Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) 2015

“Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulan-kebetulan, tapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Tuhan.” Kutipan kalimat Jakob Oetama dalam kumpulan esai beliau berjudul ‘Bersyukur dan Menggugat Diri’ ini selalu tertanam di pikiran saya. Hidup memang penuh dengan kebetulan dalam hal baik maupun buruk dan di tahun 2015, satu kebetulan besar menghampiri saya.

dhito_aseanjapancent

R. Ade Pramudhito, Delegasi Ship for Southeast Asian Youth Program 2015

Terpilih menjadi delegasi Indonesia mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) adalah kebetulan yang datang menyusul kebetulan-kebetulan sebelumnya. Tepat sebelumnya kebetulan saya diamanahi menjadi Ketua Bidang Kerjasama Internasional di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Semarang, menyusul kebetulan sebelumnya menjadi Ketua Karang Taruna Semarang Selatan.

Kebetulan-kebetulan tersebut membuat saya makin merunduk untuk belajar dengan sahabat-sahabat baru dari 11 negara peserta SSEAYP. Belajar menghormati sesama adalah tujuan program ini dibentuk selain untuk mengasah kemampuan leadership dan membangun jejaring antar pemuda se-ASEAN dan Jepang. Program SSEAYP dimulai tahun 1974 atas kerja sama Pemerintah Jepang dengan pemerintah negara-negara ASEAN. Di Indonesia sendiri pelaksanaan program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui sebuah program bertajuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

kontingen Indonesia in attire B1

Program SSEAYP berlangsung selama 51 hari dan terbagi menjadi dua aktivitas besar yaitu on board activity di atas kapal MS Nippon Maru dan country program di negara-negara Tujuan. Progam SSEAYP di batch ke -42 ini dimulai tanggal 28 Oktober di Tokyo. Semua peserta berkumpul dan berorientasi dengan program di hotel The New Otani sekaligus sebagai ajang perkenalan dengan kontingen negara lain. Peserta dibagi menjadi 11 kelompok yang disebut Solidarity Group (SG) dan saya masuk ke dalam SG F, bersama kelompok inilah saya habiskan aktivitas selama program.

Setalah dua hari menginap, kami dan SG masing-masing pergi bersama-sama ke prefektur yang berbeda-beda setiap SG-nya. SG F dijadwalkan menjalani Country Program di Prefektur Shimane. Selama empat hari kami tinggal bersama keluarga angkat, saya sendiri tinggal bersama sahabat dari Brunei bernama Aziz. Tinggal bersama keluarga angkat sangat mengesankan karena saya belajar adat hidup masyarakat yang tentu jauh berbeda dengan adat di kampung saya. Setelah empat hari ini tinggal di Shimane, tepatnya di Matsue City kami kembali ke Tokyo dan kali ini tinggal di National Youth center (NYC) untuk mengikuti Youth Leader Summit 2015.

Youth Leader Summit (YLS) diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 3 November 2015. Pada hari kedua, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan yaitu tari Seudati yang dilanjutkan dengan pameran produk Indonesia. Acara yang mendapat dukungan dari Torabika dan Batik Jayakarta ini mengangkat tema kopi dan kain Indonesia serta menampilkan koleksi kain tenun khas Indonesia dan kopi dari berbagai daerah.

Pada hari ketiga kami berkumpul sesuai discussion group (DG) dan untuk pertama kalinya kami bertemu teman diskusi, saya sendiri tergabung dalam DG 6 dengan tema international relations. Diskusi berjalan menyenangkan dan DG saya dipimpin oleh fasilitator dari Filipina bernama Tito Aldecoa III yang akrab dipanggil ‘Jay’.

Pada batch ke-42 ini kapal berlabuh di 4 negara dan peserta akan menjalani country program di negara-negara tersebut yaitu Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Pada institutional visit di Filipina, saya dan DG 6 berkesempatan mengunjungi salah satu proyek JICA yaitu REPSPSI, sebuah sekolah vokasi dalam bidang perhotelan untuk masyarakat kurang mampu. Hari kedua adalah program homestay, saya tinggal di kota Dasmarinas provinsi Cavite. Pada country program di Vietnam, saya bersama SG F mengunjungi Communist Youth Union district 10 Ho Chi Minh City dan mendapat jamuan yang sangat hangat dari para local youth. Homestay di Vietnam adalah yang paling berkesan bagi saya, saya tinggal di rumah sederhana namun keluarga kami sangat bersahaja mereka bahkan mengantar saya ke masjid ketika waktu salat Jumat tiba. Setiba di masjid keluarga saya mempekenalkan saya ke jemaah dan ketika Salat Jumat berlangsung, sang Imam membawa khotbah dalam bahasa Indonesia. Sangat berkesan dan tak terlupakan.

myanmar

Di Myanmar, saya bersama DG 6 berkesempatan mengunjungi Yangon University of Foreign Language. Universitas ini merupakan tempat seleksi SSEAYP bagi kontingen Myanmar berlangsung. Homestay di Myanmar sangat singkat, hanya sehari namun penuh dengan pengalaman menyenangkan. Orang tua angkat saya merupakan profesor di Fakultas Kehutanan Yangon University. Dalam satu hari kami diajak berkunjung ke berbagai macam tempat. Mulai dari pasar Boyge, kampung Islam dan pesta pernikahan a la Myanmar. Malam harinya kami berkunjung ke Pagoda Swedagon yang sangat indah.

Di Malaysia, bersama SG F berkunjung ke Radio Televisi Malaysia didampingi fasilitator dari DG 8 dari Indonesia yaitu Devianti Faridz – jurnalis berpengalaman yang saat ini menjadi koresponden berita di Channel News Asia. Pada institutional visit ini kami belajar bagaimana jaringan berita dari Malaysia semenanjung (bagian barat) disalurkan ke Malaysia bagian timur (Borneo). Pada homestay program kali ini saya mendapat orang tua asuh yang sangat ramah. Beliau mantan staff Kementerian Belia dan Sukan Malaysia untuk Negeri Sabah. Beliau memperkenalkan budaya Malaysia melalui tata cara hidup di rumah hingga mengajak kami jalan-jalan ke pasar dan banyak tempat wisata menarik di Sabah.

Selanjutnya pengalaman di atas kapal akan saya jabarkan dalam beberapa sub aktivitas. Yang pertama yaitu Club Activity, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dari masing-masing kontingen. Pada kegiatan ini, kontingen Indonesia menggelar pembuatan kaos jumputan Sunda, bow tie dari batik Madura, gelang resam Sumatera, serta yang paling heboh latihan tari Indang dan Kecak. Berikutnya adalah Voluntary Activity, pada aktivitas ini kontingen Indonesia menggelar dua Voluntary Activity yaitu pemutaran film 5 cm dan Tabula Rasa.  Dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja National Presentation, karena melalui acara inilah kami bisa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada semua peserta, admin program bahkan Kapten Kapal MS Nippon Maru. Pada National Presentation, kontingen Indonesia menggelar pertunjukan berjudul ‘Ratimaya Nusantara’ di mana kami mempersembahkan tarian Minahasa, Toraja, Orlapei, Enggang, Piring, Kembang Jatoh, Kepak sayap, dan koreografi seiring menyanyikan lagu Manuk Dadali, Gemilang, dan Doo-bee-doo. Puji syukur, penampilan kami mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin di Dolphin Hall.

Begitulah perjalanan saya bersama sahabat-sahabat dari 11 negara. Dengan memahami sesama dan bersama-sama kita bisa menciptakan hal baik yang lebih besar lagi. Meminjam kalimat Handry Satriago-CEO General Electric Indonesia- “Pilihan cara dalam menghadapi hidup, tidak pernah lepas dari teladan yang diberikan orang-orang di sekitar kita”. Penyelenggaraan Tuhan melalui program SSEAYP ini membuat siapa saja yang kebetulan ikut program ini mengubah mindset-nya untuk meneladani sekaligus menjadi teladan orang-orang di sekitarnya.

national presentation kontingen Indonesia

** Dhito adalah konsultan perencanaan kota yang terlibat di berbagai proyek penataan pesisir untuk mengurangi dampak dari risiko bencana di kawasan pantai Semarang. Selain itu, Dhito yang memiliki hobi lari ini juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat marjinal di Kendal bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. Di bidang kepemudaan, Dhito tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Semarang Selatan dan Ketua bidang Kerjasama Internasional – HIPMI Kota Semarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s