Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2015

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) adalah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda pemudi untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan mengenai kebudayaan, sosial ekonomi, kewirausahaan, dan berbagai bidang antar dua negara (Mutual Understanding). Pada tahun 2015, Indonesia diwakili oleh 20 pemuda pemudi terpilih dari 20 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dan satu orang Assistant dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Putri Hapsari Wijayanti adalah perwakilan Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari pulau Jawa untuk IMYEP 2015.

1 (Putri Hapsari Wijayanti, delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2015)

Putri Hapsari Wijayanti, Delegasi Indonesia dalam Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2015

IMYEP 2015 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Malaysia, fase Indonesia, dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, berlangsung selama empat hari dari tanggal 1-4 Oktober 2015 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Pada fase ini, 20 delegasi Indonesia mendapatkan pengarahan, pelatihan fisik maupun psikis, serta materi mengenai Character Building, Public Speaking, Komunikasi Antar Budaya, Soft Diplomacy, Citizen Journalism, Menulis Opini, Travel Arrangement, Grooming, dan latihan Cultural Performance yang diberikan oleh Alumni IMYEP dan para ahli narasumber terkait yang mendukung tema IMYEP 2015, yaitu media dan budaya.

2 (Courtesy call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur)

Courtesy Call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur

Fase kedua yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5-14 Oktober di Kuala Lumpur, Langkawi, dan Kampung Lonek Negeri Sembilan. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan RI yang terletak di Kuala Lumpur disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Herman Prayitno, beserta jajaran staf Kedutaan Besar RI. Pada kesempatan yang langka ini, para delegasi Indonesia memberikan pandangan masing-masing terhadap hubungan bilateral antar kedua Negara, antara lain mengenai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, klaim kebudayaan, efek asap dari Indonesia, maupun program IMYEP. Courtesy call selanjutnya yaitu menghadiri presentasi program kerja di Kementrian Belia dan Sukan Malaysia yang terletak di Putra Jaya. Presentasi ini diwakili oleh Deputy Director International Unit, Youth Development Division, En. Khairul Adri bin Dato Rosli. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri upacara memperingati Hari Sukan yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Langkawi bersama dengan pejabat pemerintahan setempat.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia yaitu city tour mengelilingi Putrajaya dengan cruise, kunjungan ke KLCC Sky Bridge, kunjungan ke Malaysia Tourism Centre (MATIC), dan kunjungan ke Langkawi; antara lain 3D Art Museum, T-shirt printing factory, Haji Ismail Group, Makam Mahsuri, Rams Deko Langkawi, Kilang Minyak Tradisional GAMAT, dan Kilim Geoforest Park.

3 (Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek, Negeri Sembilan)

Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek

Pada fase Malaysia, delegasi Indonesia melakukan homestay di Kampung Lonek selama tiga hari. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan berkunjung ke beberapa industri rumah tangga berupa pembuatan makanan tradisional, mie, dan peternakan lebah (home industry). Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Lonek dan International Youth Centre (IYC). Putri turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Denok dari Jawa Tengah bersama empat delegasi Indonesia lainnya.

4 (Kunjungan delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan)

Kunjungan Delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan

Fase ketiga yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 14-23 Oktober 2015 di Jakarta dan Surakarta. Pada fase ini, delegasi Indonesia dan Malaysia melakukan berbagai macam kegiatan formal dan non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call dilakukan dengan menghadiri pertemuan ke kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan pertemuan ke Balaikota di Surakarta, yang salah satunya diisi dengan youth dialog oleh beberapa narasumber, yaitu praktisi sosial di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, dan entrepreneur muda di Surakarta. Selain itu, delegasi Indonesia dan Malaysia mendapatkan kesempatan untuk melakukan institutional visit ke Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta. Delegasi Indonesia dan Malaysia juga berkunjung ke beberapa media, antara lain Trans TV, CNN Indonesia, dan Solo Pos. Kegiatan menantang dan pertama kali yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia selama di Indonesia yaitu belajar memainkan gamelan dan menampilkannya di SMKN 8 Surakarta serta membatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Beberapa tempat lainnya yang dikunjungi antara lain Monumen Nasional, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta, PT Sri Rejeki Tekstil, Pasar Antik Triwindu, Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaraan, dan Candi Prambanan. Pada fase Indonesia, para delegasi Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan berinteraksi dengan warga lokal melalui homestay yang dilakukan selama lima hari di Kelurahan Kauman yang terkenal dengan pusat batiknya. Fase ini diakhiri dengan cultural performance oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Sunan Surakarta.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama dua hari dari tanggal 23-24 Oktober 2015 di Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Imam Gunawan M.Ap selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemuda serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

5 (Farewell Party di Hotel Sunan Surakarta)

Farewell Party di fase Indonesia

**Putri Hapsari Wijayanti adalah alumni Program Studi IlmuKeperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Selama kuliah, Putri aktif memberikan pendidikan kesehatan di komunitas danpraktik keperawatan di beberapa Rumah Sakit daerah di JawaTengah. Ketertarikan Putri terhadap film dan debat ditunjukan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan Kronik Filmedia UNDIP dan Diponegoro Nursing Debating Community (DNDC) sebagai Minister of Human Resource Development. Lulusan cum laude ini pernah meraih Runner Ups ebagai Putri Kampus PSIK FK 2010 dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Cabin Crew in The World di tahun 2014 saat bekerja menjadi pramugari di Garuda Indonesia. Saati ni, Putri merintis usaha di bidang kuliner yang sudah berjalan selama satu tahun di Tangerang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s