PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

AUSTRALIA-INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP) 2016

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) sudah berjalan lebih dari 30 tahun (sejak 1981). Inti dari program ini adalah people-to-people contact yang bertujuan untuk meningkatkan cultural understanding bagi kedua negara, Indonesia dan Australia. Peserta AIYEP terdiri dari pemuda Indonesia (perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia) dan pemuda Australia. Program dijalankan selama 2 tahap, yaitu tahapan di Australia dengan fase kota dan fase country side masing-masing 1 bulan serta tahap 2 di Indonesia dengan fase kota dan fase desa (community development) masing-masing 1 bulan (tentatif setiap tahunnya). Setiap tahunnya kegiatan AIYEP diselenggarakan di daerah yang berbeda.

14632943_657737627719557_8430577531918982027_n


Pemuda merupakan unjuk tombak dalam membangun sebuah negara yang berdaulat. Maju mundurnya suatu negara tergantung dari kualitas pemudanya. Jika baik maka cerahlah masa depan suatu negara. Namun jika jelek bisa dipastikan mundurlah suatu negara. Seperti yang dikemukakan oleh pepatah Arab “Syubbanul yaum rijaalul ghod” yang artinya adalah pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Berangkat dari pentingnya peran pemuda inilah Pemerintah Republik Indonesia gencar mengirim pemuda pemudi terbaiknya ke luar negeri melalui berbagai program, salah satunya Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PPAN merupakan program yang sangat strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Disamping sebagai media untuk membentuk pemuda Indonesia yang berwawasan global, program ini juga merupakan jembatan diplomasi jangka panjang yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara mitra pertukaran. Adapun negara-negara mitra PPAN antara lain Cina, Korea Selatan, India-ASEAN, Malaysia, Jepang-ASEAN , dan Australia.

Australia dan Indonesia tidak bisa mengelak takdir geografis yang menempatkan kedua negara ini bersebelahan. Untuk memperdalam rasa saling pengertian ke dua negara dalam konteks hubungan orang ke orang, pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia berinisiatif untuk membuat suatu program yang bisa mengakomodir misi tersebut. Maka pada tahun 1981 lahirlah sebuah program pertukaran pemuda yang diberi nama AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) atau dalam Bahasa Indonesianya PPIA (Pertukaran Pemuda Indonesia Australia).

PPIA memiliki dua fase yaitu fase Australia dan fase Indonesia. Untuk fase Australia, PPIA diselenggarakan dan didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade melalui Australia-Indonesia Institute. Sedangkan untuk fase Indonesia program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

PPIA tahun 2016-2017 bertempat di Adelaide untuk fase kota dan Fleurieu Peninsula untuk fase desa. Sedangkan program di Indonesia berlokasi di Sulawesi Selatan yaitu masing- masing di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba untuk fase desa dan Kota Makassar untuk fase kota.

Semasa dua bulan di Australia, delapan belas pemuda Indonesia usia 21-25 tahun tinggal dengan keluarga angkat yang telah ditentukan. Kegiatan di Australia adalah magang di beberapa tempat kerja, memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui kunjungan ke beberapa sekolah, dan melakukan kunjungan resmi ke beberapa instansi pemerintah. Sedangkan selama tinggal di Indonesia para peserta Indonesia bersama-sama dengan delapan belas peserta dari Australia melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (community development) selama tiga minggu di Tanah Beru, Bulukumba. Setelah itu mereka magang kerja di beberapa kantor dan instansi pemerintah di Kota Makassar. Kegiatan untama dari PPIA ini adalah pertunjukan budaya, hidup dengan keluarga angkat, penempatan kerja, mid visit break, dan pemberdayaan masyarakat.

Fase Australia

Tahun ini tuan rumah AIYEP di fase Australia adalah negara bagian Australia Selatan, pada fase kota peserta tinggal di kota Adelaide dan pada fase desa kegiatan terpusat di kota kecil yang merupakan tujuan wisata terkenal di Australia Selatan, yakni Fleurieu Peninsula. Ditulis juga mengenai kegiatan disaat jeda antara fase kota dengan fase desa yakni Mid-Visit Break. Kemudian ditutup dengan orientasi bersama antara peserta Indonesia dengan Australia sebelum keberangkatan untuk melanjutkan program di Indonesia.

Fase Indonesia

Fase  Indonesia  dibuka  dengan  proses  re-entry  peserta  yang  bertambah jumlahnya menjadi total 36 orang termasuk kelompok peserta Australia. Sebelum memulai kegiatan dengan resmi diawali dengan orientasi meliputi pengenalan daerah tujuan dan penyusunan rencana program. Begitu pula, untuk jeda antara fase desa dengan fase kota juga diadakan mid-visit break.


Profil Singkat Oscar Y. Carascalao

Di usianya yang terbilang sangat muda, Oscar Y. Carascalao adalah Deputy Principal dari SMA Krista Mitra Semarang. Memiliki talenta di bidang seni dari kecil, Oscar mahir dengan berbagai alat musik dan memiliki jam panggung cukup panjang sebagai vokalis. Sebagai guru Bahasa Inggris, Oscar telah melakukan banyak penelitian dan beberapa di antaranya telah disajikan di kancah internasional. Di program AIYEP, Oscar didapuk sebagai Group Leader – pemimpin delegasi Indonesia selama program.

The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016

 

SSEAYP adalah singkatan dari The Ship for SouthEast Asian Youth Program alias Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang. Program ini awalnya merupakan kerja sama dari pemerintah Jepang utk “merebut” kembali hati negara-negara Asia Tenggara setelah protes anti modal asing pada tahun 1974. Setelah 43  tahun program ini berlangsung, program ini terus membangun persahabatan dan keluarga yang sungguh akrab. Tujuan utama program ini adalah untuk membangun persahabatan dan saling pengertian, semakin matang program ini semakin ditujukan lagi supaya peserta berkontribusi dalam aktivitas sosial setelah kembali di negara masing-masing. Peserta SSEAYP adalah 330 pemuda dari 11 negara Jepang dan Asia Tenggara. Delegasi dari Indonesia sendiri adalah 28 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini akan berawal di Jepang, seluruh peserta akan berkumpul di Jepang dan mengikuti Youth Leader Summit, lalu peserta akan disebar ke beberapa prefektur di Jepang. Kemudian peserta akan masuk ke kapal Nippon Maru dan memulai pelayaran ke 5 negara.

FB_IMG_1490281491026

Fase Persiapan

Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang atau Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan program tahunan yang disponsori oleh pemerintah Jepang dan didukung oleh negara-negara Asia Tenggara. Saya mengetahui program SSEAYP atau dapat disebut juga dengan kapal pemuda Asia Tenggara dan Jepang dari roadshow yang dilaksanakan oleh PCMI Jawa Tengah di Universitas Diponegoro. Setelah terpilih sebagai peserta, saya beserta delegasi lain memperoleh informasi lengkap tentang hal yang perlu dipersiapkan dari alumni dan SII (SSEAYP International Indonesia) dan juga grup peserta. Selain itu juga ada pihak dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang selalu memberikan informasi tentang persiapan program. Saya juga mendapatkan arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan juga alumni yang berasal dari Jawa Tengah.

Sebelum berangkat, seluruh peserta PPAN yang terpilih dari Jawa Tengah melaksanakan Pre Departure on-line yang dibimbing oleh PCMI Jawa Tengah, dan juga intensif Pre Departure Derah yang dilaksanakan tanggal 19-21 Mei 2016 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan PCMI Jawa Tengah dalam melakukan persiapan pemberangkatan kepada peserta PPAN. Dinpora Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan uang pengganti pembuatan passport dan juga membantu mengurus segala keperluan administrasi.

Materi selama PDT atara lain untuk pembentukan tim yang solid, penguasaan keterampilan, dan materi program serta pembentukan kepribadian Indonesia. Selama PDT kami sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari PDT. Dari sekian banyak materi PDT, materi yang perlu paling berkesan yaitu tentang kedisiplinan, art, dan refleksi untuk menambah kekompakan tim.

Fase Program

Setelah selesai Pre Departure Training,pada tanggal 24 Oktober 2016, Kontingen Indonesia yang  disebut sebagai Garuda 43, dikukuhkan oleh Kemenpora. Keesokan harinya Garuda 43 berangkat menuju Haneda Airport Tokyo . Setelah Sampai di Tokyo , kontingen Garuda 43 melanjutkan courtesey call pertama ke Cabinet Office Of Japan dan orientasi . selanjutnya , Seluruh Participating Youth meninggalkan Cabinet Office of Japan dan menuju National Youth Conference untuk melaksanakan Youth Leaders Summit.

FB_IMG_1487688454372FB_IMG_1490281561180

A. Japan-ASEAN Youth Leaders Summit (YLS) 2016

Japan-ASEAN Youth Leader Summit (YLS) merupakan bagian dari The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke 43 dan dilaksanakan selama Country Program di Jepang. YLS dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai 2 November 2016 di National Youth Center. Adapun kegiatan YLS meliputi diskusi dengan 100 local youth dan 330 participant youth dengan tema besar “Youth Participation in Social Activities”. Selain kegiatan diskusi, terdapat kegiatan pementasan seni dari tiap negara yang berpartisipasi, dan juga pameran (exhibition) dari negara Asean-Jepang. Tujuan dilaksanakannya YLS untuk mengenalkan serta membangun partisipasi dan relasi antar Negara ASEAN dan Jepang.

Kontingen Indonesia berhasil menampilkan kesenian tari kontemporer berjudul “The Fire Mystical Dress”. Tarian kontemporer ini merupakan tarian yang menggambarkan sebuah khayangan, terletak di Bojonegoro, JawaTimur. Tempat ini merupakan tempat api abadi (khayangan api).

B. Onboard Activities

Kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal selama saya mengikuti program bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai self-management dan kepemimpinan. On board activities terdiri atas kegiatan :

B.1. Discussion Group

Pelaksanaan Discussion Group secara umum berlangsung dengan sangat baik. Semua kegiatan yang  sudah direncanakan oleh panitia dapat berjalan sesuai rencana. Secara umum kegiatan diskusi dilakukan di ruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Disini PY dibagi kembali menjadi beberapa group kecil sesuai dengan DG masing-masing. Kegiatan diskusi dilakukan kurang lebih selama 2 jam per pertemuan. Pada kegiatan ini, PY difasilitasi oleh local youth. Local youth berkolaborasi dengan facilitator dan menjalankan diskusi dengan sangat baik. Pada akhir pertemuan, semua group diwajibkan untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan PY lain.

Prestasi Delegasi Jawa Tengah dalam kegiatan ini

Pada kegiatan ini, hampir semua IPY aktif berbicara dan memberikan kontribusi di dalam diskusi. Beberapa IPY juga ditunjuk untuk menjadi wakil dari kelompok masing-masing dalam mempresentasikan tugas mereka. Hal ini juga berdampak pada prestasi IPY pada kegiatan lanjutan dari YLS yaitu kegiatan diskusi di kapal dimana dari 8 Discussion group yang ada, 5 orang IPY menjadi DG Steering Commitee. Salah satunya adalah saya . Saya menjadi SG Steering Committee mewakili Kontingen Indonesia (Country Representative) . Saya bertugas untuk membantu kontingen Indonesia dalam hal diskusi yang merupakan kegiatan yang sangat penting di kapal . 60 % kegiatan di atas kapal adalah kegiatan diskusi. Selain itu , saya juga harus dapat menyampaikan kepentingan Indonesia dan memperjuangkan kepentingan indonesia di dalam DG Subcomm tersebut . di akhir diskusi, Garuda 43 berhasil menentapkan short dan long term project yang akan dilakukan di daerah masing-masing.

B.2. Solidarity Group

Solidarity Group (SG)adalah salah satu kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan solidaritas diantara Participating Youth dari 11 negaa Asia Tenggara dan Jepang. Bentuk kegiatan SG adalah permainan-permainan interaktif yang membuat seluruh Participating Youth berpikir dan saling bekerjasama. Seluruh Participating Youth akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (SG A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Pelaksanaan kegiatan Solidarity Group diakomodasi oleh Solidarity Group Sub- Committees (SG Subcom). SG Subcom terdiri dari satu orang Country Representative dan 2 orang perwakilan dari masing-masing SG Group. Anggota SG Subcom perwakilan Solidarity Group dipilih dengan cara voting disetiap Solidarity Group. Tahun 2016, pelaksanaan kegiatan Solidarity Group dilakukan sebanyak 3 kali.

IMG_20161116_10IMG_20161127_112407

B.3. Club Activities

Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah tutorial pembuatan kerajinan dari kain batik nusantara baik berupa kipas maupun bros dan bandana. Kipas terbuat dari rangka kipas berbahan bambu dan bahan kain batik yang ditempel pada sisi kipas. Warna atau motif dari kain batik ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta ( akan disediakan beberapa jenis motif). Selain itu PY’s juga diajak untuk belajar untuk menulis dengan aksara lontara dari Makasar.

Pada hari kedua kegiatan diisi dengan tutorial tari Zapin Muda Mudi. Tari zapin merupakan budaya tari melayu berasala dari riau. Tari ini di tarikan dahulunya di istana kerajaan dan penarinya yakni laki-laki, tapi sekarang sudah ditarikan oleh perempuan dan bahkan campuran. Tari ini di iringi musik petik yakni gambus dan 3 alat musik pukul yakni marwas.

B.4. Voluntary Activities

Voluntary Activities atau VA adalah aktifitas yang dilakukan dan diorganisir oleh PYs dengan tujuan menyatukan seluruh PYs dan memberikan hiburan bermakna di atas kapal dan bersifat sukarela.

IMG_20170105_2IMG_20161202_2

Country Program

C.1 Country Program Jepang

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Jepang

Country Program Jepang dimulai dengan kedatangan semua peserta pada tanggal 25 Oktober 2016. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi yang dilakukan di Cabinet Office Jepang. Setelah kegiatan ini selesai, semua kontingen menginap di Hotel New Otani Jepang. Pada tanggal 26 kegiatan yang dilakuakan yaitu welcome reception  dan document clearance. Keesokan harinya semua PY melakukan check out  dan menjalankan local program dimana setiap PY dibagi berdasarkan kelompok SG.

Kunjungan kami bersama Solidarity group ialah ke perfektur perfektur di Jepang. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor pemerintahan setempat dan menjalani sharing session mengenai kondisi kebudayaan dan sosial masyarakat di perfektur tersebut. Hari berikutnya kami menjalani kegiatan kunjungan ke sekolah dan tmpat bersejarah di perfektur masing-masin. Hari ketiga dan keempat melaksanakan kegiatan homestay dan berinteraksi dengan keluarga angkat. Sekembalinya dari country program di beberapa perfektur di Jepang, selanjutnya pelaksanaan Youth Leader Summit di NYC. Selanjutnya berdasarkan grup diskusi kita melaksanakan kunjungan ke sebuah tempat usaha yang cukup berkembang di Jepang dan melakukan sharing session mengenai strategi bisnis yang dijalaninya. Serta untuk DG yang lain seperti DG 5 mendapat kunjungan dari Place Tokyo.

C.2.  Country Program Vietnam

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Aktivitas yang dilakukan selama country program antara lain:

  • Welcoming ceremony dan welcoming dinner dilaksanakan di sebuah hotel di H Chi Minh City. Di acara ini kami disambut oleh pejabat kementrian Pemuda Vietnam. Dalam acara ini dijelaskan pentingnya mengenai pentingnya kerjasasama Jepang ASEAN.
  • Institutional visit bersama Discussion Group. Untuk DG 5, kami melakukan institutional visit di sebuah lembaga kesehatan anak bernama Lin Xuan Child Care. Institusi ini adalah satu dari dua institusi yang berada di vietnam yang bertugas untuk merawat anak-anak terlantar maupun anak-anak yang menderita HIV. Sejak tahun 2008 pemerintah vietnam telah encar melakukan tindakan prefentik untuk menurunkan angka kejadan HIV ada anak. Sejak tahun 2008 angka penularan HIV dari Ibu ke anak sudah menurun drastis.
  • Homestay matcing dan homestay program

C.3. Country Program Thailand

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Thailand

Country Program di Bangkok, Thailand merupakan port of call ke tiga setelah Tokyo dan Ho Chi Min. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan rasa bela sugkawa peserta SSEAYP 2016 kepada Thailand yang baru saja kehilangan raja mereka. Semua peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di Tailand disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap. Selain itu, mereka memberikan pita berwarna hitam untuk dikenakan di saku pakaian setiap peserta. Ini merupakan budaya di Thailand jika ada bagian dari keluarga yang meninggal yang akan berlangsung selama 100 hari.

Welcome ceremony di Thailand di laksanakan dengan sangat rapi dan tertib. Kontingen Indonesia kemudian disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand beserta wakilnya. Diawali dengan percakapan ringan, Duta Besar Indonesia sangat takjub dengan kedisiplinan dan kerapian kontingen Indonesia yang sangat terihat berbeda dari peserta lainnya. Beliau memberikan pujian serta pesan-pesan positif untuk Duta Muda Indonesia pada hari itu yang kemudian dimuat di beberapa surat kabar di Thailand dan di Indonesia.

Setelah welcoming ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan courtesy call oleh H.E Prime Minister Thailand. Beliau memberikan apresiasi untuk seluruh peserta SSEAYP atas kesediaan menghormati masa berduka Thailand saat itu. Kegiatan welcoming ceremony kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner yang dilakukan di tempat terpisah dengan welcome ceremony dan courtesy call. Sebelum Welcome dinner dimulai, beberapa excellency memberikan sambutan kepada peserta SSEAYP 2016. Dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diiringi alunan merdu musik yang diciptakan oleh Almarhum Raja Thailand. Semua peserta SSEAYP sangat menikmati makanan yang dihidangkan.

Di hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan institutional visit dan homestay matching. Peserta SSEAYP mendapatkan 5 tujuan tempat yang berbeda berdasarkan Solidarity Group. Pembagiannya adalah sebagai berikut: SG A, B: Chandrakasem Rajabhat University, SG C, D, E: University of Thai Chamber of Commerce, SG F, G: Suan Dusit University, SG H, I: Thammasart University, SG J, K:  Rangsit University. Selama kegiatan institutional visit, peserta SSEAYP diperkenalkan dengan beberapa budaya yang ada di Thailand seperti membuat Loy Krathong, membuat makanan khas Thailand, dan lain sebagainya. Kegiatan selanjutnya adalah Homestay matching yang dilanjutkan dengan homestay selama tiga hari. Selama kegiatan homestay Pys melakukan kegiatan bersama orang tua angkat berupa;

C.4 Country Program Kamboja

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Kegiatan di Kamboja berlangsung selama 2 hari 1 malam. Di hari pertama, para Youth Leader ditemani oleh National Leader Kamboja dan Administator melakukan kunjungan ke National Museum dan Royal Palace di pagi dan siang hari. Lalu sore harinya dilanjutkan dengan courtesy call dengan Prime Minister of the Royal Government of Cambodia. Di malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Dinner Reception hosted by Minister of Education Youth and Sport. Keesokan harinya sebelum kembali ke Bangkok, Youth Leaders, National Leader of Cambodia dan Administrator mengunjungi EA Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang organik. pengenalan dan pertukaran budaya.

C.5. Country Program Singapore

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Port of call ketiga setelah Hochi Minh City, Vietnam dan Bangkok, Thailand adalah Singapore. Aktivitas yang dilakukan Participants Youth selama di Singapura telah terjadwal selamatigahari, yaitu dimulai dari hari Sabtu tanggal 26 November sampai pada hari Selasa tanggal 29 November 2016. Dalam masa empat hari tersebut, Participants Youth diikutsertakan dalam beberapa kegiatan utama yaitu Berth at CCO2, Singapore (pengenalan singkat tentang Singapore) di kapal, ASEAN-Japan Carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth, Homestay, Social Contribution Activities, dan Heritage Trail.

Berth at CCO2 dipimpin oleh dua alumni SSEAYP contigent Singapore yang memberikan pengenalan tentang tradisi, kuliner, tujuan wisata, dan budaya Singapore. Dilanjutkan dengan ASEAN-Japan carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth dimana para peserta diberi kesempatan untuk bertemu langsung beberapa duta besar dan mentri pemuda Singapore, juga mencicipi makanan khas dari berbagai Negara ASEAN dan menikmati beberapa daya tarik wisata Singapore. Homstay di Singapore berlansung pada hari Minggu tanggal 27 November sampai Senin 28 November, jam 10:55.

Social contribution activities dan Heritage Trail merupakan kegiatan paling akhir yang dilakukan berdasarkan Solidarity Group setiap peserta. Adapun komunitas yang dikunjungi diantaranya adalah Sports Care, Beyond Social Service, Food from the  Heart, Foodscape Collective,  4 PM, Ground Up Initiative, Lakeside Family Service, Beyond Social Service, Enabling Village, dan Dignity Kitchen.

IMG_20161220_1IMG_20170115_2IMG_20170323_2

Fase Re-Entry

Re-entry dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 15 Desember – 19 Desember 2016 . Tujuan re-entry adalah untuk evaluasi pelaksanaan program , pembuatan dan pelaksanaan Post Program Activity (PPA) yang dilaksanakan secara jangka pendek dan jangka panjang. Kami melaksanakan PPA Short term ( jangka pendek ) pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 di acara Cer Free Day daerah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Acara tersebut sukses di hari oleh beberapa komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dissabilitas. dan tujuan PPA short term kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat unuk mau belajar mengenai bahasa isyarat. Kami juga mengajarkan mereka bahasa isyarat indonesia (Bisindo) kepada masyarakat . selain itu , kami terdapat photobooth yang berisi tentang kampanye penggunaan bahasa isyarat.


Short Profile of Dini Puspita Hapsari

Dini Puspita Hapsari was chosen as Central Java representative in Indonesian Contingent for 43rd SSEAYP which took place in Japan, Vietnam, Cambodia, Thailand, Singapore, and Indonesia. She graduated from Diponegoro University, majoring public administration with cumlaude predicate. During her study, she has won several awards and competition, including Supersemar scholarship, selection of outstanding students (Mawapres), and became the ambassador of United Nations Survey. With her expertise in politics and government studies, she was awarded the opportunity to learn Civic Engagement in the University of Nebraska by the US State Department. She also managed a project named ASEAN Sustainable Education in rural area project in Cambodia, Thailand and Laos for three years. She is currently the Project Coordinator of #Youth4Dev Project, an initiative focuses on youth force and sustainable development goals (SDGs) with support from the US Embassy.

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2016

ASEAN Students Visit India (ASVI) atau di India dikenal dengan ASEAN-India Student Exchange Program (AISEP) adalah program yang diselenggarakan oleh Confederation of Indian Industry (CII) dan Ministry of External Affairs India. Program ini diikuti oleh 10 negara ASEAN selama 10 hari dengan kegiatan berupa kunjungan kenegaraan, kunjungan ke perusahaan dan industri, kunjungan ke universitas ternama di India, kunjungan ke tempat bersejarah dan cultural exchange. Tujuan dari program ini untuk memperkuat hubungan diplomatik antara India dengan negara-negara ASEAN dan meningkatkan pemahaman mengenai kebudayaan dan perokonomian India, serta sebagai sarana pemuda ASEAN untuk mempelajari perkembangan ekonomi dan teknologi di India.

Tahun 2016, Nailul Husna dari Kota Semarang menjadi delegasi dari Jawa Tengah untuk program PPAN ASEAN Students Visit India. Ia bersama 23 delegasi dari provinsi lain di Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi Kota Mumbai, Pune, New Delhi dan Agra pada Bulan November 2016.

Mumbai

Mumbai atau city of Bollywood adalah kota pertama delegasi Indonesia mendaratkan kaki di India. Di Mumbai, delegasi Indonesia bergabung dengan delegasi dari negara Brunei, Malaysia, Laos dan Kamboja. Sedangkan delegasi dari negara ASEAN lainnya mengunjungi kota yang berbeda.

Ada beberapa perusahaan di Mumbai yang dikunjungi oleh para delegasi, antara lain Godrej Factory yang merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari home production hingga aerospace company. Kemudian ada L&T Institute, yaitu perusahaan sistem keamanan dan teknologi yang mampu menjamin kerahasiaan sistem negara India. Kami juga berkesempatan mengunjungi Bombay Stock Exchange (BSE) atau bursa saham Bombay (Bombay adalah nama lama dari Mumbai).

Selain perusahaan dan bursa saham di Kota Mumbai, para delegasi juga mengunjungi dua universitas ternama yaitu IES Business and Management College dan Whistling Wood Art & Design International School. Di IES College delegasi banyak berinteraksi dengan para mahasiswa ekonomi yang juga mempertunjukkan kesenian budaya mereka dengan menyanyi dan menari. Sedangkan Whistling Wood adalah sekolah media & art yang telah menghasilkan ratusan seniman di India baik yang di depan layar maupun belakang layar. Di akhir kunjungan para delegasi mendapat seminar dari pemerhati dan ahli perfilman yang menjelaskan betapa pesatnya perkembangan industri film di India, dimana India mampu menghasilkan 200 lebih judul film dalam satu tahun.

1.PNG

Ketika berkunjung ke Whistling Wood International School di Mumbai

Pune

Pune adalah kota yang terletak di dataran tinggi dengan suhunya berada di kisaran 18 – 25 derajat celcius dan bisa lebih dingin saat malam hari. Dari Mumbai menuju Pune memakan waktu sekitar 4 jam dengan bus. Kami mengunjungi dua tempat di Kota Pune yakni Tata Motors dan Symbiosis International School. Tata Motors adalah perusahaan mobil buatan India yang telah berekspansi hingga ke Afrika, Latin Amerika, Eropa, Rusia, Timur Tengah dan negara-negara di Asia.

Di Tata Motors kami diajak berkeliling menggunakan mobil perusahaan untuk melihat-lihat bagaimana proses perakitan mobil dari mulai mobil sedan hingga truk. Dan diakhir kunjungan, kami dipertontonkan film dokumenter sejarah berdirinya Tata Motors.

Sedangkan di hari kedua, kami diajak berkunjung ke Symbiosis International School. Sebuah kampus yang terletak di perbukitan Kota Pune. Sesuai predikatnya yang internasional, bukan hanya mahasiswa India yang berkuliah disini. Kami bertemu mahasiswa dari Zambia, Bangladesh, Nepal, dll. Pengajarnya pun ada yang datang dari Negara Iran.

New Delhi

Kami berangkat ke New Delhi dari kota Pune menggunakan pesawat dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Kami sampai di New Delhi sekitar pukul 24:00 dan langsung menuju hotel. Di hotel inilah semua negara ASEAN berkumpul. Kami bertemu dengan delegasi dari Negara Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang telah melakukan perjalanan ke Kota Bengalore dan Hyderabad. Hari pertama di New Delhi, kami habiskan dengan mengunjungi JCB Construction, sebuah perusahaan yang memproduksi alat-alat berat. Selain perusahaan JCB, kami juga berkunjung ke perusahaan Sona Koyo, perusahaan yang memproduksi mesin steer untuk mobil dengan konsumen utamanya adalah Tata Motors dan Maruti Suzuki.

Di Kota New Delhi kami juga diajak mengunjungi pasar kerajinan dan kesenian, Dilli Haat. Banyak kerajinan India yang bisa ditemui seperti kain sari, sandal, kurta, dan cinderamata lainnya.

3.jpg

Pasar kerajinan dan seni Dilli Haat, New Delhi

Selain perusahaan dan tempat perbelanjaan, kami juga diajak ke sebuah situs bersejarah Humayun’s Tomb. Adalah sebuah makam kaisar Mughal yang didirikan oleh istri pertamanya dan disesain oleh arsitektur Persia.

Perusahaan, pusat perbelanjaan, bangunan bersejarah sudah kami kunjungi. Selanjutnya kami mengunjungi kampus ternama di New Delhi yakni Amity University. Selain Amity University, sebenarnya kami juga mempunyai jadwal untuk berkunjung ke Jawaharlal Nehru University (JNU). Tapi karena waktu yang benar-benar terbatas akhirnya kunjungan ke universitas tersebut di skip.

4.jpg

Amity University, New Delhi

Keluar dari kampus, kami melanjutkan kunjungan ke Foreign Service Institute by Ministry of External Affairs India. Kami mengikuti seminar tentang perekonomian India dan hubungan India dengan negara-negara di dunia.  Selain Foreign Service Institute, kami juga mengikuti seminar di India Habitat Center (IHC). Sebuah institusi yang menjalankan pergerakan demokrasi di India dan membawahi Election Comission of India. Dan kunjungan terakhir kami di New Delhi adalah KBRI. Kami, delegasi Indonesia, berkesempatan untuk silaturahim ke KBRI India yang saat ini dipimpin oleh Duta Besar Bapak Rizali .W Indrakusuma. Kami mendapatkan banyak petuah dan nasihat dari Bapak Rizali tentang apa saja yang bisa kita ambil dan pelajari dari India serta meningkatkan jiwa nasionalisme pemuda.

5

Suasana saat berkunjung ke Foreign Service Institute

6

Bersama Dubes RI untuk India, Rizali .W Inderakusuma

7

Setelah performance berfoto bersama panitia CII

Malam tanggal 28 November 2016 Kami mengikuti pertunjukan kebudayaan dari negara-negara ASEAN, dan Indonesia berhasil menampilkan pertunjukan silat, medley lagu daerah, tari Saman, tari Zapin dan ditutup dengan Tari Kreasi yang merupakan perpaduan tari Jawa, Batak dan Bali dengan sempurna.

Agra

Kami hanya mengunjungi satu tempat bersejarah di Kota Agra, yakni the magnificent Taj Mahal. Satu dari bangunan terindah di dunia yang mampu memukau siapa pun yang memandangnya. Disana kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya India.

8

Delegasi berpose di depan bangunan megah Taj Mahal

Itulah perjalanan singkat kami di India selama 10 hari di empat kota. Kami menemukan sahabat, keluarga, ilmu dan pengalaman yang begitu berharga. Travelling berkeliling ke tempat yang belum pernah dituju memang selalu menyenangkan. Namun itu semua menjadi jauh lebih bernilai ketika dilakukan dengan membawa nama Indonesia dan garuda tersemat di dada dan saya merasa sangat beruntung bisa menjadi delegasi Indonesia, Jawa Tengah khususnya dalam program ASVI 2016.

________________________________________________

 Profil Singkat Nailul Husna

Nailul Husna menyelesaikan studinya pada tahun 2015 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Ia aktif tergabung di organisasi dan kegiatan kepanitiaan selama masa perkuliahan. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga sekretaris di organisasi Paduan Suara Mahasiswa selama dua periode. Ia juga beberapa kali dipercaya menjadi koordinator event untuk acara-acara besar seperti seminar nasional kesehatan dan juga konser paduan suara mahasiswa. Tidak hanya di organisasi, Nailul Husna juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menjadi peserta International Camp untuk pemberdayaan anak-anak di lingkungan prostitusi yang dinaungi oleh PKBI Semarang bersama dengan relawan dari Jepang. Sejak 2010 hingga sekarang ia aktif menjadi relawan di Yayasan Bina Antar Budaya Semarang. Prestasi yang pernah diraih salah satunya menjadi peserta program pertukaran pelajar ke Jepang yang diadakan oleh organisasi internasional Jenesys bekerja sama dengan AFS Intercultural Program. Saat ini ia disibukkan dengan start up di bidang jasa yang tengah ditekuninya dan menjadi pendiri sekaligus ketua komunitas sosial Impressive Santri.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2015

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) adalah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda pemudi untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan mengenai kebudayaan, sosial ekonomi, kewirausahaan, dan berbagai bidang antar dua negara (Mutual Understanding). Pada tahun 2015, Indonesia diwakili oleh 20 pemuda pemudi terpilih dari 20 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dan satu orang Assistant dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Putri Hapsari Wijayanti adalah perwakilan Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari pulau Jawa untuk IMYEP 2015.

1 (Putri Hapsari Wijayanti, delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2015)
Putri Hapsari Wijayanti, Delegasi Indonesia dalam Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2015

IMYEP 2015 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Malaysia, fase Indonesia, dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, berlangsung selama empat hari dari tanggal 1-4 Oktober 2015 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Pada fase ini, 20 delegasi Indonesia mendapatkan pengarahan, pelatihan fisik maupun psikis, serta materi mengenai Character Building, Public Speaking, Komunikasi Antar Budaya, Soft Diplomacy, Citizen Journalism, Menulis Opini, Travel Arrangement, Grooming, dan latihan Cultural Performance yang diberikan oleh Alumni IMYEP dan para ahli narasumber terkait yang mendukung tema IMYEP 2015, yaitu media dan budaya.

2 (Courtesy call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur)
Courtesy Call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur

Fase kedua yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5-14 Oktober di Kuala Lumpur, Langkawi, dan Kampung Lonek Negeri Sembilan. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan RI yang terletak di Kuala Lumpur disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Herman Prayitno, beserta jajaran staf Kedutaan Besar RI. Pada kesempatan yang langka ini, para delegasi Indonesia memberikan pandangan masing-masing terhadap hubungan bilateral antar kedua Negara, antara lain mengenai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, klaim kebudayaan, efek asap dari Indonesia, maupun program IMYEP. Courtesy call selanjutnya yaitu menghadiri presentasi program kerja di Kementrian Belia dan Sukan Malaysia yang terletak di Putra Jaya. Presentasi ini diwakili oleh Deputy Director International Unit, Youth Development Division, En. Khairul Adri bin Dato Rosli. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri upacara memperingati Hari Sukan yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Langkawi bersama dengan pejabat pemerintahan setempat.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia yaitu city tour mengelilingi Putrajaya dengan cruise, kunjungan ke KLCC Sky Bridge, kunjungan ke Malaysia Tourism Centre (MATIC), dan kunjungan ke Langkawi; antara lain 3D Art Museum, T-shirt printing factory, Haji Ismail Group, Makam Mahsuri, Rams Deko Langkawi, Kilang Minyak Tradisional GAMAT, dan Kilim Geoforest Park.

3 (Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek, Negeri Sembilan)
Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek

Pada fase Malaysia, delegasi Indonesia melakukan homestay di Kampung Lonek selama tiga hari. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan berkunjung ke beberapa industri rumah tangga berupa pembuatan makanan tradisional, mie, dan peternakan lebah (home industry). Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Lonek dan International Youth Centre (IYC). Putri turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Denok dari Jawa Tengah bersama empat delegasi Indonesia lainnya.

4 (Kunjungan delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan)
Kunjungan Delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan

Fase ketiga yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 14-23 Oktober 2015 di Jakarta dan Surakarta. Pada fase ini, delegasi Indonesia dan Malaysia melakukan berbagai macam kegiatan formal dan non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call dilakukan dengan menghadiri pertemuan ke kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan pertemuan ke Balaikota di Surakarta, yang salah satunya diisi dengan youth dialog oleh beberapa narasumber, yaitu praktisi sosial di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, dan entrepreneur muda di Surakarta. Selain itu, delegasi Indonesia dan Malaysia mendapatkan kesempatan untuk melakukan institutional visit ke Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta. Delegasi Indonesia dan Malaysia juga berkunjung ke beberapa media, antara lain Trans TV, CNN Indonesia, dan Solo Pos. Kegiatan menantang dan pertama kali yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia selama di Indonesia yaitu belajar memainkan gamelan dan menampilkannya di SMKN 8 Surakarta serta membatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Beberapa tempat lainnya yang dikunjungi antara lain Monumen Nasional, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta, PT Sri Rejeki Tekstil, Pasar Antik Triwindu, Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaraan, dan Candi Prambanan. Pada fase Indonesia, para delegasi Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan berinteraksi dengan warga lokal melalui homestay yang dilakukan selama lima hari di Kelurahan Kauman yang terkenal dengan pusat batiknya. Fase ini diakhiri dengan cultural performance oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Sunan Surakarta.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama dua hari dari tanggal 23-24 Oktober 2015 di Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Imam Gunawan M.Ap selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemuda serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

5 (Farewell Party di Hotel Sunan Surakarta)
Farewell Party di fase Indonesia

**Putri Hapsari Wijayanti adalah alumni Program Studi IlmuKeperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Selama kuliah, Putri aktif memberikan pendidikan kesehatan di komunitas danpraktik keperawatan di beberapa Rumah Sakit daerah di JawaTengah. Ketertarikan Putri terhadap film dan debat ditunjukan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan Kronik Filmedia UNDIP dan Diponegoro Nursing Debating Community (DNDC) sebagai Minister of Human Resource Development. Lulusan cum laude ini pernah meraih Runner Ups ebagai Putri Kampus PSIK FK 2010 dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Cabin Crew in The World di tahun 2014 saat bekerja menjadi pramugari di Garuda Indonesia. Saati ni, Putri merintis usaha di bidang kuliner yang sudah berjalan selama satu tahun di Tangerang.

 

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2015 – Provinsi Jawa Tengah

PPAN Jawa Tengah 2015

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Bergabunglah dan tunjukkan kemampuanmu sebagai duta muda Indonesia berikutnya!

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai Indonesia dan dunia internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film making, menulis, public speaking, membatik, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 [PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH] 

  1. China-Indonesia Youth Exchange Program (ChIYEP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  2. Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP): 1 orang putra, usia 18-24 tahun
  3. Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putri, usia 23-27 tahun
  4. Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  5. ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putra, usia 19-24 tahun.

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: application-form-ppan-jawa-tengah-2015
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2015 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. SKCK dari polsek/polres setempat (SKCK tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang).
  6. Dokumen pendukung yang relevan (misal: sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll).

Semua persyaratan tersebut dikirimkan dalam 1 email ke: pcmijateng@gmail.com sebelum hari Sabtu, 16 Mei 2015 pukul 18.00 dengan subject “PPAN2015 (spasi) Nama Program (spasi) Nama Pendaftar” contoh: PPAN2015 IMYEP Dewi Lestari

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2015 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 [PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (4 Mei – 16 Mei 2015)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (18 Mei 2015)
  3. Semifinal & Final di Semarang, Jawa Tengah (21 Mei 2015)

[CONTACT US]

Twitter: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com