PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

PENGUMUMAN SELEKSI FINAL PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2017 – PROVINSI JAWA TENGAH

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi di Semarang, 13 April 2017, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

INDONESIA – MALAYSIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IMYEP)

  1. Annisa Riska Anugraheni (Kabupaten Magelang)
  2. Ratna Widya Iswara (Kabupaten Rembang)
  3. Windhy Monica (Kota Surakarta)

INDONESIA – KOREA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (IKYEP)

  1. Canadia Tessa Pradani (Kabupaten Magelang)
  2. Nur Umi Anizah (Kabupaten Purbalingga)
  3. Adelia Erlita Putri (Kota Semarang)

ASEAN STUDENTS VISIT INDIA (ASVI)

  1. Anggita Ilmariandy (Kabupaten Pati)
  2. Arno Johan (Kabupaten Pekalongan)
  3. Naufal Fakhri Anantri (Kota Pekalongan)

SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Restu Ayu Mumpuni – Kota Semarang
  2. Aditya Very Cleverina – Kota Kudus
  3. Tifani Diahnisa Hardianti – Kota Kudus

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari 12 peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2017. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2017 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2017 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun!

AUSTRALIA-INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP) 2016

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) sudah berjalan lebih dari 30 tahun (sejak 1981). Inti dari program ini adalah people-to-people contact yang bertujuan untuk meningkatkan cultural understanding bagi kedua negara, Indonesia dan Australia. Peserta AIYEP terdiri dari pemuda Indonesia (perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia) dan pemuda Australia. Program dijalankan selama 2 tahap, yaitu tahapan di Australia dengan fase kota dan fase country side masing-masing 1 bulan serta tahap 2 di Indonesia dengan fase kota dan fase desa (community development) masing-masing 1 bulan (tentatif setiap tahunnya). Setiap tahunnya kegiatan AIYEP diselenggarakan di daerah yang berbeda.

14632943_657737627719557_8430577531918982027_n


Pemuda merupakan unjuk tombak dalam membangun sebuah negara yang berdaulat. Maju mundurnya suatu negara tergantung dari kualitas pemudanya. Jika baik maka cerahlah masa depan suatu negara. Namun jika jelek bisa dipastikan mundurlah suatu negara. Seperti yang dikemukakan oleh pepatah Arab “Syubbanul yaum rijaalul ghod” yang artinya adalah pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Berangkat dari pentingnya peran pemuda inilah Pemerintah Republik Indonesia gencar mengirim pemuda pemudi terbaiknya ke luar negeri melalui berbagai program, salah satunya Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PPAN merupakan program yang sangat strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Disamping sebagai media untuk membentuk pemuda Indonesia yang berwawasan global, program ini juga merupakan jembatan diplomasi jangka panjang yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara mitra pertukaran. Adapun negara-negara mitra PPAN antara lain Cina, Korea Selatan, India-ASEAN, Malaysia, Jepang-ASEAN , dan Australia.

Australia dan Indonesia tidak bisa mengelak takdir geografis yang menempatkan kedua negara ini bersebelahan. Untuk memperdalam rasa saling pengertian ke dua negara dalam konteks hubungan orang ke orang, pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia berinisiatif untuk membuat suatu program yang bisa mengakomodir misi tersebut. Maka pada tahun 1981 lahirlah sebuah program pertukaran pemuda yang diberi nama AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) atau dalam Bahasa Indonesianya PPIA (Pertukaran Pemuda Indonesia Australia).

PPIA memiliki dua fase yaitu fase Australia dan fase Indonesia. Untuk fase Australia, PPIA diselenggarakan dan didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade melalui Australia-Indonesia Institute. Sedangkan untuk fase Indonesia program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

PPIA tahun 2016-2017 bertempat di Adelaide untuk fase kota dan Fleurieu Peninsula untuk fase desa. Sedangkan program di Indonesia berlokasi di Sulawesi Selatan yaitu masing- masing di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba untuk fase desa dan Kota Makassar untuk fase kota.

Semasa dua bulan di Australia, delapan belas pemuda Indonesia usia 21-25 tahun tinggal dengan keluarga angkat yang telah ditentukan. Kegiatan di Australia adalah magang di beberapa tempat kerja, memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui kunjungan ke beberapa sekolah, dan melakukan kunjungan resmi ke beberapa instansi pemerintah. Sedangkan selama tinggal di Indonesia para peserta Indonesia bersama-sama dengan delapan belas peserta dari Australia melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (community development) selama tiga minggu di Tanah Beru, Bulukumba. Setelah itu mereka magang kerja di beberapa kantor dan instansi pemerintah di Kota Makassar. Kegiatan untama dari PPIA ini adalah pertunjukan budaya, hidup dengan keluarga angkat, penempatan kerja, mid visit break, dan pemberdayaan masyarakat.

Fase Australia

Tahun ini tuan rumah AIYEP di fase Australia adalah negara bagian Australia Selatan, pada fase kota peserta tinggal di kota Adelaide dan pada fase desa kegiatan terpusat di kota kecil yang merupakan tujuan wisata terkenal di Australia Selatan, yakni Fleurieu Peninsula. Ditulis juga mengenai kegiatan disaat jeda antara fase kota dengan fase desa yakni Mid-Visit Break. Kemudian ditutup dengan orientasi bersama antara peserta Indonesia dengan Australia sebelum keberangkatan untuk melanjutkan program di Indonesia.

Fase Indonesia

Fase  Indonesia  dibuka  dengan  proses  re-entry  peserta  yang  bertambah jumlahnya menjadi total 36 orang termasuk kelompok peserta Australia. Sebelum memulai kegiatan dengan resmi diawali dengan orientasi meliputi pengenalan daerah tujuan dan penyusunan rencana program. Begitu pula, untuk jeda antara fase desa dengan fase kota juga diadakan mid-visit break.


Profil Singkat Oscar Y. Carascalao

Di usianya yang terbilang sangat muda, Oscar Y. Carascalao adalah Deputy Principal dari SMA Krista Mitra Semarang. Memiliki talenta di bidang seni dari kecil, Oscar mahir dengan berbagai alat musik dan memiliki jam panggung cukup panjang sebagai vokalis. Sebagai guru Bahasa Inggris, Oscar telah melakukan banyak penelitian dan beberapa di antaranya telah disajikan di kancah internasional. Di program AIYEP, Oscar didapuk sebagai Group Leader – pemimpin delegasi Indonesia selama program.

The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016

 

SSEAYP adalah singkatan dari The Ship for SouthEast Asian Youth Program alias Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang. Program ini awalnya merupakan kerja sama dari pemerintah Jepang utk “merebut” kembali hati negara-negara Asia Tenggara setelah protes anti modal asing pada tahun 1974. Setelah 43  tahun program ini berlangsung, program ini terus membangun persahabatan dan keluarga yang sungguh akrab. Tujuan utama program ini adalah untuk membangun persahabatan dan saling pengertian, semakin matang program ini semakin ditujukan lagi supaya peserta berkontribusi dalam aktivitas sosial setelah kembali di negara masing-masing. Peserta SSEAYP adalah 330 pemuda dari 11 negara Jepang dan Asia Tenggara. Delegasi dari Indonesia sendiri adalah 28 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini akan berawal di Jepang, seluruh peserta akan berkumpul di Jepang dan mengikuti Youth Leader Summit, lalu peserta akan disebar ke beberapa prefektur di Jepang. Kemudian peserta akan masuk ke kapal Nippon Maru dan memulai pelayaran ke 5 negara.

FB_IMG_1490281491026

Fase Persiapan

Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang atau Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan program tahunan yang disponsori oleh pemerintah Jepang dan didukung oleh negara-negara Asia Tenggara. Saya mengetahui program SSEAYP atau dapat disebut juga dengan kapal pemuda Asia Tenggara dan Jepang dari roadshow yang dilaksanakan oleh PCMI Jawa Tengah di Universitas Diponegoro. Setelah terpilih sebagai peserta, saya beserta delegasi lain memperoleh informasi lengkap tentang hal yang perlu dipersiapkan dari alumni dan SII (SSEAYP International Indonesia) dan juga grup peserta. Selain itu juga ada pihak dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang selalu memberikan informasi tentang persiapan program. Saya juga mendapatkan arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan juga alumni yang berasal dari Jawa Tengah.

Sebelum berangkat, seluruh peserta PPAN yang terpilih dari Jawa Tengah melaksanakan Pre Departure on-line yang dibimbing oleh PCMI Jawa Tengah, dan juga intensif Pre Departure Derah yang dilaksanakan tanggal 19-21 Mei 2016 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan PCMI Jawa Tengah dalam melakukan persiapan pemberangkatan kepada peserta PPAN. Dinpora Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan uang pengganti pembuatan passport dan juga membantu mengurus segala keperluan administrasi.

Materi selama PDT atara lain untuk pembentukan tim yang solid, penguasaan keterampilan, dan materi program serta pembentukan kepribadian Indonesia. Selama PDT kami sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari PDT. Dari sekian banyak materi PDT, materi yang perlu paling berkesan yaitu tentang kedisiplinan, art, dan refleksi untuk menambah kekompakan tim.

Fase Program

Setelah selesai Pre Departure Training,pada tanggal 24 Oktober 2016, Kontingen Indonesia yang  disebut sebagai Garuda 43, dikukuhkan oleh Kemenpora. Keesokan harinya Garuda 43 berangkat menuju Haneda Airport Tokyo . Setelah Sampai di Tokyo , kontingen Garuda 43 melanjutkan courtesey call pertama ke Cabinet Office Of Japan dan orientasi . selanjutnya , Seluruh Participating Youth meninggalkan Cabinet Office of Japan dan menuju National Youth Conference untuk melaksanakan Youth Leaders Summit.

FB_IMG_1487688454372FB_IMG_1490281561180

A. Japan-ASEAN Youth Leaders Summit (YLS) 2016

Japan-ASEAN Youth Leader Summit (YLS) merupakan bagian dari The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke 43 dan dilaksanakan selama Country Program di Jepang. YLS dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai 2 November 2016 di National Youth Center. Adapun kegiatan YLS meliputi diskusi dengan 100 local youth dan 330 participant youth dengan tema besar “Youth Participation in Social Activities”. Selain kegiatan diskusi, terdapat kegiatan pementasan seni dari tiap negara yang berpartisipasi, dan juga pameran (exhibition) dari negara Asean-Jepang. Tujuan dilaksanakannya YLS untuk mengenalkan serta membangun partisipasi dan relasi antar Negara ASEAN dan Jepang.

Kontingen Indonesia berhasil menampilkan kesenian tari kontemporer berjudul “The Fire Mystical Dress”. Tarian kontemporer ini merupakan tarian yang menggambarkan sebuah khayangan, terletak di Bojonegoro, JawaTimur. Tempat ini merupakan tempat api abadi (khayangan api).

B. Onboard Activities

Kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal selama saya mengikuti program bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai self-management dan kepemimpinan. On board activities terdiri atas kegiatan :

B.1. Discussion Group

Pelaksanaan Discussion Group secara umum berlangsung dengan sangat baik. Semua kegiatan yang  sudah direncanakan oleh panitia dapat berjalan sesuai rencana. Secara umum kegiatan diskusi dilakukan di ruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Disini PY dibagi kembali menjadi beberapa group kecil sesuai dengan DG masing-masing. Kegiatan diskusi dilakukan kurang lebih selama 2 jam per pertemuan. Pada kegiatan ini, PY difasilitasi oleh local youth. Local youth berkolaborasi dengan facilitator dan menjalankan diskusi dengan sangat baik. Pada akhir pertemuan, semua group diwajibkan untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan PY lain.

Prestasi Delegasi Jawa Tengah dalam kegiatan ini

Pada kegiatan ini, hampir semua IPY aktif berbicara dan memberikan kontribusi di dalam diskusi. Beberapa IPY juga ditunjuk untuk menjadi wakil dari kelompok masing-masing dalam mempresentasikan tugas mereka. Hal ini juga berdampak pada prestasi IPY pada kegiatan lanjutan dari YLS yaitu kegiatan diskusi di kapal dimana dari 8 Discussion group yang ada, 5 orang IPY menjadi DG Steering Commitee. Salah satunya adalah saya . Saya menjadi SG Steering Committee mewakili Kontingen Indonesia (Country Representative) . Saya bertugas untuk membantu kontingen Indonesia dalam hal diskusi yang merupakan kegiatan yang sangat penting di kapal . 60 % kegiatan di atas kapal adalah kegiatan diskusi. Selain itu , saya juga harus dapat menyampaikan kepentingan Indonesia dan memperjuangkan kepentingan indonesia di dalam DG Subcomm tersebut . di akhir diskusi, Garuda 43 berhasil menentapkan short dan long term project yang akan dilakukan di daerah masing-masing.

B.2. Solidarity Group

Solidarity Group (SG)adalah salah satu kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan solidaritas diantara Participating Youth dari 11 negaa Asia Tenggara dan Jepang. Bentuk kegiatan SG adalah permainan-permainan interaktif yang membuat seluruh Participating Youth berpikir dan saling bekerjasama. Seluruh Participating Youth akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (SG A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Pelaksanaan kegiatan Solidarity Group diakomodasi oleh Solidarity Group Sub- Committees (SG Subcom). SG Subcom terdiri dari satu orang Country Representative dan 2 orang perwakilan dari masing-masing SG Group. Anggota SG Subcom perwakilan Solidarity Group dipilih dengan cara voting disetiap Solidarity Group. Tahun 2016, pelaksanaan kegiatan Solidarity Group dilakukan sebanyak 3 kali.

IMG_20161116_10IMG_20161127_112407

B.3. Club Activities

Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah tutorial pembuatan kerajinan dari kain batik nusantara baik berupa kipas maupun bros dan bandana. Kipas terbuat dari rangka kipas berbahan bambu dan bahan kain batik yang ditempel pada sisi kipas. Warna atau motif dari kain batik ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta ( akan disediakan beberapa jenis motif). Selain itu PY’s juga diajak untuk belajar untuk menulis dengan aksara lontara dari Makasar.

Pada hari kedua kegiatan diisi dengan tutorial tari Zapin Muda Mudi. Tari zapin merupakan budaya tari melayu berasala dari riau. Tari ini di tarikan dahulunya di istana kerajaan dan penarinya yakni laki-laki, tapi sekarang sudah ditarikan oleh perempuan dan bahkan campuran. Tari ini di iringi musik petik yakni gambus dan 3 alat musik pukul yakni marwas.

B.4. Voluntary Activities

Voluntary Activities atau VA adalah aktifitas yang dilakukan dan diorganisir oleh PYs dengan tujuan menyatukan seluruh PYs dan memberikan hiburan bermakna di atas kapal dan bersifat sukarela.

IMG_20170105_2IMG_20161202_2

Country Program

C.1 Country Program Jepang

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Jepang

Country Program Jepang dimulai dengan kedatangan semua peserta pada tanggal 25 Oktober 2016. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi yang dilakukan di Cabinet Office Jepang. Setelah kegiatan ini selesai, semua kontingen menginap di Hotel New Otani Jepang. Pada tanggal 26 kegiatan yang dilakuakan yaitu welcome reception  dan document clearance. Keesokan harinya semua PY melakukan check out  dan menjalankan local program dimana setiap PY dibagi berdasarkan kelompok SG.

Kunjungan kami bersama Solidarity group ialah ke perfektur perfektur di Jepang. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor pemerintahan setempat dan menjalani sharing session mengenai kondisi kebudayaan dan sosial masyarakat di perfektur tersebut. Hari berikutnya kami menjalani kegiatan kunjungan ke sekolah dan tmpat bersejarah di perfektur masing-masin. Hari ketiga dan keempat melaksanakan kegiatan homestay dan berinteraksi dengan keluarga angkat. Sekembalinya dari country program di beberapa perfektur di Jepang, selanjutnya pelaksanaan Youth Leader Summit di NYC. Selanjutnya berdasarkan grup diskusi kita melaksanakan kunjungan ke sebuah tempat usaha yang cukup berkembang di Jepang dan melakukan sharing session mengenai strategi bisnis yang dijalaninya. Serta untuk DG yang lain seperti DG 5 mendapat kunjungan dari Place Tokyo.

C.2.  Country Program Vietnam

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Aktivitas yang dilakukan selama country program antara lain:

  • Welcoming ceremony dan welcoming dinner dilaksanakan di sebuah hotel di H Chi Minh City. Di acara ini kami disambut oleh pejabat kementrian Pemuda Vietnam. Dalam acara ini dijelaskan pentingnya mengenai pentingnya kerjasasama Jepang ASEAN.
  • Institutional visit bersama Discussion Group. Untuk DG 5, kami melakukan institutional visit di sebuah lembaga kesehatan anak bernama Lin Xuan Child Care. Institusi ini adalah satu dari dua institusi yang berada di vietnam yang bertugas untuk merawat anak-anak terlantar maupun anak-anak yang menderita HIV. Sejak tahun 2008 pemerintah vietnam telah encar melakukan tindakan prefentik untuk menurunkan angka kejadan HIV ada anak. Sejak tahun 2008 angka penularan HIV dari Ibu ke anak sudah menurun drastis.
  • Homestay matcing dan homestay program

C.3. Country Program Thailand

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Thailand

Country Program di Bangkok, Thailand merupakan port of call ke tiga setelah Tokyo dan Ho Chi Min. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan rasa bela sugkawa peserta SSEAYP 2016 kepada Thailand yang baru saja kehilangan raja mereka. Semua peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di Tailand disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap. Selain itu, mereka memberikan pita berwarna hitam untuk dikenakan di saku pakaian setiap peserta. Ini merupakan budaya di Thailand jika ada bagian dari keluarga yang meninggal yang akan berlangsung selama 100 hari.

Welcome ceremony di Thailand di laksanakan dengan sangat rapi dan tertib. Kontingen Indonesia kemudian disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand beserta wakilnya. Diawali dengan percakapan ringan, Duta Besar Indonesia sangat takjub dengan kedisiplinan dan kerapian kontingen Indonesia yang sangat terihat berbeda dari peserta lainnya. Beliau memberikan pujian serta pesan-pesan positif untuk Duta Muda Indonesia pada hari itu yang kemudian dimuat di beberapa surat kabar di Thailand dan di Indonesia.

Setelah welcoming ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan courtesy call oleh H.E Prime Minister Thailand. Beliau memberikan apresiasi untuk seluruh peserta SSEAYP atas kesediaan menghormati masa berduka Thailand saat itu. Kegiatan welcoming ceremony kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner yang dilakukan di tempat terpisah dengan welcome ceremony dan courtesy call. Sebelum Welcome dinner dimulai, beberapa excellency memberikan sambutan kepada peserta SSEAYP 2016. Dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diiringi alunan merdu musik yang diciptakan oleh Almarhum Raja Thailand. Semua peserta SSEAYP sangat menikmati makanan yang dihidangkan.

Di hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan institutional visit dan homestay matching. Peserta SSEAYP mendapatkan 5 tujuan tempat yang berbeda berdasarkan Solidarity Group. Pembagiannya adalah sebagai berikut: SG A, B: Chandrakasem Rajabhat University, SG C, D, E: University of Thai Chamber of Commerce, SG F, G: Suan Dusit University, SG H, I: Thammasart University, SG J, K:  Rangsit University. Selama kegiatan institutional visit, peserta SSEAYP diperkenalkan dengan beberapa budaya yang ada di Thailand seperti membuat Loy Krathong, membuat makanan khas Thailand, dan lain sebagainya. Kegiatan selanjutnya adalah Homestay matching yang dilanjutkan dengan homestay selama tiga hari. Selama kegiatan homestay Pys melakukan kegiatan bersama orang tua angkat berupa;

C.4 Country Program Kamboja

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Kegiatan di Kamboja berlangsung selama 2 hari 1 malam. Di hari pertama, para Youth Leader ditemani oleh National Leader Kamboja dan Administator melakukan kunjungan ke National Museum dan Royal Palace di pagi dan siang hari. Lalu sore harinya dilanjutkan dengan courtesy call dengan Prime Minister of the Royal Government of Cambodia. Di malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Dinner Reception hosted by Minister of Education Youth and Sport. Keesokan harinya sebelum kembali ke Bangkok, Youth Leaders, National Leader of Cambodia dan Administrator mengunjungi EA Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang organik. pengenalan dan pertukaran budaya.

C.5. Country Program Singapore

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Port of call ketiga setelah Hochi Minh City, Vietnam dan Bangkok, Thailand adalah Singapore. Aktivitas yang dilakukan Participants Youth selama di Singapura telah terjadwal selamatigahari, yaitu dimulai dari hari Sabtu tanggal 26 November sampai pada hari Selasa tanggal 29 November 2016. Dalam masa empat hari tersebut, Participants Youth diikutsertakan dalam beberapa kegiatan utama yaitu Berth at CCO2, Singapore (pengenalan singkat tentang Singapore) di kapal, ASEAN-Japan Carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth, Homestay, Social Contribution Activities, dan Heritage Trail.

Berth at CCO2 dipimpin oleh dua alumni SSEAYP contigent Singapore yang memberikan pengenalan tentang tradisi, kuliner, tujuan wisata, dan budaya Singapore. Dilanjutkan dengan ASEAN-Japan carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth dimana para peserta diberi kesempatan untuk bertemu langsung beberapa duta besar dan mentri pemuda Singapore, juga mencicipi makanan khas dari berbagai Negara ASEAN dan menikmati beberapa daya tarik wisata Singapore. Homstay di Singapore berlansung pada hari Minggu tanggal 27 November sampai Senin 28 November, jam 10:55.

Social contribution activities dan Heritage Trail merupakan kegiatan paling akhir yang dilakukan berdasarkan Solidarity Group setiap peserta. Adapun komunitas yang dikunjungi diantaranya adalah Sports Care, Beyond Social Service, Food from the  Heart, Foodscape Collective,  4 PM, Ground Up Initiative, Lakeside Family Service, Beyond Social Service, Enabling Village, dan Dignity Kitchen.

IMG_20161220_1IMG_20170115_2IMG_20170323_2

Fase Re-Entry

Re-entry dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 15 Desember – 19 Desember 2016 . Tujuan re-entry adalah untuk evaluasi pelaksanaan program , pembuatan dan pelaksanaan Post Program Activity (PPA) yang dilaksanakan secara jangka pendek dan jangka panjang. Kami melaksanakan PPA Short term ( jangka pendek ) pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 di acara Cer Free Day daerah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Acara tersebut sukses di hari oleh beberapa komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dissabilitas. dan tujuan PPA short term kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat unuk mau belajar mengenai bahasa isyarat. Kami juga mengajarkan mereka bahasa isyarat indonesia (Bisindo) kepada masyarakat . selain itu , kami terdapat photobooth yang berisi tentang kampanye penggunaan bahasa isyarat.


Short Profile of Dini Puspita Hapsari

Dini Puspita Hapsari was chosen as Central Java representative in Indonesian Contingent for 43rd SSEAYP which took place in Japan, Vietnam, Cambodia, Thailand, Singapore, and Indonesia. She graduated from Diponegoro University, majoring public administration with cumlaude predicate. During her study, she has won several awards and competition, including Supersemar scholarship, selection of outstanding students (Mawapres), and became the ambassador of United Nations Survey. With her expertise in politics and government studies, she was awarded the opportunity to learn Civic Engagement in the University of Nebraska by the US State Department. She also managed a project named ASEAN Sustainable Education in rural area project in Cambodia, Thailand and Laos for three years. She is currently the Project Coordinator of #Youth4Dev Project, an initiative focuses on youth force and sustainable development goals (SDGs) with support from the US Embassy.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan sebuah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan utama dari program ini adalah Mutual Understanding antara Indonesia dengan Malaysia melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda pemudi kedua negara untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan diberbagai bidang seperti bidang kebudayaan, sosial ekonomi, dan kewirausahaan. Pada tahun 2016, Indonesia diwakili oleh 18 pemuda pemudi terpilih dari 18 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sedangkan Malaysia diwakili oleh 19 Belia terpilih dengan didampingi oleh satu orang National Youth Leader. M. Chusnul Huda adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016.

01.PNG
Chusnul Huda, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016

IMYEP 2016 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, selama 2-3 hari yakni berlangsung pada tanggal 22–24 Oktober 2016. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni yang tergabung dalam wadah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program yang sesuai dengan tema IMYEP 2016, yaitu preserving Indonesia Malaysia Cultural Heritage Through Optimizing Information and Communication Technology.

02
Penerimaan materi saat PDT

Fase kedua yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 7 hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Indonesia di Jakarta dari tanggal 24 s/d 25 Juli 2016 dan fase Indonesia di Belitung dari tanggal 26 Juli s/d 30 Juli 2016. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah Welcoming Dinner di Jakarta, kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disambut langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi beserta jajaran staf kementerian. Pada kesempatan yang langka ini, bapak menteri mengharapkan para delegasi Indonesia tidak hanya bisa menjadi duta Indonesia yang baik namun juga bagaimana para delegasi bisa mengambil gambar lokasi yang dikunjungi sebanyak-banyaknya di Malaysia untuk bisa dipromosikan di Indonesia, begitu pula sebaliknya juga berlaku bagi para delegasi dari Malaysia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Jakarta yaitu city exploration di sekitar Jakarta meliputi Tugu Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Kota Tua.

Fase Indonesia di Belitung berlangsung dari tanggal 26 Juli s/d 29 Juli 2016, para delegasi juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Kantor Bupati/Rumah Dinas Bupati Belitung Timur dilanjutkan ISHOMA dirumah adat Belitong (Makan Bedulang) kemudian City Tour di Tanjung Kelayang yakni city tour di Pulau Pasir dan Pulau Lengkuas. Tidak hanya itu, para delegasi juga mengunjungi Home Industri Kekerangan, sebuah pusat pengolahan kerang. Di sini para delegasi langsung mempraktikan bagaimana kerang kerang dapat dijadikan barang bernilai jual tinggi dan menarik. Setelah berkunjung dari pusat kerajinan kerang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke hotel Biliton untuk menghadiri seminar kepemudaan dan kepariwisataan Kab. Belitung dengan pembicara kepala dinas pariwisata Kab Belitung dan dari Dinas Kepemudaan Kab. Belitung. Sebelum berangkat ke Malaysia, para delegasi terlebih dahulu menuju ke Jakarta kembali melaksanakan farewell dinner. Lalu dilanjutkan perkenalan seluruh delegasi dengan urutan cultural performance.

This slideshow requires JavaScript.

Pada fase ketiga yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 8  hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Malaysia di Kuala Lumpur dan Putrajaya dari tanggal 31 Juli 2016 s/d 2 Agustus 2016 dan fase Malaysia di Melaka dari tanggal 3 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Pada fase Malaysia yang pertama ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Pada kesempatan ini para delegasi Indonesia memberikan pandangan dan pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, dan dukungan dari Kedutaan RI sebagai tindak lanjut dari program ini untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan ICT yakni pemberian kesempatan kepada delegasi Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan perpaduan penampilan budaya Indonesia dengan budaya Malaysia pada pesta rakyat yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2016.

Kegiatan formal lainnya adalah kunjungan ke Majelis Belia dan Sukan, Kementerian Belia dan Sukan, Kunjungan hormat bersama Ketua Pengarah JBSN. Kunjungan lain seperti kunjungan ke Aswara (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan), Institut Kraftangan Negara, Bangunan Sultan Abdul Samad, Muzium Istana dan sightseeing Putrajaya.

Selanjutnya para delegasi Indonesia dan Malaysia bertolak ke Melaka dan menginap di Hotel Seri Costa, Melaka. Kunjungan yang dilakukan para delegasi diantaranya kunjungan ke Kajian Sejarah di Perkampungan Hang Tuah, Duyong, Melaka, dilanjutkan welcoming dinner di Restoran Melayu Melaka, kemudian ke Taman Rempah Melaka, menyusuri Sungai Melaka (River Cruise), heritage tour (Muzium Kesultanan Melayu Melaka, A’Famosa, Muzium Kapal dan Bangunan Merah), kunjungan ke Youth Center UTC Melaka, Majelis Gabungan Belia Melaka (MGBM), makan malam di Restoran Ikan Bakar Parameswara Umbai Melaka, menaiki Menara Taming Sari. Kunjungan ke Bio-Tech Melaka, Bangunan SDSI Satu Daerah Satu Industri (SDSI), dan kunjungan ke Produk Negeri Melaka.

Delegasi Indonesia juga melakukan homestay di Kampung Duyong, Melaka selama tiga hari dari tanggal 5 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan bersama masyarakat Kampung Duyong melakukan aktifitas senamrobik, Community Game Bersama Masyarakat, dan membuat kue tradisional. Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Duyong. Huda turut berpartisipasi dengan mempromosikan kerajinan tangan Kepang dengan tulisan Aksara Jawa dan menampilkan Tari Ratoh Jaroeh dari Provinsi Aceh bersama enam delegasi Indonesia lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama satu hari pada tanggal 7 Agustus di Hotel Cemara, Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Drs. Djunaedi M,Si selaku Asdep Tenaga Peningkatan Sumber Daya Pemuda, dengan dihadiri National Leader Indonesia Bapak Abri Eko Nurjanto, para Staff Kemenpora, serta para panitia dan alumni IMYEP serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

22
Re-Entry
23
Perpisahan di Bandara Soekarno Hatta


Profil Singkat M. Chusnul Huda

Muhammad Chusnul Huda, biasa dipanggil Huda adalah lulusan terbaik UIN Walisongo dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia Angkatan 2008 pada jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam) Konsentrasi Ilmu Falak. Selain itu dia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan UIN Walisongo untuk mengikuti short course di Colorado State University, Amerika Serikat selama dua bulan pada program International English Language Studi Program (IELSP) yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2011. Saat ini dia menjadi Pengacara / Advokat dan membantu masyarakat tidak mampu di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Purwodadi dalam hal konsultasi dan pemberian bantuan hukum. Di tahun 2016 ini, dia dipercaya mewakili Jawa Tengah dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 pada Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016. Di program ini, Huda telah memperkenalkan kepang (sejenis kerajinan tangan khas daerahnya) dengan mengkombinasikan dengan aksara Jawa.

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent
R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.