The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2017

Pernahkah kalian membayangkan melakukan suatu perjalanan melintasi samudera dimana sejauh mata memandang hanya lautan dan langit biru? Pernahkah kalian membayangkan tinggal di sebuah kapal pesiar bersama orang-orang baru dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda? Hal tersebut tidak bisa saya bayangkan sebelumnya, hingga saya mengalaminya sendiri. Tahun 2017 merupakan tahun spesial bagi saya karena berkesempatan untuk mengikuti sebuah program pertukaran pemuda bernama SSEAYP yang bertujuan menjalin persahabatan antara negara Jepang dan ASEAN. Mewakili Jawa Tengah, saya dan 27 peserta lain dari berbagai provinsi yang berbeda mengikuti serangkaian persiapan sebelum keberangkatan (Pre-Departure Training) selama tiga minggu, dimana kami berjumpa secara langsung untuk pertama kalinya. Dengan bekal persiapan yang matang, kami berangkat menuju Jepang pada tanggal 22 Oktober 2017. Disana lah kami bertemu dengan 330 peserta dari seluruh negara ASEAN dan Jepang.

2

Kontingen Indonesia dalam the 44th SSEAYP

Japan Country Program

Terdapat tiga basis pengelompokan dalam program, yaitu berdasarkan kontingen atau negara asal, berdasarkan Discussion Group (DG) atau kelompok diskusi, serta berdasarkan Solidarity Group (SG) atau kelompok solidaritas dengan bentuk kegiatan seperti team building dan aktivitas keakraban lainnya. Saya sendiri masuk dalam kelompok DG-3 tentang International Relations dan SG-I. Setelah serangkaian upacara penyambutan selama dua hari di Hotel New Otani Tokyo, para peserta menjalani Country Program di Jepang dengan tujuan prefecture yang berbeda-beda berdasarkan kelompok SG. Tergabung di SG-I, saya menuju Tokushima Prefecture untuk menjalankan program selama satu minggu. Tiga hari pertama kami tinggal di hotel dengan agenda institutional visit, sedangkan tiga hari sisanya kami tinggal bersama hostfamily dengan agenda sesuai dengan rencana hostfamily masing-masing.

3

Kedatangan SG-I di Bandara Tokushima disambut oleh panitia Tokushima

Pada tanggal 26 Oktober 2017, SG-I beserta panitia country program Tokushima melakukan kunjungan ke Waza no Yakata. Di sini kami mendapatkan mempelajari sejarah dan teknik Indigo-Dyeing, yaitu proses pewarnaan tekstil yang dipraktikan oleh orang-orang Jepang sejak ratusan tahun yang lalu. Tidak hanya lecture tentang sejarah, proses, dan kegunaannya di masyarakat, kami juga diberi kesempatan untuk mengikuti workshop membuat sapu tangan yang dibuat dengan teknik indigo. Setelah makan siang, kami menuju ke lokasi berikutnya, yaitu Shikoku University. Di sini kami mendapatkan lecture tentang Shodo atau teknik kaligrafi Jepang serta mempraktikkannya pada media kipas kertas dengan bantuan mahasiswa Shikoku.

Hari kedua, kami melakukan kunjungan ke Tsukigatani Onsen untuk mendengarkan lecture tentang Zero Waste Campaign dan Colorful Leves Business oleh Mr. Satoshi Nonoyama, CEO pangea. Zero Waste Campaign merupakan sebuah kampanye 3R (reduce, reuse, recylce) dimana masyarakat sangat peduli terhadap lingkungan serta berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan. Gerakan ini dilakukan di sebuah kota kecil bernama Kamikatsu. Di sebuah stasiun pembuangan, mereka membagi kategori jenis sampah sesuai dengan jenisnya. Setidaknya terdapat 40 kategori sampah, contohnya kategori tutup botol, tabung tisu toilet, baterai, sikat gigi, dan botol kaca. Di kunjungan ini, kami belajar tentang komitmen dan kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Masih di wilayah yang sama, kami mengunjungi Irodori Colorful Leaves Business  yang merupakan sebuah usaha untuk menjual daun-daun hidup secara online. Bisnis ini mampu memberdayakan penduduk di wilayah tersebut yang 80% di antaranya adalah lansia. Para lansia diedukasi tentang teknologi serta cara mengemas daun-daun yang mereka petik dengan kemasan yang baik. Pada kunjungan ini kami belajar untuk dapat melihat potensi yang ada di sekitar kita, meskipun terlihat tidak mungkin. Selain itu semangat untuk memberdayakan masyarakat lansia juga perlu untuk diteladani.

Pada sore harinya, kami kembali ke hotel untuk mengikuti Welcome Reception and Homestay Matching. Pada acara ini, kami bertemu dengan keluarga angkat kami masing-masing. Kami pun diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukan gabungan dari seluruh anggota SG-I. Kami menyanyikan lagu We Are Unity serta gerakan sign language dengan mengenakan attire B, yaitu kostum nasional. Tergabung dalam SG yang sama, saya dan dua peserta dari Indonesia lainnya memakai pakaian daerah kain Songket Palembang yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Selain pertunjukan dari peserta, pihak dari Tokushima juga menampilkan sebuah tarian bernama Awa-Odori. Setelah makan malam bersama, kami pulang ke rumah hostfamily masing-masing untuk menjalankan homestay program.

4

Fashion show saat acara Welcome Reception & Homestay Matching

Pengalaman homestay adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan. Saya tinggal bersama keluarga Yuasa yang terdiri dari ayah angkat, ibu angkat, satu adik angkat perempuan, serta satu adik angkat laki-laki. Selain itu, saya juga bersama dengan teman homestay yang bernama Anna Hamdan dari Brunei Darussalam. Kami disambut dengan poster yang digambar oleh adik angkat kami bertuliskan nama kami dan gambar bendera Indonesia dan Brunei Darussalam. Setelah keluarga angkat mengenalkan ruangan di rumah tersebut, kami berbincang-bincang dengan sambil minum teh. Ayah angkat saya adalah seorang guru Matematika, sedangkan ibu angkat saya adalah guru Bahasa Inggris. Kami tinggal di sebuah rumah yang cukup besar. Lantai satu digunakan untuk beberapa ruangan kelas les, ruang printing, serta kantor. Lantai dua digunakan untuk aktivitas rumah tangga seperti dapur, kamar mandi, kamar tidur, serta ruang makan. Pada hari selanjutnya, kami pergi mengunjungi Uzu no michi di Kota Naruto. Tempat tersebut berupa sebuah jembatan dimana terdapat beberapa titik lantai yang terbuat dari kaca sehingga kita mampu melihat pusaran air di bawahnya. Pusaran air inilah yang dinamakan naruto, sesuai dengan nama kotanya.

5

Memakai kaus yang sama dengan gambar Sudachi, maskot Tokushima

Setelah kembali dari masing-masing perfecture, para peserta menuju ke National Youth Center (NYC) untuk mengikuti Tokyo Program. Serangkaian kegiatan yang dilakukan di Tokyo seperti institutional visit, lecture, serta exchange party. Terdapat pula free time dimana kita bisa mengunjungi tempat-tempat menarik di Tokyo serta berbelanja. Berakhirnya Tokyo Program pada tanggal 1 November 2017 juga menandai dimulainya pelayaran kami. Kami berangkat menuju Harumi port dimana kami berjumpa dengan kapal MS Nippon Maru untuk pertama kalinya, kapal yang akan mengantar kami berkeliling ASEAN selama kurang lebih satu setengah bulan.

6

Kontingen Indonesia mengenakan seragam batik di NYC Tokyo

On Board Activity (Kegiatan di Atas Kapal)

Selama berada di kapal Nippon Maru, kami tidur di sebuah kamar cabin dengan dua orang peserta lain dari berbeda negara. Cabin mate saya adalah Maung dari Myanmar dan Yuri dari Jepang. Kami datang dari budaya serta kebiasaan yang berbeda-beda, namun kami saling beradaptasi serta saling menghargai. Kesempatan ini sekaligus menjadi ajang untuk saling berbagi dan bercerita tentang negara kita masing-masing.

Meskipun hidup tanpa akses internet, perjalanan yang cukup lama di atas kapal sangat terasa menyenangkan. Setiap pagi pukul 07.00 para PYs saling bergantian melakukan morning call sesuai SG masing-masing. Pada pukul 07.30,  kami melakukan morning exercise hingga pukul 08.00. Dilanjutkan dengan sarapan pagi pada pukul 08.00. Kegiatan inti di atas kapal dimulai pukul 09.00 pada saat morning assembly dimana seluruh peserta wajib datang, berbaris, serta memeriksa suhu tubuh. Peserta yang sakit atau yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius akan diperiksa oleh perawat kapal. Mereka akan beristirahat di cabin atau di nurse room sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan. Itulah mengapa kesehatan saat program sangatlah penting. Saya bersyukur bahwa saya tidak pernah jatuh sakit serta tidak pernah mengalami sea sick. Pada morning assembly, para staf admin (panitia pelaksana program) akan mengumumkan jadwal kegiatan pada hari tersebut serta pengumuman lainnya. Setelah itu, dibuka kesempatan bagi para peserta untuk menyampaikan informasi atau pengumuman apapun terkait program maupun promosi kegiatan pada malam harinya.

Pukul 10.00 sampai pukul 17.00 merupakan waktu untuk kegiatan-kegiatan inti seperti Discussion Group, Solidarity Group, maupun PY Seminar. Malam harinya, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti National Presentation dari berbagai negara, Voluntary Activity, atau sekedar bersantai dan menikmati fasilitas di kapal. Akhir kegiatan pada hari tersebut diakhiri dengan night call pada pukul 23.00 yang menandai bahwa segaka aktivitas harus diakhiri, serta peserta harus masuk kembali ke cabin mereka masing-masing.

7

Menikmati sunset bersama teman satu SG

Discussion Group (DG)

Sebagai salah satu kegiatan utama dalam program, Discussion Group bertujuan agar peserta mampu memperdalam pemahaman mengenai isu terkini yang berkaitan dengan berbagai isu di ASEAN-Jepang serta mampu bertukar pikiran serta menyajikan ide yang mereka miliki. DG diharapkan mampu memberikan kemampuan praktikal yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan berbagai usaha untuk berkontribusi pada masyarakat melalui Post–Program Activity. Pada tahun 2017, Discussion Program dan Post – Program Sessions mengusung tema Youth Participation in Social Activities yang berbasis pada Sustainable Development Goals yang kemudian disusun menjadi 8 topik Discussion Groups (DG), yaitu Good and Bad Aspects of Globalization, Information and Media, International Relations, Measures Against Lifestyle-related Disease, Quality Education, Reduced Disparity, Resilient and Sustainable City Design, serta Youth Entrpreneurship.

8

Bersama facilitator DG-3 di ASEAN-Japan Centre Tokyo

Tergabung di DG-3, saya belajar lebih banyak tentang hubungan internasional khususnya antara negara Jepang dan ASEAN. Kami membahas isu-isu global serta saling bertukar informasi dari sudut pandang yang berbeda-beda. Terdapat beberapa kegiatan pada Discussion Group, di antaranya Introductory Program, Institutional Visit, Group Discussion, serta Presentation of Discussion Result. Sebelum memulai group discussion, terdapat satu sesi bernama Introductory Program yang memaparkan program diskusi secara keseluruhan disertai dengan presentasi yang bertajuk Youth Contribution in Social Activities. Saya terlibat pada kegiatan tersebut sebagai presenter untuk memaparkan Indonesia Country  Presentation dengan mengusung satu proyek sosial, yaitu The Floating School, bersama dengan dua presenter lainnya. Beberapa IPY lainnya berperan untuk memainkan peran untuk mendukung presentasi. Untuk menutup kegiatan group discussion, saya juga turut terlibat dalam Presentation of Discussion Result. Pada sesi tersebut, masing-masing DG memaparkan hasil diskusi yang mereka pelajari selama group discussion kepada seluruh peserta lainnya. DG-3 melakukan roleplay Japan-ASEAN summit, dimana saya menjadi salah satu delegasi yang mewakili negara Kamboja.

9

Roleplay Japan-ASEAN summit

Solidarity Group (SG)

Solidarity Group Activity merupakan kegiatan dilakukan untuk mempererat rasa solidaritas (team bonding) melalui permainan, tarian dan aktivitas ringan lainnya. Seluruh peserta akan dibagi kedalam 11 kelompok Solidarity Group (A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K) dimana mereka akan menjalani sebagian besar aktivitas bersama dengan kelompok ini. Masing-masing SG akan bertugas secara bergantian untuk melakukan morning call dan night call serta memimpin morning exercise.

10

SG-I saat kegiatan team building

Voluntary Activity (VA)

 Voluntary activity  adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk dalam mengisi waktu luang selama di kapal. Kegiatan ini diinisiasi oleh peserta sendiri, baik mewakili kontingen (negara) maupun kelompok tertentu. Contoh kegiatan yang diinisiasi oleh kontingen Indonesia adalah Nonton Bareng “Laskar Pelangi”, Batik Day, Indomie Party, serta Cofee Party. Selain itu banyak kegiatan lainnya seperti Thai Massage, SSEAYP Got Talent, serta Kontes Pageant. Salah satu Voluntary Activity yang berkesan adalah saat saya seluruh teman satu SG mengikuti SSEAYP Got Talent dimana kami berkompetisi dengan SG lainnya dengan menunjukkan bakat terbaik kami. Pada saat itu, kami memperoleh juara dua dalam kompetisi ini dengan menyajikan sebuah gabungan bakat dimana saya menjadi vocalist diiringi instrumen musik oleh teman lainnya, serta ditutup dengan sebuah modern dance.

11

12

Juara 2 dalam SSEAYP Got Talent

PY (Participating Youth) Seminar

PY Seminar merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan pada SSEAYP tahun 2017 ini. Kegiatan ini bertujuan agar para peserta mampu belajar dari peserta sendiri dengan mengadakan seminar dimana mereka saling bertukar pengetahuan dan budaya satu sama lain. Saya sendiri tergabung dalam presenter Herbs Don’t Lie yang bertujuan mengenalkan rempah-rempah khas Indonesia bersama lima presenter lainnya. Diawali dengan menjelaskan sejarah rempah-rempah di Indonesia, kami juga menjelaskan tentang manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Seminar diakhiri dengan minum aneka wedang khas Indonesia bersama-sama.

National Presentation (NP)

National Presentation merupakan suatu penampilan dari semua negara untuk mengenalkan negara tersebut melalui sebuah pertunjukkan kesenian sepanjang 75 menit. NP dijadwalkan bergantian, hanya satu negara dalam satu harinya serta dilakukan pada malam hari. NP adalah salah satu kegiatan yang dinantikan. Sebelum menghadiri NP, kita akan mempersiapkan diri dengan berdandan serta biasanya bertukar pakaian dari negara lainnya. Saya pun berkesempatan untuk memakai pakaian dari negara Jepang, Thailand, Kamboja, Myanmar, Philippines, dan Brunei Darussalam.

 

1314.jpg

Kiri: Memakai Kostum Jawa Tengah pada Indonesia NP. Kanan: Memakai Kostum Yukata dari Jepang saat menghadiri malam NP

Selain kegiatan on board yang dilaksanakan di kapal, kami juga diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa negara ASEAN. Negara yang dikunjungi berbeda setiap tahunnya. Tahun 2017, negara ASEAN yang kami kunjungi adalah Kamboja, Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Cambodia Country Program

Program di Kamboja merupakan rangkaian country program yang kedua. Berlabuh di Sihanoukville Port, kami disambut oleh drum band serta tarian yang ditarikan oleh local youth. Keesokan harinya kami berangkat ke Phnom Penh untuk menghadiri courtesy call oleh H.E. Prime Minister of Kingdom of Cambodia. Pemerintah Kamboja menyediakan dua pesawat terbang khusus untuk peserta SSEAYP yang mengantarkan kami dari Sihanoukville ke Phnom Penh serta sebaliknya. Kami menginap di Sokha Hotel dengan pemandangan Sungai Mekong, salah satu sungai yang terkenal dan penting di Kamboja. Di hotel tersebut pula kami disambut kembali dengan welcoming dinner oleh Minister of Education, Youth and Sport. Hari kedua di Phnom Penh, kami melakukan institutional visit berdasarkan kelompok DG. Kami DG 3 melakukan institutional visit ke Department of Inrternational Relations Royal University of Phnom Penh. Kami memperoleh lecture tentang hubungan internasional antara Jepang dan ASEAN beserta para mahasiswa di jurusan tersebut. Kami juga diberi waktu untuk membahas isu-isu terkait International Relations dengan local youth sekaligus mahasiswa tersebut. Mereka sangat ramah serta antusias saat berdiskusi dengan kami.

Setelah serangkaian welcoming ceremony dan institutional visit, tiba saatnya kami menjalani homestay program. Saya mendapat homestay mate dari Malaysia, bernama Jannifer, yang akan tinggal bersama di rumah keluarga kami yang baru. Adik angkat kami, bernama Syanith, mengantar kami ke beberapa lokasi wisata. Pertama, kami mengunjungi Tuol Sleng Genocide Museum yang dahulunya merupakan sebuah bangunan sekolah yang dirubah menjadi penjara saat Khmer Rouge. Di sana kami memahami Kamboja memiliki sejarah kelam yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Kamboja kehilangan banyak sumber daya manusia akibat kejahatan genosida tersebut, dimana orang-orang yang berpendidikan dan memiliki keterampilan seperti guru, dokter, penyanyi ditangkap dan dibunuh. Butuh bertahun-tahun hingga akhirnya Kamboja mulai bangkit kembali. Tujuan selanjutnya, kami mengunjungi Royal Palace hingga malam hari. Syanith mengajak kami ke sebuah seafood restaurant untuk makan malam. Dia begitu menghargai kami sebagai keluarga angkatnya. Saya adalah seorang muslim yang hanya diperbolehkan memakan makanan halal. Selain itu, homestay mate saya dari Malaysia tidak bisa makan daging sapi. Dengan demikian, seafood adalah makanan yang paling sering kami makan selama homestay. Hal ini merupakan salah satu hal yang saya pelajari di Kamboja. Perbedaan budaya dan agama tidaklah menjadi tembok penghalang dalam menjalin pertemanan dan kekeluargaan.

Setelah program homestay berakhir, seluruh peserta kembali ke Sihanoukville untuk melanjutkan perjalanan ke Thailand. Pada saat Send Off ceremony, para keluarga angkat turut datang untuk melepas kepergian serta berkesempatan untuk ship tour Nippon Maru. Kami berpisah dengan upacara pelemparan pita warna-warni yang melambangkan ikatan antar keluarga serta hubungan yang akan tetap berlangung walaupun kita berpisah.

15

Perpisahan dengan keluarga angkat saat meninggalkan Kamboja dengan upacara pelemparan pita warna warni

Thailand Country Program

Country program di Thailand dilaksanakan di Bangkok pada tanggal 16 November 2017. Sebelum menjalankan homestay program, kami berkesempatan untuk melakukan institutional visit berdasarkan Solidarity Group (SG). SG-I mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi  Bangkok National Museum dan Phayathai Babies Home. Pada homestay program di Thailand, saya mendapat keluarga angkat yang terdiri dari ibu dan dua anak dengan homestay mate dari Kamboja bernama Kay. Kami menghabiskan waktu bersama-sama mulai dari menghadiri pesta pernikahan, berbelanja, serta mengunjungi tempat wisata seperti pagoda atau biasa disebut dengan Wat. Kami menikmati waktu di Thailand karena makanan yang enak dan sesuai dengan selera kami. Itulah mengapa keluarga angkat kami sering mengajak kami mencoba kuliner Thailand di beberapa tempat terkenal di Bangkok. Kegiatan country program Thailand diakhiri dngan send off ceremony  yang dilaksanakan di depan kapal. Upacara diawali dengan gangway cheers, sambutan Pol Gen Adul Saengsingkaew serta diakhiri dengan upacara pelemparan pita hingga akhirnya kapal berangkat menuju Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia.

16.jpg

Persiapan Gangway Cheers setiap kali turun dari kapal di Port negara yang dikunjungi

Indonesia Country Program

Rasanya sangat senang singgah di negara sendiri setelah melaksanakan setengah bagian dari program. Terdapat rasa yang berbeda kembali berada di tanah air meskipun hanya tiga hari. Sebagian besar dari peserta dari Indonesia bertemu dengan sanak keluarganya di Tanjung Priok. Hal uniknya adalah kami bisa menurunkan sebagian besar bagasi kami yang terdiri dari oleh-oleh serta barang yang sudah tidak terpakai lagi selama program. Kegiatan institutional visit di Indonesia dilakukan di Sekretariat ASEAN. Hari berikutnya, kami melaksanakan homestay matching untuk bertemu dengan hostfamily. Pelaksanaan homestay matching di Indonesia adalah yang paling berkesan. Selain sajian tarian, peserta diajak ikut berkolaborasi dalam sebuah pertunjukkan angklung. Masing-masing PY mendapat sebuah angklung dan memainkan perannya untuk memainkan not tertentu. Hal berkesan lainnya adalah para hostfamily sangat antusias dalam menyambut kami. Mereka bahkan membuat sebuah yel-yel khusus untuk menyambut calon anak angkat mereka. Keluarga angkat saya adalah keluarga Herdiono, terdiri dari ayah, ibu, dua adik angkat perempuan serta satu adik angkat laki-laki. Pada homestay  di Indonesia ini, saya mendapat homestay mate dari Jepang yang bernama Yuki. Aktivitas yang kami lakukan selama homestay program yaitu menonton pertunjukan bertajuk Indonesia Kaya, berjalan-jalan ke Kota Tua, berjogging ke Ancol Eco Park, hingga berbelanja batik.

Malaysia Country Program

Seperti biasa, kegiatan selama country program diawali dengan welcoming ceremony. Hal yang berkesan adalah ketika seluruh peserta memakai attire B (pakaian nasional) mereka masing-masing pada jamuan makan malam. Kontingen dari Indonesia memakai pakaian dari daerah NTT yang didominasi warna merah dan kuning. Attire ini menjadi salah satu yang paling disukai oleh para peserta karena keunikannya.

17

Menghadiri welcome dinner dengan mengenakan attire B dari NTT

Kegiatan institutional visit di Malaysia dilakukan berdasarkan SG. Saya dan SG-I mengunjungi Kompleks Olahraga Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Diawali dengan lecture singkat di Stadium Nasional Bukit Jalil, kami mendapatkan tour untuk melihat fasilitas-fasilitas yang ada di sana. Lokasi Sport City ini sering dijadikan tempat kompetisi olahraga baik tingkat nasional maupun internasional. Acara dilanjutkan dengan homestay matching di Putrajaya untuk bertemu keluarga angkat untuk pertama kalinya. Bersama dengan homestay mate saya Mameaw, yang berasal dari Thailand, saya tinggal di keluarga angkat yang terdiri dari ayah, ibu, dua saudara perempuan, serta satu saudara laki-laki. Beberapa tempat yang kami kunjungi antara lain night market, I-City Shah Alam serta kompleks Putrajaya.

Cerita di atas hanyalah sebagian kecil dari pengalaman yang saya alami. Saya bersyukur telah diberi kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam pogram SSEAYP ini. Sebuah pengalaman sekali seumur hidup yang pastinya layak kalian perjuangkan.


Profil Singkat Restu Ayu Mumpuni

Restu Ayu Mumpuni, or usually called Ayy is a young woman from Semarang who is currently running a Small and Medium Enterprise (UMKM) producing famous sash product in Indonesia. Her persistence in doing business has led her to penetrate the international market and got her to win the 1st champion of Young Entrepreneur Competition as well as the 1st winner of Product Innovation Competition Semarang City. This graduate of Communications Studies from Diponegoro University hopes to become an entrepreneur in such see can introduce local products to the national and international market. At the same time, she is willing to many local resources through her business. Apart from her business activities, Ayy has been active in international organizations with various important roles such as the Vice President of Outgoing Exchange AIESEC in UNDIP which also brought her to work on social project in education and culture in Russia for two months. Her interest in volunteering grew when she participated AFS to Japan back in 2010. As returnee she’s still active in Bina Antarbudaya (Indonesian Foudation for Intercultural Learning) chapter Semarang.

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FINAL PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA 2018

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui karantina di Semarang pada 21-22 April 2018, berikut ini adalah urutan peringkat peserta untuk masing-masing program.

 

AUSTRALIA – INDONESIA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (AIYEP)

  1. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus
  2. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  3. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten

THE SHIP FOR SOUTHEAST ASIAN AND JAPANESE YOUTH PROGRAM (SSEAYP)

  1. Dio Dirgantara – Kota Semarang
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN-INDIA STUDENT EXCHANGE PROGRAM (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Dari  peserta tersebut, masing-masing peringkat 1 dinobatkan sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah untuk program PPAN 2018. Kepada kandidat peringkat satu, informasi mengenai persyaratan administrasi PPAN 2018 beserta informasi-informasi penting lainnya akan kami kirimkan melalui email.

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung.

Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Sampai jumpa pada seleksi PPAN 2019! Matur nuwun!

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI INTERVIEW PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN 2018)

Halo, Pemuda Pemudi Jawa Tengah!

Setelah melalui serangkaian seleksi di Semarang, 9 April 2018, berikut ini adalah nama-nama yang kami undang untuk mengikuti karantina & pembekalan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Daftar berikut ditulis secara acak, tidak berdasarkan ranking nilai. Kegiatan ini sekaligus menentukan peringkat 1 yang akan dikirim mewakili program SSEAYP dan AIYEP. Khusus untuk program AISEP, kami telah mengambil peringkat 1 karena program akan segera dilaksanakan pada 27 April 2018.

Daftar peserta yang lolos mengikuti Karantina & Pembekalan PPAN 2018:

Australia – Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP)

  1. Aulia Nataningsih – Kabupaten Kebumen
  2. Immaculata Titis Winiati – Kabupaten Klaten
  3. Tifani Diahnisa Hardianti – Kabupaten Kudus

The Ship and Southeast Asian & Japanesse Youth Program (SSEAYP)

  1. Arihdya Caesar – Kabupaten Cilacap
  2. Ilham Dwi Hatmawan – Kabupaten Purbalingga
  3. Muhammad Ridlwan – Kabupaten Jepara

ASEAN India Student Exchange Progam (AISEP)

  1. Faris Nur Khulafa – Kabupaten Jepara

Detail karantina & pembekalan akan kami informasikan melalui e-mail. Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah terpilih!

Kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi PPAN 2018 Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan selama proses seleksi berlangsung. Bagi kami, Anda semua adalah pemenang. Semoga semua proses yang telah kita laksanakan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi bekal dalam menjalani tantangan di masa yang akan datang. Semoga sukses dan tetap semangat! Matur nuwun.

 

 

 

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2018 – PROVINSI JAWA TENGAH

Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendaftar seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2018.

Selama masa pendaftaran seleksi online PPAN 2018, PCMI Jawa Tengah telah menerima ratusan aplikasi yang luar biasa. Kriteria seleksi yang digunakan oleh panitia mencakup empat hal sebagai berikut:

  • kontribusi sosial yang dilakukan kepada masyarakat;
  • prestasi yang telah dicapai;
  • kemampuan organisasi, kepeloporan dan kepemimpinan;
  • penulisan esai.

Berikut adalah daftar peserta yang lolos mengikuti seleksi administrasi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2018: DAFTAR PESERTA SELEKSI PPAN JAWA TENGAH 2018

 

Kami mengundang para peserta yang telah terseleksi untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal : Senin, 9 April 2018
  • Lokasi             : Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Jawa Tengah (Aula Lt. 4), Jalan Ki Mangunsarkoro 12 Semarang
  • Pendaftaran ulang : 08.00 – 09.00 WIB
  • Dresscode                : Formal

Peserta yang telah lolos seleksi administrasi diharapkan membawa berkas asli dan berkas fotocopy sebagai berikut:

  • KTP Jawa Tengah
  • Formulir aplikasi PPAN 2018
  • Formulir biodata peserta, yang bisa diunduh di link berikut ini: Formulir Biodata Peserta Seleksi PPAN Jawa Tengah
  • Sertifikat kompetensi Bahasa Inggris yang berlaku hingga 1 September 2018 (TOEFL PBT 500/ CBT 173/ IBT 61/ IELTS 6/TOEIC 600)
  • Surat keterangan sehat dari dokter / puskesmas
  • Surat keterangan belum menikah dari kelurahan setempat
  • Ijazah SMA/SMK (fotokopi diperbolehkan)
  • Laporan kontribusi sosial / dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • Dokumen pendukung yang diperlukan
  • Surat Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota/Kabupaten [opsional]

Peserta yang tidak dapat menunjukan dokumen di atas pada saat verifikasi ulang dinyatakan gugur.

Semua berkas dimasukkan ke dalam map atau folder berwarna:

  • Biru untuk AISEP
  • Hijau untuk AIYEP
  • Kuning untuk SSEAYP

Mekanisme seleksi dapat diunduh di link berikut ini: MEKANISME SELEKSI PPAN 2018

Pertanyaan mengenai tahapan seleksi selanjutnya dapat disampaikan melalui email ke pcmijateng@gmail.com.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar atas minat dan upaya yang telah dicurahkan untuk mengikuti PPAN 2018. Bagi pendaftar yang telah terpilih, kami mengucapkan selamat dan sampai jumpa di Semarang untuk seleksi selanjutnya!

PENGUMUMAN KUOTA TAMBAHAN dan PERPANJANGAN WAKTU SELEKSI ONLINE PPAN 2018

[KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) : 1 orang Putri, usia 21-25 tahun
  • Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) : 1 orang Putra, usia 20-30 tahun
  • ASEAN India Student Exchange Program (AISEP) : 1 orang Putra, usia 20-26 tahun, berstatus mahasiswa S1/S2

 

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah yang dibuktikan melalui KTP Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba dan tidak merokok
  3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah hingga program selesai
  4. Pendidikan terakhir minimal SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau keterampilan yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, bela diri, dan lain-lain)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti semua program pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI sebelumnya
  9. Memiliki asuransi BPJS Kesehatan

 

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form-PPAN 2018
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 September 2018 : TOEFL PBT 500/ TOEFL CBT 173/ TOEFL IBT 61/ IELTS 6/ TOEIC 600/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Scan ijazah SMA/SMK
  5. Surat keterangan sehat dari dokter*
  6. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  7. SKCK dari polda Jawa Tengah**
  8. Kartu BPJS Kesehatan*
  9. Surat keterangan belum menikah dari kelurahan setempat*
  10. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang.

**khusus bagi kandidat yang lolos seleksi tahap interview.

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2018 sebelum 3 April 2018 pukul 17:00 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2018 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap dan melewati batas waktu pendaftaran online tidak akan diproses lebih lanjut.
  • Kunjungi http://disporapar.jatengprov.go.id/Info untuk info resmi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (20 Maret – 3 April 2018)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (5 April 2018)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD, Interview, Tes Kesenian/Keahlian (9 April 2018)

NB: Jadwal di atas dapat berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan sebelumnya.

SELEKSI PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2018 – PROVINSI JAWA TENGAH

Apakah kamu Duta Muda Indonesia berikutnya?

Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Tengah mengundang pemuda-pemudi Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Tahun 2018.

[PERSYARATAN UMUM]

  1. WNI, penduduk Jawa Tengah yang dibuktikan melalui KTP Jawa Tengah
  2. Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba dan tidak merokok
  3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah hingga program selesai
  4. Pendidikan terakhir minimal SMA/sederajat
  5. Memiliki wawasan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  6. Memiliki kemampuan seni dan budaya Indonesia atau keterampilan yang dapat dikontribusikan untuk program (contoh: fotografi, film/video making, menulis, public speaking, membatik, desain, bela diri, dan lain-lain)
  7. Aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan
  8. Belum pernah mengikuti semua program pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI sebelumnya
  9. Memiliki asuransi BPJS Kesehatan

[PERSYARATAN KHUSUS KUOTA UNTUK JAWA TENGAH]

  • Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) : 1 orang Putri, usia 21-25 tahun
  • Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) : 1 orang Putra, usia 20-30 tahun
  • ASEAN-India Student Exchange Program (AISEP) : 1 orang Putra, usia 20-26 tahun, mahasiswa S1/S2

[SYARAT PENDAFTARAN]

  1. Mengisi Application Form yang bisa diunduh di link berikut ini: Application Form-PPAN 2018
  2. Scan KTP Jawa Tengah
  3. Scan sertifikat kompetensi berbahasa Inggris yang masih berlaku hingga 1 September 2018 : TOEFL PBT 500/ TOEFL CBT 173/ TOEFL IBT 61/ IELTS 6/ TOEIC 600/ Cambridge Exam: PET/ CEFR: B1 (Prediction Test diperbolehkan)
  4. Scan ijazah SMA/SMK
  5. Surat keterangan sehat dari dokter*
  6. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan
  7. SKCK dari polda Jawa Tengah**
  8. Kartu BPJS Kesehatan*
  9. Surat keterangan belum menikah dari kelurahan setempat*
  10. Dokumen pendukung yang relevan (misal: desain, sertifikat, portofolio, dokumentasi kegiatan, surat rekomendasi, dll)

*tidak harus disertakan dalam pendaftaran online, tetapi wajib disertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya di Semarang.

**khusus bagi kandidat yang lolos seleksi tahap interview.

Semua persyaratan tersebut diunggah ke tinyurl.com/PPANJateng2018 sebelum 3 April 2018 pukul 17:00 WIB.

  • Pertanyaan mengenai persyaratan dan seleksi PPAN Jawa Tengah 2018 dapat dikirimkan melalui email ke pcmijateng@gmail.com. Setiap email akan dibalas dalam waktu maksimal 1×24 jam.
  • Berkas yang tidak lengkap dan melewati batas waktu pendaftaran online tidak akan diproses lebih lanjut.
  • Kunjungi http://disporapar.jatengprov.go.id/Info untuk info resmi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

[PROSES SELEKSI]

  1. Seleksi Administrasi & Screening Aplikasi (20 Maret – 3 April 2018)
  2. Pengumuman Seleksi Administrasi (5 April 2018)
  3. Semifinal: Verifikasi Berkas, Tes Tertulis, FGD, Interview, Tes Kesenian/Keahlian (9 April 2018)

NB: Jadwal di atas dapat berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan sebelumnya.