The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2017

Pernahkah kalian membayangkan melakukan suatu perjalanan melintasi samudera dimana sejauh mata memandang hanya lautan dan langit biru? Pernahkah kalian membayangkan tinggal di sebuah kapal pesiar bersama orang-orang baru dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda? Hal tersebut tidak bisa saya bayangkan sebelumnya, hingga saya mengalaminya sendiri. Tahun 2017 merupakan tahun spesial bagi saya karena berkesempatan untuk mengikuti sebuah program pertukaran pemuda bernama SSEAYP yang bertujuan menjalin persahabatan antara negara Jepang dan ASEAN. Mewakili Jawa Tengah, saya dan 27 peserta lain dari berbagai provinsi yang berbeda mengikuti serangkaian persiapan sebelum keberangkatan (Pre-Departure Training) selama tiga minggu, dimana kami berjumpa secara langsung untuk pertama kalinya. Dengan bekal persiapan yang matang, kami berangkat menuju Jepang pada tanggal 22 Oktober 2017. Disana lah kami bertemu dengan 330 peserta dari seluruh negara ASEAN dan Jepang.

2

Kontingen Indonesia dalam the 44th SSEAYP

Japan Country Program

Terdapat tiga basis pengelompokan dalam program, yaitu berdasarkan kontingen atau negara asal, berdasarkan Discussion Group (DG) atau kelompok diskusi, serta berdasarkan Solidarity Group (SG) atau kelompok solidaritas dengan bentuk kegiatan seperti team building dan aktivitas keakraban lainnya. Saya sendiri masuk dalam kelompok DG-3 tentang International Relations dan SG-I. Setelah serangkaian upacara penyambutan selama dua hari di Hotel New Otani Tokyo, para peserta menjalani Country Program di Jepang dengan tujuan prefecture yang berbeda-beda berdasarkan kelompok SG. Tergabung di SG-I, saya menuju Tokushima Prefecture untuk menjalankan program selama satu minggu. Tiga hari pertama kami tinggal di hotel dengan agenda institutional visit, sedangkan tiga hari sisanya kami tinggal bersama hostfamily dengan agenda sesuai dengan rencana hostfamily masing-masing.

3

Kedatangan SG-I di Bandara Tokushima disambut oleh panitia Tokushima

Pada tanggal 26 Oktober 2017, SG-I beserta panitia country program Tokushima melakukan kunjungan ke Waza no Yakata. Di sini kami mendapatkan mempelajari sejarah dan teknik Indigo-Dyeing, yaitu proses pewarnaan tekstil yang dipraktikan oleh orang-orang Jepang sejak ratusan tahun yang lalu. Tidak hanya lecture tentang sejarah, proses, dan kegunaannya di masyarakat, kami juga diberi kesempatan untuk mengikuti workshop membuat sapu tangan yang dibuat dengan teknik indigo. Setelah makan siang, kami menuju ke lokasi berikutnya, yaitu Shikoku University. Di sini kami mendapatkan lecture tentang Shodo atau teknik kaligrafi Jepang serta mempraktikkannya pada media kipas kertas dengan bantuan mahasiswa Shikoku.

Hari kedua, kami melakukan kunjungan ke Tsukigatani Onsen untuk mendengarkan lecture tentang Zero Waste Campaign dan Colorful Leves Business oleh Mr. Satoshi Nonoyama, CEO pangea. Zero Waste Campaign merupakan sebuah kampanye 3R (reduce, reuse, recylce) dimana masyarakat sangat peduli terhadap lingkungan serta berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan. Gerakan ini dilakukan di sebuah kota kecil bernama Kamikatsu. Di sebuah stasiun pembuangan, mereka membagi kategori jenis sampah sesuai dengan jenisnya. Setidaknya terdapat 40 kategori sampah, contohnya kategori tutup botol, tabung tisu toilet, baterai, sikat gigi, dan botol kaca. Di kunjungan ini, kami belajar tentang komitmen dan kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Masih di wilayah yang sama, kami mengunjungi Irodori Colorful Leaves Business  yang merupakan sebuah usaha untuk menjual daun-daun hidup secara online. Bisnis ini mampu memberdayakan penduduk di wilayah tersebut yang 80% di antaranya adalah lansia. Para lansia diedukasi tentang teknologi serta cara mengemas daun-daun yang mereka petik dengan kemasan yang baik. Pada kunjungan ini kami belajar untuk dapat melihat potensi yang ada di sekitar kita, meskipun terlihat tidak mungkin. Selain itu semangat untuk memberdayakan masyarakat lansia juga perlu untuk diteladani.

Pada sore harinya, kami kembali ke hotel untuk mengikuti Welcome Reception and Homestay Matching. Pada acara ini, kami bertemu dengan keluarga angkat kami masing-masing. Kami pun diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukan gabungan dari seluruh anggota SG-I. Kami menyanyikan lagu We Are Unity serta gerakan sign language dengan mengenakan attire B, yaitu kostum nasional. Tergabung dalam SG yang sama, saya dan dua peserta dari Indonesia lainnya memakai pakaian daerah kain Songket Palembang yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Selain pertunjukan dari peserta, pihak dari Tokushima juga menampilkan sebuah tarian bernama Awa-Odori. Setelah makan malam bersama, kami pulang ke rumah hostfamily masing-masing untuk menjalankan homestay program.

4

Fashion show saat acara Welcome Reception & Homestay Matching

Pengalaman homestay adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan. Saya tinggal bersama keluarga Yuasa yang terdiri dari ayah angkat, ibu angkat, satu adik angkat perempuan, serta satu adik angkat laki-laki. Selain itu, saya juga bersama dengan teman homestay yang bernama Anna Hamdan dari Brunei Darussalam. Kami disambut dengan poster yang digambar oleh adik angkat kami bertuliskan nama kami dan gambar bendera Indonesia dan Brunei Darussalam. Setelah keluarga angkat mengenalkan ruangan di rumah tersebut, kami berbincang-bincang dengan sambil minum teh. Ayah angkat saya adalah seorang guru Matematika, sedangkan ibu angkat saya adalah guru Bahasa Inggris. Kami tinggal di sebuah rumah yang cukup besar. Lantai satu digunakan untuk beberapa ruangan kelas les, ruang printing, serta kantor. Lantai dua digunakan untuk aktivitas rumah tangga seperti dapur, kamar mandi, kamar tidur, serta ruang makan. Pada hari selanjutnya, kami pergi mengunjungi Uzu no michi di Kota Naruto. Tempat tersebut berupa sebuah jembatan dimana terdapat beberapa titik lantai yang terbuat dari kaca sehingga kita mampu melihat pusaran air di bawahnya. Pusaran air inilah yang dinamakan naruto, sesuai dengan nama kotanya.

5

Memakai kaus yang sama dengan gambar Sudachi, maskot Tokushima

Setelah kembali dari masing-masing perfecture, para peserta menuju ke National Youth Center (NYC) untuk mengikuti Tokyo Program. Serangkaian kegiatan yang dilakukan di Tokyo seperti institutional visit, lecture, serta exchange party. Terdapat pula free time dimana kita bisa mengunjungi tempat-tempat menarik di Tokyo serta berbelanja. Berakhirnya Tokyo Program pada tanggal 1 November 2017 juga menandai dimulainya pelayaran kami. Kami berangkat menuju Harumi port dimana kami berjumpa dengan kapal MS Nippon Maru untuk pertama kalinya, kapal yang akan mengantar kami berkeliling ASEAN selama kurang lebih satu setengah bulan.

6

Kontingen Indonesia mengenakan seragam batik di NYC Tokyo

On Board Activity (Kegiatan di Atas Kapal)

Selama berada di kapal Nippon Maru, kami tidur di sebuah kamar cabin dengan dua orang peserta lain dari berbeda negara. Cabin mate saya adalah Maung dari Myanmar dan Yuri dari Jepang. Kami datang dari budaya serta kebiasaan yang berbeda-beda, namun kami saling beradaptasi serta saling menghargai. Kesempatan ini sekaligus menjadi ajang untuk saling berbagi dan bercerita tentang negara kita masing-masing.

Meskipun hidup tanpa akses internet, perjalanan yang cukup lama di atas kapal sangat terasa menyenangkan. Setiap pagi pukul 07.00 para PYs saling bergantian melakukan morning call sesuai SG masing-masing. Pada pukul 07.30,  kami melakukan morning exercise hingga pukul 08.00. Dilanjutkan dengan sarapan pagi pada pukul 08.00. Kegiatan inti di atas kapal dimulai pukul 09.00 pada saat morning assembly dimana seluruh peserta wajib datang, berbaris, serta memeriksa suhu tubuh. Peserta yang sakit atau yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius akan diperiksa oleh perawat kapal. Mereka akan beristirahat di cabin atau di nurse room sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan. Itulah mengapa kesehatan saat program sangatlah penting. Saya bersyukur bahwa saya tidak pernah jatuh sakit serta tidak pernah mengalami sea sick. Pada morning assembly, para staf admin (panitia pelaksana program) akan mengumumkan jadwal kegiatan pada hari tersebut serta pengumuman lainnya. Setelah itu, dibuka kesempatan bagi para peserta untuk menyampaikan informasi atau pengumuman apapun terkait program maupun promosi kegiatan pada malam harinya.

Pukul 10.00 sampai pukul 17.00 merupakan waktu untuk kegiatan-kegiatan inti seperti Discussion Group, Solidarity Group, maupun PY Seminar. Malam harinya, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti National Presentation dari berbagai negara, Voluntary Activity, atau sekedar bersantai dan menikmati fasilitas di kapal. Akhir kegiatan pada hari tersebut diakhiri dengan night call pada pukul 23.00 yang menandai bahwa segaka aktivitas harus diakhiri, serta peserta harus masuk kembali ke cabin mereka masing-masing.

7

Menikmati sunset bersama teman satu SG

Discussion Group (DG)

Sebagai salah satu kegiatan utama dalam program, Discussion Group bertujuan agar peserta mampu memperdalam pemahaman mengenai isu terkini yang berkaitan dengan berbagai isu di ASEAN-Jepang serta mampu bertukar pikiran serta menyajikan ide yang mereka miliki. DG diharapkan mampu memberikan kemampuan praktikal yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan berbagai usaha untuk berkontribusi pada masyarakat melalui Post–Program Activity. Pada tahun 2017, Discussion Program dan Post – Program Sessions mengusung tema Youth Participation in Social Activities yang berbasis pada Sustainable Development Goals yang kemudian disusun menjadi 8 topik Discussion Groups (DG), yaitu Good and Bad Aspects of Globalization, Information and Media, International Relations, Measures Against Lifestyle-related Disease, Quality Education, Reduced Disparity, Resilient and Sustainable City Design, serta Youth Entrpreneurship.

8

Bersama facilitator DG-3 di ASEAN-Japan Centre Tokyo

Tergabung di DG-3, saya belajar lebih banyak tentang hubungan internasional khususnya antara negara Jepang dan ASEAN. Kami membahas isu-isu global serta saling bertukar informasi dari sudut pandang yang berbeda-beda. Terdapat beberapa kegiatan pada Discussion Group, di antaranya Introductory Program, Institutional Visit, Group Discussion, serta Presentation of Discussion Result. Sebelum memulai group discussion, terdapat satu sesi bernama Introductory Program yang memaparkan program diskusi secara keseluruhan disertai dengan presentasi yang bertajuk Youth Contribution in Social Activities. Saya terlibat pada kegiatan tersebut sebagai presenter untuk memaparkan Indonesia Country  Presentation dengan mengusung satu proyek sosial, yaitu The Floating School, bersama dengan dua presenter lainnya. Beberapa IPY lainnya berperan untuk memainkan peran untuk mendukung presentasi. Untuk menutup kegiatan group discussion, saya juga turut terlibat dalam Presentation of Discussion Result. Pada sesi tersebut, masing-masing DG memaparkan hasil diskusi yang mereka pelajari selama group discussion kepada seluruh peserta lainnya. DG-3 melakukan roleplay Japan-ASEAN summit, dimana saya menjadi salah satu delegasi yang mewakili negara Kamboja.

9

Roleplay Japan-ASEAN summit

Solidarity Group (SG)

Solidarity Group Activity merupakan kegiatan dilakukan untuk mempererat rasa solidaritas (team bonding) melalui permainan, tarian dan aktivitas ringan lainnya. Seluruh peserta akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K) dimana mereka akan menjalani sebagian besar aktivitas bersama dengan kelompok ini. Masing-masing SG akan bertugas secara bergantian untuk melakukan morning call dan night call serta memimpin morning exercise.

10

SG-I saat kegiatan team building

Voluntary Activity (VA)

 Voluntary activity  adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk dalam mengisi waktu luang selama di kapal. Kegiatan ini diinisiasi oleh peserta sendiri, baik mewakili kontingen (negara) maupun kelompok tertentu. Contoh kegiatan yang diinisiasi oleh kontingen Indonesia adalah Nonton Bareng “Laskar Pelangi”, Batik Day, Indomie Party, serta Cofee Party. Selain itu banyak kegiatan lainnya seperti Thai Massage, SSEAYP Got Talent, serta Kontes Pageant. Salah satu Voluntary Activity yang berkesan adalah saat saya seluruh teman satu SG mengikuti SSEAYP Got Talent dimana kami berkompetisi dengan SG lainnya dengan menunjukkan bakat terbaik kami. Pada saat itu, kami memperoleh juara dua dalam kompetisi ini dengan menyajikan sebuah gabungan bakat dimana saya menjadi vocalist diiringi instrumen musik oleh teman lainnya, serta ditutup dengan sebuah modern dance.

11

12

Juara 2 dalam SSEAYP Got Talent

PY (Participating Youth) Seminar

PY Seminar merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan pada SSEAYP tahun 2017 ini. Kegiatan ini bertujuan agar para peserta mampu belajar dari peserta sendiri dengan mengadakan seminar dimana mereka saling bertukar pengetahuan dan budaya satu sama lain. Saya sendiri tergabung dalam presenter Herbs Don’t Lie yang bertujuan mengenalkan rempah-rempah khas Indonesia bersama lima presenter lainnya. Diawali dengan menjelaskan sejarah rempah-rempah di Indonesia, kami juga menjelaskan tentang manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Seminar diakhiri dengan minum aneka wedang khas Indonesia bersama-sama.

National Presentation (NP)

National Presentation merupakan suatu penampilan dari semua negara untuk mengenalkan negara tersebut melalui sebuah pertunjukkan kesenian sepanjang 75 menit. NP dijadwalkan bergantian, hanya satu negara dalam satu harinya serta dilakukan pada malam hari. NP adalah salah satu kegiatan yang dinantikan. Sebelum menghadiri NP, kita akan mempersiapkan diri dengan berdandan serta biasanya bertukar pakaian dari negara lainnya. Saya pun berkesempatan untuk memakai pakaian dari negara Jepang, Thailand, Kamboja, Myanmar, Philippines, dan Brunei Darussalam.

 

1314.jpg

Kiri: Memakai Kostum Jawa Tengah pada Indonesia NP. Kanan: Memakai Kostum Yukata dari Jepang saat menghadiri malam NP

Selain kegiatan on board yang dilaksanakan di kapal, kami juga diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa negara ASEAN. Negara yang dikunjungi berbeda setiap tahunnya. Tahun 2017, negara ASEAN yang kami kunjungi adalah Kamboja, Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Cambodia Country Program

Program di Kamboja merupakan rangkaian country program yang kedua. Berlabuh di Sihanoukville Port, kami disambut oleh drum band serta tarian yang ditarikan oleh local youth. Keesokan harinya kami berangkat ke Phnom Penh untuk menghadiri courtesy call oleh H.E. Prime Minister of Kingdom of Cambodia. Pemerintah Kamboja menyediakan dua pesawat terbang khusus untuk peserta SSEAYP yang mengantarkan kami dari Sihanoukville ke Phnom Penh serta sebaliknya. Kami menginap di Sokha Hotel dengan pemandangan Sungai Mekong, salah satu sungai yang terkenal dan penting di Kamboja. Di hotel tersebut pula kami disambut kembali dengan welcoming dinner oleh Minister of Education, Youth and Sport. Hari kedua di Phnom Penh, kami melakukan institutional visit berdasarkan kelompok DG. Kami DG 3 melakukan institutional visit ke Department of Inrternational Relations Royal University of Phnom Penh. Kami memperoleh lecture tentang hubungan internasional antara Jepang dan ASEAN beserta para mahasiswa di jurusan tersebut. Kami juga diberi waktu untuk membahas isu-isu terkait International Relations dengan local youth sekaligus mahasiswa tersebut. Mereka sangat ramah serta antusias saat berdiskusi dengan kami.

Setelah serangkaian welcoming ceremony dan institutional visit, tiba saatnya kami menjalani homestay program. Saya mendapat homestay mate dari Malaysia, bernama Jannifer, yang akan tinggal bersama di rumah keluarga kami yang baru. Adik angkat kami, bernama Syanith, mengantar kami ke beberapa lokasi wisata. Pertama, kami mengunjungi Tuol Sleng Genocide Museum yang dahulunya merupakan sebuah bangunan sekolah yang dirubah menjadi penjara saat Khmer Rouge. Di sana kami memahami Kamboja memiliki sejarah kelam yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Kamboja kehilangan banyak sumber daya manusia akibat kejahatan genosida tersebut, dimana orang-orang yang berpendidikan dan memiliki keterampilan seperti guru, dokter, penyanyi ditangkap dan dibunuh. Butuh bertahun-tahun hingga akhirnya Kamboja mulai bangkit kembali. Tujuan selanjutnya, kami mengunjungi Royal Palace hingga malam hari. Syanith mengajak kami ke sebuah seafood restaurant untuk makan malam. Dia begitu menghargai kami sebagai keluarga angkatnya. Saya adalah seorang muslim yang hanya diperbolehkan memakan makanan halal. Selain itu, homestay mate saya dari Malaysia tidak bisa makan daging sapi. Dengan demikian, seafood adalah makanan yang paling sering kami makan selama homestay. Hal ini merupakan salah satu hal yang saya pelajari di Kamboja. Perbedaan budaya dan agama tidaklah menjadi tembok penghalang dalam menjalin pertemanan dan kekeluargaan.

Setelah program homestay berakhir, seluruh peserta kembali ke Sihanoukville untuk melanjutkan perjalanan ke Thailand. Pada saat Send Off ceremony, para keluarga angkat turut datang untuk melepas kepergian serta berkesempatan untuk ship tour Nippon Maru. Kami berpisah dengan upacara pelemparan pita warna-warni yang melambangkan ikatan antar keluarga serta hubungan yang akan tetap berlangung walaupun kita berpisah.

15

Perpisahan dengan keluarga angkat saat meninggalkan Kamboja dengan upacara pelemparan pita warna warni

Thailand Country Program

Country program di Thailand dilaksanakan di Bangkok pada tanggal 16 November 2017. Sebelum menjalankan homestay program, kami berkesempatan untuk melakukan institutional visit berdasarkan Solidarity Group (SG). SG-I mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi  Bangkok National Museum dan Phayathai Babies Home. Pada homestay program di Thailand, saya mendapat keluarga angkat yang terdiri dari ibu dan dua anak dengan homestay mate dari Kamboja bernama Kay. Kami menghabiskan waktu bersama-sama mulai dari menghadiri pesta pernikahan, berbelanja, serta mengunjungi tempat wisata seperti pagoda atau biasa disebut dengan Wat. Kami menikmati waktu di Thailand karena makanan yang enak dan sesuai dengan selera kami. Itulah mengapa keluarga angkat kami sering mengajak kami mencoba kuliner Thailand di beberapa tempat terkenal di Bangkok. Kegiatan country program Thailand diakhiri dngan send off ceremony  yang dilaksanakan di depan kapal. Upacara diawali dengan gangway cheers, sambutan Pol Gen Adul Saengsingkaew serta diakhiri dengan upacara pelemparan pita hingga akhirnya kapal berangkat menuju Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia.

16.jpg

Persiapan Gangway Cheers setiap kali turun dari kapal di Port negara yang dikunjungi

Indonesia Country Program

Rasanya sangat senang singgah di negara sendiri setelah melaksanakan setengah bagian dari program. Terdapat rasa yang berbeda kembali berada di tanah air meskipun hanya tiga hari. Sebagian besar dari peserta dari Indonesia bertemu dengan sanak keluarganya di Tanjung Priok. Hal uniknya adalah kami bisa menurunkan sebagian besar bagasi kami yang terdiri dari oleh-oleh serta barang yang sudah tidak terpakai lagi selama program. Kegiatan institutional visit di Indonesia dilakukan di Sekretariat ASEAN. Hari berikutnya, kami melaksanakan homestay matching untuk bertemu dengan hostfamily. Pelaksanaan homestay matching di Indonesia adalah yang paling berkesan. Selain sajian tarian, peserta diajak ikut berkolaborasi dalam sebuah pertunjukkan angklung. Masing-masing PY mendapat sebuah angklung dan memainkan perannya untuk memainkan not tertentu. Hal berkesan lainnya adalah para hostfamily sangat antusias dalam menyambut kami. Mereka bahkan membuat sebuah yel-yel khusus untuk menyambut calon anak angkat mereka. Keluarga angkat saya adalah keluarga Herdiono, terdiri dari ayah, ibu, dua adik angkat perempuan serta satu adik angkat laki-laki. Pada homestay  di Indonesia ini, saya mendapat homestay mate dari Jepang yang bernama Yuki. Aktivitas yang kami lakukan selama homestay program yaitu menonton pertunjukan bertajuk Indonesia Kaya, berjalan-jalan ke Kota Tua, berjogging ke Ancol Eco Park, hingga berbelanja batik.

Malaysia Country Program

Seperti biasa, kegiatan selama country program diawali dengan welcoming ceremony. Hal yang berkesan adalah ketika seluruh peserta memakai attire B (pakaian nasional) mereka masing-masing pada jamuan makan malam. Kontingen dari Indonesia memakai pakaian dari daerah NTT yang didominasi warna merah dan kuning. Attire ini menjadi salah satu yang paling disukai oleh para peserta karena keunikannya.

17

Menghadiri welcome dinner dengan mengenakan attire B dari NTT

Kegiatan institutional visit di Malaysia dilakukan berdasarkan SG. Saya dan SG-I mengunjungi Kompleks Olahraga Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Diawali dengan lecture singkat di Stadium Nasional Bukit Jalil, kami mendapatkan tour untuk melihat fasilitas-fasilitas yang ada di sana. Lokasi Sport City ini sering dijadikan tempat kompetisi olahraga baik tingkat nasional maupun internasional. Acara dilanjutkan dengan homestay matching di Putrajaya untuk bertemu keluarga angkat untuk pertama kalinya. Bersama dengan homestay mate saya Mameaw, yang berasal dari Thailand, saya tinggal di keluarga angkat yang terdiri dari ayah, ibu, dua saudara perempuan, serta satu saudara laki-laki. Beberapa tempat yang kami kunjungi antara lain night market, I-City Shah Alam serta kompleks Putrajaya.

Cerita di atas hanyalah sebagian kecil dari pengalaman yang saya alami. Saya bersyukur telah diberi kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam pogram SSEAYP ini. Sebuah pengalaman sekali seumur hidup yang pastinya layak kalian perjuangkan.


Profil Singkat Restu Ayu Mumpuni

Restu Ayu Mumpuni, or usually called Ayy is a young woman from Semarang who is currently running a Small and Medium Enterprise (UMKM) producing famous sash product in Indonesia. Her persistence in doing business has led her to penetrate the international market and got her to win the 1st champion of Young Entrepreneur Competition as well as the 1st winner of Product Innovation Competition Semarang City. This graduate of Communications Studies from Diponegoro University hopes to become an entrepreneur in such see can introduce local products to the national and international market. At the same time, she is willing to many local resources through her business. Apart from her business activities, Ayy has been active in international organizations with various important roles such as the Vice President of Outgoing Exchange AIESEC in UNDIP which also brought her to work on social project in education and culture in Russia for two months. Her interest in volunteering grew when she participated AFS to Japan back in 2010. As returnee she’s still active in Bina Antarbudaya (Indonesian Foudation for Intercultural Learning) chapter Semarang.

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2016

 

SSEAYP adalah singkatan dari The Ship for SouthEast Asian Youth Program alias Program Kapal Pemuda Asia Tenggara – Jepang. Program ini awalnya merupakan kerja sama dari pemerintah Jepang utk “merebut” kembali hati negara-negara Asia Tenggara setelah protes anti modal asing pada tahun 1974. Setelah 43  tahun program ini berlangsung, program ini terus membangun persahabatan dan keluarga yang sungguh akrab. Tujuan utama program ini adalah untuk membangun persahabatan dan saling pengertian, semakin matang program ini semakin ditujukan lagi supaya peserta berkontribusi dalam aktivitas sosial setelah kembali di negara masing-masing. Peserta SSEAYP adalah 330 pemuda dari 11 negara Jepang dan Asia Tenggara. Delegasi dari Indonesia sendiri adalah 28 pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini akan berawal di Jepang, seluruh peserta akan berkumpul di Jepang dan mengikuti Youth Leader Summit, lalu peserta akan disebar ke beberapa prefektur di Jepang. Kemudian peserta akan masuk ke kapal Nippon Maru dan memulai pelayaran ke 5 negara.

FB_IMG_1490281491026

Fase Persiapan

Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang atau Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) merupakan program tahunan yang disponsori oleh pemerintah Jepang dan didukung oleh negara-negara Asia Tenggara. Saya mengetahui program SSEAYP atau dapat disebut juga dengan kapal pemuda Asia Tenggara dan Jepang dari roadshow yang dilaksanakan oleh PCMI Jawa Tengah di Universitas Diponegoro. Setelah terpilih sebagai peserta, saya beserta delegasi lain memperoleh informasi lengkap tentang hal yang perlu dipersiapkan dari alumni dan SII (SSEAYP International Indonesia) dan juga grup peserta. Selain itu juga ada pihak dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang selalu memberikan informasi tentang persiapan program. Saya juga mendapatkan arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan juga alumni yang berasal dari Jawa Tengah.

Sebelum berangkat, seluruh peserta PPAN yang terpilih dari Jawa Tengah melaksanakan Pre Departure on-line yang dibimbing oleh PCMI Jawa Tengah, dan juga intensif Pre Departure Derah yang dilaksanakan tanggal 19-21 Mei 2016 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan PCMI Jawa Tengah dalam melakukan persiapan pemberangkatan kepada peserta PPAN. Dinpora Jateng juga memberikan dukungan dengan memberikan uang pengganti pembuatan passport dan juga membantu mengurus segala keperluan administrasi.

Materi selama PDT atara lain untuk pembentukan tim yang solid, penguasaan keterampilan, dan materi program serta pembentukan kepribadian Indonesia. Selama PDT kami sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari PDT. Dari sekian banyak materi PDT, materi yang perlu paling berkesan yaitu tentang kedisiplinan, art, dan refleksi untuk menambah kekompakan tim.

Fase Program

Setelah selesai Pre Departure Training,pada tanggal 24 Oktober 2016, Kontingen Indonesia yang  disebut sebagai Garuda 43, dikukuhkan oleh Kemenpora. Keesokan harinya Garuda 43 berangkat menuju Haneda Airport Tokyo . Setelah Sampai di Tokyo , kontingen Garuda 43 melanjutkan courtesey call pertama ke Cabinet Office Of Japan dan orientasi . selanjutnya , Seluruh Participating Youth meninggalkan Cabinet Office of Japan dan menuju National Youth Conference untuk melaksanakan Youth Leaders Summit.

FB_IMG_1487688454372FB_IMG_1490281561180

A. Japan-ASEAN Youth Leaders Summit (YLS) 2016

Japan-ASEAN Youth Leader Summit (YLS) merupakan bagian dari The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke 43 dan dilaksanakan selama Country Program di Jepang. YLS dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 sampai 2 November 2016 di National Youth Center. Adapun kegiatan YLS meliputi diskusi dengan 100 local youth dan 330 participant youth dengan tema besar “Youth Participation in Social Activities”. Selain kegiatan diskusi, terdapat kegiatan pementasan seni dari tiap negara yang berpartisipasi, dan juga pameran (exhibition) dari negara Asean-Jepang. Tujuan dilaksanakannya YLS untuk mengenalkan serta membangun partisipasi dan relasi antar Negara ASEAN dan Jepang.

Kontingen Indonesia berhasil menampilkan kesenian tari kontemporer berjudul “The Fire Mystical Dress”. Tarian kontemporer ini merupakan tarian yang menggambarkan sebuah khayangan, terletak di Bojonegoro, JawaTimur. Tempat ini merupakan tempat api abadi (khayangan api).

B. Onboard Activities

Kegiatan yang dilaksanakan di atas kapal selama saya mengikuti program bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai self-management dan kepemimpinan. On board activities terdiri atas kegiatan :

B.1. Discussion Group

Pelaksanaan Discussion Group secara umum berlangsung dengan sangat baik. Semua kegiatan yang  sudah direncanakan oleh panitia dapat berjalan sesuai rencana. Secara umum kegiatan diskusi dilakukan di ruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Disini PY dibagi kembali menjadi beberapa group kecil sesuai dengan DG masing-masing. Kegiatan diskusi dilakukan kurang lebih selama 2 jam per pertemuan. Pada kegiatan ini, PY difasilitasi oleh local youth. Local youth berkolaborasi dengan facilitator dan menjalankan diskusi dengan sangat baik. Pada akhir pertemuan, semua group diwajibkan untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan PY lain.

Prestasi Delegasi Jawa Tengah dalam kegiatan ini

Pada kegiatan ini, hampir semua IPY aktif berbicara dan memberikan kontribusi di dalam diskusi. Beberapa IPY juga ditunjuk untuk menjadi wakil dari kelompok masing-masing dalam mempresentasikan tugas mereka. Hal ini juga berdampak pada prestasi IPY pada kegiatan lanjutan dari YLS yaitu kegiatan diskusi di kapal dimana dari 8 Discussion group yang ada, 5 orang IPY menjadi DG Steering Commitee. Salah satunya adalah saya . Saya menjadi SG Steering Committee mewakili Kontingen Indonesia (Country Representative) . Saya bertugas untuk membantu kontingen Indonesia dalam hal diskusi yang merupakan kegiatan yang sangat penting di kapal . 60 % kegiatan di atas kapal adalah kegiatan diskusi. Selain itu , saya juga harus dapat menyampaikan kepentingan Indonesia dan memperjuangkan kepentingan indonesia di dalam DG Subcomm tersebut . di akhir diskusi, Garuda 43 berhasil menentapkan short dan long term project yang akan dilakukan di daerah masing-masing.

B.2. Solidarity Group

Solidarity Group (SG)adalah salah satu kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan solidaritas diantara Participating Youth dari 11 negaa Asia Tenggara dan Jepang. Bentuk kegiatan SG adalah permainan-permainan interaktif yang membuat seluruh Participating Youth berpikir dan saling bekerjasama. Seluruh Participating Youth akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (SG A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Pelaksanaan kegiatan Solidarity Group diakomodasi oleh Solidarity Group Sub- Committees (SG Subcom). SG Subcom terdiri dari satu orang Country Representative dan 2 orang perwakilan dari masing-masing SG Group. Anggota SG Subcom perwakilan Solidarity Group dipilih dengan cara voting disetiap Solidarity Group. Tahun 2016, pelaksanaan kegiatan Solidarity Group dilakukan sebanyak 3 kali.

IMG_20161116_10IMG_20161127_112407

B.3. Club Activities

Pada hari pertama kegiatan yang dilakukan adalah tutorial pembuatan kerajinan dari kain batik nusantara baik berupa kipas maupun bros dan bandana. Kipas terbuat dari rangka kipas berbahan bambu dan bahan kain batik yang ditempel pada sisi kipas. Warna atau motif dari kain batik ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta ( akan disediakan beberapa jenis motif). Selain itu PY’s juga diajak untuk belajar untuk menulis dengan aksara lontara dari Makasar.

Pada hari kedua kegiatan diisi dengan tutorial tari Zapin Muda Mudi. Tari zapin merupakan budaya tari melayu berasala dari riau. Tari ini di tarikan dahulunya di istana kerajaan dan penarinya yakni laki-laki, tapi sekarang sudah ditarikan oleh perempuan dan bahkan campuran. Tari ini di iringi musik petik yakni gambus dan 3 alat musik pukul yakni marwas.

B.4. Voluntary Activities

Voluntary Activities atau VA adalah aktifitas yang dilakukan dan diorganisir oleh PYs dengan tujuan menyatukan seluruh PYs dan memberikan hiburan bermakna di atas kapal dan bersifat sukarela.

IMG_20170105_2IMG_20161202_2

Country Program

C.1 Country Program Jepang

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Jepang

Country Program Jepang dimulai dengan kedatangan semua peserta pada tanggal 25 Oktober 2016. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi yang dilakukan di Cabinet Office Jepang. Setelah kegiatan ini selesai, semua kontingen menginap di Hotel New Otani Jepang. Pada tanggal 26 kegiatan yang dilakuakan yaitu welcome reception  dan document clearance. Keesokan harinya semua PY melakukan check out  dan menjalankan local program dimana setiap PY dibagi berdasarkan kelompok SG.

Kunjungan kami bersama Solidarity group ialah ke perfektur perfektur di Jepang. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke kantor pemerintahan setempat dan menjalani sharing session mengenai kondisi kebudayaan dan sosial masyarakat di perfektur tersebut. Hari berikutnya kami menjalani kegiatan kunjungan ke sekolah dan tmpat bersejarah di perfektur masing-masin. Hari ketiga dan keempat melaksanakan kegiatan homestay dan berinteraksi dengan keluarga angkat. Sekembalinya dari country program di beberapa perfektur di Jepang, selanjutnya pelaksanaan Youth Leader Summit di NYC. Selanjutnya berdasarkan grup diskusi kita melaksanakan kunjungan ke sebuah tempat usaha yang cukup berkembang di Jepang dan melakukan sharing session mengenai strategi bisnis yang dijalaninya. Serta untuk DG yang lain seperti DG 5 mendapat kunjungan dari Place Tokyo.

C.2.  Country Program Vietnam

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Aktivitas yang dilakukan selama country program antara lain:

  • Welcoming ceremony dan welcoming dinner dilaksanakan di sebuah hotel di H Chi Minh City. Di acara ini kami disambut oleh pejabat kementrian Pemuda Vietnam. Dalam acara ini dijelaskan pentingnya mengenai pentingnya kerjasasama Jepang ASEAN.
  • Institutional visit bersama Discussion Group. Untuk DG 5, kami melakukan institutional visit di sebuah lembaga kesehatan anak bernama Lin Xuan Child Care. Institusi ini adalah satu dari dua institusi yang berada di vietnam yang bertugas untuk merawat anak-anak terlantar maupun anak-anak yang menderita HIV. Sejak tahun 2008 pemerintah vietnam telah encar melakukan tindakan prefentik untuk menurunkan angka kejadan HIV ada anak. Sejak tahun 2008 angka penularan HIV dari Ibu ke anak sudah menurun drastis.
  • Homestay matcing dan homestay program

C.3. Country Program Thailand

Aktivitas yang dilakukan selama Country Program Thailand

Country Program di Bangkok, Thailand merupakan port of call ke tiga setelah Tokyo dan Ho Chi Min. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan rasa bela sugkawa peserta SSEAYP 2016 kepada Thailand yang baru saja kehilangan raja mereka. Semua peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan di Tailand disarankan untuk menggunakan pakaian berwarna gelap. Selain itu, mereka memberikan pita berwarna hitam untuk dikenakan di saku pakaian setiap peserta. Ini merupakan budaya di Thailand jika ada bagian dari keluarga yang meninggal yang akan berlangsung selama 100 hari.

Welcome ceremony di Thailand di laksanakan dengan sangat rapi dan tertib. Kontingen Indonesia kemudian disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand beserta wakilnya. Diawali dengan percakapan ringan, Duta Besar Indonesia sangat takjub dengan kedisiplinan dan kerapian kontingen Indonesia yang sangat terihat berbeda dari peserta lainnya. Beliau memberikan pujian serta pesan-pesan positif untuk Duta Muda Indonesia pada hari itu yang kemudian dimuat di beberapa surat kabar di Thailand dan di Indonesia.

Setelah welcoming ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan courtesy call oleh H.E Prime Minister Thailand. Beliau memberikan apresiasi untuk seluruh peserta SSEAYP atas kesediaan menghormati masa berduka Thailand saat itu. Kegiatan welcoming ceremony kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner yang dilakukan di tempat terpisah dengan welcome ceremony dan courtesy call. Sebelum Welcome dinner dimulai, beberapa excellency memberikan sambutan kepada peserta SSEAYP 2016. Dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diiringi alunan merdu musik yang diciptakan oleh Almarhum Raja Thailand. Semua peserta SSEAYP sangat menikmati makanan yang dihidangkan.

Di hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan institutional visit dan homestay matching. Peserta SSEAYP mendapatkan 5 tujuan tempat yang berbeda berdasarkan Solidarity Group. Pembagiannya adalah sebagai berikut: SG A, B: Chandrakasem Rajabhat University, SG C, D, E: University of Thai Chamber of Commerce, SG F, G: Suan Dusit University, SG H, I: Thammasart University, SG J, K:  Rangsit University. Selama kegiatan institutional visit, peserta SSEAYP diperkenalkan dengan beberapa budaya yang ada di Thailand seperti membuat Loy Krathong, membuat makanan khas Thailand, dan lain sebagainya. Kegiatan selanjutnya adalah Homestay matching yang dilanjutkan dengan homestay selama tiga hari. Selama kegiatan homestay Pys melakukan kegiatan bersama orang tua angkat berupa;

C.4 Country Program Kamboja

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Kegiatan di Kamboja berlangsung selama 2 hari 1 malam. Di hari pertama, para Youth Leader ditemani oleh National Leader Kamboja dan Administator melakukan kunjungan ke National Museum dan Royal Palace di pagi dan siang hari. Lalu sore harinya dilanjutkan dengan courtesy call dengan Prime Minister of the Royal Government of Cambodia. Di malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Dinner Reception hosted by Minister of Education Youth and Sport. Keesokan harinya sebelum kembali ke Bangkok, Youth Leaders, National Leader of Cambodia dan Administrator mengunjungi EA Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang organik. pengenalan dan pertukaran budaya.

C.5. Country Program Singapore

Aktivitas yang dilakukan selama country program

Port of call ketiga setelah Hochi Minh City, Vietnam dan Bangkok, Thailand adalah Singapore. Aktivitas yang dilakukan Participants Youth selama di Singapura telah terjadwal selamatigahari, yaitu dimulai dari hari Sabtu tanggal 26 November sampai pada hari Selasa tanggal 29 November 2016. Dalam masa empat hari tersebut, Participants Youth diikutsertakan dalam beberapa kegiatan utama yaitu Berth at CCO2, Singapore (pengenalan singkat tentang Singapore) di kapal, ASEAN-Japan Carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth, Homestay, Social Contribution Activities, dan Heritage Trail.

Berth at CCO2 dipimpin oleh dua alumni SSEAYP contigent Singapore yang memberikan pengenalan tentang tradisi, kuliner, tujuan wisata, dan budaya Singapore. Dilanjutkan dengan ASEAN-Japan carnival dan Courtesy of Call on Minister of Youth dimana para peserta diberi kesempatan untuk bertemu langsung beberapa duta besar dan mentri pemuda Singapore, juga mencicipi makanan khas dari berbagai Negara ASEAN dan menikmati beberapa daya tarik wisata Singapore. Homstay di Singapore berlansung pada hari Minggu tanggal 27 November sampai Senin 28 November, jam 10:55.

Social contribution activities dan Heritage Trail merupakan kegiatan paling akhir yang dilakukan berdasarkan Solidarity Group setiap peserta. Adapun komunitas yang dikunjungi diantaranya adalah Sports Care, Beyond Social Service, Food from the  Heart, Foodscape Collective,  4 PM, Ground Up Initiative, Lakeside Family Service, Beyond Social Service, Enabling Village, dan Dignity Kitchen.

IMG_20161220_1IMG_20170115_2IMG_20170323_2

Fase Re-Entry

Re-entry dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 15 Desember – 19 Desember 2016 . Tujuan re-entry adalah untuk evaluasi pelaksanaan program , pembuatan dan pelaksanaan Post Program Activity (PPA) yang dilaksanakan secara jangka pendek dan jangka panjang. Kami melaksanakan PPA Short term ( jangka pendek ) pada hari Minggu tanggal 18 Desember 2016 di acara Cer Free Day daerah Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Acara tersebut sukses di hari oleh beberapa komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dissabilitas. dan tujuan PPA short term kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat unuk mau belajar mengenai bahasa isyarat. Kami juga mengajarkan mereka bahasa isyarat indonesia (Bisindo) kepada masyarakat . selain itu , kami terdapat photobooth yang berisi tentang kampanye penggunaan bahasa isyarat.


Short Profile of Dini Puspita Hapsari

Dini Puspita Hapsari was chosen as Central Java representative in Indonesian Contingent for 43rd SSEAYP which took place in Japan, Vietnam, Cambodia, Thailand, Singapore, and Indonesia. She graduated from Diponegoro University, majoring public administration with cumlaude predicate. During her study, she has won several awards and competition, including Supersemar scholarship, selection of outstanding students (Mawapres), and became the ambassador of United Nations Survey. With her expertise in politics and government studies, she was awarded the opportunity to learn Civic Engagement in the University of Nebraska by the US State Department. She also managed a project named ASEAN Sustainable Education in rural area project in Cambodia, Thailand and Laos for three years. She is currently the Project Coordinator of #Youth4Dev Project, an initiative focuses on youth force and sustainable development goals (SDGs) with support from the US Embassy.

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent
R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.

Ms Fujimaru berlabuh di Jakarta

Delegasi Indonesia turun dari kapal Ms Fuji Maru


Kapal berbendera Jepang Ms Fuji Maru, hari Selasa (22/11) siang merapat dan bersandar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal itu mengangkut 340 pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang, yang menjadi peserta SSEAYP (Ship for Southeast Asian Youth Program) atau  Kapal Pemuda ASEAN Jepang.

Para pemuda ASEAN dan Jepang ini berada di Jakarta selama 2 hari, setelah sebelumnya mereka berlayar dari Jepang  ke  Filipina dan Brunei Darussalam sebelum tiba di Indonesia. Selama di Jakarta mereka akan menjalani home stay dan tinggal bersama keluarga Indonesia.

Sepuluh negara  ASEAN yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Indonesia masing-masing mengirimkan 28 pemuda, sisanya  pemuda Jepang sehingga jumlahnya 340 pemuda.

Delegasi Indonesia bersama Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso

Setelah diterima Kemenpora, rombongan pemuda ASEAN dan Jepang ini mengunjungi DPR RI dan diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso. Selanjutnya, peserta dijamu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti welcome dinner di Balai Kartini. Pada kesempatan ini, masing-masing negara menunjukkan penampilan budaya melalui musik dan tari.

Keesokan harinya, peserta SSEAYP mengunjungi ASEAN Secretariat dan bertemu Sekretaris Jendral ASEAN Surin Pitsuwan. Kemudian, peserta menuju Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk bertemu dengan orang tua angkat dan menjalani sesi homestay.

Melempar pita sebagai tanda perpisahan dengan orang tua angkat

Selama dua hari, peserta menjalani homestay bersama keluarga Indonesia. Acara diakhiri pada 25 November, dimana Fuji Maru melanjutkan pelayaran ke Malaysia dan Kamboja sebelum kembali ke Jepang.

Dalam kegiatan ini, Jawa Tengah diwakili oleh Novita Indah Nugraheni (Kabupaten Pekalongan). Novita adalah mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro.

Discussion Facilitator untuk 38th SSEAYP 2011

Memperkenalkan Discussion Group Facilitator untuk 38th Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP) 2011 (ki-ka):

1. Thanit Kongkaew (Hlek) – Thailand (TPY 2003) : Corporate Social Contribution
2. Daisuke Kimura (Kimkim) – Japan (SWY 2003) : International Relations (Japan – ASEAN Cooperation)
3. Carmela D. Barcelona (Maica) – Philippines (PPY 2006) : Health Education (Measures against HIV/AIDS)
4. Siti Sinta Rini (Rini) – Indonesia (IPY 2000): Food and Nutrition Education
5. Asri Wijayanti (Asri) – Indonesia (IPY 2003) – Cross-cultural Understanding Promotion
6. Eugene Sosing (Eugene) – Philippines (PPY 2007) – Youth Leadership Development
7. Pia Adiprima (Pia) – Indonesia (IPY 1997) – School Education
8. Hj. Muhammad Faisal Bin Haji Nurdin (Faisal) – Brunei Darussalam (BPY 1996) – Environment (Climate Change)

Asri Wijayanti (IPY 2003), adalah salah satu alumni PCMI Jawa Tengah yang terpilih sebagai Discussion Group Facilitator untuk tahun ini. Asri menamatkan pendidikan Master of International Communications di State University of New York Albany. Saat ini Asri menjadi Project Associate for Disaster Risk Reduction Public Awareness di United Nations Development Programme (UNDP) dan aktif mensosialisaikan pentingnya pengurangan resiko bencana alam di Aceh.