INDONESIA-CHINA YOUTH EXCHANGE PROGRAM (ICHYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia – Tiongkok (PPIT) merupakan program bilateral Republik Indonesia dengan Tiongkok dalam kerangka Pertukaran Pemuda Antar negara (PPAN). PPIT juga dikenal dengan sebutan Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP). PPIT berawal dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dan All China Youth Federation (ACYF) pada tanggal 22 Desember 2008. Namun kerjasama ini baru dapat terealisasi pada tahun 2011, yang diawali dengan pengiriman 100 delegasi Indonesia dari berbagai provinsi ke Tiongkok. Begitu pula pada tahun 2013. Pada tahun 2012, 2014 dan 2016 Tiongkok juga melakukan kunjugan balasan ke Indonesia.

Tahun 2016 Provinsi Jawa Tengah mendapatkan 1 (satu) kuota putera untuk PPIT. Berdasarkan Surat Tugas Kementrian Pemuda dan Olahraga RI Nomor: B/2863/D.II-5/IX/2016 dan ST.2865/D.II-5/IX/2016 tertanggal 13 September 2016, tertuang Risqika Edni Doni Achsan dari Kabuten Magelang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program PPIT 2016.

_MG_8162
34 delegasi dari setiap provinsi di Indonesia dalam program IChYEP 2016

Fase Pre-Departure Training (PDT)

Pre-Departure Training (PDT) merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh para delegasi. Secara praktis, PDT memberikan bekal kepada para delegasi dalam mengenal lingkungan barunya di Tiongkok. Bekal tersebut digunakan untuk menghadapi masa program di Tiongkok sehingga program ini mencapai hasil yang optimal dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Program PPIT 2016 berlangsung selama 14 hari. Waktu yang sangat singkat membuat padatnya jadwal selama program. Seluruh delegasi harus sudah berada di Hotel Ambhara, Jakarta, untuk registrasi (18 September 2016) agar bisa bertemu dengan delegasi lainnya untuk mempersiapkan penampilan budaya pada malam harinya. Pembukaan dilaksanakan tepat pukul 19.00 WIB di Ballroom dan Pembukaan diawali dengan sambutan dari Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd., Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI.

PDT hari pertama dilaksanakan Hari Senin, 19 September 2016. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Ballroom. Terdapat 3 (tiga) materi yang diberikan oleh pembicara yang berbeda. Materi pertama berjudul Pemahaman Hubungan Diplomatik Tiongkok dan Indonesia oleh Bapak Edy dan Bapak Mirhan Tabrani, Kepala Bidang Kemitraan Luar Negeri; materi kedua berjudul Kebijakan Kemenpora Tentang Kepemudaan oleh Bapak Imam Gunawan, Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI; materi ketiga berjudul Becoming Youth Ambassador oleh Livita Sumaly, sharing pengalaman dari senior PPIT 2015. Peserta dibubarkan pada pukul 18.00 WIB dan harus siap kembali pada pukul 19.00 WIB untuk jamuan makan malam dan menghadiri penutupan sekaligus melepas delegasi Indonesia ke Tiongkok secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi. Delegasi pun menampilkan beberapa penampilan budaya di malam tersebut, dimana saya bergabung dalam tim Kecak.

_MG_2312
Penyematan pin pada Youth Leader dan Assistant Youth Leader IChYEP 2016, Hardian dan Gianina
_MG_2661
Tim Tari Kecak IChYEP 2016 sesaat setelah pembukaan PDT

Selasa, 20 September 2016, ada sesi Grooming. Delegasi belajar Bahasa Mandarin secara singkat oleh alumni dan sharing mengenai Post Program Activity (PPA). Kemudian semua delegasi diberangkatkan ke Tiongkok dibagi 2 (dua) grup dengan jam penerbangan yang berbeda. Kelompok pertama menggunakan Cathay Airlines Pukul 00.10 WIB dan kelompok kedua menggunakan Cathay Airlines Pukul 05.00 WIB. Jakarta – Beijing ditempuh dalam waktu ±7 jam (transit Hongkong).

EPTX8400
Bersama senior PCMI Jawa Tengah, Briliani D. H. P., yang merupakan alumni IChYEP 2015 saat pelepasan delegasi. Pada kesempatan tersebut saya memakai Seragam A1 saya.
IMG_0761
Sesaat setelah mendarat di Beijing

Fase Tiongkok

Rabu, 21 September 2016 pukul 18.20 waktu Tiongkok kami sampai di Beijing Capital International Airport. Delegasi Indonesia dijemput oleh panitia dari ACYF, lalu diantar ke New World Beijing Hotel menggunakan bus dan makan malam di Restaurant Tiantan Jie (lt.1 New World Beijing Hotel).

Kamis, 22 September 2016. Kunjungan pertama yaitu ke National Museum of China. Di sana delegasi mempelajari sejarah China dan penyebaran jalur sutra. Makan siang dilaksanakan di Restaurant Mingyuan. Kunjungan kedua yaitu China Youth Center For International Exchange. Delegasi diajak berkeliling lokasi yang setingkat dengan Kementerian Pemuda di Tiongkok ini. Selain digunakan sebagai convention center, tempat ini juga memiliki berbagai fasilitas olahraga. Salah satu kolam renang yang ada pun pernah dipakai perenang terkenal Michael Phelps saat berlatih untuk Olimpiade Beijing.

IMG_0898.jpg
Delegasi IChYEP 2016 di China National Museum
IMG_6491
Indoor pool tempat berlatih atlet Olimpiade 2008 di China Youth Center of International Exchange

Acara selanjutnya adalah pidato bertopik Gagasan Strategi “Dari Satu Sabuk Satu Jalur Sampai Poros Maritim Dunia” dan “Peluang dan Tantangan Dalam Komunikasi dan Kerjasama Tiongkok – Indonesia, Dengan Mempertimbangkan Strategi Poros Maritim Dunia Indonesia”. Jamuan makan malam bersama Wakil Sekjen ACYF, Dong Xia. Dalam acara jamuan makan malam delegasi tampil diwakilkan oleh Tim Medley Nusantara di Restaurant Mingyuan, The 21 Century Hotel.

Jum’at, 23 September 2016. Hari ini kami diberi kesempatan untuk mengunjungi Great Wall Juyongguan. Great Wall telah mulai dibuat sebelum Dinasti Qin berkuasa, tepatnya dibangun pertama kali pada jaman musim semi dan musim gugur pada 722 SM. Ketika Dinasti Qin berkuasa, Kaisar Qin Shi-huang meneruskan kembali pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya. Sepeninggal Kaisar Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali pada jaman Dinasti Sui, terakhir pembuatan tembok dilanjutkan lagi pada jaman Dinasti Ming. Bentuk tembok yang sekarang dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara adalah hasil pembangunan dari jaman Dinasti Ming (1368-1644).

IMG_6623
Berfoto bersama beberapa delegasi di The Great Wall
IMG_0992 EDIT
Mengibarkan Bendara Merah Putih di The Great Wall

Pada masa kekaisaran Tiongkok kuno, tujuan dari didirikannya Great Wall adalah untuk membentengi kekaisaran Tiongkok kuno dari serangan bangsa Mongolia dari arah utara. Disamping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengamankan Jalur Sutera, yaitu jalur bisnis utama pada masa itu. Pada jaman kuno, Tembok Besar yang bentuknya berliku-liku serta memanjang menyusuri puncak pegunungan adalah hampir mustahil untuk ditaklukkan oleh musuh, karena gunung dan lereng yang menjadi dasar tembok adalah terlalu terjal untuk dapat didaki oleh musuh, sehingga tembok ini adalah merupakan sebuah kubu pertahanan yang sangat bagus pada masa itu.

Setelah kunjungan ke Great Wall, delegasi mengikuti kelas budaya Tiongkok seperti membuat kaligrafi, melukis dengan tinta, dan membuat dumpling. Saya sendiri mendapat pujian dari sang guru yang mengatakan bahwa karya saya adalah yang paling kreatif dan menonjol selama kegiatan.

IMG_6859
Berfoto bersama guru saya saat berlatih kaligrafi Tiongkok. Karya saya dipuji sebagai yang paling kreatif saat workshop
20160923_145234
Membuat dumpling bersama delegasi lainnya, dari mengolah isian hingga membentuk adonan kulitnya. Setelah semua selesai dimasak, kami pun memakannya ramai-ramai.

Sabtu, 24 September 2016. Kami dibebaskan dari tugas kunjungan hari ini karena harus berpindah dari Beijing ke Ningxia, Yin Chuan menggunakan China Airlines. Jarak tempuh Beijing – Yin Chuan sekitar 2 jam. Kota Yin Chuan terletak di Provinsi Ningxia, Provinsi Ningxia yang terletak di bagian barat Tiongkok. Provinsi ini memiliki luas 664,000 kilometer persegi dan memiliki jumlah penduduk 6.3 juta orang. Provinsi ini juga dikenal dengan salah satu provinsi muslim terbanyak di negara Tiongkok. Jumlah suku Hui yang mayoritasnya memeluk Agama Islam mencapai 2.2 juta jiwa atau 36 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Ningxia. Sektor yang diandalkan dari provinsi ini adalah sektor peternakan berupa sapi dan kambing yang memiliki kualitas yang baik dan energi berupa batu bara.

Selanjutnya kami melakukan kunjungan ke Museum Kuno Ningxia (Guyuan Museum Of Ningxia). Di sana kami mengenal sejarah jalur sutra, serta mempelajari persebaran bangsa Arab dan Etnis Hui. Kami pun berkunjung ke Chinese Wolfberry Museum. Buah Wolfberry ini bentuknya seperti kismis berwarna merah yang berkhasiat menenangkan pada saat tidur, menyehatkan badan, dan mengobati banyak penyakit. Kami menginap di Holiday Inn Yin Chuan. Malam harinya kami manfaatkan untuk berlatih penampilan budaya.

Minggu, 25 September 2016. Kami bertolak ke Kabupaten Helan, dimana kami melakukan kunjungan ke Percontohan Wirausaha Kaum Muda di Taman Pertanian Xiongying dengan sistem pertanian rumah kaca. Kami juga berkunjung ke Taman Wirausaha E-Commerce Ningxia-Zhejiang, dimana terdapat galeri yang memamerkan barang-barang produksi dari tiap-tiap negara. Terakhir, kami mengikuti temu wicara tentang “Sabuk Ekonomi Jalan Sutra” oleh Liu Xue Wei.

IMG_6951
Berfoto di depan Museum Ningxia
IMG_7066
Taman Pertanian Xiongying ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya. Selain sebagai pusat pertanian, tempat ini juga menyediakan hunian untuk para petani lengkap dengan sekolah untuk anak-anaknya
IMG_7147
Pavilion Indonesia di pusat E-Commerce Ningxia

Senin, 26 September 2016. Kami melakukan kunjungan ke BN (Bai Nien) Vacational School. Sekolah berasrama ini memiliki 3 (tiga) jurusan, yakni jurusan masakan halal, desain grafis, dan teknik listrik. Didirikan pada tahun 2005, BN SMK (BNVS) adalah sekolah bebas biaya kuliah dan menjadi percontohan sekolah kejuruan di tingkat SLTA. Prinsip dari BNVS adalah untuk memberikan pelatihan yang berorientasi kerja untuk siswa dengan program yang dirancang berdasarkan permintaan pasar. Hal ini mengundang banyak perusahaan untuk berpartisipasi bahkan dalam bidang pengajaran. Sejak didirikan pada tahun 2005, semua lulusan telah berhasil memperoleh pekerjaan dimana secara dramatis meningkatkan status keuangan dan kondisi hidup keluarga mereka. Sampai saat ini, BNVS memiliki kampus yang terletak di Beijing, Chengdu, Dalian, Nanjing, Sanya, Wuhan, Yinchuan, Zhengzhou, Lijiang dan Angola. Siangnya kami melakukan kunjungan ke Ningxia University National Science Park. Terjadi interaksi dengan mahasiswa Universitas Ningxia mengenai aktivitas Asosiasi Mahasiswa serta proyek-proyek yang mereka kerjakan.

IMG_7423.JPG
Menari Kecak di BNVS

Selanjutnya embali ke hotel dan mempersiapkan pertunjukkan pada jamuan makan malam. Penampilan terdiri dari Grup Medley Nusantara, Tari Orlando, Tari Kembang Jatoh, Tari Rentak Julian, Tari Bahalai, Tari Saman dan Tari Kecak. Saya sendiri tergabung pada penampilan Tari Kembang Jatoh dan Tari Kecak.

_MG_6509
Berfoto dengan delegasi Bali, Putu Wirmayani. Saya mengenakan baju adat Betawi karena akan menampilkan Tari Kembang Jatoh.
IMG_1492
Tim Tari Kecak untuk Cultural Performance di Tiongkok. Di balik foto ini tersimpan kenangan latihan setiap malam hingga pengalaman berganti pakaian kurang dari 3 menit.
IMG_4592
Di akhir acara, seluruh peserta berganti pakaian untuk mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Saya mengenakan Beskap lengkap dengan Blangkon, sedangkan Mugni Bustari mengenakan pakaian adat asal provinsinya, Sumatera Barat.

Video Tari Kembang Jatoh IChYEP 2016

Selasa, 27 September 2016. Dini hari seluruh delegasi bertolak menuju Kota Wuzhong untuk melakukan kunjungan ke Taman Industri Produk Halal Tiongkok. Salah satu lokasi yang kami kunjungi adalah pabrik sambal Hong Shan He. Kemudian kami menuju Museum Islam China yang bernama Sheng Shi Huixiang dan berkunjung ke Desa Baru Muslim Imigran Etnis Hui Tiongkok. Kami juga mengunjungi Masjid terbesar di Kota Wuzhong. Masjid ini memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi perkembangan agama Islam etnik Hui di Provinsi Ningxia, salah satu provinsi dengan penduduk mayoritas Muslim selain propinsi Xinjiang di negara China. Masjid ini berada diurutan ke 5 masjid terbesar di China dan menduduki urutan ke 46 mesjid terbesar yang ada di seluruh dunia. Nuansa arsitektur China masih tampak pada bagian atap masjid yakni bersusun tiga yang bagian tepinya melengkung ke atas. Dibangun pada masa dinasti Ming pada tahun 1524, masjid ini dikelilingi pagar tembok tinggi dengan pintu gerbang besar seperti benteng. Di halaman dalam terdapat 2 bangunan Masjid yang memperlihatkan perpaduan arsitektur China dan Arab dihiasi kaligrafi dibagian dinding dan pilarnya.

IMG_0928
Para musisi ini menyambut kami dengan lagu Bengawan Solo. Wow!
IMG_1010
Masjid Wuzhong di Ningxia

Rabu, 28 September 2016. Delegasi melaksanakan kunjungan ke Balai Masyarakat. Terdapat semua bidang kantor dalam satu gedung dengan menggunakan sistem satu pintu. Jadi masyarakat dalam berurusan tidak perlu keluar gedung untuk mengurus dokumen atau layanan yang mereka perlukan. Hal ini jelas mempermudah jalannya program kemasyarakatan dan atau pemerintahan yang menjadikan Ningxia model percontohan bagi daerah lainnya. Hari kami ditutup dengan dua kunjungan: Museum Kedokteran Etnis Hui di Universitas Kedokteran Ningxia dan PT. Iptek Digital Sheng Tian Cai Ningxia, yaitu perusahaan digital animasi.

Kamis, 29 September 2016. Ini adalah hari terakhir kami di Yin Chuan. Pagi harinya kami langsung menuju Bandara Hedong. Penerbangan Yin Chuan – Shanghai membutuhkan waktu sekitar 2 jam 10 menit. Kota Shanghai, tujuan kami berikutnya, adalah salah satu kota penting di abad ke-19 karena perdagangan dan lokasi pelabuhan yang menguntungkan. Kota ini adalah salah satu dari lima kota yang dipaksa terbuka untuk perdagangan luar negeri. Kota ini kemudian berkembang sebagai pusat perdagangan antara Tiongkok dan bagian lain dari dunia (terutama negara-negara Barat), dan menjadi pusat keuangan utama di kawasan Asia-Pasifik di tahun 1930-an. Namun, dengan pengambil alihan Partai Komunis daratan pada tahun 1949, perdagangan terbatas pada negara-negara sosialis, dan pengaruh global menurun. Pada 1990-an, reformasi ekonomi yang diperkenalkan oleh Deng Xiaoping mengakibatkan melesatnya pembangunan sehingga membantu kembalinya keuangan dan investasi asing ke kota.

Sesampai di Bandara International Pudong Shanghai kami menuju Menara TV & Radio Mutiara Oriental dan Museum Perkembangan Sejarah Kota Shanghai (Oriental Pearl Tower). Menara ini berada di Pudong Park di Lujiazui, Shanghai. Oriental Pearl TV Tower merupakan menara TV tertinggi keempat di dunia dengan tinggi 468 meter, hanya kalah tinggi dari menara yang terletak di Tokyo, Toronto dan Moscow. Selain tingginya menara yang memukau, arsitektur yang unik dari menara ini menjadi nilai plus. Menara ini tepat di antara Jembatan Yangpu di timur laut dan Jembatan Nanpu di Barat Daya, sehingga jika dilihat dari atas akan tampak seperti gambar dua naga sedang bermain dengan butiran – butiran mutiara. Oriental Pearl TV Tower tidak hanya digunakan sebagai menara pemancar televisi dan radio, tapi juga terdapat Shanghai Municipal History Museum, serta hotel yang terdiri dari 25 kamar mewah yang menyajikan pemandangan kota Shanghai. Dan yang paling menarik di bagian puncak menara terdapat tempat khusus untuk para wisatawan menyaksikan keindahan kota Shanghai dengan sudut yang mampu berputar 360 derajat.

Malamnya saya dan beberapa delegasi memutuskan untuk melancong ke beberapa tempat di Shanghai. Saya sendiri mengunjungi The Bund, sebuah landmark terkenal yang berada di tengah kota Shanghai. Dari tempat ini saya dapat melihat keseluruhan kota Shanghai, mulai dari Oriental Pearl TV Tower beserta gedung-gedung pencakar langit lainnya.

DSC_0185
The Bund, Shanghai

Jum’at, 30 September 2016. Hari ini adalah hari terakhir kami di Shanghai, sekaligus hari terakhir di Tiongkok. Kelompok pertama yang menaiki Chatay Airlines harus berangkat lebih dulu. Perjalanan Shanghai – Jakarta juga ditempuh dalam waktu ±7 jam dengan transit di Hong Kong terlebih dahulu. Disusul kelompok dua, tiba di Jakarta dan kembali ke Hotel Ambhara.

 

Fase Re-Entry

Sabtu, 1 Oktober 2016. Kegiatan pagi diawali dengan diskusi. Diskusi ini dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dengan untuk membahas esensi program, tujuan program, efektivitas kegiatan program dan rekomendasi ICHYEP di tahun berikutnya. Tak lama kami pun menerima materi re-entry program dan evaluasi. Materi pertama diberikan oleh Mirhan Tabrani yang berjudul Post Program Activity. Post Program Activity merupakan bukti dari sebuah komitmen serius para delegasi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) menjadi suatu program wajib yang harus dilaksanakan oleh para delegasi terpilih dari tiap-tiap daerah. Sore hari hingga malamnya kami melasanakan Farewell yang diwarnai dengan tangis sedih dan senyum haru.

IMG_8404
Sesi sharing untuk merefleksikan apa saja yang telah didapat dari IChYEP, serta implementasi nilai-nilai program di masa depan (misal: dalam bentuk PPA)
IMG_8741
Tangis haru delegasi saat akan berpisah di Farewell Night

Minggu, 2 Oktober 2016. Semua delegasi pulang ke daerahnya masing-masing dengan membawa pengalaman luar yang sangat luar biasa. Setiap orang bisa saja pergi melancong ke negara lain. Namun, menjadi delegasi resmi bangsa sendiri … itu berbeda ceritanya.


Profil Singkat Risqika Edni Doni Achsan

Risqika Edni Doni Achsan (Doni) adalah mahasiswa tahun terakhir di Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Di kampusnya Doni menyabet tiga gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) sekaligus: Mapres Fakultas Teknik, Mapres Terfavorit UGM, dan Mapres Utama 2 UGM tahun 2016. Gemar melukis sejak kecil, ia kerap menjuarai lomba lukis bahkan pernah menyabet juara 1 se-Amerika Serikat saat mengikuti program pertukaran pelajar AFS/YES tahun 2011-2012. Peraih medali emas PKM-GT di PIMNAS ke-27 ini berhasil masuk 100 besar kompetisi desain pesawat tingkat dunia yang diselenggarakan oleh AIRBUS dan UNESCO. Lahir di Magelang, 10 April 1994, Doni juga merupakan pemenang XL BOD Challenge tahun 2015 dan berhak menjadi Chief Marketing Officer membawahi 3000 lebih karyawan XL Axiata selama seminggu. Doni terpilih menjadi salah satu global scholars perusahaan Amerika Serikat, Cargill, dan telah menyelesaikan training kepemimpinannya di Minneapolis pertengahan Agustus 2016. Doni juga dianugerahi penghargaan sebagai satu-satunya delegasi yang menyabet dua gelar sekaligus di Singapura, yakni Best Position Paper dan Best Delegate untuk komite Global Competitiveness. Dua penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Singapura dalam acara Youth Model ASEAN Conference 2016 yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam Endowment pada 2-7 Oktober lalu. Saat ini Doni adalah asisten untuk Laboratorium Supply Chain Engineering and Logistics (SCiLOG) Program Studi Teknik Industri UGM. Ia berharap agar cepat lulus dengan predikat baik dan kedepannya dapat melanjutkan studi di bidang rantai pasok, manajemen, atau bisnis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s