Pengumuman Seleksi Final Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi semifinal dan final yang diadakan pada hari Rabu-Kamis, 13-14 April 2016, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Oscar Yustino Carascalao – Kabupaten Grobogan
  2. Jene Pradana Wisanggeni – Kota Semarang
  3. FX Anjar Trilaksono – Kabupaten Pemalang
  4. Buhat Siswi Yulianto – Kabupaten Tegal
  5. Nararia Hutama Putra – Kabupaten Semarang

INDONESIA – MALAYSIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IMYEP)

  1. M. Chusnul Huda – Kabupaten Grobogan
  2. Johanis Adityawan – Kota Semarang
  3. Irfan Saptian – Kabupaten Banyumas
  4. Lucky Simarda – Kota Tegal
  5. Azmi Zulhilmi – Kabupaten Brebes

INDONESIA – CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP)

  1. Risqika Edni Doni Achsan – Kabupaten Magelang
  2. Dicky Fajar Primavera Nugraha – Kabupaten Klaten
  3. Heranantio Anggoro Putra – Kota Semarang
  4. Miftah Faridl Widhagdha – Kota Surakarta
  5. Muhamad Alfiyan Zubaidi – Kabupaten Magelang

SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dini Puspita Hapsari – Kota Semarang
  2. Restu Ayu Mumpuni – Kota Semarang
  3. Hanny Nurmalita Anggadewi – Kota Semarang
  4. Shofiayuningtyas Lutfiani Yusuf – Kabupaten Kudus
  5. Erika Dwi Andiningtyas – Kabupaten Kendal

ASEAN STUDENTS VISIT INDIA (ASVI)

  1. Nailul Husna – Kota Semarang
  2. Asa Mutia Sari – Kabupaten Semarang
  3. Kharisma Ulinnuha – Kabupaten Batang
  4. Siva Faoziah Fadillah – Kabupaten Purworejo
  5. Fikriyatul Falashifah – Kabupaten Batang

 

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Kepada kandidat peringkat satu, diharapkan untuk dapat segera melengkapi persyaratan administrasi PPAN 2016 sesuai surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2016 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

Catatan: Pengumuman seleksi juga dapat diakses melalui website Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah.

Pengumuman Seleksi Administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016.

Selama masa pendaftaran seleksi online PPAN 2016, PCMI Jawa Tengah telah menerima ratusan aplikasi yang luar biasa. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:

  1. kontribusi sosial yang dilakukan kepada masyarakat;
  2. prestasi yang telah dicapai;
  3. kemampuan organisasi, kepeloporan dan kepemimpinan;
  4. penulisan esai.

Berikut adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016: Daftar Peserta PPAN Jawa Tengah 2016

Kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal : Rabu – Kamis, 13 – 14 April 2016
  • Lokasi : Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang
  • Pendaftaran ulang : 08.00-09.00 WIB
  • Dresscode : Formal

Peserta yang telah lolos seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli dan berkas fotocopy sebagai berikut:

  1. KTP
  2. Formulir Aplikasi PPAN 2016
  3. Formulir Biodata
  4. SKCK Polres
  5. Sertifikat Kompetensi Bahasa Inggris (TOEFL PBT 450 / TOEFL CBT 133 / TOEFL IBT 45 / IELTS 4 / TOEIC 520 / Cambridge Exam: PET / CEFR: B1)
  6. Surat Keterangan Sehat
  7. Laporan Kontribusi Sosial
  8. Dokumen pendukung yang diperlukan
  9. Surat Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota/Kabupaten
  10. Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah yang bisa diunduh di link berikut ini: Formulir Registrasi Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah

Peserta yang tidak dapat menunjukan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur. Semua berkas dimasukkan ke dalam map atau folder berwarna:

  • Merah untuk IChYEP
  • Biru untuk ASVI
  • Bening untuk IMYEP
  • Hijau untuk AIYEP
  • Kuning untuk SSEAYP

Mekanisme seleksi dapat diunduh di link berikut ini: Mekanisme Seleksi Final – PPAN 2016 Jawa Tengah

Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN 2016. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di Semarang untuk seleksi selanjutnya. Good luck!

 

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent

R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015

Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea atau juga disebut Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) kembali digelar. Eri Dwi Cahyono terpilih sebagai delegasi Jawa Tengah untuk program tersebut setelah melalui serangkaian seleksi. Program IKYEP kembali digelar untuk semakin mempererat hubungan baik kedua negara, Indonesa dan Korea Selatan, melalui pemuda. Setiap delegasi diharapkan dapat belajar selama program untuk bekal menjadi pemimpin masa depan.

IMG_0503

Eri Dwi Cahyono, Delegasi Jawa Tengah untuk Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2015

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015 adalah program yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Ministry of Gender Equality and Family of Republic of Korea (Mogef). Tahun 2015 merupakan gelaran ke 6 sejak MoU ditandatangi oleh kedua belah pihak pada tahun 2009. IKYEP 2015 diikuti oleh 20 delegasi Indonesia, yaitu 19 delegasi pemuda dan 1 national leader dari Kemenpora RI. Sementara itu Korea Selatan juga mengirim 20 delegasi yang terdiri dari 17 delegasi pemuda, 2 delegasi dari Mogef, dan 1 delegasi sebagai penerjemah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IKYEP 2015 diselenggarakan dalam dua fase, yaitu fase Korea Selatan dan Fase Indonesia. Sebelum menjalani dua fase tersebut delegasi Indonesia diberi pembelakan dalam fase Pre-Departure Training (PDT) yang diselenggarakan di Wisma PPPON Cibubur Jakarta pada tanggal 29 Oktober – 2 November 2015. Kegiatan PDT ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada delegasi sebelum memulai program.

DSC_1068

Fase Korea Selatan dilaksanakan dari tanggal 3-13 November 2015. Fase ini dilaksanakan di kota Seoul, Incheon, dan Gwangju. Banyak kegiatan yang dilakukan selama fase di Korea Selatan, antara lain courtesy call, intitutional visit, educational visit, cultural exchange, host family, dan tourism visit.

Kegiatan kunjungan resmi kepada instansi pemerintah (courtesy call) dilakukan di Ministry of Gender Equality and Family atau disebut juga Mogef. Selain itu delegasi juga berkesempatan mengunjungi Kedutaan Indonesia untuk Korea Selatan. Diskusi yang dilakukan di Mogef banyak membahas mengenai bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Selain kunjungan formal, delegasi juga melakukan kunjungan di beberapa institusi seperti Seoul Youth Hub, ASEAN-Korea Center, dan Gwangju Youth Training Center.

DSCF1107

Educational visit pada IKYEP 2015 dilakukan di Seoul National University dan Gwangju University. Pada kunjungan di Gwangju University sekaligus dilakukan cultural exchange antara delegasi Indonesia dan mahasiswa Gwangju University di mana kedua delegasi menampilkan kesenian dari negara masing-masing. Delegasi Indonesia telah mempersiapkan beberapa kesenian untuk cultural exchange selama program, baik untuk fase Korea Selatan maupun fase Indonesia. Kesenian tersebut antara lain tari Likok Pulo, tari Zapin Muda Mudi, tari Kembang Jatoh, medley lagu daerah nusantara, angklung, dan lagu theme song IKYEP.

Tak lengkap rasanya jika belum mempelajari sejarah negara setempat. Delegasi juga dapat belajar sejarah Korea Selatan melalui kunjungan ke dua museum, yaitu Memorial Park dan National Museum of Korean Contemporary History

1446908309730

Salah satu kegiatan yang sangat berkesan bagi delegasi Indonesia adalah di saat mereka dapat tinggal bersama keluarga angkat di kota Incheon pada fase host family. Di sini para delegasi diberi kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, khususnya keluarga angkat. Eri selaku delegasi Jawa Tengah sekaligus Youth Leader IKYEP 2015 mengaku banyak belajar saat tinggal bersama keluarga angkat. “Saya belajar masak kimbab, dan ibu angkat saya bilang saya jago, hehe. Selain itu saya banyak ngobrol dengan Jieeun, adik angkat perempun saya yang masih SMA, tentang banyak hal. Bahkan karena terlalu asyik obrolan kita sampai subuh. Ada juga nenek angkat saya, mencoba mengajak berbicara saya meskipun menggunakan bahasa Korea yang tidak begitu saya pahami. Tapi ketulusannya jelas terlihat,” cerita Eri mengisahkan pengalamannya bersama keluarga angkat.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, para delegasi juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata untuk belajar bagaimana perkembangan pariwisata di Korea Selatan. Tempat-tempat tersebut antara lain, Gyeongbok Palace, Seoul City “Tong Tong” Tour, Myeongdong & Nandaemun Market, NANTA Musical, World Cup Stadium, MBC World, dan Namsangol Hanok Village.

DSC_0863

Selesai dengan sepuluh hari fase Korea Selatan, delegasi Indonesia pulang ke tanah air untuk melanjutkan fase Indonesia bersama dengan delegasi Korea Selatan. Setiap delegasi Indonesia mendapatkan satu counterpart delegasi dari Korea Selatan di mana selama fase Indonesia mereka akan berpasangan. Selama fase Indonesia ini delegasi Indonesia dan Korea Selatan tinggal bersama keluarga angkat di Cibeunying Kidul, Bandung.

Banyak agenda menarik selama fase Indonesia, antara lain Bandung City Explorasion yang dikemas layaknya games Running Man yang sangat populer, Creative Industri Workshop, kunjungan ke Bandung Command Center, belajar membatik, workshop film & animasi, workshop angklung, kunjungan ke dusun bambu, dan workshop makanan tradisional. Seluruh delegasi juga mendapat sesi khusus untuk berdiskusi dengan walikota Bandung, Bapak Ridwal Kamil.

Fase Re-Entry menjadi penutup program IKYEP 2015 sebelum delegasi kembali ke daerah masing-masing. Para delegasi mendapatkan pengarahan mengenai kegiatan setelah program. Seluruh delegasi bersama-sama merancang PPA (Post Program Activity) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat usai program.

“Saya belajar banyak. Jika IKYEP disebut sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang sangat berharga, itu benar adanya. Saya berjumpa banyak hal baru. Saya belajar kedisiplinan, saling memahami satu sama lain, kerja sama, dan banyak hal lain yang setelah program saya rasakan menjadi lebih baik. Terimakasih Kemenpora RI, MOGEF, AIKUNA, keluarga angkat saya di Incheon dan Bandung, dan seluruh kawan-kawan saya dari 18 provinsi lainnya. Saya menulis ini dengan rasa rindu,” ujar Eri Dwi Cahyono, yang juga menjabat sebagai Youth Leader IKYEP 2015.

DSCF1595

**Eri merupakan seorang penyiar radio sejak tahun 2012. Mahasiswa berprestasi FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) 2014 ini, juga telah mengukir banyak penghargaan di bidang komunikasi, antara lain Juara Favorit Putra Batik Nusantara 2015, Juara I SCTV Goes To Campus 2015, Juara I Putra Solo 2012 dan Juara II Journalight Pekan Komunikasi 2014. Eri dipercaya menjadi Youth Leader untuk IKYEP 2015.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2015

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) adalah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda pemudi untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan mengenai kebudayaan, sosial ekonomi, kewirausahaan, dan berbagai bidang antar dua negara (Mutual Understanding). Pada tahun 2015, Indonesia diwakili oleh 20 pemuda pemudi terpilih dari 20 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dan satu orang Assistant dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Putri Hapsari Wijayanti adalah perwakilan Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari pulau Jawa untuk IMYEP 2015.

1 (Putri Hapsari Wijayanti, delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2015)

Putri Hapsari Wijayanti, Delegasi Indonesia dalam Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2015

IMYEP 2015 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Malaysia, fase Indonesia, dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, berlangsung selama empat hari dari tanggal 1-4 Oktober 2015 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Pada fase ini, 20 delegasi Indonesia mendapatkan pengarahan, pelatihan fisik maupun psikis, serta materi mengenai Character Building, Public Speaking, Komunikasi Antar Budaya, Soft Diplomacy, Citizen Journalism, Menulis Opini, Travel Arrangement, Grooming, dan latihan Cultural Performance yang diberikan oleh Alumni IMYEP dan para ahli narasumber terkait yang mendukung tema IMYEP 2015, yaitu media dan budaya.

2 (Courtesy call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur)

Courtesy Call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur

Fase kedua yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5-14 Oktober di Kuala Lumpur, Langkawi, dan Kampung Lonek Negeri Sembilan. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan RI yang terletak di Kuala Lumpur disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Herman Prayitno, beserta jajaran staf Kedutaan Besar RI. Pada kesempatan yang langka ini, para delegasi Indonesia memberikan pandangan masing-masing terhadap hubungan bilateral antar kedua Negara, antara lain mengenai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, klaim kebudayaan, efek asap dari Indonesia, maupun program IMYEP. Courtesy call selanjutnya yaitu menghadiri presentasi program kerja di Kementrian Belia dan Sukan Malaysia yang terletak di Putra Jaya. Presentasi ini diwakili oleh Deputy Director International Unit, Youth Development Division, En. Khairul Adri bin Dato Rosli. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri upacara memperingati Hari Sukan yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Langkawi bersama dengan pejabat pemerintahan setempat.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia yaitu city tour mengelilingi Putrajaya dengan cruise, kunjungan ke KLCC Sky Bridge, kunjungan ke Malaysia Tourism Centre (MATIC), dan kunjungan ke Langkawi; antara lain 3D Art Museum, T-shirt printing factory, Haji Ismail Group, Makam Mahsuri, Rams Deko Langkawi, Kilang Minyak Tradisional GAMAT, dan Kilim Geoforest Park.

3 (Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek, Negeri Sembilan)

Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek

Pada fase Malaysia, delegasi Indonesia melakukan homestay di Kampung Lonek selama tiga hari. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan berkunjung ke beberapa industri rumah tangga berupa pembuatan makanan tradisional, mie, dan peternakan lebah (home industry). Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Lonek dan International Youth Centre (IYC). Putri turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Denok dari Jawa Tengah bersama empat delegasi Indonesia lainnya.

4 (Kunjungan delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan)

Kunjungan Delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan

Fase ketiga yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 14-23 Oktober 2015 di Jakarta dan Surakarta. Pada fase ini, delegasi Indonesia dan Malaysia melakukan berbagai macam kegiatan formal dan non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call dilakukan dengan menghadiri pertemuan ke kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan pertemuan ke Balaikota di Surakarta, yang salah satunya diisi dengan youth dialog oleh beberapa narasumber, yaitu praktisi sosial di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, dan entrepreneur muda di Surakarta. Selain itu, delegasi Indonesia dan Malaysia mendapatkan kesempatan untuk melakukan institutional visit ke Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta. Delegasi Indonesia dan Malaysia juga berkunjung ke beberapa media, antara lain Trans TV, CNN Indonesia, dan Solo Pos. Kegiatan menantang dan pertama kali yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia selama di Indonesia yaitu belajar memainkan gamelan dan menampilkannya di SMKN 8 Surakarta serta membatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Beberapa tempat lainnya yang dikunjungi antara lain Monumen Nasional, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta, PT Sri Rejeki Tekstil, Pasar Antik Triwindu, Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaraan, dan Candi Prambanan. Pada fase Indonesia, para delegasi Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan berinteraksi dengan warga lokal melalui homestay yang dilakukan selama lima hari di Kelurahan Kauman yang terkenal dengan pusat batiknya. Fase ini diakhiri dengan cultural performance oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Sunan Surakarta.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama dua hari dari tanggal 23-24 Oktober 2015 di Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Imam Gunawan M.Ap selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemuda serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

5 (Farewell Party di Hotel Sunan Surakarta)

Farewell Party di fase Indonesia

**Putri Hapsari Wijayanti adalah alumni Program Studi IlmuKeperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Selama kuliah, Putri aktif memberikan pendidikan kesehatan di komunitas danpraktik keperawatan di beberapa Rumah Sakit daerah di JawaTengah. Ketertarikan Putri terhadap film dan debat ditunjukan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan Kronik Filmedia UNDIP dan Diponegoro Nursing Debating Community (DNDC) sebagai Minister of Human Resource Development. Lulusan cum laude ini pernah meraih Runner Ups ebagai Putri Kampus PSIK FK 2010 dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Cabin Crew in The World di tahun 2014 saat bekerja menjadi pramugari di Garuda Indonesia. Saati ni, Putri merintis usaha di bidang kuliner yang sudah berjalan selama satu tahun di Tangerang.

 

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015

Dwiyanto menjadi Delegasi Jawa Tengah untuk program ASEAN Students Visit Inda (ASVI) 2015, yang secara formal mulai dilaksanakan pada tahun 2011 berdasarkan pada Memorandum of Understanding (MoU) antara negara-negara ASEAN dan India. Kegiatan pertukaran pemuda dengan India, mempunyai peran strategis dalam rangka menjalin persahabatan dan saling pengertian antar pemuda kedua negara dalam beragam aspek kehidupan.

DSC_0425-01-1-01

Dwiyanto, Delegasi Jawa Tengah untuk ASVI 2015

Program ASVI 2015 terselenggara dari hasil kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Luar Negeri India, dan Confederation of Indian Industry (CII).Tujuan diselenggarakannya program Asean Students Visit India yaitu memupuk rasa persaudaraan dan saling pengertian antar pemuda ASEAN dan India dalam rangka mendorong terciptanya perdamaian dunia,memahami tanggung jawab dan meningkatkan kemitraan untuk pembangunan nasional dan internasional, memberikan bekal kompetensi kewirausahaan sehingga mereka mampu mengasah daya baca terhadap peluang-peluang bisnis untuk kesejahteraan diri dan masyarakat di sekitarnya melalu social entrepreneurship.

Indonesia mendelegasikan 24 pemuda pemudi pilihan yang sudah terseleksi dari 24 Provinsi dan 1 perwakilan Kemenpora sebagai official. Program ini di ikuti oleh 250 peserta dari  Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam

DSC_0138

Delegasi ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015 dari Indonesia

Sebelum diberangkatkan menuju India, para peserta ASVI 2015 terlebih dahulu mendapatkan pembekalan Pre-Departure Training (PDT) selama 3 hari dari tanggal 3 September – 5 Agustus 2015 bertempat di gedung Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang secara resmi dibuka pada tanggal 4 September oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Poerwanti M.Pd.

Selama kurang lebih 10 hari, para peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan dan universitas ternama, baik di ibu kota, New Delhi maupun beberapa kota lain, seperti Indian School of Business, Usha International Ltd dan, Shilparamam, CII-Sohrabji Godrej Green Business Centre Survey, International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) di Hyderabad.

Selama di New Delhi, peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan-perusahaan dan universitas lainnya, seperti; Jawaharlal Nehru University, Foreign Service Institut, Akshardham, Indian Ministry Of Foreign Affair, Qutub Minar, Dilli Haat,Indian Election Comission, Fostis Hospital, Maruti Suzuki, Delhi Metro  OfficedanRespective Ambassador. Selain itu, para peserta ASVI 2015 berkunjung ke Agra, mengunjungi Fortis Hospital, landmark India di Taj Mahal serta Agra Fort yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban di dunia. Pada malam terakhir, program ASVI 2015 ditutup dengan pertunjukan seni oleh masing-masing negara peserta ASVI 2015 pada malam gala dinner di New Delhi.

** Dwiyanto adalah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP). Dwi lahir di Semarang dan aktif dalam berbagai program kemahasiswaan dan kepemudaan, yang ditunjukkan dengan kiprahnya sebagai Kepala Departemen Kewirausahaan FKM UNDIP, Menteri Ekonomi dan Bisnis BEM KM UNDIP, Founder dan Sekretaris Jenderal Komunitas Tangan di Atas (TDA) Semarang serta organisasi Young On Top Campus Ambassador UNDIP Semarang.

Selain organisasi, Dwi juga aktif menginisiasi dan melaksanakan proyek-proyek sosial di daerahnya. Salah satunya proyek sosial Rumah Catering Indonesia, yang telah berjalan selama lima tahun dan telah membantu memberdayakan kaum perempuan di kawasan Bandarhajo, Semarang Utara.