ASEAN Students Visit India (ASVI) 2016

ASEAN Students Visit India (ASVI) atau di India dikenal dengan ASEAN-India Student Exchange Program (AISEP) adalah program yang diselenggarakan oleh Confederation of Indian Industry (CII) dan Ministry of External Affairs India. Program ini diikuti oleh 10 negara ASEAN selama 10 hari dengan kegiatan berupa kunjungan kenegaraan, kunjungan ke perusahaan dan industri, kunjungan ke universitas ternama di India, kunjungan ke tempat bersejarah dan cultural exchange. Tujuan dari program ini untuk memperkuat hubungan diplomatik antara India dengan negara-negara ASEAN dan meningkatkan pemahaman mengenai kebudayaan dan perokonomian India, serta sebagai sarana pemuda ASEAN untuk mempelajari perkembangan ekonomi dan teknologi di India.

Tahun 2016, Nailul Husna dari Kota Semarang menjadi delegasi dari Jawa Tengah untuk program PPAN ASEAN Students Visit India. Ia bersama 23 delegasi dari provinsi lain di Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi Kota Mumbai, Pune, New Delhi dan Agra pada Bulan November 2016.

Mumbai

Mumbai atau city of Bollywood adalah kota pertama delegasi Indonesia mendaratkan kaki di India. Di Mumbai, delegasi Indonesia bergabung dengan delegasi dari negara Brunei, Malaysia, Laos dan Kamboja. Sedangkan delegasi dari negara ASEAN lainnya mengunjungi kota yang berbeda.

Ada beberapa perusahaan di Mumbai yang dikunjungi oleh para delegasi, antara lain Godrej Factory yang merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari home production hingga aerospace company. Kemudian ada L&T Institute, yaitu perusahaan sistem keamanan dan teknologi yang mampu menjamin kerahasiaan sistem negara India. Kami juga berkesempatan mengunjungi Bombay Stock Exchange (BSE) atau bursa saham Bombay (Bombay adalah nama lama dari Mumbai).

Selain perusahaan dan bursa saham di Kota Mumbai, para delegasi juga mengunjungi dua universitas ternama yaitu IES Business and Management College dan Whistling Wood Art & Design International School. Di IES College delegasi banyak berinteraksi dengan para mahasiswa ekonomi yang juga mempertunjukkan kesenian budaya mereka dengan menyanyi dan menari. Sedangkan Whistling Wood adalah sekolah media & art yang telah menghasilkan ratusan seniman di India baik yang di depan layar maupun belakang layar. Di akhir kunjungan para delegasi mendapat seminar dari pemerhati dan ahli perfilman yang menjelaskan betapa pesatnya perkembangan industri film di India, dimana India mampu menghasilkan 200 lebih judul film dalam satu tahun.

1.PNG

Ketika berkunjung ke Whistling Wood International School di Mumbai

Pune

Pune adalah kota yang terletak di dataran tinggi dengan suhunya berada di kisaran 18 – 25 derajat celcius dan bisa lebih dingin saat malam hari. Dari Mumbai menuju Pune memakan waktu sekitar 4 jam dengan bus. Kami mengunjungi dua tempat di Kota Pune yakni Tata Motors dan Symbiosis International School. Tata Motors adalah perusahaan mobil buatan India yang telah berekspansi hingga ke Afrika, Latin Amerika, Eropa, Rusia, Timur Tengah dan negara-negara di Asia.

Di Tata Motors kami diajak berkeliling menggunakan mobil perusahaan untuk melihat-lihat bagaimana proses perakitan mobil dari mulai mobil sedan hingga truk. Dan diakhir kunjungan, kami dipertontonkan film dokumenter sejarah berdirinya Tata Motors.

Sedangkan di hari kedua, kami diajak berkunjung ke Symbiosis International School. Sebuah kampus yang terletak di perbukitan Kota Pune. Sesuai predikatnya yang internasional, bukan hanya mahasiswa India yang berkuliah disini. Kami bertemu mahasiswa dari Zambia, Bangladesh, Nepal, dll. Pengajarnya pun ada yang datang dari Negara Iran.

New Delhi

Kami berangkat ke New Delhi dari kota Pune menggunakan pesawat dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Kami sampai di New Delhi sekitar pukul 24:00 dan langsung menuju hotel. Di hotel inilah semua negara ASEAN berkumpul. Kami bertemu dengan delegasi dari Negara Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina yang telah melakukan perjalanan ke Kota Bengalore dan Hyderabad. Hari pertama di New Delhi, kami habiskan dengan mengunjungi JCB Construction, sebuah perusahaan yang memproduksi alat-alat berat. Selain perusahaan JCB, kami juga berkunjung ke perusahaan Sona Koyo, perusahaan yang memproduksi mesin steer untuk mobil dengan konsumen utamanya adalah Tata Motors dan Maruti Suzuki.

Di Kota New Delhi kami juga diajak mengunjungi pasar kerajinan dan kesenian, Dilli Haat. Banyak kerajinan India yang bisa ditemui seperti kain sari, sandal, kurta, dan cinderamata lainnya.

3.jpg

Pasar kerajinan dan seni Dilli Haat, New Delhi

Selain perusahaan dan tempat perbelanjaan, kami juga diajak ke sebuah situs bersejarah Humayun’s Tomb. Adalah sebuah makam kaisar Mughal yang didirikan oleh istri pertamanya dan disesain oleh arsitektur Persia.

Perusahaan, pusat perbelanjaan, bangunan bersejarah sudah kami kunjungi. Selanjutnya kami mengunjungi kampus ternama di New Delhi yakni Amity University. Selain Amity University, sebenarnya kami juga mempunyai jadwal untuk berkunjung ke Jawaharlal Nehru University (JNU). Tapi karena waktu yang benar-benar terbatas akhirnya kunjungan ke universitas tersebut di skip.

4.jpg

Amity University, New Delhi

Keluar dari kampus, kami melanjutkan kunjungan ke Foreign Service Institute by Ministry of External Affairs India. Kami mengikuti seminar tentang perekonomian India dan hubungan India dengan negara-negara di dunia.  Selain Foreign Service Institute, kami juga mengikuti seminar di India Habitat Center (IHC). Sebuah institusi yang menjalankan pergerakan demokrasi di India dan membawahi Election Comission of India. Dan kunjungan terakhir kami di New Delhi adalah KBRI. Kami, delegasi Indonesia, berkesempatan untuk silaturahim ke KBRI India yang saat ini dipimpin oleh Duta Besar Bapak Rizali .W Indrakusuma. Kami mendapatkan banyak petuah dan nasihat dari Bapak Rizali tentang apa saja yang bisa kita ambil dan pelajari dari India serta meningkatkan jiwa nasionalisme pemuda.

5

Suasana saat berkunjung ke Foreign Service Institute

6

Bersama Dubes RI untuk India, Rizali .W Inderakusuma

7

Setelah performance berfoto bersama panitia CII

Malam tanggal 28 November 2016 Kami mengikuti pertunjukan kebudayaan dari negara-negara ASEAN, dan Indonesia berhasil menampilkan pertunjukan silat, medley lagu daerah, tari Saman, tari Zapin dan ditutup dengan Tari Kreasi yang merupakan perpaduan tari Jawa, Batak dan Bali dengan sempurna.

Agra

Kami hanya mengunjungi satu tempat bersejarah di Kota Agra, yakni the magnificent Taj Mahal. Satu dari bangunan terindah di dunia yang mampu memukau siapa pun yang memandangnya. Disana kami banyak belajar tentang sejarah dan budaya India.

8

Delegasi berpose di depan bangunan megah Taj Mahal

Itulah perjalanan singkat kami di India selama 10 hari di empat kota. Kami menemukan sahabat, keluarga, ilmu dan pengalaman yang begitu berharga. Travelling berkeliling ke tempat yang belum pernah dituju memang selalu menyenangkan. Namun itu semua menjadi jauh lebih bernilai ketika dilakukan dengan membawa nama Indonesia dan garuda tersemat di dada dan saya merasa sangat beruntung bisa menjadi delegasi Indonesia, Jawa Tengah khususnya dalam program ASVI 2016.

________________________________________________

 Profil Singkat Nailul Husna

Nailul Husna menyelesaikan studinya pada tahun 2015 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Ia aktif tergabung di organisasi dan kegiatan kepanitiaan selama masa perkuliahan. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga sekretaris di organisasi Paduan Suara Mahasiswa selama dua periode. Ia juga beberapa kali dipercaya menjadi koordinator event untuk acara-acara besar seperti seminar nasional kesehatan dan juga konser paduan suara mahasiswa. Tidak hanya di organisasi, Nailul Husna juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menjadi peserta International Camp untuk pemberdayaan anak-anak di lingkungan prostitusi yang dinaungi oleh PKBI Semarang bersama dengan relawan dari Jepang. Sejak 2010 hingga sekarang ia aktif menjadi relawan di Yayasan Bina Antar Budaya Semarang. Prestasi yang pernah diraih salah satunya menjadi peserta program pertukaran pelajar ke Jepang yang diadakan oleh organisasi internasional Jenesys bekerja sama dengan AFS Intercultural Program. Saat ini ia disibukkan dengan start up di bidang jasa yang tengah ditekuninya dan menjadi pendiri sekaligus ketua komunitas sosial Impressive Santri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s