INDONESIA-CANADA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICYEP) 2017

Indonesia-Canada Youth Exchange Program adalah salah satu dari program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) oleh Kemenpora RI dengan difasilitasi oleh Canada World Youth. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2017 ICYEP bekerjasama dengan Cowichan Intercultural Society. Penyelenggaraan ICYEP ini diadakan di kota Duncan, Provinsi British Columbia. Program ini bergerak dibidang community development dan cross culture understanding. Delegasi dari Indonesia diikuti oleh perwakilan beberapa provinsi melalui seleksi yang telah ditetapkan oleh Kemenpora yang seluruhnya berjumlah 7 orang dan satu orang supervisor dari alumni ICYEP sebagai team leader. ICYEP tahun 2017 memiliki tema Developing Millenial Leaders yang bertujuan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang bisa memaksimal peran teknologi untuk perkembangan Indonesia.

ICYEP tahun 2017/2018 memiliki fokus program pada menjalankan work placement sesuai bidang masing-masing delegasi, berinteraksi dengan host family, dan Knowledge Sharing Session.

Waktu Pelaksanaan Program

Program Indonesia Canada Youth Exchange 2017/2018 terdiri dari dua fase, yaitu Fase Kanada dan Fase Indonesia. Fase Kanada dilaksanakan dari tanggal 15 Desember 2017 hingga 24 Januari 2018 bertempat di Duncan, British Columbia. Sedangkan Fase Indonesia dilaksanakan dari tanggal 28 Januari 2018 sampai dengan 7 Maret 2018 bertempat di Desa Kandri, Semarang, Jawa Tengah.

Fase Pre-Departure Training

Fase Pre-Departure Training dilaksanakan pada tanggal 5 Desember hingga 14 Desember. Tanggal 5 Desember, Pre-Departure Training dilaksanakan di Gedung Indosat. Sedangkan pada tanggal 6-9 Desember, Pre-Departure Training dilaksanakan di Gedung Kemenpora, selebihnya Pre-Departure Training dilaksankan di Apartemen Permata Senayan. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni peserta Indonesia-Canada Youth Exchange Program yang diketuai oleh Mahfirlana Mashadi sekaligus bertugas sebagai team leader yang ikut mendampingi kegiatan peserta dari Fase Kanada hingga Fase Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program.

Kegiatan delegasi selama PDT antara lain meliputi pembuatan visa Canada, pemberian materi-materi yang berkaitan dengan program ICYEP, diskusi PPA kontingen, sharing dengan alumni, dan latihan cultural performance.

20

Seluruh delegasi, alumni, dan Kemenpora RI dalam acara pelepasan delegasi

21

Peragaan budaya dari berbagai provinsi di acara Cultural Night PDT ICYEP

Fase Kanada

Program dimulai dengan keberangkatan ke Kanada didampingi alumni dan Kemenpora. Berangkat dari Jakarta, kemudian transit di Hongkong selama kurang lebih 3 jam lalu terbang ke Kanada. Sesampainya di Kanada delegasi disambut oleh Kak Afina Burhanuddin, Protokoler Konsulat Jendral Republik Indonesia di Vancouver. Beliau juga merupakan Alumni dari Program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada. Sebelum tiba di Duncan, para delegasi harus transit terlebih dahulu di Kota Vancouver, salah satu kota paling padat di British Columbia.

22

Courtesy Call di Konsulat Jenderal Vancouver

Sesampainya di Vancouver, kami dijemput oleh salah satu host family yang tinggal di Duncan. Tidak mudah untuk mencapai kota Duncan, karena jaraknya cukup jauh dengan Bandara di Vancouver, kami harus menaiki kapal yang menempuh waktu kurang lebih 2 jam.

 

 

Host family ketika berada di Duncan

Kami dan rombongan dari kemenpora pergi ke kantor CIS dalam rangka perkenalan dan dimulainya kerjasama Kemenpora dengan CIS. Siangnya kami mengikuti acara natal potluck gathering dalam rangka natalan dan perkenalan bersama dengan beberapa imigran dari beberapa negara (Jepang, Zimbabwe, Vietnam, Filipina dan Iraq) yang belajar bahasa inggris di kantor CIS ( Cowichan Intercultural Society) sebelum liburan natal. CIS merupakan salah satu organisasi sosial yang memberikan pengajaran kepada imigran dari berbagai negara yang ada di Kanada. Para imigran akan dibiayai dan diajar sampai mereka mahir berbahasa Inggris dan mendapatkan pekerjaan di Kanada. Ada banyak organisasi sosial yang bergerak di Kanada dan ada berbagai acara yang mereka adakan setiap bulannya.

 

 

Delegasi, Kemenpora, dan CIS melaksanakan gathering terkait program

Ada banyak kegiatan kerelawanan disini. Disini kami juga melakukan kegiatan sukarela membantu membungkus kado dari London Drugs, sebuah toko yang memberikan adiah natal kepada orang tua yang sudah tidak memiliki keluarga disini. Yang unik ternyata hadiah natal tersebut berasal dari para pengunjung di London drugs. Idenya seperti ini, London drugs melakukan survey dengan memberikan suatu kertas berisi wish list kepada para lansia di salah satu rumah jompo yang menginginkan hadiah natal beserta nama. Lalu setiap pengunjung yang tergerak hatinya melihat kertas yang digantung di pohon natal supermarket tersebut dan membelikan barang yang ditulis lalu meletakkannya di sebuah kotak. Program tersebut berlangsung selama sebulan, ketika sudah dekat hari natal para relawan datang dan membantu untuk membungkusnya menjadi kado dan akan dihantarkan pada hari natal sebagai kado natal. Kira-kira ada 500 kado yang kami bungkus.

27

Kegiatan membungkus kado bersama sebagai relawan

Keesokan harinya kami juga membantu mempersiapkan untuk hidangan makan malam untuk orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau homeless di Duncan United Church bersama organisasi Food Bank, salah satu organisasi yang bergerak di bidang sosial. Ini merupakan salah satu work placement dari delegasi.

Adapun makanan yang disiapkan adalah makanan khas Kanada yang biasanya di makan saat Christmas dan Thanks Giving yaitu, Turkey dan berbagai makanan khas lain. Selain itu para homeless juga mendapat kesempatan untuk memilih dan membawa pulang baju ataupun kebutuhan sandang lainnya yang merupakan sumbangan dari para umat di gereja tersebut. Hal yang kami salut tidak semua barang disana adalah barang yang bekas. Banyak juga yang menyumbangkan barang yang baru sebagai hadiah natal untuk para homeless.

Selain itu kami juga mendapat tempat workplacement di Biscay Manor, Rumah Jompo. Di Kanada banyak sekali tempat untuk menampung orang tua atau rumah jompo. Karena kebetulan di Duncan sendiri lebih banyak orang tua daripada pemudanya, maka disediakan banyak rumah jompo disini. Adapun kegiatan yang kami lakukan adalah memberikan game sebagai penyemangat kepada mereka dan merapikan berbagai ruangan yang ada disana.

Malam harinya kami diundang untuk membawakan pertunjukan budaya secara langsung di salah satu cafe tempat berkumpulya para artis atau pemain musik antar negara yang mengunjungi kota tersebut. Adapun yang kami bawakan adalah lagu dari Medley ke 7 provinsi. Disini penampilan juga ditampilkan secara langsung di stasiun TV lokal.

 

 

Delegasi membagikan makanan kepada para homeless dilanjutkan pertunjukkan tarian dari Sumatera Utara

28

Delegasi membawakan lagu Medley 7 Provinsi di salah satu Cafe terkenal di Duncan

Dalam program ICYEP terdapat sesi Knowledge Sharing Session, yaitu para delegasi harus mengedukasi orang di sekitarnya melalui pengetahuin yang ia punya. Pada Knowledge Sharing Session ini bercerita tentang Human Social Evolution, bercerita tentang pentingnya peran manusia dalam perubahan gaya hidup. Disebutkan pula bahwa perbandingan populasi manusia dan dampak dari perkembangan teknologi yang semakin maju serta fakta-fakta yang masih dianggap salah oleh beberapa orang.

31.jpg

Delegasi mempresentasikan tentang Human Evolution dalam Knowledge Sharing Session

Di minggu terakhir para delegasi berkunjung ke kantor Parlement British Columbia. Kantor ini terletak di ibukota British Columbia, yaitu kota Victoria dan merupakan salah satu kantor tertua di Kanada. Kalau diibaratkan di Indonesia ini merupakan kantor DPR. Di sinilah para legislator menentukan kebijakan yang akan diambil untuk provinsi British Columbia. Pengunjung bisa melihat isi gedung dari hari Senin hingga Jumat dan akan dipandu oleh tour guide.

32

Delegasi berkunjung ke Kantor Parlemen British Columbia

 

 

Ruang Legislatif Kantor Parlemen British Columbia

Sebelum fase Kanada selesai, para delegasi berkunjung ke Mount Whistler, yaitu salah satu tempat diselenggarakannya Olimpiade Musim Dingin 2010 di Kanada yang mempertandingkan 15 cabang olahraga dan diikuti oleh 82 negara. 

 

Delegasi di Mount Whistler

Fase Indonesia

Setelah menjalani fase Kanada selama kurang lebih 1,5 bulan dilanjutkan dengan fase Indonesia di Desa Kandri, Semarang, Jawa Tengah. Fase Indonesia berjalan dari 28 Januari 2018 sampai dengan 7 Maret 2018.

Kedatangan kami di Provinsi Jawa Tengah disambut hangat oleh Dinas Parawisata Provinsi Jawa Tengah, PCMI Jawa Tengah dan Mas Mbak Jateng. Kemudian kami diantar ke Desa Kandri dan disambut hangat oleh Pak RT dan Pak Lurah serta pemuda dan pemudi Desa Kandri. Setelah itu kami dikenalkan dengan para orangtua asuh kami yang akan tinggal bersama kami selama 45 hari.

37

Penyambutan delegasi di Semarang, Jawa Tengah

51.jpg

Host Family di Desa Kandri

Di Kandri kami menginap di host family masing-masing yang sudah ditetapkan oleh panitia sebelumnya. Dalam kegiatan di Desa Kandri kami membuat kegiatan bersama dengan organisasi di Desa Kandri untuk memajukan para warga Desa Kandri. Kami berkumpul untuk membahas kegiatan yang akan dilakukan di Desa Kandri kemudian menentukan setiap PIC dalam setiap kegiatan di Desa Kandri. Kami berkolaborasi dengan KKN UNNES, KKN UIN, dan Duta Pendidikan provinsi Jawa tengah dalam rangka untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap permainan tradisional yang sudah hampir punah. Tujuannya agar tidak terlalu banyak anak yang terpengaruh dengan gadget.

 

 

Delegasi bersama warga setempat mengadakan kegiatan untuk anak-anak di Desa Kandri

Kami mendapat kesempatan untuk belajar bagaimana cara membuat batik. kami ke tempat pembuatan batik siwarak yang berlokasi di Desa Kandri RW2. Ternyata membatik itu sangat banyak tekniknya. Pada kesempatan ini kami belajar teknik mencanting dengan menggunakan lilin. Kami boleh memilih desain sesuai dengan keinginan kami. Setelah selesai kami juga belajar untuk memadukan warna yang ada sehingga lebih bervariasi.

41

Para Delegasi membuat batik di Desa Kandri

Di pertengahan program kami mengadakan kelas inspirasi beserta pengenalan akan cara menggosok gigi yang benar di sekolah yang ada di desa kami yaitu SD Kandri 01. Dimulai dari senam pagi bersama para murid, dilanjutkan dengan pengenalan cara menggosok gigi yang benar kemudian masuk ke dalam kelas inspirasi. Kami diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman kami dan memberikan motivasi kepada para murid untuk bercita-cita yang tinggi dari sejak kecil.

 

 

Kelas Inspirasi di SD Kandri 01

Selain itu, kami juga mendapat undangan dari PT. Phapros, Tbk. yang merupakan perusahaan farmasi, anak dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Salah satu obat yang paling terkenal dari PT. Phapros ini adalah Antimo. Kami dibawa untuk berkeliling pabrik setelah itu kami diberi kesempatan untuk mengenal CSR dari PT. Phapros, Tbk. Kami juga berkesempatan untuk belajar mengelola bank sampah yang berada di salah satu desa di Kab. Semarang di bawah arahan PT. Phapros.

 

 

Delegasi berkunjung ke PT. Phapros

Di minggu terakhir, para delegasi mengadakan pentas seni di Desa Kandri dan para delegasi membawakan lagu medley dari 7 provinsi.

48

Delegasi di acara pemetasan Desa Kandri

H-1 sebelum kembali ke Jakarta kami berpamitan dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah sekaligus mempresentasikan kegiatan kami selama di Kanada dan Desa Kandri. Setelah itu pulang kembali ke desa dan para peserta diberikan waktu untuk berpamitan dengan para warga di Desa Kandri.

49

Perpisahan dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah

Pada tanggal 8 Maret 2018 para delegasi bertolak ke Jakarta dan langsung menuju hotel Golden Boutique hotel. Malam harinya merupakan penutupan program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada 2017/2018 oleh Kemenpora dan DPP PCMI. Selanjutnya adalah program sharing dan evaluasi internal mengenai program yang telah kami laksanakan Setelah itu kami beristirahat dan pulang ke daerah masing-masing pada tanggal 10 Maret 2018.

Selalu ada cerita di balik peristiwa, menjadi delegasi muda Indonesia adalah peristiwa sekali seumur hidup yang tak akan terlupa.


Profil Singkat Arno Johan

Arno Johan menamatkan studinya pada tahun 2017 di Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Semarang. Ia aktif dalam berbagai kegiatan termasuk menjadi Staff Kepengurusan di Himpunan Mahasiswa hingga mengikuti berbagai organisasi luar kampus seperti Youthful.social. Dengan organisasi dan pengalaman yang ia punya, ia juga berhasil mendapatkan beasiswa prestasi dalam kampus dan luar kampus. Tak hanya di organisasi, ia juga berhasil memenangkan kompetisi, yaitu menjadi juara 3 Duta Wisata Kabupaten Pekalongan. Ia juga aktif dalam kegiatan internasional seperti mengikuti pertukaran mahasiswa di Thailand dan menjadi delegasi di International Seminar Showcase tentang Social Culture di Nepal. Pengalaman mengajarnya juga tidak bisa diragukan lagi, ia dikirim untuk mengajar di Taiwan selama 2 bulan dan saat ini, ia bekerja sebagai guru di Permata Bangsa International School di Semarang.

ASEAN Cultural Evening di KJRI Houston

Untuk pertama kalinya di Houston, Selasa, 28 November 2011, Komunitas ASEAN berkumpul di Konsulat Jenderal RI Houston, Amerika Serikat (AS) untuk menampilkan kekayaan seni budaya, keragaman kulinari dan stand promosi dalam acara yang bertajuk “ASEAN Cultural Evening”.

Acara yang dihadiri sekitar 200 orang itu diprakarsai oleh Konsul Jenderal RI Houston, Al Busyra Basnur, bekerjasama dengan Konsul Jenderal Vietnam, Le Tzung, Konsul Kehormatan Thailand, Charles Foster dan Direktur Eksekutif Asia Sociaty Texas Center, Martha Blackwelder.

“Acara ini antara lain dimaksudkan untuk memperkenalkan ASEAN lebih luas kepada masyarakat AS dan meningkatkan saling pengertian antara masyarakat ASEAN dengan masyarakat AS agar hubungan dan kerjasama menjadi lebih dekat, lebih baik dan lebih kokoh”, kata Al Busyra Basnur.

Acara yang didahului oleh ASEAN Anthem dan pemutaran Film Dokumenter tentang ASEAN itu dihadiri antara lain para Konsul Jenderal negara sahabat, pejabat tinggi pemerintah kota, wakil dari Kementerian Luar Negeri AS di Houston, wakil dari kantor Senator, pengusaha, tokoh Perguruan Tinggi dan friends of ASEAN.

Konjen RI, Al Busyra Basnur dalam sambutannya antara lain menyampaikan berbagai perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh ASEAN baik secara regional maupun internasional, hubungan ASEAN dengan AS serta KTT ke-19 ASEAN yang baru saja berlangsung di Bali.

Dalam acara tersebut ditampilkan tarian tradisional ASEAN. Dari Viet Nam tarianXe chi luon kim + Trong com dan Thuong qua Viet Nam. Dari Thailand tarianKrisda-piniharn dan Mixed Thai musical.

Sementara itu dari Indonesia, para penari berasal dari para pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK) yang sengaja datang ke Houston dari Jakarta. Danar Satria Nugraha, alumni PPIK Jawa Tengah 2009, termasuk ke dalam salah satu delegasi yang diberangkatkan dalam kesempatan ini. Mereka menampilkan tarian Mambri (Papua), Ngarojeng (Jakarta) dan Saman (Aceh).

Seusai tarian, undangan menikmati masakan dari berbagai negara ASEAN utamanya Indonesia, Vietnam dan Thailand. Indonesia juga menampilkan demonstrasi memasak Rendang dalam kesempatan ini.

sumber: http://www.kemlu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=6819&l=id

Pengumuman Nama Kandidat PPAN Jateng 2011

Proses seleksi tingkat provinsi Jawa Tengah telah berlangsung pada hari Senin, 28 Maret 2011. Para kandidat dinilai berdasarkan kepemimpinan, kepribadian, kemampuan berkomunikasi, wawasan nusantara, wawasan internasional, pengetahuan tentang negara tujuan, seni budaya, dan teknologi informasi. Proses seleksi melibatkan juri yang berasal dari akademisi, profesional, pemerintah, dan alumni. Adapun nama kandidat untuk tiap program adalah :

1. SSEAYP

Novita Indah Nugraheni dari Kota Pekalongan

2. ICYEP

Dini Hajarrahmah dari Kabupaten Kudus.

3. IMYEP

Bondan Eko Suratno dari Kota Semarang.

Kepada para kandidat, dimohon untuk melengkapi berkas persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Apabila kandidat tidak dapat memenuhi persyaratan, maka kuota akan diberikan kepada kandidat peringkat kedua (runner up). Selamat menyiapkan diri menuju karantina nasional dan semoga sukses!