Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) 2014

Zakia Nurus Syifa dan Rifan Bachtiar mewakili provinsi Jawa Tengah dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada / Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP) 2014. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Canada World Youth ini terdiri dari dua fase yaitu fase Kanada dan fase Indonesia dimana masing-masing fase berdurasi selama 3 bulan. Selama program, satu orang pemuda Indonesia akan dipasangkan dengan satu orang pemuda Kanada sebagai counterpart yang akan hidup bersama dalam satu keluarga angkat atau disebut dengan host family. Program ICYEP 2014 terdiri dari 45 peserta dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 5 grup yaitu grup Nanaimo, BC- Pulau Kelapa, DKI Jakarta; Camrose, Alberta- Pulau Tidung, DKI Jakarta; Whitehorse, Yukon-Pulau Pramuka DKI Jakarta; Duncan, BC-Pondok Meja Jambi; dan Haidagwaii-Muaro Pijoan, Jambi.

20150318023421     1913380_877148882303636_116258018719074251_o

Selama di Kanada, peserta menjalani program magang di lembaga non-profit. Syifa membantu Cowichan United Way – sebuah organisasi non-profit yang menggalang dana untuk organisasi komunitas lainnya. Ide di balik organisasi ini adalah untuk mendukung organisasi komunitas lokal yang bersifat non-profit agar mereka dapat fokus pada isu yang mereka kerjakan tanpa diganggu aktivitas penggalangan dana. Salah satu dari acara penggalangan dana yang akan diadakan November sampai pertengahan Desember adalah ‘Feel Good Friday’. Program ini merupakan kerja sama antara United Way dengan bisnis lokal dalam mempromosikan bisnis lokal dan berbagi keuntungan yang mereka dapatkan. Mereka dapat mendonasikan presentase atau sejumlah dolar setiap penjualan yang mereka lakukan pada hari Jumat. United Way akan mempromosikan setiap bisnis lokal yang bergabung dalam program ini melalui radio lokal, Juice FM, dan juga pada situs United Way dan media sosial seperti Twitter. Melalui hal ini, mereka mempromosikan merek bisnis lokal tersebut pada orang-orang sekitar. Sementara itu, orang-orang dapat mempertimbangkan untuk datang pada bisnis lokal yang bergabung pada program ini karena itu berarti mereka dapat berbelanja dan berdonasi di waktu yang bersamaan.

Pada fase Kanada Rifan Bachtiar ditempatkan pada food bank Nanaimo Loaves and Fishes. Nanaimo Loaves and Fishes adalah LSM yang bergerak dalam kegiatan bantuan sosial dengan program utama yaitu penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap hari lembaga ini akan mengumpulkan makanan dari para donor baik itu masyarakat, institusi ataupun berbagai swalayan yang ada di Kota Nanaimo. Selama satu minggu Rifan bekerja selama 4 hari dengan berbagai tugas seperti sorting dan grading bahan makanan, memberikan pelatihan pada para sukarelawan baru, dan pelayanan kepada para klien Food Bank.

Selain work placement, peserta juga melakukan berbagai kegiatan lain seperti Educational Activity Day – kegiatan peningkatan pemahaman antar counterpart terkait isu-isu yang spesifik seperti pelestarian lingkungan hidup, kesehatan, dan gender; cultural show di Kanada; dan mengikuti acara community engagement di komunitas, seperti membantu melayani Christmas Dinner untuk masyarakat tidak mampu dan mengikuti pertemuan Multicultural Leadership Group. Kegiatan yang mereka lakukan ini dimuat dalam berbagai media cetak dan televise seperti Shaw TV, Radio Malaspina, Radio Canada, Nanaimo Daily News, The Navigator, Nanaimo Bulletin, dan NET TV Indonesia.

Seperti halnya fase Kanada, fase Indonesia juga diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Syifa yang ditempatkan di Pondok Meja, Jambi menjadi project leader pembangunan perpustakaan desa dan berhasil mengumpulkan hampir seribu buku untuk perpustakaan tersebut. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan lainnya seperti pembuatan saung pemuda, pelatihan pembuatan jamu sehat, tanaman hidroponik, dan pelatihan pembuatan keripik yang memberdayakan kelompok wanita tani di Pondok Meja. Adapun Rifan yang ditempatkan di Pulau Kelapa, DKI Jakarta bekerjasama dengan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu melaksanakan kegiatan perawatan persemaian pohon bakau, perawatan penyu dan juga koral. Selain itu, ia juga terlibat dalam renovasi perpustakaan Pulau Kelapa, penanaman 4000 pohon bakau, dan menyelenggarakan acara kesenian Tidung Festival.

* Zakia Nurus Syifa adalah mahasiswi asal Kebumen di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Airlangga. Ia aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi seperti Pelajar Islam Indonesia, Parlemen Muda Indonesia, Yayasan Bina Antarbudaya, AIESEC Surabaya, serta Airlangga Debate Society. Syifa merupakan alumni dari Youth Exchange and Study Program USA (2009-2010), TF-LEARN di National University of Singapore, dan menjadi delegasi muda pertama Indonesia yang dikirimkan ke London dalam acara Open Government Partnership Annual Summit 2013.

** Rifan Bachtiar adalah mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor. Dilahirkan di Pemalang, ia banyak terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang terkait dengan isu pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Di kampus, Rifan menjadi penanggung jawab kegiatan Bina Desa yang mengkoordinasikan program penyuluhan dan pelatihan masyarakat desa oleh mahasiswa. Ia bergabung dalam Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) dan pernah mengikuti Youth Camp for Asia’s Future 2013 di Seoul, Korea Selatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s