari Carolina (PCMI Jawa Tengah) : 0838 3868 5500

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2015 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

Pengumuman Seleksi Administrasi – Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2015

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar yang mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2015.

Selama masa pendaftaran, terdapat ratusan pendaftar yang telah mengirimkan formulir aplikasi. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:  (i) kontribusi sosial yang dilakukan dalam masyarakat, (ii) prestasi yang telah dicapai, (iii) kemampuan organisasi, kepeloporan, dan kepemimpinan, serta (iv) esai.

Berikut ini adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2015: Daftar Peserta PPAN 2015

Selanjutnya, kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yang akan dilaksanakan pada:

Kamis, 21 Mei 2015

Lokasi: Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah

Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang

Pendaftaran ulang pukul 07.00-08.30

Dress code: Formal

Peserta yang telah lolos mengikuti seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli sebagai berikut:

  1. Form aplikasi PPAN 2015
  2. Foto berwarna ukuran 4×6, 2 lembar
  3. Sertifikat kompetensi berbahasa Inggris (TOEFL PBT 450 / IBT 45/ IELTS 4 / TOEIC 520)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter/puskesmas
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian setempat
  6. Dokumen pendukung yang diperlukan

Peserta yang tidak dapat menunjukkan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur. Semua berkas dimasukkan dalam map atau folder berwarna:

  • Kuning untuk SSEAYP
  • Biru untuk ASVI
  • Bening untuk IMYEP
  • Hijau untuk IKYEP
  • Merah untuk ChIYEP

Mekanisme seleksi final dapat diunduh di link berikut ini: Mekanisme Seleksi Final – PPAN Jawa Tengah 2015

Peserta diperkenankan membawa alat musik, kostum, atau properti pendukung lain untuk keperluan seleksi. Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN tahun ini. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di tahapan seleksi selanjutnya. Matur nuwun!

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2015 – Provinsi Jawa Tengah

PPAN Jawa Tengah 2015

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Bergabunglah dan tunjukkan kemampuanmu sebagai duta muda Indonesia berikutnya!

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai Indonesia dan dunia internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film making, menulis, public speaking, membatik, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 [PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH] 

  1. China-Indonesia Youth Exchange Program (ChIYEP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  2. Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP): 1 orang putra, usia 18-24 tahun
  3. Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putri, usia 23-27 tahun
  4. Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  5. ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putra, usia 19-24 tahun.

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: application-form-ppan-jawa-tengah-2015
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2015 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. SKCK dari polsek/polres setempat (SKCK tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang).
  6. Dokumen pendukung yang relevan (misal: sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll).

Semua persyaratan tersebut dikirimkan dalam 1 email ke: pcmijateng@gmail.com sebelum hari Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 18.00 dengan subject “PPAN2015 (spasi) Nama Program (spasi) Nama Pendaftar” contoh: PPAN2015 IMYEP Dewi Lestari

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2015 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 [PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (4 Mei – 16 Mei 2015)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (18 Mei 2015)
  3. Semifinal & Final di Semarang, Jawa Tengah (21 Mei 2015)

[CONTACT US]

Twitter: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) 2014

Zakia Nurus Syifa dan Rifan Bachtiar mewakili provinsi Jawa Tengah dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada / Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) 2014. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Canada World Youth ini terdiri dari dua fase yaitu fase Kanada dan fase Indonesia dimana masing-masing fase berdurasi selama 3 bulan. Selama program, satu orang pemuda Indonesia akan dipasangkan dengan satu orang pemuda Kanada sebagai counterpart yang akan hidup bersama dalam satu keluarga angkat atau disebut dengan host family. Program ICYEP 2014 terdiri dari 45 peserta dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 5 grup yaitu grup Nanaimo, BC- Pulau Kelapa, DKI Jakarta; Camrose, Alberta- Pulau Tidung, DKI Jakarta; Whitehorse, Yukon-Pulau Pramuka DKI Jakarta; Duncan, BC-Pondok Meja Jambi; dan Haidagwaii-Muaro Pijoan, Jambi.

20150318023421     1913380_877148882303636_116258018719074251_o

Selama di Kanada, peserta menjalani program magang di lembaga non-profit. Syifa membantu Cowichan United Way – sebuah organisasi non-profit yang menggalang dana untuk organisasi komunitas lainnya. Ide di balik organisasi ini adalah untuk mendukung organisasi komunitas lokal yang bersifat non-profit agar mereka dapat fokus pada isu yang mereka kerjakan tanpa diganggu aktivitas penggalangan dana. Salah satu dari acara penggalangan dana yang akan diadakan November sampai pertengahan Desember adalah ‘Feel Good Friday’. Program ini merupakan kerja sama antara United Way dengan bisnis lokal dalam mempromosikan bisnis lokal dan berbagi keuntungan yang mereka dapatkan. Mereka dapat mendonasikan presentase atau sejumlah dolar setiap penjualan yang mereka lakukan pada hari Jumat. United Way akan mempromosikan setiap bisnis lokal yang bergabung dalam program ini melalui radio lokal, Juice FM, dan juga pada situs United Way dan media sosial seperti Twitter. Melalui hal ini, mereka mempromosikan merek bisnis lokal tersebut pada orang-orang sekitar. Sementara itu, orang-orang dapat mempertimbangkan untuk datang pada bisnis lokal yang bergabung pada program ini karena itu berarti mereka dapat berbelanja dan berdonasi di waktu yang bersamaan.

Pada fase Kanada Rifan Bachtiar ditempatkan pada food bank Nanaimo Loaves and Fishes. Nanaimo Loaves and Fishes adalah LSM yang bergerak dalam kegiatan bantuan sosial dengan program utama yaitu penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap hari lembaga ini akan mengumpulkan makanan dari para donor baik itu masyarakat, institusi ataupun berbagai swalayan yang ada di Kota Nanaimo. Selama satu minggu Rifan bekerja selama 4 hari dengan berbagai tugas seperti sorting dan grading bahan makanan, memberikan pelatihan pada para sukarelawan baru, dan pelayanan kepada para klien Food Bank.

Selain work placement, peserta juga melakukan berbagai kegiatan lain seperti Educational Activity Day – kegiatan peningkatan pemahaman antar counterpart terkait isu-isu yang spesifik seperti pelestarian lingkungan hidup, kesehatan, dan gender; cultural show di Kanada; dan mengikuti acara community engagement di komunitas, seperti membantu melayani Christmas Dinner untuk masyarakat tidak mampu dan mengikuti pertemuan Multicultural Leadership Group. Kegiatan yang mereka lakukan ini dimuat dalam berbagai media cetak dan televise seperti Shaw TV, Radio Malaspina, Radio Canada, Nanaimo Daily News, The Navigator, Nanaimo Bulletin, dan NET TV Indonesia.

Seperti halnya fase Kanada, fase Indonesia juga diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Syifa yang ditempatkan di Pondok Meja, Jambi menjadi project leader pembangunan perpustakaan desa dan berhasil mengumpulkan hampir seribu buku untuk perpustakaan tersebut. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan lainnya seperti pembuatan saung pemuda, pelatihan pembuatan jamu sehat, tanaman hidroponik, dan pelatihan pembuatan keripik yang memberdayakan kelompok wanita tani di Pondok Meja. Adapun Rifan yang ditempatkan di Pulau Kelapa, DKI Jakarta bekerjasama dengan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu melaksanakan kegiatan perawatan persemaian pohon bakau, perawatan penyu dan juga koral. Selain itu, ia juga terlibat dalam renovasi perpustakaan Pulau Kelapa, penanaman 4000 pohon bakau, dan menyelenggarakan acara kesenian Tidung Festival.

* Zakia Nurus Syifa adalah mahasiswi asal Kebumen di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Airlangga. Ia aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi seperti Pelajar Islam Indonesia, Parlemen Muda Indonesia, Yayasan Bina Antarbudaya, AIESEC Surabaya, serta Airlangga Debate Society. Syifa merupakan alumni dari Youth Exchange and Study Program USA (2009-2010), TF-LEARN di National University of Singapore, dan menjadi delegasi muda pertama Indonesia yang dikirimkan ke London dalam acara Open Government Partnership Annual Summit 2013.

** Rifan Bachtiar adalah mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor. Dilahirkan di Pemalang, ia banyak terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang terkait dengan isu pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Di kampus, Rifan menjadi penanggung jawab kegiatan Bina Desa yang mengkoordinasikan program penyuluhan dan pelatihan masyarakat desa oleh mahasiswa. Ia bergabung dalam Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) dan pernah mengikuti Youth Camp for Asia’s Future 2013 di Seoul, Korea Selatan.

Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014

Anindya Kusuma Putri mewakili provinsi Jawa Tengah dalam program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang / Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014. Program ini diselenggrakan oleh Cabinet Office of Japan yang bekerjasama dengan negara-negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dengan tujuan untuk mempromosikan persahabatan dan pemahaman bersama (friendship and mutual understanding). Dalam program ini, 330 pemuda dari Negara-negara ASEAN dan Jepang berlayar selama 52 hari mengelilingi Asia Tenggara dan Jepang menggunakan kapal MS Nippon Maru dan melaksanakan berbagai kegiatan seperti diskusi, penampilan kesenian, workshop kebudayaan, dan kunjungan institusi.

Anindya Kusuma Putri mewakili provinsi Jawa Tengah dalam SSEAYP 2014

Anindya Kusuma Putri mewakili provinsi Jawa Tengah dalam SSEAYP 2014

Program SSEAYP dibuka oleh Mr. Takahiko Yasuda, Director General for The General Promotion of Policy on Youth Affairs and Childrearing, Cabinet Office of Japan di Hotel New Otani Tokyo. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam sebelas kelompok untuk menjalani kegiatan selama 4 hari di sebelas provinsi di Jepang. Provinsi yang dikunjungi Anin adalah Hiroshima. Di fase ini, ia berkesempatan untuk bertemu Wakil Gubernur Hiroshima, mengunjungi Ueda School of Japanese Tea Ceremony dan Hiroshima Peace Memorial Museum, serta tinggal bersama host family. Untuk menutup fase kegiatan di Jepang, peserta kembali berkumpul di Tokyo untuk mengikuti Japan-ASEAN Youth Leader Summit yang diisi dengan kegiatan pameran kebudayaan, pertunjukan kesenian, dan diskusi kepemudaan yang juga dihadiri oleh Princess Kiko yang juga merupakan alumni dari program SSEAYP. Selanjutnya, peserta meninggalkan Jepang dan memulai pelayaran menuju Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Indonesia, dan kembali ke Jepang.

Ada banyak kegiatan menarik yang dilakukan peserta saat kapal singgah di negara-negara tujuan. Di Brunei Darussalam, Anin berkesempatan mengunjungi Japan-Brunei Friendship Association dan mengikuti jamuan makan malam dengan Minister of Culture, Youth, and Spors of Brunei Darussalam. Selanjutnya di Kamboja, peserta berkesempatan untuk mendengarkan general lecture dari Perdana Menteri Kamboja – Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Send dan mengikuti kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Phnom Penh seperti Tuol Sleng Genocide Museum, The Killing Field, dan Royal Palace. Di Myanmar, peserta berkunjung ke Universitas Yangon, Shwedagon Pagoda, dan kediaman pemimpin oposisi Burma – Aung San Suu Kyi. Sementara di negara terakhir yang dikunjungi di Indonesia, peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan mahasiswa/i Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan kunjungan ke PT. PAL.

Untuk mengisi waktu selama pelayaran mengelilingi Asia Tenggara, banyak kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal seperti flag hoisting ceremony, kegiatan team building, workshop kebudayaan, diskusi, dan pertunjukan kesenian. Selama program, Anin tergabung dalam kelompok diskusi dengan tema international relations yang membahas tema ASEAN Economic Community 2015 dan hubungan kerjasama Jepang-ASEAN. Selain itu, ia juga terpilih sebagai chairwoman Solidarity Group yang bertanggung jawab untuk mengadakan kegiatan-kegiatan team building di antara peserta program.

Sebagai penutup dari program ini, kontingen Indonesia mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan pelatihan pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos, pemilahan sampah, dan daur ulang sampah menjadi kerajinan tangan bagi warga pemukiman di kawasan Manggarai, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kolaborasi dengan Bank Sampah My Darling Jakarta dan Indonesia Berkebun.

*Anindya Kusuma Putri lahir di Semarang dan saat ini menjadi mahasiswi tingkat akhir di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Semasa kuliah, ia terpilih menjadi finalis mahasiswa berprestasi FT Undip dan menjabat sebagai presiden organisasi kepemudaan AIESEC Undip. Sebelumnya ia juga terpilih sebagai Gadis Sampul 2008 dan menjadi pembawa acara Jejak Petualang di stasiun televisi Trans7. Anin – demikian panggilan akrabnya – terpilih sebagai Putri Indonesia 2015 dan akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Universe tahun depan.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2014

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) adalah kegiatan kerjasama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia dan Kementerian Belia dan Sukan Malaysia, yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara terutama di bidang kepemudaan. Pada tahun 2014, sebanyak 34 delegasi Indonesia dan 32 delegasi Malaysia menjadi bagian dari IMYEP. Dalam program yang berlangsung selama 23 hari ini, Jawa Tengah diwakili oleh Ridha Swasti Hapsari.

Ridha S. Hapsari, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2014

Ridha S. Hapsari, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2014

IMYEP 2014 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia, dan fase Re-entry. PDT dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada 13-15 Agustus 2014 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI, Jakarta. PDT bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental peserta. Selama PDT, delegasi mendapatkan berbagai pengarahan, brainstorming kegiatan dan materi leadership, character building, media dan kewirausahaan, serta latihan cultural performance.

Fase Indonesia berlangsung pada 16 Agustus-25 September di Jakarta dan Bali. Berbagai kegiatan baik formal maupun non-formal dilaksanakan oleh delegasi IMYEP. Di Jakarta, peserta disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan berkesempatan mengikuti upacara kemerdekaan RI ke-69 di halaman kantor Kemenpora bersama delegasi Malaysia. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Monumen Nasional, diskusi mengenai media bersama Kompas Media Grup, serta kunjungan ke Grand Indonesia dan Thamrin City.

Upacara Hari Kemerdekaan RI di Kantor Kemenpora bersama delegasi Malaysia.

Di Bali, kegiatan utama peserta IMYEP adalah homestay bersama keluarga angkat di Ubud. Masing-masing delegasi Indonesia dipasangkan dengan delegasi Malaysia untuk tinggal di satu keluarga. Dalam homestay ini, delegasi belajar banyak tentang kebudayaan Bali, bagaimana cara membuat topeng, menarikan tari tradisional dan menabuh gamelan Bali. Di akhir homestay, delegasi Indonesia dan Malaysia berkolaborasi menyuguhkan cultural performance di Balai Banjar, Desa Mas, Ubud.

Peserta juga mendapatkan undangan kehormatan untuk berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampak Siring. Para delegasi pun berkesempatan mengunjungi berbagai tempat di Bali, baik formal maupun informal, seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Museum Bajra Sandhi, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Kuta dan Legian, Pantai Nusa Dua, Pasar Seni Sukowati, serta menyaksikan pertunjukan Tari Barong di Sahadewa.

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Museum Bajra Sandhi, Bali

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Museum Bajra Sandhi, Bali

Fase Malaysia berlangsung selama 10 hari, sejak 25 Agustus-3 September. Sama seperti fase Indonesia, kegiatan utama dalam fase ini adalah kunjungan formal dan informal, serta homestay. Fase ini hanya diikuti oleh delegasi Indonesia. Di hari pertama, peserta melakukan courtesy call ke Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kementerian Belia dan Sukan, dan Institut Kemahiran Tinggi Belia Negara (IKTBN), dimana peserta melakukan dialog interaktif dan melihat secara langsung workshop tempat belia Malaysia berinovasi.

Homestay dilakukan selama tiga hari di Kampung Pachitan, Port Dickson, Negeri Sembilan. Kampung Pachitan masih memiliki silsilah dengan Pacitan, Jawa Timur. Warga Kampung Pachitan kebanyakan masih bisa berbahasa Jawa dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Beberapa adat Jawa seperti kenduri, bancakan, pun masih dilestarikan. Di akhir homestay, delegasi Indonesia menampilkan cultural performance seperti parade baju adat, medley nusantara, dan tarian-tarian tradisional.

Cultural Parade, memperkenalkan pakaian adat dan tari tradisional Jawa Tengah di Negeri Sembilan, Malaysia

Cultural Parade, memperkenalkan pakaian adat dan tari tradisional Jawa Tengah di Negeri Sembilan, Malaysia

Delegasi Indonesia juga menyaksikan peringatan hari kemerdekaan Malaysia yang jauh dari kesan seremonial. Hari kemerdekaan Malaysia dirayakan dengan parade rakyat dan flash mob di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur. Dengan demikian, delegasi IMYEP mendapat pengalaman tak terlupakan, yaitu memperingati perayaan kemerdekaan dua negara.

Memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur.

Kunjungan formal dan courtesy call lain di fase Malaysia antara lain ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, dimana peserta berdialog aktif dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Bp. Herman Prayitno, Kementerian Komunikasi dan Multimedia, Malaysia Youth Council dan Bank Negara Malaysia.

Selain kegiatan formal, peserta juga diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata di Malaysia, seperti Petronas Twin Tower, Central Market, dan Melaka. Di Melaka delegasi berkesempatan mengelilingi kota yang ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO tersebut dengan becak hias, menyusuri sungai di Melaka yang bersih dengan river cruise, ke Menara Taming Sari dan lain-lain.

Delegasi IMYEP 2014 berfoto bersama di Petronas Twin Tower, Malaysia

Delegasi Indonesia pulang ke tanah air pada 3 September dan langsung melaksanakan fase Re-entry dan evaluasi. Program ini berhasil mempererat hubungan antar delegasi Indonesia dan Malaysia, memberikan pemahaman bahwa konflik Indonesia-Malaysia tidak semengerikan seperti yang diberitakan media, dan bagaimana memberikan respek satu sama lain di dua negara yang memiliki akar budaya yang nyaris sama. Secara keseluruhan, it’s all about loving your country, and how to upgrade it…

*Ridha Swasti Hapsari adalah alumni jurusan Matematika – Universitas Diponegoro. Saat ini ia bekerja sebagai Quality Controller di sebuah lembaga konsultan Bahasa Inggris dan aktif memberikan pelatihan bahasa Inggris secara cuma-cuma bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sejak tahun 2013 di Semarang. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi majalah kampus Manunggal Undip dan banyak menulis di media online dan media cetak Jawa Tengah. Ridha bisa dihubungi melalui twitternya @RidhaSHapsari.

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2014/2015

Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) / Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) untuk periode 2014/2015 telah dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2014 sampai dengan 12 Februari 2015. Program yang bertujuan untuk menguatkan hubungan Australia dan Indonesia secara kultural dan diplomatik melalui people to people contact ini merupakan program kerjasama pemerintah dari kedua negara yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Pelaksanaan program ini dibantu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), Australia Indonesia Institute (AII) dan The Communication Network (TCN). Setiap tahun, Kemenpora mengirimkan 18 pemuda perwakilan dari beberapa provinsi terpilih untuk menjadi delegasi Bangsa Indonesia. Tahun ini, Jawa Tengah diwakili oleh Hanny Anisatu Suriya dari Kabupaten Rembang.

hanny

Hanny Anisatu Suriya mewakili Jawa Tengah dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (AIYEP)

Program ini terdiri dari dua fase, yakni fase Indonesia dan fase Australia yang masing-masing fase dibagi menjadi fase desa dan fase kota. Pada periode 2014/2015, AIYEP untuk fase Australia dilaksanakan di Australia Barat dimana Perth sebagai fase kota, dan Margaret River sebagai fase desa. Sedangkan untuk fase Indonesia, program ini dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Banjarmasin dan di Desa Mattone.

Sebelum menjalankan program di Australia, 18 delegasi mengikuti Pre- Departure Training (PDT) di Jakarta selama 10 hari. Delegasi Indonesia menginjakkan kaki mereka di kota Perth, Australia Barat pada tanggal 19 Oktober 2014 dan menjalani masa orientasi dengan koordinator lokal dan tim dari TCN sebagai pemateri dan pendamping. Dalam masa orientasi tersebut, peserta mengikuti courtesy call bersama Pemerintah kota Perth dan juga Pemerintah Australia Barat. Seusai masa orientasi, peserta AIYEP dipertemukan dengan keluarga angkat yang akan menjadi salah satu bagian terpenting selama program berlangsung.

CC perth mayor

Courtesy call bersama Walikota Perth

Kegiatan utama di fase Perth dan Margaret River tidak jauh berbeda yakni tinggal bersama host family (keluarga angkat), cultural performance (pertunjukan budaya), dan work placement (magang). Setiap peserta memiliki keluarga angkat yang berbeda dengan peserta yang lain, bahkan tempat tinggal mereka pun ada yang berjauhan. Oleh karena itu, para peserta harus bisa menjalankan kehidupan sehari-hari mereka dengan masyarakat Australia dengan mandiri tanpa bergantung dengan teman sesama Indonesia. Begitu pula saat mereka magang, peserta yang memiliki tempat magang yang berbeda pun harus mampu menempatkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di Australia.

Selama program, peserta menampilkan pertunjukan budaya di sekolah-sekolah yang berbeda, menjalani magang kerja; dan menghabiskan waktu bersama keluarga angkat. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung untuk tinggal dan bekerja di Australia.

wp hs cp

Kegiatan utama di Australia: internship, homestay, dan cultural performance.

Di sela waktu perpindahan dari fase kota ke fase desa, peserta diberikan kesempatan untuk menikmati liburan (mid visit break) di Busselton, sebelum kembali ke Perth untuk menjalani  joint orientation day bersama dengan 18 delegasi dari Australia.

Selama tiga hari, delegasi dari Indonesia diperkenalkan  dengan counterpart mereka delegasi dari Australia. Ketiga puluh enam peserta pun diberikan pengarahan sebelum mereka dikirim ke Indonesia untuk melaksanakan community development di Desa Mattone, Kalimantan Selatan. Agenda terakhir di fase Australia adalah dialog dengan Australia Indonesia Institute dan upacara perpisahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Perth. Hanny menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini.

Mengawali fase Indonesia, ke-36 pemuda dari Indonesia dan Australia mengikuti  re-entry sekaligus courtesy call di di Wisma Menpora dan juga Kedutaan Besar Australia di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Agenda utama di Banjarmasin adalah courtesy call bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan Walikota Banjarmasin. Selain itu, peserta juga mengikuti orientasi sebelum memasuki fase desa di Mattone.

CC menpora

Courtesy Call bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI

Selama fase desa di Mattone, peserta mengadakan community development dalam beberapa aspek meliputi pendidikan, olahraga, pariwisata, pengembangan ekonomi, dan lingkungan. Selama tiga minggu di desa Mattone, para peserta dengan dibantu oleh pemerintah dan warga setempat mengembangkan beberapa kegiatan terkait yang bermanfaat dan berkelanjutan.

wp hs cp ina

Kegiatan community development, magang, homestay, dan pertunjukan budaya selama fase Indonesia

Fase desa diakhiri dengan festival rakyat yang diselenggarakan oleh peserta AIYEP 2014/2015 dan para pemuda Mattone. Kerja keras peserta pun dihargai dengan diadakannya mid visit break di Loksado selama lima hari sebelum memulai fase kota yang dilaksanakan di Banjarmasin. Kegiatan utama di fase kota sama dengan kegiatan yang dilaksanakan di Australia yaitu pertunjukan budaya, magang, dan homestay. Selama magang, setiap peserta Indonesia dipasangkan dengan satu peserta dari Australia.

* Hanny Anisatu Suriya adalah mahasiswi Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang. Ia mengikuti student exchange di Tianjin, China pada tahun 2013 dalam program City Culture Center yang diadakan oleh Universitas Nan Kai. Kecintaannya di dunia pendidikan membuat Hanny ingin terus berkarir dan berkarya sebagai curriculum developer, pengajar Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia untuk penutur bahasa asing. Hanny bisa dihubungi melalui twitternya @luvijoe.