Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016

Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) merupakan sebuah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Tujuan utama dari program ini adalah Mutual Understanding antara Indonesia dengan Malaysia melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda pemudi kedua negara untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan diberbagai bidang seperti bidang kebudayaan, sosial ekonomi, dan kewirausahaan. Pada tahun 2016, Indonesia diwakili oleh 18 pemuda pemudi terpilih dari 18 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sedangkan Malaysia diwakili oleh 19 Belia terpilih dengan didampingi oleh satu orang National Youth Leader. M. Chusnul Huda adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016.

01.PNG
Chusnul Huda, Delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2016

IMYEP 2016 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Indonesia, fase Malaysia dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, selama 2-3 hari yakni berlangsung pada tanggal 22–24 Oktober 2016. Pada tahap ini, para delegasi diberi pembekalan yang diakomodir oleh para alumni yang tergabung dalam wadah organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan fisik dan mental delegasi, serta penampilan cultural performance sebagai bekal menghadapi kegiatan dan suasana baru selama melaksanakan program yang sesuai dengan tema IMYEP 2016, yaitu preserving Indonesia Malaysia Cultural Heritage Through Optimizing Information and Communication Technology.

02
Penerimaan materi saat PDT

Fase kedua yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 7 hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Indonesia di Jakarta dari tanggal 24 s/d 25 Juli 2016 dan fase Indonesia di Belitung dari tanggal 26 Juli s/d 30 Juli 2016. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah Welcoming Dinner di Jakarta, kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang disambut langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi beserta jajaran staf kementerian. Pada kesempatan yang langka ini, bapak menteri mengharapkan para delegasi Indonesia tidak hanya bisa menjadi duta Indonesia yang baik namun juga bagaimana para delegasi bisa mengambil gambar lokasi yang dikunjungi sebanyak-banyaknya di Malaysia untuk bisa dipromosikan di Indonesia, begitu pula sebaliknya juga berlaku bagi para delegasi dari Malaysia.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Jakarta yaitu city exploration di sekitar Jakarta meliputi Tugu Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Kota Tua.

Fase Indonesia di Belitung berlangsung dari tanggal 26 Juli s/d 29 Juli 2016, para delegasi juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Kantor Bupati/Rumah Dinas Bupati Belitung Timur dilanjutkan ISHOMA dirumah adat Belitong (Makan Bedulang) kemudian City Tour di Tanjung Kelayang yakni city tour di Pulau Pasir dan Pulau Lengkuas. Tidak hanya itu, para delegasi juga mengunjungi Home Industri Kekerangan, sebuah pusat pengolahan kerang. Di sini para delegasi langsung mempraktikan bagaimana kerang kerang dapat dijadikan barang bernilai jual tinggi dan menarik. Setelah berkunjung dari pusat kerajinan kerang, para delegasi melanjutkan perjalanan ke hotel Biliton untuk menghadiri seminar kepemudaan dan kepariwisataan Kab. Belitung dengan pembicara kepala dinas pariwisata Kab Belitung dan dari Dinas Kepemudaan Kab. Belitung. Sebelum berangkat ke Malaysia, para delegasi terlebih dahulu menuju ke Jakarta kembali melaksanakan farewell dinner. Lalu dilanjutkan perkenalan seluruh delegasi dengan urutan cultural performance.

This slideshow requires JavaScript.

Pada fase ketiga yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 8  hari yang terbagi menjadi dua tempat yakni fase Malaysia di Kuala Lumpur dan Putrajaya dari tanggal 31 Juli 2016 s/d 2 Agustus 2016 dan fase Malaysia di Melaka dari tanggal 3 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Pada fase Malaysia yang pertama ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Adapun kegiatan formal yang dilakukan adalah kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Pada kesempatan ini para delegasi Indonesia memberikan pandangan dan pertanyaan seputar hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia seperti permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, dan dukungan dari Kedutaan RI sebagai tindak lanjut dari program ini untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dengan ICT yakni pemberian kesempatan kepada delegasi Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan perpaduan penampilan budaya Indonesia dengan budaya Malaysia pada pesta rakyat yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2016.

Kegiatan formal lainnya adalah kunjungan ke Majelis Belia dan Sukan, Kementerian Belia dan Sukan, Kunjungan hormat bersama Ketua Pengarah JBSN. Kunjungan lain seperti kunjungan ke Aswara (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan), Institut Kraftangan Negara, Bangunan Sultan Abdul Samad, Muzium Istana dan sightseeing Putrajaya.

Selanjutnya para delegasi Indonesia dan Malaysia bertolak ke Melaka dan menginap di Hotel Seri Costa, Melaka. Kunjungan yang dilakukan para delegasi diantaranya kunjungan ke Kajian Sejarah di Perkampungan Hang Tuah, Duyong, Melaka, dilanjutkan welcoming dinner di Restoran Melayu Melaka, kemudian ke Taman Rempah Melaka, menyusuri Sungai Melaka (River Cruise), heritage tour (Muzium Kesultanan Melayu Melaka, A’Famosa, Muzium Kapal dan Bangunan Merah), kunjungan ke Youth Center UTC Melaka, Majelis Gabungan Belia Melaka (MGBM), makan malam di Restoran Ikan Bakar Parameswara Umbai Melaka, menaiki Menara Taming Sari. Kunjungan ke Bio-Tech Melaka, Bangunan SDSI Satu Daerah Satu Industri (SDSI), dan kunjungan ke Produk Negeri Melaka.

Delegasi Indonesia juga melakukan homestay di Kampung Duyong, Melaka selama tiga hari dari tanggal 5 Agustus s/d 7 Agustus 2016. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan bersama masyarakat Kampung Duyong melakukan aktifitas senamrobik, Community Game Bersama Masyarakat, dan membuat kue tradisional. Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Duyong. Huda turut berpartisipasi dengan mempromosikan kerajinan tangan Kepang dengan tulisan Aksara Jawa dan menampilkan Tari Ratoh Jaroeh dari Provinsi Aceh bersama enam delegasi Indonesia lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama satu hari pada tanggal 7 Agustus di Hotel Cemara, Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Drs. Djunaedi M,Si selaku Asdep Tenaga Peningkatan Sumber Daya Pemuda, dengan dihadiri National Leader Indonesia Bapak Abri Eko Nurjanto, para Staff Kemenpora, serta para panitia dan alumni IMYEP serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

22
Re-Entry
23
Perpisahan di Bandara Soekarno Hatta


Profil Singkat M. Chusnul Huda

Muhammad Chusnul Huda, biasa dipanggil Huda adalah lulusan terbaik UIN Walisongo dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama Republik Indonesia Angkatan 2008 pada jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Perdata Islam) Konsentrasi Ilmu Falak. Selain itu dia juga berhasil menjadi satu-satunya perwakilan UIN Walisongo untuk mengikuti short course di Colorado State University, Amerika Serikat selama dua bulan pada program International English Language Studi Program (IELSP) yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2011. Saat ini dia menjadi Pengacara / Advokat dan membantu masyarakat tidak mampu di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Agama Purwodadi dalam hal konsultasi dan pemberian bantuan hukum. Di tahun 2016 ini, dia dipercaya mewakili Jawa Tengah dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 pada Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2016. Di program ini, Huda telah memperkenalkan kepang (sejenis kerajinan tangan khas daerahnya) dengan mengkombinasikan dengan aksara Jawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s