PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan sebuah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan utama dari program ini adalah Mutual Understanding antara Indonesia dengan Malaysia melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda pemudi kedua negara untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan diberbagai bidang seperti bidang kebudayaan, sosial ekonomi, dan kewirausahaan. Pada tahun 2016, Indonesia diwakili oleh 18 pemuda pemudi terpilih dari 18 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sedangkan Malaysia diwakili oleh 19 Belia terpilih dengan didampingi oleh satu orang National Youth Leader. M. Chusnul Huda adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016.

01.PNG
Chusnul Huda, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016

IMYEP 2016 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, selama 2-3 hari yakni berlangsung pada tanggal 22–24 Oktober 2016. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni yang tergabung dalam wadah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program yang sesuai dengan tema IMYEP 2016, yaitu preserving Indonesia Malaysia Cultural Heritage Through Optimizing Information and Communication Technology.

02
Penerimaan materi saat PDT

Fase kedua yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 7 hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Indonesia di Jakarta dari tanggal 24 s/d 25 Juli 2016 dan fase Indonesia di Belitung dari tanggal 26 Juli s/d 30 Juli 2016. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah Welcoming Dinner di Jakarta, kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disambut langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi beserta jajaran staf kementerian. Pada kesempatan yang langka ini, bapak menteri mengharapkan para delegasi Indonesia tidak hanya bisa menjadi duta Indonesia yang baik namun juga bagaimana para delegasi bisa mengambil gambar lokasi yang dikunjungi sebanyak-banyaknya di Malaysia untuk bisa dipromosikan di Indonesia, begitu pula sebaliknya juga berlaku bagi para delegasi dari Malaysia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Jakarta yaitu city exploration di sekitar Jakarta meliputi Tugu Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Kota Tua.

Fase Indonesia di Belitung berlangsung dari tanggal 26 Juli s/d 29 Juli 2016, para delegasi juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Kantor Bupati/Rumah Dinas Bupati Belitung Timur dilanjutkan ISHOMA dirumah adat Belitong (Makan Bedulang) kemudian City Tour di Tanjung Kelayang yakni city tour di Pulau Pasir dan Pulau Lengkuas. Tidak hanya itu, para delegasi juga mengunjungi Home Industri Kekerangan, sebuah pusat pengolahan kerang. Di sini para delegasi langsung mempraktikan bagaimana kerang kerang dapat dijadikan barang bernilai jual tinggi dan menarik. Setelah berkunjung dari pusat kerajinan kerang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke hotel Biliton untuk menghadiri seminar kepemudaan dan kepariwisataan Kab. Belitung dengan pembicara kepala dinas pariwisata Kab Belitung dan dari Dinas Kepemudaan Kab. Belitung. Sebelum berangkat ke Malaysia, para delegasi terlebih dahulu menuju ke Jakarta kembali melaksanakan farewell dinner. Lalu dilanjutkan perkenalan seluruh delegasi dengan urutan cultural performance.

This slideshow requires JavaScript.

Pada fase ketiga yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 8  hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Malaysia di Kuala Lumpur dan Putrajaya dari tanggal 31 Juli 2016 s/d 2 Agustus 2016 dan fase Malaysia di Melaka dari tanggal 3 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Pada fase Malaysia yang pertama ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Pada kesempatan ini para delegasi Indonesia memberikan pandangan dan pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, dan dukungan dari Kedutaan RI sebagai tindak lanjut dari program ini untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan ICT yakni pemberian kesempatan kepada delegasi Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan perpaduan penampilan budaya Indonesia dengan budaya Malaysia pada pesta rakyat yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2016.

Kegiatan formal lainnya adalah kunjungan ke Majelis Belia dan Sukan, Kementerian Belia dan Sukan, Kunjungan hormat bersama Ketua Pengarah JBSN. Kunjungan lain seperti kunjungan ke Aswara (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan), Institut Kraftangan Negara, Bangunan Sultan Abdul Samad, Muzium Istana dan sightseeing Putrajaya.

Selanjutnya para delegasi Indonesia dan Malaysia bertolak ke Melaka dan menginap di Hotel Seri Costa, Melaka. Kunjungan yang dilakukan para delegasi diantaranya kunjungan ke Kajian Sejarah di Perkampungan Hang Tuah, Duyong, Melaka, dilanjutkan welcoming dinner di Restoran Melayu Melaka, kemudian ke Taman Rempah Melaka, menyusuri Sungai Melaka (River Cruise), heritage tour (Muzium Kesultanan Melayu Melaka, A’Famosa, Muzium Kapal dan Bangunan Merah), kunjungan ke Youth Center UTC Melaka, Majelis Gabungan Belia Melaka (MGBM), makan malam di Restoran Ikan Bakar Parameswara Umbai Melaka, menaiki Menara Taming Sari. Kunjungan ke Bio-Tech Melaka, Bangunan SDSI Satu Daerah Satu Industri (SDSI), dan kunjungan ke Produk Negeri Melaka.

Delegasi Indonesia juga melakukan homestay di Kampung Duyong, Melaka selama tiga hari dari tanggal 5 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan bersama masyarakat Kampung Duyong melakukan aktifitas senamrobik, Community Game Bersama Masyarakat, dan membuat kue tradisional. Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Duyong. Huda turut berpartisipasi dengan mempromosikan kerajinan tangan Kepang dengan tulisan Aksara Jawa dan menampilkan Tari Ratoh Jaroeh dari Provinsi Aceh bersama enam delegasi Indonesia lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama satu hari pada tanggal 7 Agustus di Hotel Cemara, Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Drs. Djunaedi M,Si selaku Asdep Tenaga Peningkatan Sumber Daya Pemuda, dengan dihadiri National Leader Indonesia Bapak Abri Eko Nurjanto, para Staff Kemenpora, serta para panitia dan alumni IMYEP serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

22
Re-Entry
23
Perpisahan di Bandara Soekarno Hatta


Profil Singkat M. Chusnul Huda

Muhammad Chusnul Huda, biasa dipanggil Huda adalah lulusan terbaik UIN Walisongo dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia Angkatan 2008 pada jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam) Konsentrasi Ilmu Falak. Selain itu dia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan UIN Walisongo untuk mengikuti short course di Colorado State University, Amerika Serikat selama dua bulan pada program International English Language Studi Program (IELSP) yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2011. Saat ini dia menjadi Pengacara / Advokat dan membantu masyarakat tidak mampu di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Purwodadi dalam hal konsultasi dan pemberian bantuan hukum. Di tahun 2016 ini, dia dipercaya mewakili Jawa Tengah dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 pada Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016. Di program ini, Huda telah memperkenalkan kepang (sejenis kerajinan tangan khas daerahnya) dengan mengkombinasikan dengan aksara Jawa.

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2015

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) adalah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda pemudi untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan mengenai kebudayaan, sosial ekonomi, kewirausahaan, dan berbagai bidang antar dua negara (Mutual Understanding). Pada tahun 2015, Indonesia diwakili oleh 20 pemuda pemudi terpilih dari 20 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dan satu orang Assistant dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Putri Hapsari Wijayanti adalah perwakilan Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari pulau Jawa untuk IMYEP 2015.

1 (Putri Hapsari Wijayanti, delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2015)
Putri Hapsari Wijayanti, Delegasi Indonesia dalam Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2015

IMYEP 2015 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Malaysia, fase Indonesia, dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, berlangsung selama empat hari dari tanggal 1-4 Oktober 2015 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Pada fase ini, 20 delegasi Indonesia mendapatkan pengarahan, pelatihan fisik maupun psikis, serta materi mengenai Character Building, Public Speaking, Komunikasi Antar Budaya, Soft Diplomacy, Citizen Journalism, Menulis Opini, Travel Arrangement, Grooming, dan latihan Cultural Performance yang diberikan oleh Alumni IMYEP dan para ahli narasumber terkait yang mendukung tema IMYEP 2015, yaitu media dan budaya.

2 (Courtesy call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur)
Courtesy Call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur

Fase kedua yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5-14 Oktober di Kuala Lumpur, Langkawi, dan Kampung Lonek Negeri Sembilan. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan RI yang terletak di Kuala Lumpur disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Herman Prayitno, beserta jajaran staf Kedutaan Besar RI. Pada kesempatan yang langka ini, para delegasi Indonesia memberikan pandangan masing-masing terhadap hubungan bilateral antar kedua Negara, antara lain mengenai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, klaim kebudayaan, efek asap dari Indonesia, maupun program IMYEP. Courtesy call selanjutnya yaitu menghadiri presentasi program kerja di Kementrian Belia dan Sukan Malaysia yang terletak di Putra Jaya. Presentasi ini diwakili oleh Deputy Director International Unit, Youth Development Division, En. Khairul Adri bin Dato Rosli. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri upacara memperingati Hari Sukan yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Langkawi bersama dengan pejabat pemerintahan setempat.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia yaitu city tour mengelilingi Putrajaya dengan cruise, kunjungan ke KLCC Sky Bridge, kunjungan ke Malaysia Tourism Centre (MATIC), dan kunjungan ke Langkawi; antara lain 3D Art Museum, T-shirt printing factory, Haji Ismail Group, Makam Mahsuri, Rams Deko Langkawi, Kilang Minyak Tradisional GAMAT, dan Kilim Geoforest Park.

3 (Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek, Negeri Sembilan)
Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek

Pada fase Malaysia, delegasi Indonesia melakukan homestay di Kampung Lonek selama tiga hari. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan berkunjung ke beberapa industri rumah tangga berupa pembuatan makanan tradisional, mie, dan peternakan lebah (home industry). Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Lonek dan International Youth Centre (IYC). Putri turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Denok dari Jawa Tengah bersama empat delegasi Indonesia lainnya.

4 (Kunjungan delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan)
Kunjungan Delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan

Fase ketiga yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 14-23 Oktober 2015 di Jakarta dan Surakarta. Pada fase ini, delegasi Indonesia dan Malaysia melakukan berbagai macam kegiatan formal dan non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call dilakukan dengan menghadiri pertemuan ke kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan pertemuan ke Balaikota di Surakarta, yang salah satunya diisi dengan youth dialog oleh beberapa narasumber, yaitu praktisi sosial di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, dan entrepreneur muda di Surakarta. Selain itu, delegasi Indonesia dan Malaysia mendapatkan kesempatan untuk melakukan institutional visit ke Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta. Delegasi Indonesia dan Malaysia juga berkunjung ke beberapa media, antara lain Trans TV, CNN Indonesia, dan Solo Pos. Kegiatan menantang dan pertama kali yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia selama di Indonesia yaitu belajar memainkan gamelan dan menampilkannya di SMKN 8 Surakarta serta membatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Beberapa tempat lainnya yang dikunjungi antara lain Monumen Nasional, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta, PT Sri Rejeki Tekstil, Pasar Antik Triwindu, Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaraan, dan Candi Prambanan. Pada fase Indonesia, para delegasi Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan berinteraksi dengan warga lokal melalui homestay yang dilakukan selama lima hari di Kelurahan Kauman yang terkenal dengan pusat batiknya. Fase ini diakhiri dengan cultural performance oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Sunan Surakarta.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama dua hari dari tanggal 23-24 Oktober 2015 di Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Imam Gunawan M.Ap selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemuda serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

5 (Farewell Party di Hotel Sunan Surakarta)
Farewell Party di fase Indonesia

**Putri Hapsari Wijayanti adalah alumni Program Studi IlmuKeperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Selama kuliah, Putri aktif memberikan pendidikan kesehatan di komunitas danpraktik keperawatan di beberapa Rumah Sakit daerah di JawaTengah. Ketertarikan Putri terhadap film dan debat ditunjukan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan Kronik Filmedia UNDIP dan Diponegoro Nursing Debating Community (DNDC) sebagai Minister of Human Resource Development. Lulusan cum laude ini pernah meraih Runner Ups ebagai Putri Kampus PSIK FK 2010 dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Cabin Crew in The World di tahun 2014 saat bekerja menjadi pramugari di Garuda Indonesia. Saati ni, Putri merintis usaha di bidang kuliner yang sudah berjalan selama satu tahun di Tangerang.

 

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2011

IMYEP

Kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia / Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2011 telah berakhir. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua minggu tersebut, peserta diberikan pengetahuan dan wawasan dalam bidang entrepreneurship dan pemahaman budaya yang lebih baik di antara kedua negara. Adapun materi dalam kegiatan tersebut, antara lain:

1. Kunjungan Kenegaraan, ke

Kementerian Belia dan Sukan Malaysia, Malaysia Tourism Council, Malaysian Sports Institute, Malaysian Youth Council, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

2. Institutional Visit, ke

Museum Nasional Malaysia, Museum Tekstil Malaysia, Malaysian Youth Development Academy di Batu Gajah, Radio TV Malaysia, TV 1 Malaysia,  Industri rumah-tangga Kerupuk Lekor, C-tee Salon, dan Gerbang Malam Malaysia

3.  Homestay di Pulau Pinang, dan

4. Penampilan Budaya di Sungai Duri.

Dalam kegiatan ini, provinsi Jawa Tengah diwakili oleh Bondan Eko Suranto, mahasiswa Magister Ilmu Susastra Universitas Diponegoro. Sebagai tindak lanjut dalam keberlangsungan program ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk program Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2012.

Pengumuman Nama Kandidat PPAN Jateng 2011

Proses seleksi tingkat provinsi Jawa Tengah telah berlangsung pada hari Senin, 28 Maret 2011. Para kandidat dinilai berdasarkan kepemimpinan, kepribadian, kemampuan berkomunikasi, wawasan nusantara, wawasan internasional, pengetahuan tentang negara tujuan, seni budaya, dan teknologi informasi. Proses seleksi melibatkan juri yang berasal dari akademisi, profesional, pemerintah, dan alumni. Adapun nama kandidat untuk tiap program adalah :

1. SSEAYP

Novita Indah Nugraheni dari Kota Pekalongan

2. ICYEP

Dini Hajarrahmah dari Kabupaten Kudus.

3. IMYEP

Bondan Eko Suratno dari Kota Semarang.

Kepada para kandidat, dimohon untuk melengkapi berkas persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Apabila kandidat tidak dapat memenuhi persyaratan, maka kuota akan diberikan kepada kandidat peringkat kedua (runner up). Selamat menyiapkan diri menuju karantina nasional dan semoga sukses!