PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016

 

SSEAYP adalah singkatan dari The Ship for SouthEast Asian Youth Program alias Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang. Program ini awalnya merupakan kerja sama dari pemerintah Jepang utk “merebut” kembali hati negara-negara Asia Tenggara setelah protes anti modal asing pada tahun 1974. Setelah 43  tahun program ini berlangsung, program ini terus membangun persahabatan dan keluarga yang sungguh akrab. Tujuan utama program ini adalah untuk membangun persahabatan dan saling pengertian, semakin matang program ini semakin ditujukan lagi supaya peserta berkontribusi dalam aktivitas sosial setelah kembali di negara masing-masing. Peserta SSEAYP adalah 330 pemuda dari 11 negara Jepang dan Asia Tenggara. Delegasi dari Indonesia sendiri adalah 28 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini akan berawal di Jepang, seluruh peserta akan berkumpul di Jepang dan mengikuti Youth Leader Summit, lalu peserta akan disebar ke beberapa prefektur di Jepang. Kemudian peserta akan masuk ke kapal Nippon Maru dan memulai pelayaran ke 5 negara.

FB_IMG_1490281491026

Fase Persiapan

Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang atau Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan program tahunan yang disponsori oleh pemerintah Jepang dan didukung oleh negara-negara Asia Tenggara. Saya mengetahui program SSEAYP atau dapat disebut juga dengan kapal pemuda Asia Tenggara dan Jepang dari roadshow yang dilaksanakan oleh PCMI Jawa Tengah di Universitas Diponegoro. Setelah terpilih sebagai peserta, saya beserta delegasi lain memperoleh informasi lengkap tentang hal yang perlu dipersiapkan dari alumni dan SII (SSEAYP International Indonesia) dan juga grup peserta. Selain itu juga ada pihak dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang selalu memberikan informasi tentang persiapan program. Saya juga mendapatkan arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan juga alumni yang berasal dari Jawa Tengah.

Sebelum berangkat, seluruh peserta PPAN yang terpilih dari Jawa Tengah melaksanakan Pre Departure on-line yang dibimbing oleh PCMI Jawa Tengah, dan juga intensif Pre Departure Derah yang dilaksanakan tanggal 19-21 Mei 2016 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan PCMI Jawa Tengah dalam melakukan persiapan pemberangkatan kepada peserta PPAN. Dinpora Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan uang pengganti pembuatan passport dan juga membantu mengurus segala keperluan administrasi.

Materi selama PDT atara lain untuk pembentukan tim yang solid, penguasaan keterampilan, dan materi program serta pembentukan kepribadian Indonesia. Selama PDT kami sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari PDT. Dari sekian banyak materi PDT, materi yang perlu paling berkesan yaitu tentang kedisiplinan, art, dan refleksi untuk menambah kekompakan tim.

Fase Program

Setelah selesai Pre Departure Training,pada tanggal 24 Oktober 2016, Kontingen Indonesia yang  disebut sebagai Garuda 43, dikukuhkan oleh Kemenpora. Keesokan harinya Garuda 43 berangkat menuju Haneda Airport Tokyo . Setelah Sampai di Tokyo , kontingen Garuda 43 melanjutkan courtesey call pertama ke Cabinet Office Of Japan dan orientasi . selanjutnya , Seluruh Participating Youth meninggalkan Cabinet Office of Japan dan menuju National Youth Conference untuk melaksanakan Youth Leaders Summit.

FB_IMG_1487688454372FB_IMG_1490281561180

A. Japan-ASEAN Youth Leaders Summit (YLS) 2016

Japan-ASEAN Youth Leader Summit (YLS) merupakan bagian dari The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke 43 dan dilaksanakan selama Country Program di Jepang. YLS dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai 2 November 2016 di National Youth Center. Adapun kegiatan YLS meliputi diskusi dengan 100 local youth dan 330 participant youth dengan tema besar “Youth Participation in Social Activities”. Selain kegiatan diskusi, terdapat kegiatan pementasan seni dari tiap negara yang berpartisipasi, dan juga pameran (exhibition) dari negara Asean-Jepang. Tujuan dilaksanakannya YLS untuk mengenalkan serta membangun partisipasi dan relasi antar Negara ASEAN dan Jepang.

Kontingen Indonesia berhasil menampilkan kesenian tari kontemporer berjudul “The Fire Mystical Dress”. Tarian kontemporer ini merupakan tarian yang menggambarkan sebuah khayangan, terletak di Bojonegoro, JawaTimur. Tempat ini merupakan tempat api abadi (khayangan api).

B. Onboard Activities

Kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal selama saya mengikuti program bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai self-management dan kepemimpinan. On board activities terdiri atas kegiatan :

B.1. Discussion Group

Pelaksanaan Discussion Group secara umum berlangsung dengan sangat baik. Semua kegiatan yang  sudah direncanakan oleh panitia dapat berjalan sesuai rencana. Secara umum kegiatan diskusi dilakukan di ruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Disini PY dibagi kembali menjadi beberapa group kecil sesuai dengan DG masing-masing. Kegiatan diskusi dilakukan kurang lebih selama 2 jam per pertemuan. Pada kegiatan ini, PY difasilitasi oleh local youth. Local youth berkolaborasi dengan facilitator dan menjalankan diskusi dengan sangat baik. Pada akhir pertemuan, semua group diwajibkan untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan PY lain.

Prestasi Delegasi Jawa Tengah dalam kegiatan ini

Pada kegiatan ini, hampir semua IPY aktif berbicara dan memberikan kontribusi di dalam diskusi. Beberapa IPY juga ditunjuk untuk menjadi wakil dari kelompok masing-masing dalam mempresentasikan tugas mereka. Hal ini juga berdampak pada prestasi IPY pada kegiatan lanjutan dari YLS yaitu kegiatan diskusi di kapal dimana dari 8 Discussion group yang ada, 5 orang IPY menjadi DG Steering Commitee. Salah satunya adalah saya . Saya menjadi SG Steering Committee mewakili Kontingen Indonesia (Country Representative) . Saya bertugas untuk membantu kontingen Indonesia dalam hal diskusi yang merupakan kegiatan yang sangat penting di kapal . 60 % kegiatan di atas kapal adalah kegiatan diskusi. Selain itu , saya juga harus dapat menyampaikan kepentingan Indonesia dan memperjuangkan kepentingan indonesia di dalam DG Subcomm tersebut . di akhir diskusi, Garuda 43 berhasil menentapkan short dan long term project yang akan dilakukan di daerah masing-masing.

B.2. Solidarity Group

Solidarity Group (SG)adalah salah satu kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan solidaritas diantara Participating Youth dari 11 negaa Asia Tenggara dan Jepang. Bentuk kegiatan SG adalah permainan-permainan interaktif yang membuat seluruh Participating Youth berpikir dan saling bekerjasama. Seluruh Participating Youth akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (SG A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Pelaksanaan kegiatan Solidarity Group diakomodasi oleh Solidarity Group Sub- Committees (SG Subcom). SG Subcom terdiri dari satu orang Country Representative dan 2 orang perwakilan dari masing-masing SG Group. Anggota SG Subcom perwakilan Solidarity Group dipilih dengan cara voting disetiap Solidarity Group. Tahun 2016, pelaksanaan kegiatan Solidarity Group dilakukan sebanyak 3 kali.

IMG_20161116_10IMG_20161127_112407

B.3. Club Activities

Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah tutorial pembuatan kerajinan dari kain batik nusantara baik berupa kipas maupun bros dan bandana. Kipas terbuat dari rangka kipas berbahan bambu dan bahan kain batik yang ditempel pada sisi kipas. Warna atau motif dari kain batik ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta ( akan disediakan beberapa jenis motif). Selain itu PY’s juga diajak untuk belajar untuk menulis dengan aksara lontara dari Makasar.

Pada hari kedua kegiatan diisi dengan tutorial tari Zapin Muda Mudi. Tari zapin merupakan budaya tari melayu berasala dari riau. Tari ini di tarikan dahulunya di istana kerajaan dan penarinya yakni laki-laki, tapi sekarang sudah ditarikan oleh perempuan dan bahkan campuran. Tari ini di iringi musik petik yakni gambus dan 3 alat musik pukul yakni marwas.

B.4. Voluntary Activities

Voluntary Activities atau VA adalah aktifitas yang dilakukan dan diorganisir oleh PYs dengan tujuan menyatukan seluruh PYs dan memberikan hiburan bermakna di atas kapal dan bersifat sukarela.

IMG_20170105_2IMG_20161202_2

Country Program

C.1 Country Program Jepang

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Jepang

Country Program Jepang dimulai dengan kedatangan semua peserta pada tanggal 25 Oktober 2016. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi yang dilakukan di Cabinet Office Jepang. Setelah kegiatan ini selesai, semua kontingen menginap di Hotel New Otani Jepang. Pada tanggal 26 kegiatan yang dilakuakan yaitu welcome reception  dan document clearance. Keesokan harinya semua PY melakukan check out  dan menjalankan local program dimana setiap PY dibagi berdasarkan kelompok SG.

Kunjungan kami bersama Solidarity group ialah ke perfektur perfektur di Jepang. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor pemerintahan setempat dan menjalani sharing session mengenai kondisi kebudayaan dan sosial masyarakat di perfektur tersebut. Hari berikutnya kami menjalani kegiatan kunjungan ke sekolah dan tmpat bersejarah di perfektur masing-masin. Hari ketiga dan keempat melaksanakan kegiatan homestay dan berinteraksi dengan keluarga angkat. Sekembalinya dari country program di beberapa perfektur di Jepang, selanjutnya pelaksanaan Youth Leader Summit di NYC. Selanjutnya berdasarkan grup diskusi kita melaksanakan kunjungan ke sebuah tempat usaha yang cukup berkembang di Jepang dan melakukan sharing session mengenai strategi bisnis yang dijalaninya. Serta untuk DG yang lain seperti DG 5 mendapat kunjungan dari Place Tokyo.

C.2.  Country Program Vietnam

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Aktivitas yang dilakukan selama country program antara lain:

  • Welcoming ceremony dan welcoming dinner dilaksanakan di sebuah hotel di H Chi Minh City. Di acara ini kami disambut oleh pejabat kementrian Pemuda Vietnam. Dalam acara ini dijelaskan pentingnya mengenai pentingnya kerjasasama Jepang ASEAN.
  • Institutional visit bersama Discussion Group. Untuk DG 5, kami melakukan institutional visit di sebuah lembaga kesehatan anak bernama Lin Xuan Child Care. Institusi ini adalah satu dari dua institusi yang berada di vietnam yang bertugas untuk merawat anak-anak terlantar maupun anak-anak yang menderita HIV. Sejak tahun 2008 pemerintah vietnam telah encar melakukan tindakan prefentik untuk menurunkan angka kejadan HIV ada anak. Sejak tahun 2008 angka penularan HIV dari Ibu ke anak sudah menurun drastis.
  • Homestay matcing dan homestay program

C.3. Country Program Thailand

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Thailand

Country Program di Bangkok, Thailand merupakan port of call ke tiga setelah Tokyo dan Ho Chi Min. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan rasa bela sugkawa peserta SSEAYP 2016 kepada Thailand yang baru saja kehilangan raja mereka. Semua peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di Tailand disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap. Selain itu, mereka memberikan pita berwarna hitam untuk dikenakan di saku pakaian setiap peserta. Ini merupakan budaya di Thailand jika ada bagian dari keluarga yang meninggal yang akan berlangsung selama 100 hari.

Welcome ceremony di Thailand di laksanakan dengan sangat rapi dan tertib. Kontingen Indonesia kemudian disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand beserta wakilnya. Diawali dengan percakapan ringan, Duta Besar Indonesia sangat takjub dengan kedisiplinan dan kerapian kontingen Indonesia yang sangat terihat berbeda dari peserta lainnya. Beliau memberikan pujian serta pesan-pesan positif untuk Duta Muda Indonesia pada hari itu yang kemudian dimuat di beberapa surat kabar di Thailand dan di Indonesia.

Setelah welcoming ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan courtesy call oleh H.E Prime Minister Thailand. Beliau memberikan apresiasi untuk seluruh peserta SSEAYP atas kesediaan menghormati masa berduka Thailand saat itu. Kegiatan welcoming ceremony kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner yang dilakukan di tempat terpisah dengan welcome ceremony dan courtesy call. Sebelum Welcome dinner dimulai, beberapa excellency memberikan sambutan kepada peserta SSEAYP 2016. Dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diiringi alunan merdu musik yang diciptakan oleh Almarhum Raja Thailand. Semua peserta SSEAYP sangat menikmati makanan yang dihidangkan.

Di hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan institutional visit dan homestay matching. Peserta SSEAYP mendapatkan 5 tujuan tempat yang berbeda berdasarkan Solidarity Group. Pembagiannya adalah sebagai berikut: SG A, B: Chandrakasem Rajabhat University, SG C, D, E: University of Thai Chamber of Commerce, SG F, G: Suan Dusit University, SG H, I: Thammasart University, SG J, K:  Rangsit University. Selama kegiatan institutional visit, peserta SSEAYP diperkenalkan dengan beberapa budaya yang ada di Thailand seperti membuat Loy Krathong, membuat makanan khas Thailand, dan lain sebagainya. Kegiatan selanjutnya adalah Homestay matching yang dilanjutkan dengan homestay selama tiga hari. Selama kegiatan homestay Pys melakukan kegiatan bersama orang tua angkat berupa;

C.4 Country Program Kamboja

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Kegiatan di Kamboja berlangsung selama 2 hari 1 malam. Di hari pertama, para Youth Leader ditemani oleh National Leader Kamboja dan Administator melakukan kunjungan ke National Museum dan Royal Palace di pagi dan siang hari. Lalu sore harinya dilanjutkan dengan courtesy call dengan Prime Minister of the Royal Government of Cambodia. Di malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Dinner Reception hosted by Minister of Education Youth and Sport. Keesokan harinya sebelum kembali ke Bangkok, Youth Leaders, National Leader of Cambodia dan Administrator mengunjungi EA Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang organik. pengenalan dan pertukaran budaya.

C.5. Country Program Singapore

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Port of call ketiga setelah Hochi Minh City, Vietnam dan Bangkok, Thailand adalah Singapore. Aktivitas yang dilakukan Participants Youth selama di Singapura telah terjadwal selamatigahari, yaitu dimulai dari hari Sabtu tanggal 26 November sampai pada hari Selasa tanggal 29 November 2016. Dalam masa empat hari tersebut, Participants Youth diikutsertakan dalam beberapa kegiatan utama yaitu Berth at CCO2, Singapore (pengenalan singkat tentang Singapore) di kapal, ASEAN-Japan Carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth, Homestay, Social Contribution Activities, dan Heritage Trail.

Berth at CCO2 dipimpin oleh dua alumni SSEAYP contigent Singapore yang memberikan pengenalan tentang tradisi, kuliner, tujuan wisata, dan budaya Singapore. Dilanjutkan dengan ASEAN-Japan carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth dimana para peserta diberi kesempatan untuk bertemu langsung beberapa duta besar dan mentri pemuda Singapore, juga mencicipi makanan khas dari berbagai Negara ASEAN dan menikmati beberapa daya tarik wisata Singapore. Homstay di Singapore berlansung pada hari Minggu tanggal 27 November sampai Senin 28 November, jam 10:55.

Social contribution activities dan Heritage Trail merupakan kegiatan paling akhir yang dilakukan berdasarkan Solidarity Group setiap peserta. Adapun komunitas yang dikunjungi diantaranya adalah Sports Care, Beyond Social Service, Food from the  Heart, Foodscape Collective,  4 PM, Ground Up Initiative, Lakeside Family Service, Beyond Social Service, Enabling Village, dan Dignity Kitchen.

IMG_20161220_1IMG_20170115_2IMG_20170323_2

Fase Re-Entry

Re-entry dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 15 Desember – 19 Desember 2016 . Tujuan re-entry adalah untuk evaluasi pelaksanaan program , pembuatan dan pelaksanaan Post Program Activity (PPA) yang dilaksanakan secara jangka pendek dan jangka panjang. Kami melaksanakan PPA Short term ( jangka pendek ) pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 di acara Cer Free Day daerah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Acara tersebut sukses di hari oleh beberapa komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dissabilitas. dan tujuan PPA short term kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat unuk mau belajar mengenai bahasa isyarat. Kami juga mengajarkan mereka bahasa isyarat indonesia (Bisindo) kepada masyarakat . selain itu , kami terdapat photobooth yang berisi tentang kampanye penggunaan bahasa isyarat.


Short Profile of Dini Puspita Hapsari

Dini Puspita Hapsari was chosen as Central Java representative in Indonesian Contingent for 43rd SSEAYP which took place in Japan, Vietnam, Cambodia, Thailand, Singapore, and Indonesia. She graduated from Diponegoro University, majoring public administration with cumlaude predicate. During her study, she has won several awards and competition, including Supersemar scholarship, selection of outstanding students (Mawapres), and became the ambassador of United Nations Survey. With her expertise in politics and government studies, she was awarded the opportunity to learn Civic Engagement in the University of Nebraska by the US State Department. She also managed a project named ASEAN Sustainable Education in rural area project in Cambodia, Thailand and Laos for three years. She is currently the Project Coordinator of #Youth4Dev Project, an initiative focuses on youth force and sustainable development goals (SDGs) with support from the US Embassy.

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent
R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.

Ms Fujimaru berlabuh di Jakarta

Delegasi Indonesia turun dari kapal Ms Fuji Maru


Kapal berbendera Jepang Ms Fuji Maru, hari Selasa (22/11) siang merapat dan bersandar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal itu mengangkut 340 pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang, yang menjadi peserta SSEAYP (Ship for Southeast Asian Youth Program) atau  Kapal Pemuda ASEAN Jepang.

Para pemuda ASEAN dan Jepang ini berada di Jakarta selama 2 hari, setelah sebelumnya mereka berlayar dari Jepang  ke  Filipina dan Brunei Darussalam sebelum tiba di Indonesia. Selama di Jakarta mereka akan menjalani home stay dan tinggal bersama keluarga Indonesia.

Sepuluh negara  ASEAN yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Indonesia masing-masing mengirimkan 28 pemuda, sisanya  pemuda Jepang sehingga jumlahnya 340 pemuda.

Delegasi Indonesia bersama Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso

Setelah diterima Kemenpora, rombongan pemuda ASEAN dan Jepang ini mengunjungi DPR RI dan diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso. Selanjutnya, peserta dijamu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti welcome dinner di Balai Kartini. Pada kesempatan ini, masing-masing negara menunjukkan penampilan budaya melalui musik dan tari.

Keesokan harinya, peserta SSEAYP mengunjungi ASEAN Secretariat dan bertemu Sekretaris Jendral ASEAN Surin Pitsuwan. Kemudian, peserta menuju Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk bertemu dengan orang tua angkat dan menjalani sesi homestay.

Melempar pita sebagai tanda perpisahan dengan orang tua angkat

Selama dua hari, peserta menjalani homestay bersama keluarga Indonesia. Acara diakhiri pada 25 November, dimana Fuji Maru melanjutkan pelayaran ke Malaysia dan Kamboja sebelum kembali ke Jepang.

Dalam kegiatan ini, Jawa Tengah diwakili oleh Novita Indah Nugraheni (Kabupaten Pekalongan). Novita adalah mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro.

Discussion Facilitator untuk 38th SSEAYP 2011

Memperkenalkan Discussion Group Facilitator untuk 38th Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP) 2011 (ki-ka):

1. Thanit Kongkaew (Hlek) – Thailand (TPY 2003) : Corporate Social Contribution
2. Daisuke Kimura (Kimkim) – Japan (SWY 2003) : International Relations (Japan – ASEAN Cooperation)
3. Carmela D. Barcelona (Maica) – Philippines (PPY 2006) : Health Education (Measures against HIV/AIDS)
4. Siti Sinta Rini (Rini) – Indonesia (IPY 2000): Food and Nutrition Education
5. Asri Wijayanti (Asri) – Indonesia (IPY 2003) – Cross-cultural Understanding Promotion
6. Eugene Sosing (Eugene) – Philippines (PPY 2007) – Youth Leadership Development
7. Pia Adiprima (Pia) – Indonesia (IPY 1997) – School Education
8. Hj. Muhammad Faisal Bin Haji Nurdin (Faisal) – Brunei Darussalam (BPY 1996) – Environment (Climate Change)

Asri Wijayanti (IPY 2003), adalah salah satu alumni PCMI Jawa Tengah yang terpilih sebagai Discussion Group Facilitator untuk tahun ini. Asri menamatkan pendidikan Master of International Communications di State University of New York Albany. Saat ini Asri menjadi Project Associate for Disaster Risk Reduction Public Awareness di United Nations Development Programme (UNDP) dan aktif mensosialisaikan pentingnya pengurangan resiko bencana alam di Aceh.

Penghargaan Kementerian Luar Negeri Jepang untuk SSEAYP International Indonesia

Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP) International Indonesia, Selasa (11/10), menerima penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Jepang (Gaimusho), karena telah membantu mempererat hubungan persahabatan Jepang dan Indonesia. Penghargaan diserahkan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Katori Yoshinori kepada Presiden SSEAYP Internasional Indonesia Rino Wicaksono di kediaman resmi duta besar, Kebayoran Baru, Jakarta. Acara penyerahan penghargaan dihadiri lebih dari 50 orang tamu, termasuk perwakilan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Amung Makmun, Ketua Komite Hubungan Diplomatik Majelis Rendah Jepang yang juga merupakan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Banno Yutaka, serta sejumlah alumni SSEAYP dari tahun 1974-2010.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah Jepang terhadap SSEAYP Internasional Indonesia,” ujar Rino saat menerima penghargaan yang diserahkan Dubes Katori. “Untuk selanjutnya kami akan terus melakukan berbagai kegiatan yang dapat mempererat hubungan kedua negara, tidak hanya dengan Jepang, tapi juga dengan semua negara ASEAN.”

Dalam kesempatan yang sama, Rino menjelaskan bahwa SSEAYP Internasional Indonesia, merupakan asosiasi perkumpulan alumni SSEAYP, yang didirikan untuk membantu Kemenpora dalam memilih kandidat untuk mewakili Indonesia dalam SSEAYP setiap tahunnya.

“Saya harap para pemuda yang tergabung dalam SSEAYP Internasional Indonesia dapat terus memberikan kontribusi bagi hubungan kedua negara, karena mereka menjadi komponen penting dalam terselenggaranya SSEAYP selama lebih dari 20 tahun,” ujar Dubes Katori.

Senada dengan Dubes Katori, Banno yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, menyatakan sangat senang dapat berkesempatan bertemu langsung dengan para perwakilan SSEAYP Internasional Indonesia, karena dirinya turut memilih SSEAYP Internasional Indonesia sebagai kandidat penerima penghargaan pada bulan Juli silam.

sumber :  http://www.halojepang.com/berita-utama/3203-pererat-hubungan-jepang-a-indonesia-sseayp-international-indonesia-terima-penghargaan-kementerian-luar-negeri-jepang-1210-0936