Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015

Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea atau juga disebut Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) kembali digelar. Eri Dwi Cahyono terpilih sebagai delegasi Jawa Tengah untuk program tersebut setelah melalui serangkaian seleksi. Program IKYEP kembali digelar untuk semakin mempererat hubungan baik kedua negara, Indonesa dan Korea Selatan, melalui pemuda. Setiap delegasi diharapkan dapat belajar selama program untuk bekal menjadi pemimpin masa depan.

IMG_0503
Eri Dwi Cahyono, Delegasi Jawa Tengah untuk Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2015

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015 adalah program yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Ministry of Gender Equality and Family of Republic of Korea (Mogef). Tahun 2015 merupakan gelaran ke 6 sejak MoU ditandatangi oleh kedua belah pihak pada tahun 2009. IKYEP 2015 diikuti oleh 20 delegasi Indonesia, yaitu 19 delegasi pemuda dan 1 national leader dari Kemenpora RI. Sementara itu Korea Selatan juga mengirim 20 delegasi yang terdiri dari 17 delegasi pemuda, 2 delegasi dari Mogef, dan 1 delegasi sebagai penerjemah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IKYEP 2015 diselenggarakan dalam dua fase, yaitu fase Korea Selatan dan Fase Indonesia. Sebelum menjalani dua fase tersebut delegasi Indonesia diberi pembelakan dalam fase Pre-Departure Training (PDT) yang diselenggarakan di Wisma PPPON Cibubur Jakarta pada tanggal 29 Oktober – 2 November 2015. Kegiatan PDT ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada delegasi sebelum memulai program.

DSC_1068

Fase Korea Selatan dilaksanakan dari tanggal 3-13 November 2015. Fase ini dilaksanakan di kota Seoul, Incheon, dan Gwangju. Banyak kegiatan yang dilakukan selama fase di Korea Selatan, antara lain courtesy call, intitutional visit, educational visit, cultural exchange, host family, dan tourism visit.

Kegiatan kunjungan resmi kepada instansi pemerintah (courtesy call) dilakukan di Ministry of Gender Equality and Family atau disebut juga Mogef. Selain itu delegasi juga berkesempatan mengunjungi Kedutaan Indonesia untuk Korea Selatan. Diskusi yang dilakukan di Mogef banyak membahas mengenai bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Selain kunjungan formal, delegasi juga melakukan kunjungan di beberapa institusi seperti Seoul Youth Hub, ASEAN-Korea Center, dan Gwangju Youth Training Center.

DSCF1107

Educational visit pada IKYEP 2015 dilakukan di Seoul National University dan Gwangju University. Pada kunjungan di Gwangju University sekaligus dilakukan cultural exchange antara delegasi Indonesia dan mahasiswa Gwangju University di mana kedua delegasi menampilkan kesenian dari negara masing-masing. Delegasi Indonesia telah mempersiapkan beberapa kesenian untuk cultural exchange selama program, baik untuk fase Korea Selatan maupun fase Indonesia. Kesenian tersebut antara lain tari Likok Pulo, tari Zapin Muda Mudi, tari Kembang Jatoh, medley lagu daerah nusantara, angklung, dan lagu theme song IKYEP.

Tak lengkap rasanya jika belum mempelajari sejarah negara setempat. Delegasi juga dapat belajar sejarah Korea Selatan melalui kunjungan ke dua museum, yaitu Memorial Park dan National Museum of Korean Contemporary History

1446908309730

Salah satu kegiatan yang sangat berkesan bagi delegasi Indonesia adalah di saat mereka dapat tinggal bersama keluarga angkat di kota Incheon pada fase host family. Di sini para delegasi diberi kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, khususnya keluarga angkat. Eri selaku delegasi Jawa Tengah sekaligus Youth Leader IKYEP 2015 mengaku banyak belajar saat tinggal bersama keluarga angkat. “Saya belajar masak kimbab, dan ibu angkat saya bilang saya jago, hehe. Selain itu saya banyak ngobrol dengan Jieeun, adik angkat perempun saya yang masih SMA, tentang banyak hal. Bahkan karena terlalu asyik obrolan kita sampai subuh. Ada juga nenek angkat saya, mencoba mengajak berbicara saya meskipun menggunakan bahasa Korea yang tidak begitu saya pahami. Tapi ketulusannya jelas terlihat,” cerita Eri mengisahkan pengalamannya bersama keluarga angkat.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, para delegasi juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata untuk belajar bagaimana perkembangan pariwisata di Korea Selatan. Tempat-tempat tersebut antara lain, Gyeongbok Palace, Seoul City “Tong Tong” Tour, Myeongdong & Nandaemun Market, NANTA Musical, World Cup Stadium, MBC World, dan Namsangol Hanok Village.

DSC_0863

Selesai dengan sepuluh hari fase Korea Selatan, delegasi Indonesia pulang ke tanah air untuk melanjutkan fase Indonesia bersama dengan delegasi Korea Selatan. Setiap delegasi Indonesia mendapatkan satu counterpart delegasi dari Korea Selatan di mana selama fase Indonesia mereka akan berpasangan. Selama fase Indonesia ini delegasi Indonesia dan Korea Selatan tinggal bersama keluarga angkat di Cibeunying Kidul, Bandung.

Banyak agenda menarik selama fase Indonesia, antara lain Bandung City Explorasion yang dikemas layaknya games Running Man yang sangat populer, Creative Industri Workshop, kunjungan ke Bandung Command Center, belajar membatik, workshop film & animasi, workshop angklung, kunjungan ke dusun bambu, dan workshop makanan tradisional. Seluruh delegasi juga mendapat sesi khusus untuk berdiskusi dengan walikota Bandung, Bapak Ridwal Kamil.

Fase Re-Entry menjadi penutup program IKYEP 2015 sebelum delegasi kembali ke daerah masing-masing. Para delegasi mendapatkan pengarahan mengenai kegiatan setelah program. Seluruh delegasi bersama-sama merancang PPA (Post Program Activity) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat usai program.

“Saya belajar banyak. Jika IKYEP disebut sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang sangat berharga, itu benar adanya. Saya berjumpa banyak hal baru. Saya belajar kedisiplinan, saling memahami satu sama lain, kerja sama, dan banyak hal lain yang setelah program saya rasakan menjadi lebih baik. Terimakasih Kemenpora RI, MOGEF, AIKUNA, keluarga angkat saya di Incheon dan Bandung, dan seluruh kawan-kawan saya dari 18 provinsi lainnya. Saya menulis ini dengan rasa rindu,” ujar Eri Dwi Cahyono, yang juga menjabat sebagai Youth Leader IKYEP 2015.

DSCF1595

**Eri merupakan seorang penyiar radio sejak tahun 2012. Mahasiswa berprestasi FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) 2014 ini, juga telah mengukir banyak penghargaan di bidang komunikasi, antara lain Juara Favorit Putra Batik Nusantara 2015, Juara I SCTV Goes To Campus 2015, Juara I Putra Solo 2012 dan Juara II Journalight Pekan Komunikasi 2014. Eri dipercaya menjadi Youth Leader untuk IKYEP 2015.

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015

Dwiyanto menjadi Delegasi Jawa Tengah untuk program ASEAN Students Visit Inda (ASVI) 2015, yang secara formal mulai dilaksanakan pada tahun 2011 berdasarkan pada Memorandum of Understanding (MoU) antara negara-negara ASEAN dan India. Kegiatan pertukaran pemuda dengan India, mempunyai peran strategis dalam rangka menjalin persahabatan dan saling pengertian antar pemuda kedua negara dalam beragam aspek kehidupan.

DSC_0425-01-1-01
Dwiyanto, Delegasi Jawa Tengah untuk ASVI 2015

Program ASVI 2015 terselenggara dari hasil kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Luar Negeri India, dan Confederation of Indian Industry (CII).Tujuan diselenggarakannya program Asean Students Visit India yaitu memupuk rasa persaudaraan dan saling pengertian antar pemuda ASEAN dan India dalam rangka mendorong terciptanya perdamaian dunia,memahami tanggung jawab dan meningkatkan kemitraan untuk pembangunan nasional dan internasional, memberikan bekal kompetensi kewirausahaan sehingga mereka mampu mengasah daya baca terhadap peluang-peluang bisnis untuk kesejahteraan diri dan masyarakat di sekitarnya melalu social entrepreneurship.

Indonesia mendelegasikan 24 pemuda pemudi pilihan yang sudah terseleksi dari 24 Provinsi dan 1 perwakilan Kemenpora sebagai official. Program ini di ikuti oleh 250 peserta dari  Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam

DSC_0138
Delegasi ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015 dari Indonesia

Sebelum diberangkatkan menuju India, para peserta ASVI 2015 terlebih dahulu mendapatkan pembekalan Pre-Departure Training (PDT) selama 3 hari dari tanggal 3 September – 5 Agustus 2015 bertempat di gedung Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang secara resmi dibuka pada tanggal 4 September oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Poerwanti M.Pd.

Selama kurang lebih 10 hari, para peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan dan universitas ternama, baik di ibu kota, New Delhi maupun beberapa kota lain, seperti Indian School of Business, Usha International Ltd dan, Shilparamam, CII-Sohrabji Godrej Green Business Centre Survey, International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) di Hyderabad.

Selama di New Delhi, peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan-perusahaan dan universitas lainnya, seperti; Jawaharlal Nehru University, Foreign Service Institut, Akshardham, Indian Ministry Of Foreign Affair, Qutub Minar, Dilli Haat,Indian Election Comission, Fostis Hospital, Maruti Suzuki, Delhi Metro  OfficedanRespective Ambassador. Selain itu, para peserta ASVI 2015 berkunjung ke Agra, mengunjungi Fortis Hospital, landmark India di Taj Mahal serta Agra Fort yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban di dunia. Pada malam terakhir, program ASVI 2015 ditutup dengan pertunjukan seni oleh masing-masing negara peserta ASVI 2015 pada malam gala dinner di New Delhi.

** Dwiyanto adalah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP). Dwi lahir di Semarang dan aktif dalam berbagai program kemahasiswaan dan kepemudaan, yang ditunjukkan dengan kiprahnya sebagai Kepala Departemen Kewirausahaan FKM UNDIP, Menteri Ekonomi dan Bisnis BEM KM UNDIP, Founder dan Sekretaris Jenderal Komunitas Tangan di Atas (TDA) Semarang serta organisasi Young On Top Campus Ambassador UNDIP Semarang.

Selain organisasi, Dwi juga aktif menginisiasi dan melaksanakan proyek-proyek sosial di daerahnya. Salah satunya proyek sosial Rumah Catering Indonesia, yang telah berjalan selama lima tahun dan telah membantu memberdayakan kaum perempuan di kawasan Bandarhajo, Semarang Utara.