PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

AUSTRALIA-INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP) 2016

Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) sudah berjalan lebih dari 30 tahun (sejak 1981). Inti dari program ini adalah people-to-people contact yang bertujuan untuk meningkatkan cultural understanding bagi kedua negara, Indonesia dan Australia. Peserta AIYEP terdiri dari pemuda Indonesia (perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia) dan pemuda Australia. Program dijalankan selama 2 tahap, yaitu tahapan di Australia dengan fase kota dan fase country side masing-masing 1 bulan serta tahap 2 di Indonesia dengan fase kota dan fase desa (community development) masing-masing 1 bulan (tentatif setiap tahunnya). Setiap tahunnya kegiatan AIYEP diselenggarakan di daerah yang berbeda.

14632943_657737627719557_8430577531918982027_n


Pemuda merupakan unjuk tombak dalam membangun sebuah negara yang berdaulat. Maju mundurnya suatu negara tergantung dari kualitas pemudanya. Jika baik maka cerahlah masa depan suatu negara. Namun jika jelek bisa dipastikan mundurlah suatu negara. Seperti yang dikemukakan oleh pepatah Arab “Syubbanul yaum rijaalul ghod” yang artinya adalah pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Berangkat dari pentingnya peran pemuda inilah Pemerintah Republik Indonesia gencar mengirim pemuda pemudi terbaiknya ke luar negeri melalui berbagai program, salah satunya Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). PPAN merupakan program yang sangat strategis dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. Disamping sebagai media untuk membentuk pemuda Indonesia yang berwawasan global, program ini juga merupakan jembatan diplomasi jangka panjang yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara mitra pertukaran. Adapun negara-negara mitra PPAN antara lain Cina, Korea Selatan, India-ASEAN, Malaysia, Jepang-ASEAN , dan Australia.

Australia dan Indonesia tidak bisa mengelak takdir geografis yang menempatkan kedua negara ini bersebelahan. Untuk memperdalam rasa saling pengertian ke dua negara dalam konteks hubungan orang ke orang, pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia berinisiatif untuk membuat suatu program yang bisa mengakomodir misi tersebut. Maka pada tahun 1981 lahirlah sebuah program pertukaran pemuda yang diberi nama AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) atau dalam Bahasa Indonesianya PPIA (Pertukaran Pemuda Indonesia Australia).

PPIA memiliki dua fase yaitu fase Australia dan fase Indonesia. Untuk fase Australia, PPIA diselenggarakan dan didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade melalui Australia-Indonesia Institute. Sedangkan untuk fase Indonesia program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

PPIA tahun 2016-2017 bertempat di Adelaide untuk fase kota dan Fleurieu Peninsula untuk fase desa. Sedangkan program di Indonesia berlokasi di Sulawesi Selatan yaitu masing- masing di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba untuk fase desa dan Kota Makassar untuk fase kota.

Semasa dua bulan di Australia, delapan belas pemuda Indonesia usia 21-25 tahun tinggal dengan keluarga angkat yang telah ditentukan. Kegiatan di Australia adalah magang di beberapa tempat kerja, memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui kunjungan ke beberapa sekolah, dan melakukan kunjungan resmi ke beberapa instansi pemerintah. Sedangkan selama tinggal di Indonesia para peserta Indonesia bersama-sama dengan delapan belas peserta dari Australia melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (community development) selama tiga minggu di Tanah Beru, Bulukumba. Setelah itu mereka magang kerja di beberapa kantor dan instansi pemerintah di Kota Makassar. Kegiatan untama dari PPIA ini adalah pertunjukan budaya, hidup dengan keluarga angkat, penempatan kerja, mid visit break, dan pemberdayaan masyarakat.

Fase Australia

Tahun ini tuan rumah AIYEP di fase Australia adalah negara bagian Australia Selatan, pada fase kota peserta tinggal di kota Adelaide dan pada fase desa kegiatan terpusat di kota kecil yang merupakan tujuan wisata terkenal di Australia Selatan, yakni Fleurieu Peninsula. Ditulis juga mengenai kegiatan disaat jeda antara fase kota dengan fase desa yakni Mid-Visit Break. Kemudian ditutup dengan orientasi bersama antara peserta Indonesia dengan Australia sebelum keberangkatan untuk melanjutkan program di Indonesia.

Fase Indonesia

Fase  Indonesia  dibuka  dengan  proses  re-entry  peserta  yang  bertambah jumlahnya menjadi total 36 orang termasuk kelompok peserta Australia. Sebelum memulai kegiatan dengan resmi diawali dengan orientasi meliputi pengenalan daerah tujuan dan penyusunan rencana program. Begitu pula, untuk jeda antara fase desa dengan fase kota juga diadakan mid-visit break.


Profil Singkat Oscar Y. Carascalao

Di usianya yang terbilang sangat muda, Oscar Y. Carascalao adalah Deputy Principal dari SMA Krista Mitra Semarang. Memiliki talenta di bidang seni dari kecil, Oscar mahir dengan berbagai alat musik dan memiliki jam panggung cukup panjang sebagai vokalis. Sebagai guru Bahasa Inggris, Oscar telah melakukan banyak penelitian dan beberapa di antaranya telah disajikan di kancah internasional. Di program AIYEP, Oscar didapuk sebagai Group Leader – pemimpin delegasi Indonesia selama program.

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Provinsi Jawa Tengah

infografis-ppan 280316

[UPDATE: Berdasarkan keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah pada 28 Maret 2016, syarat rekomendasi dari dinas pemuda dan olahraga di tingkat kabupaten/kota bersifat opsional. Detail persyaratan tercantum dalam informasi di bawah ini. Terima kasih.]

Bergabung dan tunjukkan potensimu menjadi delegasi Indonesia berikutnya!

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2016.

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum menikah
  4. Pendidikan terakhir SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau skill yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, dll)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Kemenpora RI

 

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP): 1 orang putra, usia 21-25 tahun
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): 1 orang putra, usia 20-30 tahun
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): 1 orang putra, usia 23-27 tahun
  • Ship for Southeast Asian Youth Programme (SSEAYP): 1 orang putri, usia 20-30 tahun
  • ASEAN Students Visit India (ASVI): 1 orang putri, usia 19-24 tahun

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form – PPAN Jawa Tengah 2016
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 Agustus 2016 : TOEFL PBT 450/ TOEFL CBT 133/ TOEFL IBT 45/ IELTS 4/ TOEIC 520/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Surat keterangan sehat dari dokter
  5. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  6. SKCK dari polsek/polres setempat*
  7. Surat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kota/kabupaten asal [opsional]
  8. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2016 sebelum hari Rabu, 6 April 2016 pukul 23.59 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2016 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

 

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (16 Maret – 6 April 2016)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (9 April 2016)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD (13 April 2016)
  4. Final: Interview, Tes Kesenian/Keahlian (14 April 2016)

 

[CONTACT US]

Twitter & Instagram: @pcmijateng || Facebook: PCMI Jawa Tengah || Email: pcmijateng@gmail.com

Dubes Australia Merayakan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty malam ini akan merayakan keberhasilan Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia (AIYEP) 2011-12 yang telah berakhir.

Tahun ini adalah ulang tahun ketigapuluh program AIYEP, yang berlangsung untuk kali pertama di Victoria dan Sumatera Barat pada 1982.

Duta Besar Greg Moriarty berfoto bersama peserta AIYEP

Sejak akhir Desember 2011, 36 peserta Australia dan Indonesia telah tinggal dan berkarya dalam program-program pembangunan di kabupaten Rokan Hulu dan ibukota Riau, Pekanbaru.

Di Rokan Hulu para peserta mengkoordinasikan sejumlah kegiatan pembangunan kemasyarakatan termasuk karnaval olahraga, kelas bahasa Inggris, demonstrasi hidup sehat dan pembangunan lapangan bermain setempat.

Pada Oktober 2011, para peserta Indonesia menjalani pengalaman hidup di Pulau Kangguru dan di Adelaide, Australia Selatan sebagai bagian dari program mondok dan penempatan kerja selama dua bulan mereka di Australia.

“Program AIYEP adalah suatu cara yang fantastis bagi para tokoh muda Indonesia dan Australia untuk bekerja sama dan tinggal di tengah-tengah masyarakat setempat dan memajukan saling pengertian antara kedua negara kita,” ujar Dubes Moriarty.

Peserta Australia Doss McPherson berujar, “Kami memperoleh pengalaman persahabatan dan keramahan yang luar biasa dari semua warga Indonesia yang kami temui. Kami mendapat kesempatan untuk menggalang persahabatan yang erat dengan rekan peserta Indonesia kami dan saling memperkenalkan kebudayaan kami. Dengan tinggal di tengah-tengah masyarakat setempat, kami mampu menyatukan diri sedemikian rupa yang tidak akan bisa dilakukan bila kami sebagai turis.”

AIYEP adalah program tahunan untuk memajukan hubungan antar-warga antara pemuda Australia dan Indonesia dan dikelola oleh Lembaga Australia-Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

sumber: http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/SM12_006.html